Irmawati, Irmawati
Jurusan Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RETENSI REKAM MEDIS DALAM UPAYA EFISIENSI RAK PENYIMPANAN Edy Susanto; Adhani Windari; Irmawati Irmawati; Ivana Putri Risyanti; Yogi Teguh Prakoso; Johninda Aulia Akbar; Rizky Febri Nugroho; Agustin Ira Krisnanita; Bernadeta Riski Kristiyani
Jurnal LINK Vol 14, No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.211 KB) | DOI: 10.31983/link.v14i2.3770

Abstract

[MEDICAL RECORD RETENCE FOR EFFICIENCY OF THE STORAGE RACK] Medical records of hospitalized patients must be kept at least for a period of 5 (five) years calculated from the last date the patient was treated or returned (Permenkes 269 / Menkes / Per / III / 2008 in chapter IV article 8. Based on the preliminary study date December 12, 2016, the problems that occurred in the management of medical records at Tugurejo Hospital Semarang especially medical record retention were the last implementation of medical record document retention in 2011 due to a lack of knowledge of HR in the procedures for retention of medical records. The service at the hospital was aimed at increasing the knowledge of employees of the medical record work unit on medical record retention and the implementation of medical record retention to optimize the utilization of medical record storage space.The method used was through Health Education: exposure to theories about medical record retention (policy, flow, procedure), simulation, support and consultations then monitoring and evaluation in the retention was carried out for 20 days involving 5 students with an average of medical records which were retained 180 days from active medical records 6,364. community service related to medical record retention fosters knowledge to filing officers through exposure and assistance in implementing retention.
EFFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN GRAFIK BARBER JOHNSON Irmawati Irmawati; Elise Garmelia; Sri Lestari; Dinda Mirtha Melasoffie
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.335 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i2.3846

Abstract

Abstrak RS Bhakti Wira Tamtama Semarang adalah RS tipe C yang harus memiliki pelayanan medik sepesialis dasar meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetrik dan ginekologi. Petugas rekam medis belum pernah melakukan analisis dan pembuatan Grafik BJ. Berdasarkan lima bangsal dengan cara menghitung indikator BOR, LOS, TOI, BTO dan digambarkan melalui Grafik BJ sebagai bahan evaluasi dan perencanaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efisiensi penggunaan tempat tidur 5 ruang unit rawat inap berdasarkan Grafik BJ di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama tahun 2017. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, perhitungan indikator efisiensi penggunaan tempat tidur, pengecekan efisiensi penggunaan tempat tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Grafik Barber Johnson keempat indikator kelima bangsal pada tahun tahun 2016 tidak bertemu dalam satu titik dan berada diluar daerah efisiensi. Sedangkan tahun 2017 keempat indikator bertemu pada satu titik namun berada diluar daerah efisiensi.  Abstract [English Title : Efficiency Degree Of Occupancy’s Bed By Barber Johnson Graph In Rs Bhakti Wira Tamtama] Bhakti Wira Tamtama Hospital Semarang is a type C hospital that has the functions of health services, surgery, obstetrics and gynecology. Medical record-keeping officers have never done BJ Graph analysis and manufacture. Based on five wards by calculating BOR, LOS, TOI, BTO and drawing indicators through BJ Graph as evaluation and planning materials. The purpose of the research was to determine the wealth of bed usage of 5 units of inpatient units based on BJ Graph at Bhakti Wira Tamtama Hospital in 2017. This type of research used quantitative descriptive research method. Data collection methods using documentation studie, the calculation of bed usage efficiency indicators, checking the efficiency of bed usage. The results show that based on the Barber Johnson Chart the four indicators fifth of wards in the year 2016 do not converge in one point and are outside the efficiency area. While in 2017 all four indicators meet at one point but are outside the efficiency area.
Perancangan Aplikasi Pemusnahan Rekam Medis “Medical Record Engineering Of Destruction System” (MERCEDES) Subinarto Subinarto; Irmawati Irmawati; Hidayatul Maula
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.27 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6402

