Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISA TINGKAT PELAYANAN JALAN KI AGENG GRIBIG KELURAHAN LESANPURO KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Sensi, Rolantuns; Arifianto, Andy Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota malang merupakan kota besar kedua setelah kota Surabaya di jawa timur dengan potensi wisata dan perekonomianya yang semakin berkembang. Adanya aktivitas seperti Mall, Pasar, Taman, Kampus, Daerah Wisata, aktivitas perkotaan dan aktivitas lainya merupakan faktor yang menjadikan jalan ini memiliki aktivitas padat yang mengakibatkan masalah-masalah transpotasi salah satunya kemacetan yang mengakibatkan kapasitas jalan semakin menurun, dalam penelitian ini digunakan metode pengambilan data dengan manual Mothod Counter pada ruas jalan Ki Ageng Gribik Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dengan tujuan untuk menghitung nilai volume lalu lintas, kecepatan, kapasitas dan tingkat pelayan jalan yaitu dengan melakukan survey selama 6 hari ( dimulai dari jam 6.00 WIB ? 21.00 WIB ) dan dari hasil survey didapatkan data volume lalu lintas, kecepatan kendaraan dan data geometri jalan yang kemudian dianalisa dengan menggunakan manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisa, volume jam puncak pada ruas jlan ki ageng gribik adalah 1887 smp/jam, kecepatan rata- rata ( V ) adalah 69,3 m/detik, kapasitas sebesar 1262,77 dan tingkat pelayanan jalan (LOS) adalah F. Kata Kunci : jalan ki ageng gribig, analisa MKJI 1997, tingkat pelayanan jalan f. ABSTRACT In order to improve the quality of the Kota malasa, you will be able to visit Surabaya with the help of this information, and you will be able to visit it. Adanya aktivitas seperti Mall, Fsr, Tmn, Kmpus, Daerah Wisata, aktivitas perkotaan dan aktivitas lainya merupakan faktor yang menjadikan jalan ini memiliki aktivitas padat yang mengakibatkan masalah-masalah transpotasi salah satunya kemacetan yang mengakibatkan kapasitas jalan semakin menurun, dalam penelitian ini digunakan metode pengambilan Data handling of Mothod Counter on the basis of Kangaroo's Kangaroo, Kangaroo, Kangaroo, Kantangkandang, Kota Malang, and Kota Malang, in the southern part of Kota Malang, the survey was carried out in a large number of households, and, according to the survey, the survey was conducted 6 hours (6 pm WIB - 21.00 WIB) The data collected in the amount of data collected in the database has been found to be in the form of data geometry or manual transmission of the manual to Indonesia (MKJI) 1997. Based on the results of the analysis, the peak hour volume on the ki ageng gribik road segment is 1887 pcu / hour, the average speed (V) is 69.3 m / sec, the capacity is 1262.77 and the road service level (LOS) is F.
ANALISIS PENENTUAN FAKTOR KEAMANAN STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN METODE FELLINIUS DAN BISHOP (STUDI KASUS : JL. MULYOREJO, KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG) Arifianto, Andy Kristafi; Noronha, Elisio Martins Da Costa
eUREKA : Jurnal Penelitian Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas tanah pada lereng dapat terganggu akibat pengaruh alam, iklim dan aktifitas manusia. Longsor terjadi karena ketidak-seimbangan gaya yang bekerja pada lereng atau gaya didaerah lereng lebih besar dari pada gaya penahan yang ada pada lereng tersebut. Sehingga diperlukan analis stabilias lereng untuk mengetahui Faktor Keamanan dari lereng yang mengalami kelongsoran tersebut. Dari hasil analisis menggunakan Metode Fellinius dan Bishop nilai Faktor Keamanan yang didapat yaitu : Lereng A dan B untuk Metode Fellinius: 0,74 dan 0,83, sedangkan untuk Lereng A dab B untuk Metode Bishop : 0,78 dan 0,92 yang menunjukan bahwa keadaan lereng tersebut tidak stabil. Kemudian dilakukan perbaikan dengan merubah sudut kemiringan lereng. Sehingga didapat nilai Faktor Keamanan Sebagai berikut :Lereng A dan B untuk Metode Fellinius : 1,62 dan 2,66 sedangkan Lereng A dan B untuk Metode Bishop : 1,94 dan 3,25 yang menunjukan lereng dalam keadaan stabil. Kata-kata kunci : stabilitas lereng, nilai faktor keamanan ABSTRACT Soil stability on slopes can be disrupted by natural influences, climate and human activities. A landslide occurs because the unbalance of force acting on the slope or the force of the slope area is greater than that of the retaining force on the slope So that required the analyst of stabilias slope to know the Security Factor of the slopes that experienced slippage. From the analysis result using Fellinius and Bishop Method of Security Factor values obtained are: A and B slopes for Fellinius Method: 0.74 and 0.83, while for Slope A and B for Bishop Method: 0.78 and 0.92 which shows that the state of the slope is unstable. Then performed improvements by changing the angle of the slope. The following values are obtained: A and B slopes for Fellinius Methods: 1.62 and 2.66 while A and B slopes for Bishop Methods: 1.94 and 3.25 indicate slopes in a stable state.
