Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pra Rancang Bangun Gas Hidrogen Menggunakan Sistem PSA dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Kapasitas 596 Ton/Tahun menggunakan Alat Utama Reaktor Iskandar, Taufik; Anggraini, S.P. Abrina; Asmadi, Aswandi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.77 KB)

Abstract

ABSTRAK Hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di bumi tetapi di banyak senyawa gas H2 itu jarang tersedia di alam. Pemanfaatan hidrogen terbesar adalah untuk produksi amonia sebagai bahan baku pupuk urea. Ini juga digunakan untuk mengurangi logam dalam industri baja. Limbah tempurung kelapa sawit sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku hidrogen mengingat pasokannya melimpah. Diharapkan bahwa dengan pra-desain gas hidrogen dapat memenuhi kebutuhan Hidrogen, khususnya di Indonesia. Pembentukan pabrik pemurnian gas hidrogen direncanakan akan didirikan pada tahun 2018 di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kapasitas produksi direncanakan menjadi 596 ton / tahun dengan waktu operasi 6 jam / produksi dan 300 hari / tahun. Proses yang digunakan adalah PSA (Pressure Swing Adsorption) adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk memisahkan beberapa jenis karakteristik molekuler dan afinitas material absorben. Berdasarkan analisis ekonomi, total modal investasi dan total biaya produksi adalah Rp.13.499.673.630,76 dan Rp. . 23.850,447,109,26. Nilai penjualan produk sebesar Rp. 15.496.000.000 per tahun, dengan laba sebelum dan sesudah pajak adalah Rp. 6,199,222,490,74 per tahun dan Rp. 5,579,300,241,67 per tahun. Hasil analisis kelayakan diperoleh ROIAT (%): 47,53%, POT (Tahun): 22 Bulan, BEP (%): 35%, IRR (%): 36,80% Maka dapat disimpulkan bahwa Pre Build Hydrogen Gas dari Shell Oil Palm dengan kapasitas 596 ton / tahun Kata-kata kunci : Energ; Hidrogen; Reaktor; PSA ABSTRACT Hydrogen is the most overflow element on earth but in many H2 gas compounds it is rarely available in nature. The largest utilization of hydrogen is for the production of ammonia as a raw material for urea fertilizer. It is also used to reduce metal in steel industry. Palm oil shell waste is very potential to be developed into raw materials of hydrogen given its abundant supply. It is expected that with the pre-design of hydrogen gas can meet the need for Hydrogen, especially in Indonesia.The establishment of a hydrogen gas purification plant is planned to be established in 2018 in Sanggau District, West Kalimantan. Production capacity is planned to be 596 ton / year with operating time of 6 hours / production and 300 days / year. The process used is PSA (Pressure Swing Adsorption) is one technology used to separate several types of molecular characteristics and affinity of absorbent material.Based on the economic analysis, total investment capital and total production cost is Rp.13.499.673.630,76 and Rp. 23,850,447,109,26. Product sales value of Rp. 15.496.000.000 per year, with profit before and after tax is Rp. 6,199,222,490.74 per year and Rp. 5,579,300,241,67 per year. Result of feasibility analysis obtained ROIat (%): 47,53%, POT (Year): 22 Month, BEP (%): 35%, IRR (%): 36,80% Then it can be concluded that Pre Build Hydrogen Gas from Shell Oil Palm with a capacity of 596 tons / year worthy to be established. Keywords : Energy; Hydrogen; Reactor; PSA
Pra Rancang Bangun Briket Kulit Durian dengan Kapasitas 6.000 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Reaktor Anggraini, S.P. Abrina; Iskandar, Taufik; Fitria, Anis
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.47 KB)

Abstract

ABSTRAK Energi memiliki peran penting yang dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Memanfaatkan energi yang tidak dapat diperbarui dapat menyebabkan masalah krisis energi. Baru-baru ini Salah satu masalah krisis energi adalah offset yang langka seperti minyak tanah, bensin dan solar. Saat ini Indonesia sedang menjajaki energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar langka. Energi alternatif yang diamati dan dikembangkan di Indonesia adalah angin, air, matahari dan biomassa. Salah satu bahan bakar alternatif adalah dengan menggunakan biomassa yang dapat dibuat menjadi biobriquettes. Biobriquettes adalah salah satu bahan bakar alternatif yang aman digunakan oleh masyarakat dengan bentuk arang yang dibuat dengan kompensasi dan kekuatan