Abstract

Big Data in health services will make it difficult for hospital staff to call data (data mining) and information retrieval. Big data can cause data mining and information retention to be stalled and take a long time. This will have a direct impact on the speed of service and the level of patient satisfaction. Therefore, to support the proper, fast and accurate medical record service, management efforts are needed to destroy data or documents. The type of research used is research and development. According to Prof. Dr. Sugiyono research and development is a research method used to produce products and test the effectiveness of these products. This research resulted in a system called MERCEDES (Medical Record Engineering Destruction System). MERCEDES will assist filing officers in retaining and destroying medical records in medical health care. The MERCEDES trial has been conducted twice. The results of first trial show that there are still menu that cannot be used optimally. The results of second trial show that in general MERCEDES can be used to support the activity of destroying medical record documents, but there are still shortcomings, MERCEDES cannot accommodate changes in patient status from inactive to active.  Abstrak Big data atau data yang besar dalam pelayanan kesehatan akan menyulitkan petugas rumah sakit dalam pemanggilan data (data mining) dan pengambilan informasi (Information Retrieval). Big data dapat menyebabkan data mining dan information retieval menjadi tersendat dan membutuhkan waktu lama. Hal tersebut akan berdampak secara langsung terhadap kecepatan pelayanan dan tingkat kepuasan pasien. Oleh karena itu, untuk menunjang pelayanan rekam medis yang tepat, cepat dan akurat diperlukan upaya pengelolaan hingga pemusnahan data atau dokumen.Jenis  penelitian   yang  digunakan   adalah   research   dan   development. Menurut Prof. Dr Sugiyono research dan development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk dan menguji keefektifan produk tersebut.Penelitian ini menghasilkan suatu sistem yang disebut MERCEDES (Medical Record Engineering Destruction System). MERCEDES akan membantu petugas filing dalam melakukan retensi dan pemusnahan rekam medis di rumah sakit. Uji coba MERCEDES telah dilakukan sebanyak dua kali. Hasil uji coba 1 diketahui bahwa masih terdapat menu yang belum dapat digunakan secara optimal. Hasil uji coba 2 menunjukkan bahwa secara umum MERCEDES sudah dapat digunakan dalam menunjang kegiatan pemusnahan, namun masih terdapat kekurangan yaitu MERCEDES belum dapat mengakomodir perubahan status pasien dari in aktif menjadi aktif kembali.
Analisis Kuantitatif Rekam Medis Pasien Rawat Inap Di Bangsal Mawar RSUD Ungaran Irmawati Irmawati; Ahmad Danuri; Sudiyono Sudiyono; Fauzia Rahmawati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.071 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i1.3574

Abstract

Ketidaklengkapan pengisian rekam medis memberikan dampak yang tidak baik bagi mutu rumah sakit itu sendiri maupun bagi proses pelayanan kesehatan kepada pasien. Misalnya diagnosis tidak terisi maka hal ini tidak akan bisa langsung untuk dilakukan koding sehingga untuk pengajuan klaimpun akan terhambat.  Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi/pengamatan, studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel check list. Hasil penelitian diperoleh bahwa di RSUD Ungaran melakukan analisis kuantitatif hanya jika ada permintaan. Analisis kuantitatif dilakukan oleh petugas assembling. Pada penelitian ini jumlah rekam medis yang diteliti sejumlah 97 dokumen. Penelitian ini hanya diambil khusus bangsal mawar.   Dari keempat didapatkan rata-rata dalam kelengkapan pengisian menurut review identifikasi sejumlah 75,22%; review laporan penting (diagnosis) sejumlah 82,53%; review autentikasi sejumlah 73,10%; dan review pencatatan 28,75%. Hendaknya dilakukan sosialisasi tentang pentingnya mengisi rekam medis dengan baik dan benar, dan review kelengkapan rekam medis itu tidak hanya dilakukan ketika ada permintaan saja, namun secara periodik.
3 in 1 Personal Health Record (PHR): Dalam Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Irmawati Irmawati; Adhani Windari; Marsum Marsum
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.355 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v4i2.7825