STUDI PERBANDINGAN BIAYA BAHAN PADA BEKISTING KAYU DAN BONDEK PADA MUSEUM MPU PURWA KOTA MALANG Daghu, Yehezkhiel; Arifianto, Andy Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendirikan sebuah bangunan dengan mempertimbangkan segala aspek kostruksi adalah item utama yang diperlukan dalam dunia konstruksi, yang mana aspek biaya dari pembangunan itu sendiri yang biasa disebut dengan sebutan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan mengikuti acuan dasar dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Permen PUPR) adalah Peraturan Perundang ? undangan di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden kepada menteri terkait untuk menjalankan peraturan sebagaimana mestinya. Hasil analisa harga satuan diambil dari PermenPUPR 28 ? 2016 dari hasil analisa tersebut akan diperoleh Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang menetukan volume dari setiap item yang akan dibahas pada pembahasan. [1] Objek penelitian saat ini terletak di Jln. Soekarno ? Hatta tepatnya pada Museum MPU Purwa Malang. Analisa harga satuan serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) difokuskan pada pekerjaan bekisiting kayu yang hasil analisanya nanti akan dikaji atau dibandingkan dengan hasil analisa dari bondek, dengan kata lain hasil analisa dari bekisting kayu akan menjadi acuan pada analisa bondek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Bahan pelat bondek lebih murah 9% dari bahan bekisting kayu, (2) Pelat bondek lebih mudah dalam pelaksanaan, (3) Material untuk pekerjaan bekisting kayu lebih mudah didapatkan dibanding dengan pelat bondek. Berdasarkan ketiga aspek tersebut, untuk pemilihan khususnya pekerjaan pelat direkomendasikan untuk menggunakan pelat bondek. Kata kunci : bekisting kayu, bondek, biaya pekerjaan. ABSTRACT Establish a building taking into account all aspects of kostruksi is the main items needed in the world of construction, which cost aspects of the construction itself is commonly referred to as The Plan Cost Budget and following the reference of the basis of the regulation of the Minister of public works Housing (PERMEN PUPR) is the Laws ? the invitation in Indonesia that are assigned by the President to the Minister related to run the rules properly. The results of the analysis of unit price is taken from the PermenPUPR 28 ? 2016 from the analysis results will be retrieved The Plan Cost Budget that determine the volume of each of the items that will be discussed on the discussion. [1]. The objects of research are currently located in Jln. Soekarno ? Hatta at the Museum of the MPU Purwa Malang. Unit price analysis and cost budget Plan (RAB) focused on the work of bekisiting wood, gave results will be examined or compared with the results of the analysis of bondek, in other words the results of analysis of formwork timber will be a reference analysis on bondek. The results showed that: (1) cheaper bondek plate Materials 9% of timber formwork materials, (2) Plate bondek easier in implementation, (3) Material for formwork timber jobs more easily obtained than with the bondek plate. Based on these three aspects, for the selection of particular work plates are recommended to use the plates bondek.