tekanan tertentu. Salah satu biomassa yang dapat digunakan adalah kulit durian yang memiliki energi kalori tinggi dengan 6,274,9 kal / gr maka berpotensi dijadikan briket. Konstruksi Prabriquettes dari kulit buah durian yang akan dibangun di Kasembon, Malang, Jawa Timur menggunakan sistem panas pirolisis lambat dengan 400celcius selama 6 tahun. Proses produksi Briket terdiri dari persiapan bahan, reaksi, pemisahan dan kemurnian serta penyerahan produk. Berdasarkan analisis ekonomi, perusahaan ini dapat dibangun secara normal dilihat dari aspek ekonomi dengan ROI: 83%, POT: 13 bulan, BEP: 41%, IRR: 36,80%. Kata-kata kunci : energi, biobriquettes, pirolisis ABSTRACT Energy has important role which cannot be separated in humans life. Utilizing energy which cannot be renewed can cause the crisis problem of energy. Recently One of energy crisis problems is the rare offuelssuch as kerosene, gasoline and solar. Nowadays Indonesia is exploring alternative energy to replace the rare of fuels. The alternative energy being observed and developed in Indonesia are wind, water, sun and biomass. One of alternative fuels is by using biomass which can be made to be biobriquettes. Biobriquettes is one of alternative fuels which is safely used by society with the form of charcoal made by compensation and particular pressure power. One of biomass which can be used is durian rind which has high calor energy with 6.274,9 kal/gr then it can be potentially used as briquettes. Prabriquettes construction of durian rind which will be built in Kasembon, Malang, East Java uses pyrolysis slow heat system with 400celcius for 6 years. Process of Briquettes production consists of material preparation, reaction, separation and purity and product handing. Based on economy analysis, this company can be built normally seen by economic aspect with ROI :83%, POT :13 months, BEP :41%, IRR : 36,80%. Keywords : energy, biobriquettes, pyrolysis
Kajian Kadar Air Tempurung Kelapa Terhadap Kualitas Keasaman Produksi Asap Cair Fitri, Ayu Chandra Kartika; Anggraini, S.P. Abrina; Fikri, Muhammad
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.056 KB)

Abstract

ABSTRAK Asap cair adalah larutan hasil kondensasi dari pembakaran bahan baku yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin serta senyawa karbon lainnya. Proses Pirolisis adalah proses pemanasan suatu zat tanpa adanya oksigen sehingga terjadi penguraian komponen-komponen penyusun kayu keras. Tempurung kelapa adalah inti buah dan terletak di bagian sebelah dalam sabut dengan ketebalan berkisar 3-6 mm. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi asap cair dari Tempurung Kelapa dengan menggunakan Variabel yang berbeda-beda yaitu dengan lama waktu penjemuran bahan baku 0 hari 1, hari 2, hari dan 3 hari. penelitian ini dilakukan dengan eksperimen melalui proses pirolisis hingga proses redestilasi dan kolom filtrasi. Parameter yang diukur meliputi: kadar air, rendemen, pH dan keasaman. Hasil asap cair grade 3 dan grade 1 dianalisa dengan GC-MS . Hasil penelitian ini adalah lama waktu penjemuran yang optimal selama 3 hari, dengan kadar air 1,96%, konsentrasi keasaman 6,25%, dan nilai pH 1,9. Sedangkan besarnya rendemen 35,8% pada 0 hari. Kata kunci : asap cair; pirolisis; tempurung kelapa. ABSTRACT Liquid smoke is condensation result of condensation of combustion of pregnant raw material of cellulose, lignine and hemiselulosa and also other carbon compound. Process of Pirolisis is warm-up process a[n Iihat vitamin without existence of oxygen so that happened decomposition of components compiler of hardwood. Coconut shell of coconut is the core of fruit and located in shares side in coir thickly gyrate 3-6 mm. Target of this Research is to identify liquid smoke of Shell of coconut Coconut by using Variable which different each other that is with raw material drier time depth 0 day hari,2 hari,1 and 3 day. this research is conducted with experiment through process of pirolisis till process column and redestilasi of filtrasi. measured parameter cover: water rate, rendemen, acidity and pH. Result of liquid smoke of grade 3 and grade 1 analysed with GC-MS . Result of this research is optimal drier time depth during 3 day, with rate irrigate 1,96%, acidity concentration 6,25%, and value of pH 1,9. While level of rendemen 35,8% at 0 day. keyword : liquid smoke; pirolisis; coconut shell of coconut.