Abstract

Proporsi penyakit tidak menular mengalami peningkatan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Pemerintah telah melakukan upaya dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya pengobatan kesehatan melalui Inpres No.1 Tahun 2017 dengan mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Pada penelitian sebelumnya telah dibangun aplikasi Personal Health Record (PHR) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk mendukung GERMAS. Namun dalam aplikasi ini masih terdapat banyak keterbatasan. Aplikasi masih terbatas penggunanya, aplikasi dapat digunakan jika menggunakan pin yang terdaftar, masyarakat tidak bisa secara luas mengakses aplikasi ini dan dalam proses aplikasi ini belum memberikan gambaran status kesehatan yang informatif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi yang lebih mudah dalam aksesibilitas, lebih mudah dalam penggunaan dan lebih informatif terkait data yang disajikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluasi dan pengembangan yaitu mendeskripsikan hasil proses identifikasi, evaluasi dan pengembangan pada setiap tahapan dalam apilkasi PHR. Evaluasi dilakukan untuk menilai kualitas informasi yang dihasilkan sebelum dan sesudah pengembangan sistem informasi aplikasi PHR.Hasil penelitian ini Aplikasi PHR GERMAS-V2 multiplatform, lebih mudah digunakan oleh masyarakat luas (more available), mudah digunakan karena password dan username dapat ditentukan oleh pengguna sendiri (easier) dan data rekam hasil pemeriksaan kesehatan memberikan informasi terkait status kesehatan (more informative). Uji kualitas sistem sebelum dan sesudah pengembangan telah dilaksankan dengan hasil selisih rerata tertimbang 1,32 dan uji kepuasan pengguna terhadap aplikasi PHR GERMAS-V2 telah dilaksanakan dengan hasil 93% setuju dan merasa puas.Aplikasi masih perlu dikembangkan dengan penambahan self-reminder pada aplikasi terkait kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat yang harus dilakukan individu. Aplikasi diuji cobakan pada kelompok terbatas untuk mendapatkan data sebagai data dasar kesehatan masyarakat untuk dapat dilakukan berbagai analisis kesehatan selanjutnya.
Penyebab Pengembalian Berkas Klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pasien Rawat Inap Ditinjau Dari Syarat-Syarat Pengajuan Klaim Di RSUD R.A Kartini Jepara Irmawati Irmawati; Anton Kristijono; Edy Susanto; Yela Belia
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.77 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i1.3594

Abstract

Pelayanan kesehatan di Indonesia tidak lepas dari program pemerintah yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan sebagai pelaksana programnya. Metode pembayaran yang digunakan menggunakan sistem prospektif INA-CBGs yaitu menggunakan klaim yang akan mendapat penggantian biaya dari BPJS. Proses pengajuan klaim dari Rumah Sakit kepada BPJS Kesehatan memiliki tahap verifikasi administrasi kepesertaan, administrasi pelayanan, dan verfikasi pelayanan kesehatan. Berkas klaim yang ditemukan tidak lengkap dalam proses verifikasi menyebabkan pengembalian berkas oleh BPJS Kesehatan, di RSUD R.A Kartini Jepara masih ditemukan masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyebab pengembalian berkas klaim BPJS pasien rawat inap ditinjau dari syarat-syarat pengajuan klaim.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan berkas klaim rawat inap yang dikembalikan BPJS Kesehatan bulan Maret-April 2017 sebanyak 49 berkas. Instrumen penelitian menggunakan checklist dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariate.Hasil penelitian diperoleh gambaran kelengkapan administrasi kepesertaan yang tidak sesuai sebanyak 35 berkas (71%), kesesuaian administrasi kepesertaan 37 berkas (76%), dan kesesuaian administrasi pelayanan 10 berkas (20%). Kelengkapan dan kesesuaian administrasi kepesertaan menunjukkan kurangnya berkas penunjang. Administrasi pelayanan menunjukkan diagnosa dan dokter penanggung jawab yang tidak sesuai. Sedangkan pada alur pengajuan klaim belum mempunyai Standar Operasional Prosedur(SOP)
Keakuratan Kode Diagnosis Penyakit Berdasarkan ICD-10 pada Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Irmawati Irmawati; Nadelia Nazillahtunnisa
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.53 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v2i2.5359