Studi Perencanaan Lapisan Perkerasan Kaku Pada Ruas Jalan Tanjung Katat – Kartiasa di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Arifianto, Andy Kristafi; Wandi, Wandi; Rahma, Pamela Dinar
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.083 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring meningkatnya iptek maka pertumbuhan arus lalu-lintas juga mengalami peningkatan, salah satunya pada jalan raya Tanjung Katat – Kartiasa. Jalan ini merupakan jalan Arteri Kelas I Jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien, dimana beban yang diizankan adalah tidak lebih dari 10 ton. Akibat besarnya beban yang melintasi jalan tersebut, dengan tidak adannya drainase dan curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan jalan lintas Tanjung Katat – Kartiasa menjadi rusak. Tugas akhir ini bertujuan meninjau tebal pelat beton berdasarkan metode NAASRA,1987. Penulis mencoba menganalisa mulai dari data lalu-lintas harian rata – rata, pertumbuhan lalu-lintas, dan jenis kendaraan niaga besrta jumlah beban, dan konfigurasi sumbu dari kendaraan niaga yang akan melewati lajur rencana. Perencanaan didasarkan pada total Fatigue ( masa kelelahan pelat beton akibat beban berulang) mendekati atau sama dengan 100%. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan grafik perencanaan untuk STRT, STRG, dan SGRG dari NAASRA,1987, maka diketahui tebal perkerasan ideal untuk perkerasan kaku ini yaitu 180 mm yang direncanakan dengan dowel. Kata Kunci : studi,perencanaan,jalan,perkerasan,kaku ABSTRACT Along with the increase of science and technology, the growth of traffic flow also increased, one of them on the highway of Tanjung Katat - Kartiasa. This road is the first Class Road Arterial road that serves the main transport with long-distance travel features, high average speed, and the number of entrances is efficiently limited, where the allowable load is no more than 10 tons. Due to the large loads that cross the road, with the absence of drainage and rainfall is high enough to cause the road crossing Tanjung Katat - Kartiasa to be damaged. This final project aims to review the thickness of concrete plate based on NAASRA method, 1987. The author tries to analyze from average daily traffic data, traffic growth, and commercial vehicle type to total load, and the axis configuration of a commercial vehicle that will pass through the plan lane. Planning is based on total Fatigue (the fatigue period of the concrete plate due to recurrent load) approaching or equal to 100%. After analyzing by using the planning graph for STRT, STRG, and SGRG from NAASRA, 1987, it is known that the ideal pavement thickness for this rigid pavement is 180 mm which is planned with dowel. Keywords: planning,study,road,rigid,pavement
Perencanaan Tebal Perkerasaan Lentur Untuk Pelebaran Ruas Jalan Beduku – Sarlala (Sta. 17+ 750 - Sta. 22 + 750) Timor - Leste Arifianto, Andy Kristafi; Rahma, Pamela Dinar; Jesus, Vitorino De
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.686 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkerasan lentur (flexible pavement) terdiri dari lapisan-lapisan yang diletakkan pada tanah dasar. Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) terdiri dari empat lapisan yaitu Lapisan permukaan (surface course), Lapisan pondasi atas (base course), Lapisan pondasi bawah (subbase course), Lapisan tanah dasar (subgrade). Berdasarkan kondisi yang ada dilokasi studi, Perencanaan Tebal Perkerasaan Lentur Untuk Pelebaran Ruas Jalan Beduku - Sarlala (Sta.17+ 750 – Sta. 22 + 750) Timor - Leste ini dimaksudkan untuk menunjang perekonomian, social, budaya dan keamanan untuk daerah-daerah yang tingkat pelayanan lalu lintasnya sangat tinggi terutama di kawasan perkotaan perlu di bangun jalan yang mampu menampung jumlah lalu lintas yang akan melalui jalan tersebut. yang sangat perlu dan perhatikan adalah dari segi perencanaan pembuatan jalan, baik dari segi perhitungan lapisan perkerasan maupun dari segi teknis pelaksanaan pembuatan lapisan perkerasan lentur jalan. Prasarana jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu lintas di darat. Lancarnya arus lalu lintas akan sangat mendukung perkembangan ekonomi daerah seperti kabupaten Aileu khususnya pada jalan Beduku – Sarlala yang menhubungkan beberapa kabupaten. Penelitian dilaksanakan di Desa Beduku Kecamatan Dare kabupaten Aileu Timor-Leste, pada bulan april 2016. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah Metode Bina Margadapat diperoleh susunan tebal perkerasan terdiri dari pondasi bawah (SubBase) tebal 8 cm dengan agregat kelas B, pondasi atas (Base Course) tebal 20 cm dengan agregat kelas A, lapisan permukaan (Surface) 5 cm Laston. Untuk menjaga agar tidak terjadi retak pada tubuh jalan maka dihimbau kepada masyarakat agar tidak memotong pohon. Kata kunci : Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur untuk Pelebaran Ruas Jalan. ABSTRACT Flexible pavement consists of layers placed on the ground. Flexible pavement construction consists of four layers: Surface course, base course, Subbase course, Subgrade layer.Based on the existing conditions of the study location, Planning of Bonded Thickness for the Widening of Beduku - Sarlala (Sta 17 + 750 - Sta 22 + 750) East Timor is intended to support the economy, social, culture and security for the The level of traffic services is very high, especially in urban areas need to be built roads that can accommodate the amount of traffic going through the road. Which is very necessary and note is in terms of road planning planning, both in terms of calculation of pavement layer and from the technical aspect of the implementation of the pavement layer bending road.Road infrastructure is the pulse of traffic smoothness on land. The current flow of traffic will greatly support the development of regional economies such as Aileu district, especially in Beduku - Sarlala road that connects several districts. The study was conducted in Beduku Village Dare Aileu district of Timor-Leste, in april 2016.The method used in this study is the Bina Marga method can be obtained from the thickness of the pavement composed of the bottom of the base (Sub Base) 8 cm thick with class B aggregate, Base Course 20 cm thick with class A aggregate, surface layer (Surface) 5 cm Laston. To keep from cracking in the body of the road, it is suggested to the community not to cut the tree. Keywords: Planning of Bending Pavement Thickness for Widening of Road.
Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah di Perumahan Pegawai Negeri Sipil Kepanjen Kabupaten Malang Arifianto, Andy Kristafi; Suhudi, Suhudi; Tamaela, Linda
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.247 KB)

Abstract

ABSTRAK Dinding penahan adalah komponen penting dari struktur bangunan utama untuk membangun jalan raya dan lahan berkontur atau tanah terkait lainnya yang memiliki ketinggian yang berbeda. Secara singkat dinding penahan adalah dinding yang dibangun untuk menahan massa tanah di atas struktur atau bangunan dibuat. Ada beberapa jenis dinding penahan yang sering digunakan dalam bidang konstruksi bangunan diantaranya dinding penahan Gravitasi, dinding penopang penopang, dinding penahan kontrafort, dan penahan dinding penahan, yang digunakan dalam penelitian ini adalah dinding penahan jenis gravitasi menggunakan batu pasangan kali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stabilitas kekuatan rolling, geser dan daya dukung. Dimensi dinding penahan dibangun dengan panjang (b) 50 meter dan tinggi (h) = 5 meter, lebar alas (B) = 2,50 meter, stabil terhadap kekuatan bergulir = 1,7> 1,5 (aman), gaya geser = 1,7> 1,5 (aman), dan gaya untuk mendukung tanah = 174,28 1.5 (safe), the shear force = 1.7> 1.5 (safe), and a force to support the land = 174.28
Analisa Kapasitas Tingkat Pelayanan Lalu Lintas Tanpa Signal pada Persimpangan Jalan Tirto Utomo Tlogomas Landungsari. Arifianto, Andy Kristafi; Pandulu, Galih Damar; Ceu, Albino Maia Do
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.119 KB)

Abstract

ABSTRACT Malang is the second major city after the city of Surabaya in East Java with tourist potential and its economy is growing. The activities such as malls, markets, parks, campuses, tourist areas, office activities and other activities are factors that make this street has a solid activity that resulted in the problem - the problem of transport one road congestion resulting in decreased capacity, In the survey or the study used data collection methods with Manual Method Counter at the crossroads Tirto Utomo Tlogomas Landungsari Malang with the purpose of calculating the value of traffic volume, capacity and level of service is to conduct a survey for 14 days (starting from 6:00 pm - 22:00 WIB) and survey data obtained vehicle traffic volume and road geometric data are then analyzed using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997. Based on the analysis, the volume of peak hour at a crossroads Tirto Utomo Tlogomas Landungsari was 9256 smp / hour, ), capacity of 3206.82 and the level of service (LOS) is F. Keywords: capacity, analysis of traffic services.