Pra Rancang Bangun Pupuk Biochar Dari Sekam Padi Dengan Kapasitas 1.100 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Reaktor Pirolisis Anggraini, S.P. Abrina; Iskandar, Taufik; Yuliana, Nina
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.674 KB)

Abstract

ABSTRAK Pupuk biochar adalah pupuk terbuat dari arang hasil proses pirolisis (proses terjadinya dekomposisi kimia atau pemecahan stuktur kimia bahan organik) dengan suhu sekitar 300-5000C dalam kondisi tanpa atau sedikit oksigen yang kaya akan nitrogen. Pengkayaan nitrogen pada biochar direndam menggunakan asam nitrat (HNO3). Manfaat biochar adalah dapat meningkatkan hasil produksi tanaman dan sebagai pupuk alami untuk memperbaiki kondisi tanah . Namun, kandungan nitrogen pada biochar hilang atau berkurang pada saat proses pirolisis disebabkan oleh proses penguapan. Tanaman yang kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan hasil produksi menurun, pertumbuhan tanaman kerdil dan daunnya menguning. Limbah sekam padi sangat melimpah dan berpotensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk biochar. Perencanaan pra rancang bangun Pupuk Biochar dari sekam padi ini menggunakan sistem slow pyrolysis dimana sekam padi dipanaskan pada temperatur 400 °C pada tekanan 1 atm selama 2 jam. Rancang bangun ini akan didirikan pada tahun 2019 dengan kapasitas 1.100 ton/tahun di Kabupaten , Kalimantan Barat. Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik pupuk biochar ini layak didirikan dilihat dari aspek ekonomi sebagai berikut : ROIAT(%) : 39%, POT(tahun) : 2,234: BEP (%) : 49%, IRR(%) : 36,8. Kata kunci: pupuk biochar, nitrogen, reaktor, asam nitrat dan pirolisis lambat. ABSTRACT Biochar fertilizer is fertilizer made of from charcoal the result of pyrolysis process (the process of chemical decomposition or solving the chemical structure of organic matter) with temperature 300-5000C in condition without or a little oxygen rich in nitrogen. Nitrogen enrichment on biochar soaked use acid nitrate (HNO3). Benefits biochar is could improve results production plant and as fertilizer natural for fix condition soil. However, the nitrogen content on biochar lost or reduced on during pyrolysis process caused by the evaporation process . Plant that lack nitrogen can lead to decreased produk, dwarf plant growth and leaves yellowing . Rice husk waste is abundant and has the potential to be developed as raw material for biochar fertilizer. Planning pre-design of biochar fertilizer from rice husk using slow pyrolysis system where rice husk is heated at temperature of 400°C at pressure 1 atm for 2 hours. This design will be established in 2019 with a capacity of 1100 tons/year in the District, West Kalimantan . Based on analysis economic, this biochar fertilizer factory is worthy to be established seen from aspect economy as the following : ROIAT (%): 39%, POT (year): 2,234: BEP (%): 49%, IRR (%): 36.8. Keywords : Fertilizer Biochar, Nitrogen, Reactor, Nitric Acid and Slow-Pyrolisis.