Abstract

An accurate diagnostic code is required to achieve the goal of the classification system for disease diagnosis, one of which is the recording of mortality and morbidity data. Based on preliminary study of 7 samples of medical records in health centers Kagok, get results 2 medical records (28.57%) there is an accurate diagnosis and diagnostic code and 4 medical records (57.14%) there is an inaccurate diagnosis and diagnosis code, while 1 medical record (14.29%) no diagnosis. The purpose of this research is to determine the accuracy of the disease diagnosis code based on ICD-10 in the outpatient medical record in health centers Kagok. This study used a quantitative descriptive research with cross sectional research design. The number of samples on this study was 98 medical records of outpatient patients, taken with a proportional stratified sampling method. The results showed that the medical record was diagnosed as much as 57 medical records (58%) while the unwritten diagnosis is as much as 41 medical record (42%). From 57 medical records that have been diagnosed, there are only 18 medical records (32%) with accurate code and 39 medical records (68%) with inaccurate code. The officers of the Diagnosis Code no one has the educational background of the medical record, never participated in special training on coding ICD-10, and did not use the facilities in the health centers in the form of an electronic ICD-10 in giving code diagnosis.
PELAKSANAAN PENGISIAN DAN KELENGKAPAN FORMULIR INFORMED CONSENT TINDAKAN OPERASI Edy Susanto; Irmawati Irmawati; Widodo Widodo; Yolanda Dinarka Dea
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.508 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v1i2.3848

Abstract

Abstrak  Karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelaksanaan pengisian formulir informed consent yang baik dan benar. Serta pentingnya kelengkapan pengisian formulir informed consent, salah satunya untuk tindakan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan pengisian dan kelengkapan formulir informed consent tindakan operasi di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.Jenis penelitian adalah deskriptif, studi kasus. Menggunakan metode pendekatan cross sectional. Menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara dan checklist kelengkapan pengisian. Jenis data yang terkumpul adalah data primer dan sekunder. Data diolah dalam bentuk transkrip dan tabel. Kemudian data dianalisis dan disajikan dalam bentuk grafik koding dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengisian formulir informed consent tindakan operasi di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang sudah sesuai dengan Permenkes 290 tahun 2008, karena pelaksanaan pengisian formulir informed consent dimulai dari pasien diberikan informasi terkait tindakan operasi yang akan dilakukan, pengisian formulir informed consent, sampai dengan proses penandatanganan formulir informed consent. Serta untuk kelengkapan pengisian formulir informed consent tindakan operasi di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang juga sudah lengkap, karena semua kolom pengisian sudah terisi secara lengkap. Abstract [English Title : Implementation of Filling and Completeness of Informed Consent Form of The Act Surgery in RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang] A piece of writing scientific were created because the importance of filling informed consent forms that is good and right. And the importance of completeness informed consent forms, such as to the act of surgery. This research aims to describe the implementation of filling and completeness of informed consent forms the act of surgery in RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.The type of research is descriptive, case study. Using cross sectional approach. Using research instruments of observation guidelines, interview guidelines and completeness checklist. The types of data collected are primary and secondary data. Data is processed in the form of transcript and table. Then the data is analyzed and presented in the form of coding chart and table.The result of the research shows that the implementation of filling of informed consent form of operation in RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang was in accordance with Permenkes 290 year 2008, because the implementation of filling the form started from the patient given information related to the act of surgery to be performed, the filling of the informed consent form, signing informed consent form. As well as for completeness of the form of informed consent form operation in hospitals RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang is also complete, because all of columns are fully filled. 
Analisis Tarif Rumah Sakit dan Tarif Ina CBGs Kasus Gagal Jantung Kongestif Nina Dwi Astuti; Irmawati Irmawati; Apifah Apifah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.243 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v4i1.6788