Analisis Lapisan Tambahan (Overlay) di Ruas Jalan Pembangunan Pemangkat-Tebas STA 8+500-9+500 Kabupaten Sambas Arifianto, Andy Kristafi; Mustaqim, Mustaqim; Rahma, Pamela Dinar
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.541 KB)

Abstract

ABSTRAK Jalan di Kalimantan Barat Kabupaten Sambas tersebut merupakan harapan masyarakat, yang mana selama ini jalan yang mereka lalu kurang layak sehingga di perlukan perbaikan sebagai mana mestinya, sehingga masyarakat sambas bisa beraktifitas melakukan pekerjaan seperti biasanya. Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik jalan, untuk menganalisis tebal lapisan tambahan (overlay), untuk mengetahui prediksi volume lalu lintas 5 tahun yang akan datang, dan untuk menganalisis drainase di ruas jalan Pembangunan Pemangkat-Tebas STA 8+500–9+500 Kabupaten Sambas. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dan metode survei. Dalam metode pengumpulan data ini dibagi menjadi menjadi dua yaitu, data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan cara observasi lapangan dan hambatan samping. Data sekunder didapatkan dengan cara studi literatur dan survei instansi. Sedangkan metode survei didapatkan dengan cara survei lalu lintas dan persiapan survei lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis lalu lintas harian di ruas jalan Pembangunan didapatkan hasil rata rata sebesar 24.281 kendaraan per hari total 2 arah. Dimana dari total kendaraan selama 14 hari sebesar 339.935 kendaraan. Lintas harian rata-rata awal diperoleh hasil sebesar 85725 kendaraan dengan masa pelaksanaan 2 tahun. Berdasarkan analisa lintas harian rata-rata akhir didapatkan hasil sebesar 96804 kendaraan. Nilai CBR = 2,4 dan nilai daya dukung tanah dasar (DDT) = 3,4. Perhitungan dimensi saluran drainase didapatkan sebesar 0,002052 m3/det > 0,00014 m3/det. Dimana Syarat Q kapasitas Saluran > Q kapasitas Air. Kata Kunci : Jalan; Lapisan Tambahan; Overlay ABSTRACT The road in West Kalimantan Sambas district is the hope of the community, which during the time they were less decent so in need of improvement as where it should be, so that people can do the activity sambas regular work. The purpose of this research is to know the characteristics of the road, to analyze the thickness of the additional layer (overlay), to know the prediction of the traffic volume of 5 years to come, and to analyze the drainage on the road-building of Tarang Pemangkat-Tebas STA 8 + 500-9 + 500 Sambas District. Methods in this study using data collection methods and survey methods. In this data collection method is divided into two namely, primary data and secondary data. Primary data obtained by field observation and side barrier. Secondary data were obtained by literature study and agency survey. While the survey method was obtained by way of traffic surveys and the preparation of traffic surveys. Based on the result of daily traffic analysis on Roads of Construction, the average yield of 24,281 vehicles per day is 2 way total. Where from the total vehicle for 14 days amounted to 339,935 vehicles. The average initial daily cross earned 85725 vehicles with a 2 year implementation period. Based on daily average daily crossover analysis, the result is 96804 vehicles. CBR value = 2.4 and baseline soil bearing capacity (DDT) = 3.4. The calculation of drainage channel dimension was obtained by 0,002052 m³/s > 0.00014 m³/s. Where Q Condition Q Channel capacity> Q Water capacity. Keywords: Road; Additional Layers; Overlay
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Ki Ageng Gribig Kelurahan Kedungkandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Arifianto, Andy Kristafi; Jesus, Antonio Dos Santos De; Rahma, Pamela Dinar
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkerasan lentur (flexiblepavement) terdiri dari lapisan-lapisan yang diletakkan pada tanah dasar. lapisan-lapisan tersebut berfungsi untuk menerima beban lalu lintas dan menyebarkannya ke lapisan di bawahnya. Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) terdiri dari empat lapisan yaitu Lapisan permukaan (surface course), Lapisan pondasi atas (base course), Lapisan pondasi bawah (subbase course), Lapisan tanah dasar (subgrade). Berdasarkan kondisi yang ada dilokasi studi, Perencanaan Lapisan Tebal Perkerasaan Lentur pada Ruas jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dengan panjang 1.600 meter.ini untuk di maksudkan yang pertama untuk pintu keluar jalan tol Malang- Pandaan.ke dua untuk menghubungkan Kota Malang dengan Bululawang dan yang ketiga untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di jalan ki Ageng Gribig tersebut.Penelitian dilaksanakan di jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan kedungkandang kota Malang pada bulan Maret 2017.Metode yang di gunakan dalam studi ini adalah metode Bina Marga dapat di peroleh susunan tebal perkerasan terdiri dari dari pondasi bawah (Sub Base) tebal 7 cm dengan agregat kelas B, pondasi atas (Base Course) tebal 15 cm dengan agregat kelas A, lapisan permukaan (Surface) 5 cm Laston. Kata Kunci : analisa tebal; analisa perkerasan lentur; analisa lalu lintas. ABSTRACT Flexible pavement consists of layers placed on the ground. the layers serve to receive the traffic load and pass it to the layer below it. Flexible pavement construction consists of four layers: Surface course, base course, Subbase course, Subgrade layer. Based on existing condition of study location, Planning of Thickness Mixing Flexibility on Ki Ageng Gribig Street of Kedungkandang Sub-district of Malang City with length 1,600 meter.ini for the first purpose for exit of Malang-Pandaan.ke2 toll road to connect Malang City with Bululawang and the third to reduce the congestion that often occurs in the road ki Ageng Gribig tersebut.Penelitian executed in the street Ki Ageng Gribig Malang Kedungkandang districts in March 2017.Metode in use in this study is the method of DGH can be obtained in the composition of thick pavement consists of from the bottom base (Sub Base) 7 cm thick with Class B aggregate, Base Course 15 cm thick with A class aggregate, Surface layer 5 cm Laston. Keywords : thick analysis; pavement analysis; traffic analysis.
Studi Perencanaan Tebal Lapisan Perkerasan Tambahan (Overlay) Pada Ruas Jalan Ki Ageng Gribig Sawojajar-Malang Arifianto, Andy Kristafi; Suhudi, Suhudi; Nugroho, Andi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkerasan jalan adalah suatu sistem yang terdiri dari beberapa lapis material yang diletakkan pada tanah-dasar (subgrade). Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) terdiri dari empat lapisan yaitu Lapisan permukaan (surface course), Lapisan pondasi atas (base course), Lapisan pondasi bawah (subbase course), Lapisan tanah dasar (subgrade). Tujuan utama dari dibangunnya perkerasan adalah untuk memberikan permukaan yang rata dengan kekesatan tertentu, dengan umur layanan cukup panjang, serta pemeliharaan yang minimum. Untuk kelancaran tersebut maka dilakukan perkerasan. Perkerasan jalan ini sepanjang 1,8 km dengan lebar rata-rata 7 m. Dalam penelitian ini penulis membahas proses perencanaan perhitungan tebal lapisan tambahan (overlay) dengan menggunakan metode analisa komponen, berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh susunan tebal lapisan tambahan (overlay) terdiri dari pondasi baw ah (SubBase) tebal 20 cm, pondasi atas (Base Course) tebal 15 cm, lapisan lama permukaan (Surface) 7 cm. Dan diperoleh bahwa lapisan permukaan tambahan (overlay) setebal 5 cm jenis Aspal Macadam dengan umur rencana 10 tahun dan tingkat pertumbuhan lalu lintas diperoleh sebesar 1 % per tahun. Kata kunci : Aspal Macadam; Overlay; Perkerasan Jalan. ABSTRACT Roughness of the road is a system composed of several layers of material that is placed on the land-base (subgrade). Construction of elastic roughness (flexible pavement) consists of four layers, namely the surface layer (surface course), the upper layers of the Foundation (base course), a layer of Foundation bottom (subbase course), the basic soil Layer (subgrade). The main objective of the building of roughness is to provide a flat surface with skid resistance, with fairly long service lifespan, as well as minimum maintenance. To smooth the roughness is done. This road roughness along 1.8 km with an average width of 7 m in this study the author discusses the planning process calculation of thick layer (overlay) by using a method of analysis of the components, based on the results of the calculation, obtained the order of thick layer (overlay) consists of the Foundation of the baw ah (SubBase) 20 cm thick, Foundation top (Base Course) 15 cm thick, long layer surface (Surface) 7 cm. And obtained that the surface layer (overlay) approx 5 cm type of Asphalt Macadam with age plan 10 year and the growth rate of traffic gained 1% per year. Keywords: Asphalt Macadam, , Overlay, Roughness of the road.