Pra Rancang Bangun Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan Kapasitas 2.972 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Fermentor Anggraini, S.P. Abrina; Seda, Yulius Prianto; Fitri, Ayu Chandra Kartika
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.134 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengembangan bioenergi sebagai bahan alternatif bahan bakar minyak masih kurang diperhatikan, sementara terbatasnya pasokan bahan bakar minyak di indonesia. Solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil adalah dengan mengembangkan bioetanol untuk menggantikan bahan bakar fosil dengan. Bahan baku yang digunakan adalah tandan kosong kelapa sawit (EFB). Kapasitas pra-desain bioetanol yang direncanakan 2.972 ton / tahun membutuhkan tandan kosong kelapa sawit (TBS) adalah 31.387.000 kg / tahun. Utilitas yang akan digunakan adalah pasokan air PDAM dan sungai di Sambas, penyediaan listrik dari PLN dan genset, penyediaan bahan bakar dari LNG. Lokasi pabrik direncanakan di desa gamuruh, kecamatan sambas, provinsi kalimantan barat dengan luas total 13.000 m2. Jenis perusahaan adalah perseroan terbatas dengan garis sistem dan membutuhkan karyawan 60 orang. Berdasarkan analisis ekonomi kebutuhan modal Rp.18.969.836.025,59. Total penjualan produk sebesar Rp.24.481.860.000,00 / tahun dengan laba kotor sebesar Rp. 8,343,053,024,56 / tahun, dan laba bersih sebesar Rp. 5,840,137,117.19 / tahun. Hasil dari studi kelayakan dapat diperoleh dari ROI (Return Of Investment) sebesar 51,74% sebelum pajak dan 36,22% setelah pajak. POT (Pot Out Time) selama 2,4 tahun, BEP (Break Even Point) sebanyak 44,45%, IRR (Internal Rate Of Return) sebanyak 12,76%. Berdasarkan analisis ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pra-desain bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit (TKS) harus ditetapkan. Kata kunci: Pra-desain, Etanol, Tandan Kosong Kelapa Sawit (EFB) ABSTRACT The development of bioenergy as an alternative material of fuel oil is still less be concerned, while limited supply of fuel oil in indonesia. The solutions to reduce dependence on fossil fuels is by developing bioethanol to replace fossil fuels with. The raw material used is oil palm empty fruit bunches (EFB). Pre-design capacity of bioethanol planned 2,972 ton/ year needs oil palm empty fruit bunch (EFB) is 31.387 million kg /year. Utilities will be used are water supply PDAM and river in sambas, the provision of electricity from PLN and generator set, the provision of fuel from LNG. The factory location is planned in gamuruh village, sambas district, west kalimantan province with total area 13000 m2. The type of corporation is a limited liability company with a system line and requires employees 60 people. Based on the economic analysis the need of capital Rp.18.969.836.025,59. Total product sales amounted Rp.24.481.860.000,00 / year with a gross profit of Rp. 8,343,053,024.56 / year, and a net profit of Rp. 5,840,137,117.19 / year. The results of the feasibility study can be obtained from the ROI (Return Of Investment) amounted to 51.74% before tax and of 36.22% after tax. POT (Pot Out Time) during 2.4 years, BEP (Break Even Point) as much as 44.45%, IRR (Internal Rate Of Return) as much as 12.76%. Based on the economic analysis, it can be concluded that the pre-designed of bioethanol from oil palm empty fruit bunches (EFB) should be established. Keywords: Pre-design, Ethanol, Oil Palm Empty Fruit Bunch (EFB)
Pra Rancang Bangun Pupuk Biochar dari Tongkol Jagung dengan Kapasitas 3.500 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Reaktor Pirolisis Anggraini, S.P. Abrina; Iskandar, Taufik; Mbagho, Elisabet
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.586 KB)

Abstract