Abstract

Tarif rumah sakit dan tarif Ina CBGs mengalami perbedaan karena perhitungan kedua tarif tersebut menggunakan parameter yang berbeda. Namun jika perbedaan tersebut menyebabkan selisih yang besar, dapat menimbulkan dampak kerugian bagi rumah sakit. Permasalahan ini terutama pada rumah sakit swasta yang harus memperhatikan profit. Penelitian pada kasus Gagal Jantung Kongestif dengan studi cross sectional dilakukan pada salah satu rumah sakit swasta tipe C di Jawa Tengah. Sebanyak 70 kasus gagal jantung kongesif dianalisis secara univariat untuk mengetahui karakteristik sampel, perbedaan tarif rumah sakit dengan tarif Ina CBGs, dan komponen tarif rumah sakit. Analisis faktor yang dapat menyebabkan perbedaan tarif dilakukan dengan menghitung angka indeks tertimbang berdasarkan severity level, kelas rawat, lama hari rawat, jumlah tindakan dan diagnosa sekunder. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan tarif yang tinggi terdapat pada lama hari rawat 5 hari dan jumlah tindakan 1.  Lama hari rawat 5 hari menjadi faktor yang menyebabkan tarif rumah sakit lebih tinggi 102% dari pada tarif Ina CBGs, sedangkan jumlah tindakan lebih dari satu (ada tindakan selain EKG) menyebabkan tarif rumah sakit lebih tinggi 65% dari pada tarif Ina CBGs. Penerapan clinical pathway dapat dilakukan untuk efisiensi pelayanan. Penggunaan clinical pathway dapat menurunkan lama hari rawat dan tindakan yang kurang diperlukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Tinjauan Pelaksanaan Pemberian Kode Diagnosa dan Tindakan pada Pasien Rawat Inap Irmawati Irmawati; Sugiharto Sugiharto; Rozalia Mayasari
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.29 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v2i1.4397

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional melalui kuesioner yang diberikan kepada semua petugas koding rawat inap dan checklist yang untuk prosedur dan sarana prasarana koding. Penelitian dilakukan di Bagian Koding Rawat Inap RSUD Kota Salatiga pada bulan Mei - Juni. Analisis data menggunakan analisis univariate yaitu berupa distribusi frekuensi.Berdasarkan hasil penelitian, semua petugas koding rawat inap di RSUD Kota Salatiga berlatar belakang pendidikan DIII Rekam Medis dan sudah pernah mengikuti pelatihan tentang koding. Semua petugas koding rawat inap RSUD Kota Salatiga memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam pelaksanaan pemberian kode diagnosa dan tindakan. Namun kelengkapan sarana prasarana koding bagi setiap petugas koding belum lengkap serta kepatuhan melaksanakan prosedur koding belum sesuai dan belum semua dilaksanakan.AbstractThis research uses descriptive research with cross sectional approach through a questionnaire given to all officers inpatient coding and checklist for procedures and infrastructure coding. Research conducted at the Hospital Inpatient Coding Part of Salatiga in May-June. Data analysis using univariate analysis in the form of a frequency distribution.Based on the results of the study, all officers in the hospital inpatient coding Salatiga educational background DIII Medical Records and have completed training on coding. All inpatient hospital coding clerk in RSUD Kota Salatiga have knowledge and a good attitude in the implementation of the diagnose and the procedure code. However, the completeness of the infrastructure coding for each officer incomplete coding and compliance implement coding procedure is not appropriate and not all implemented.