ABSTRAK Biochar merupakan butiran halus dari arang kayu yang berpori (porous) bila digunakan sebagai suatu pembenahan tanah dapat megurangi jumlah CO2 dari udara. Biomassa selulosa dan hemiselulosa seperti tongkol jagung sangat potensial diberdayakan sebagai bahan baku pupuk biochar mengingat persediaannya sangat melimpah dan lebih ekonomis. Dengan adanya pra rancang bangun pupuk biochar ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dan menambah lapangan pekerjaan. Pra rancang bangun pabrik pupuk biochar direncanakan didirikan pada tahun 2020 di kota Ende, Nusa Tenggara Timur, dengan luas area 10.000 m2. Kapasitas produksi direncanakan 3.500 ton/tahun dengan waktu operasi 8 jam/hari dan 300 hari/tahun. Proses yang digunakan adalah slow pyrolisis dengan aktivasi secara kimia dan Amonium Nitrat sebagai aktivator. Berdasarkan analisa ekonomi, total modal investasi dan biaya produksi total yang dibutuhkan adalahRp. 24.388.278.439,-dan Rp. 18.511.795.926,- Nilai penjualan produk adalah Rp. 29.750.000.000 pertahun, dengan laba sebelum dan sesudah pajak adalah Rp. 11.238.204.074 pertahun dan Rp. 10.114.383.666 pertahun. Hasil analisa kelayakan diperoleh nilai Return Of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak sebesar 53% dan 48%, Pay Out Time (POT) selama 1,841 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 35,29%, dan Internal Rate Of Return (IRR) sebesar 36,80%. Berdasarkan parameter ekonomi tersebut maka pra rancangan pabrik pupuk biochar dari tongkol jagung layak didirikan. Kata kunci: Pupuk Biochar, Nitrogen, Reaktor, Asam Nitrat and Pirolisis lambat. ABSTRACT Biochar is a fine grain of porous wood charcoal when used as a soil repair can reduce the amount of CO2 from the air. Cellulose and hemicellulosic biomass such as corn cobs are potentially empowered as raw materials for biochar fertilizers since their supplies are abundant and more economical. With the pre-design of biochar fertilizer is expected to absorb labor and increase employment. The pre-designed biochar fertilizer plant is planned to be established in 2020 in the town of Ende, East Nusa Tenggara, with an area of 10,000 m2. Production capacity is planned to be 3,500 tons / year with operating time of 8 hours / day and 300 days / year. The process used is slow pyrolisis with chemical activation and Ammonium Nitrate as activator. Based on economic analysis, total investment capital and total production cost required is Rp. 24.388.278.439, -and Rp. 18,511,795,926, -The value of product sales is Rp. 29.750.000.000 per year, with profit before and after tax is Rp. 11,238,204,074 per year and Rp. 10.114.383.666 per year. The results of feasibility analysis obtained the value of Return Of Investment (ROI) before and after taxes of 53% and 48%, Pay Out Time (POT) for 1.841 years, Break Even Point (BEP) of 35.29%, and Internal Rate Of Return IRR) of 36.80%. Based on these economic parameters, the pre-design of an active charcoal plant from corn cobs is feasible to be established. Keywords : Biochar, Corncob, Ammonium Nitrat
Pra Rancang Bangun Asap Cair dari Potongan Kayu dengan Kapasitas 3000 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Coloumn Zeolit Aktif dan Karbon Aktif Sari, Mila Puspita; Anggraini, S.P. Abrina; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan limbah kayu olahan dapat dimanfaatkan untuk dijadikan asap cair. Asap cair dapat digunakan sebagai antimikroba, antioksidan, anti rayap dan memberikan efek warna. Berdasarkan sifat-sifat ini, perusahaan akan memanfaatkan limbah kayu olahan sebagai asap cair yang akan digunakan sebagai pengawet dan pewarna kayu. Asap cair dalam proses ini diperoleh dengan mengembunkan asap yang dihasilkan melalui cerobong pirolisis. Selain itu, asap cair yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan pengawet, antioksidan, disinfektan, atau sebagai biopeptisida. Produk produk asap cair dibagi menjadi tiga kelas, yaitu grade 3, grade 2 dan grade 1. Liquid Smoke Grade 3 adalah output asap cair pertama dalam reaktor pirolisis. Asap cair kelas 3 belum layak untuk pengawet makanan atau rasa karena di kelas ini asap cair masih bercampur dengan tar yang merupakan komponen residu pembakaran yang tidak lengkap. Selain tar, asap cair tingkat 3 mengandung senyawa Polycyclic Hydrocarbon (HPA) Aromatik yang terbentuk selama proses pirolisis asap cair. Desain asap cair ini diharapkan menghasilkan 3000 ton / tahun dengan waktu operasional 300 hari selama 18 jam dibagi menjadi 3 shift. Lokasi produksi berada di wilayah Pasuruan. Total Capital Invesment (TCI): Rp16.656.394.370,-, Return Of Invesment (ROIBT): 34,55 %, Return Of Invesment (ROIAT): 31,09%, Pay Out Time (POT): 2,8 tahun, Break Even Point (BEP): 35,01%, Internal Rate Of Return (IRR) : 28,65%. Kata-kata kunci : Pre rancang pabrik, Asap cair, pirolisis ABSTRACT Utilization of waste processed wood can be utilized to be made into liquid smoke. Liquid smoke can be used as an antimicrobial, antioxidant, anti-termite and provide a color effect. Based on these traits, the company will utilize waste of processed wood as liquid smoke which will be used as preservative and wood dye. Liquid smoke in this process is obtained by condensing the fumes produced through the pyrolysis chimney. In addition, the resulting liquid smoke can be used as raw material preservatives, antioxidants, disinfectants, or as a biopepticide. The liquid smoke product product is divided into three grades, namely grade 3, grade 2 and grade 1. Liquid Smoke Grade 3 is the first liquid smoke output in the pyrolysis reactor. Class 3 grade liquid smoke is not yet feasible for food preservatives or flavors because in this class, liquid smoke is still mixed with tar which is an incomplete combustion residue component. In addition to tar, grade 3 liquid smoke contains an Aromatic Polycyclic Hydrocarbon (HPA) compound formed during the pyrolysis process of liquid smoke. This liquid smoke design is expected to produce 3000ton / year with a 300-day operational time for 18 hours divided into 3 shifts. The location of production is in the region of Pasuruan. Total Capital Invesment (TCI): Rp16.656.394.370,-, Return Of Invesment (ROIBT): 34,55 %, Return Of Invesment (ROIAT): 31,09%, Pay Out Time (POT): 2,8 tahun, Break Even Point (BEP): 35,01%, Internal Rate Of Return (IRR) : 28,65%. Keywords : pre design factory, liquid smoke, pyrolisis
Pra Rancang Bangun Briket Cangkang Biji Karet dengan Kapasitas 8.973 Ton/Tahun dengan Alat Utama Oven Iskandar, Taufik; Anggraini, S.P. Abrina; Eriawan, Rinandy
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan energi menjadi fokus utama pemerintah saat ini, mengingat konsumsi energi final nasional pada periode 2000-2012 mengalami peningkatan rata rata 2,9% per tahun. Seiring dengan pemakaian BBM selama periode tersebut mengakibatkan ketersediaan BBM semakin langka. Sehingga memaksa pemerintah melakukan tindakan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan penggunaan BBM. Energi alternatif yang sedang diteliti dan terus berkembang di Indonesia dari berbagai sumber dan produk antara lain: energi air, angin, panas bumi, biodiesel dan biomassa. Biobriket adalah bahan bakar potensial dan dapat diandalkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan rumah tangga yang mampu menyuplai energi dalam jangka panjang. Perancanaan pra rancang bangun briket cangkang biji karet ini menggunakan sistem slow pyrolysis dimana cangkang biji karet dipanaskan dengan temperatur 350 – 400 °C pada tekanan 1 atm selama 6 jam. Rancang bangun ini akan didirikan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Pra rancang bangun briket dengan proses Slow Pyrolisis berbahan baku cangkang biji karet akan dibangun pada tahun 2020 dengan kapasitas 8.973 ton/tahun. Proses Pembuatan Briket terdiri dari: Persiapan bahan baku, Reaksi pirolisis, Pemisahan dan Pemurnian, dan Penanganan Produk. Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik briket ini layak didirikan dilihat dari aspek ekonomi sebagai berikut : ROIAT(%) : 97%, POT(tahun) : 1 , BEP (%) : 34%, IRR(%) : 12,70. Kata kunci: Energi, Briket, Slow Pyrolysis. ABSTRACT The necessity of energy become a priority by which government at this time, because consumption of energy on 2000-2012 increases by 2,9 % for each year. By using the fossil energy continuously caused the availability of energy become rare. There are many policy that created by which government to control this problem. One of the policy is using policies alternative energy. The source of alternative energy are water energy, wind, geothermal, biodiesel, and biomass. Briquettes is a potential fuel source due to Vinisiah and friends and very reliable as an alternative energy for household needs. Pre-design planning of rubber seed shell briquettes is using slow pyrolysis system. Where, the shell heated in 350⁰ C - 400⁰C in 1 atm pressure for 6 hours process. The preliminary design of plant rubber seed shell briquettes will build in Landak district of West Borneo. Pre-design plant of plant rubber seed shell briquettes using slow pyrolysis system will be build in 2020 with 8973 ton/year capacity. The processes consist of raw material preparation, pyrolysis reaction, separation and purification, and product handling. Based on economic analysis this plant is feasible, based on the economic analysis aspects as follows : ROIAT(%) : 97% ; POT(year) : 1 ; BEP (%): 34% ; IRR(%) : 12,70. Keywords : Energy, Briquettes, Slow Pyrolysis
Pra Rancang Bangun Pembuatan Pulp dari Tandan Kososng Kelapa Sawit (TKKS) Kapasitas 7.000 Ton/Tahun dengan Menggunakan Alat Utama Digester Lusiana, Lusiana; Anggraini, S.P. Abrina; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pulp merupakan bahan setengah jadi yang memerlukan pengolahan lebih lanjut untuk menjadi kertas. Sifat kertas sangat dipengaruhi oleh kandungan selulosa. Selulosa merupakan bahan dasar dari banyak produk teknologi (kertas, fiber, serat, aditif) dan sebagainya. Proses yang dipilih untuk memproduksi pulp pada pra rancang bangun pembuatan pulp dari tandan kosong kelapa sawit ini adalah proses kraft (sulfat). Pra rancang bangun ini direncanakan akan didirikan di kecamatan selakau Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dengan kapasitas 7.000 ton/tahun dengan waktu operasi 24 jam sehari dan 300 hari per tahun. Jumlah tenaga kerja pada pabrik ini yaitu berjumlah 10 orang. Ditinjau dari segi perhitungan analisa ekonomi pada pra rancang bangun pembuatan pulp ini, maka diperoleh data : Total Capital investment (TCI) : Rp 18.884.818.762, Total Product Cost (TPC) : Rp 216.169.875.314,33, Internal Rate Of Return (IRR) : 31,28 %, Break Event Point (BEP) : 33,11 % dan Pay Out Time (POT) 1,4 Tahun. Maka dapat disimpulkan Pra Rancang bangun Pembuatan Pulp dari Tandan Kosong Kelapa Sawit layak untuk didirikan. Kata-kata kunci : Pulp; tandan kosong kelapa sawit; proses kraft ABSTRACT Pulp is a semi-finished material requiring further processing to be paper. The nature of the paper is strongly influenced by the content of cellulose. Cellulose is the basic ingredient of many technology products (paper, fiber, fiber, additives) and so on. The selected process for producing pulp in the pre-design manufacture of pulp from oil palm empty fruit bunches are kraft process (sulfate). Pre-engineering is planned to be established in the district selakau District Sambas, West Kalimantan with a capacity of 7,000 tons / year with a time of operation 24 hours a day and 300 days per year. The number of workers in this factory is about 10 people. In terms of economic analysis calculations on pre design manufacture of pulp, then obtained the data: Total Capital Investment (TCI): Rp 18,884,818,762, Total Product Cost (TPC): Rp 216,169,875,314.33, Internal Rate Of Return (IRR ): 31.28%, Break Event Point (BEP): 33.11% and Pay Out Time (POT) 1.4 Year. So we can conclude Pre Design of Pulp Manufacture of oil palm empty bunches feasible to set. Keywords : Pulp; oil palm empty fruit bunches; kraft process
Pra Rancang Bangun Bioetanol dari Nira Aren dengan Kapasitas 1.438.269 Liter/Tahun Menggunakan Alat Utama Kolom Destilasi Mbaru, Maria Erenta; Anggraini, S.P. Abrina; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.564 KB)

Abstract

ABSTRAK Bio-ethanol adalah salah satu biofuel yang hadir sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan terbarukan. Bahan bakar alternatif yang diolah dari tanaman yang memiliki keunggulan karena mampu mengurangi emisi CO2 hingga 18% dibandingkan dengan emisi bahan bakar lainnya, seperti minyak tanah. Bio-etanol dapat diproduksi dari berbagai macam gula, tepung (karbohidrat), atau berserat seperti singkong, tebu, ubi jalar, jagung, ganyong (Canna eduliskerr) dll. Bahan-bahan manis yang digunakan untuk memproduksi bio-ethanol adalah nira sawit, hal ini dapat dilihat dari ketersediaan bahan baku dan tidak perlu proses pendahuluan karena bentuk senyawa karbohidrat yang siap diubah oleh mikroba, sehingga sawit nira bisa difermentasi secara langsung. Pra-desain bio-etanol nira sawit ke kapasitas 1.438.269 liter / tahun dengan menggunakan perangkat utama koleksi distilasi dengan menggunakan proses fermentasi Anaerobe. Lokasi perusahaan direncanakan untuk dibangun di desa Trente, Kecamatan Candimulyo, rumah bupati Magelang - Jawa Tengah. Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT). Berdasarkan analisis ekonomi, Pabrik Bio-etanol nira sawit layak untuk dibangun dengan penilaian investasi sebagai berikut: Total Modal Investasi (TCI): Rp. 14.990.743.048; Return Of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak 35,51% dan 31,96%; Pay Out Time (POT) 2,9 tahun; Break Even Point (BEP): 34,8%; Tingkat Pengembalian Internal (IRR): 58,24% Kata-kata kunci : bioetanol, proses anaerob, nira kelapa ABSTRACT Bio-ethanol is one of biofuel that comes as an alternative fuel which is more become an eco-friendly and its renewable. An alternative fuel that processed from plant that have an advantage of being able to reduce CO2 emission until 18% compared to others fuel emissions, such as kerosene. Bio-ethanol can be produced from a large variety of sugars, starchy (carbohydrates), or fibrous such as cassava, sugar cane, sweet potato, corn, ganyong (Canna eduliskerr) etc. the sugary ingredients used to produced bio-ethanol are palm nira, it can be seen from the availability of raw materials and it does not need a preliminary process because of the form of the carbohydrates compounds are ready to be changed by microbes, so the palm nira can be fermented directly. Pre-design of bio-ethanol of palm nira to a capacity of 1.438.269 liter/years by using main devices of distillations collections by using Anaerobe fermentation process. The company’s location is planned to build in village Trente, Subdistrict Candimulyo, regent house Magelang – Central Java. The form of the company is a Limited Liability Company (PT). Based on economic analysis, Bio-ethanol palm nira Factory is proper to build with investment assessment as follows: Total Capital Investment (TCI) : Rp. 14.990.743.048; Return Of Investment (ROI) before and after tax 35,51 % and 31,96 %; Pay Out Time (POT) 2,9 years; Break Even Point (BEP): 34,8 %; Internal Rate Of Return (IRR) : 58,24 % Keywords: bio-ethanol, anaerobe process, palm nira