Enggar Objantoro
Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat

Konsep Teologi Injili Tentang Roh Orang Mati Decky Krisnando; Enggar Objantoro; I Putu Ayub Darmawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 3, No 1 (2019): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.696 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v3i1.136

Abstract

Decky Krisnando, Enggar Objantoro, & I Putu Ayub Darmawan, The Consept of Evangelical Theology About the Spirit of Death People. This article is a library research which describe the evangelical theology about the spirit of death people.  To describe the theology, researcher make a research from the relevan books resources concerning the topic, in which it is analyzed in order that found the relation among them.  After that, the researcher make a conclusion systematically.  From the research, Evangelical theology about the spirit of death people is in the different dimension when he is life.  For the death, there are just two possibilities to go in the heaven or in the hell.  For the people who believe in God, he will go to the heaven, but the people who does not believe in God, he will go to the hell.  The existence in the heaven and the hell is everlasting.  The spirit which is in the heaven, will live together with God in eternity.  For the unbeliever, they will be punished in the hell forever.   Decky Krisnando, Enggar Objantoro, & I Putu Ayub Darmawan, Konsep Teologi Injili Tentang Roh Orang Mati. Artikel ini merupakan sebuah penelitian pustaka yang memaparkan tentang konsep teologi Injili tentang roh orang mati. Untuk memaparkan konsep tersebut, penulis mencari berbagai informasi dari sumber pustaka relevan terkait topik penelitian yang kemudian dianalisis sehingga dapat ditemukan keterkaitan dan peta konsepnya dan akhirnya merumuskan konsep penulis secara sistematis dan dipaparkan secara deskriptif.  Dari penelitian yang dilaksanakan, konsep teologi Injili tentang roh orang mati ada dalam dimensi yang berbeda dengan ketika ia ada di dunia ini.  Hanya ada dua kemungkinan bagi jiwa/roh orang mati yaitu masuk dalam sorga atau neraka.  Bagi orang yang percaya Kristus maka jiwa/rohnya akan masuk dalam sorga yang mulia.  Sebaliknya bagi orang yang tidak percaya Kristus, jiwa/rohnya akan masuk neraka.  Keberadaan di sorga dan neraka sifatnya kekal.  Jiwa/roh yang masuk sorga akan mengalami kemuliaan bersama dengan Allah kekal, selama-lamanya.  Begitu juga, jiwa/roh yang masuk neraka, akan mengalami penghukuman, yang tidak berkesudahan, selama-lamanya.
Religious Pluralism And Christian Responses Enggar Objantoro
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.207 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.94

Abstract

Enggar Objantoro, Pluralisme Agama dan Tanggapan Kristen. Pluralisme agama merupakan paham yang mempercayai bahwa semua agama di dunia ini sama. Kaum pluralis percaya bahwa kebenaran-kebenaran yang ada dalam semua agama mempunyai nilai yang sama, tidak ada agama yang lebih tinggi dari agama yang lain. Pluralisme agama menjadi tantangan yang sangat serius bagi kekristenan, sebab paham itu menolak kebenaran Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juruselamat manusia. Kekristenan harus menjawab kritikan-kritikan kaum pluralis terhadap kebenaran-kebenaran Alkitab, dengan memberikan argumentasi yang jelas dan tegas. Teolog-teolog Injili percaya bahwa kebenaran-kebenaran Alkitab merupakan sesuatu yang khas/unik dalam kekristenan, yang tidak sama dengan kebenaran-kebenaran dalam agama-agama lain. Enggar Objantoro, Religious Pluralism and Christian Responses. Religious pluralism be-lieves that all religions are equal. Pluralists believe that the truths in religions have the same value, there is no religions higher than other. Religious pluralism is serious challenge for Christianity, because they reject the biblical truth that Jesus is only the savior for human being in the world. Christianity has to response to the pluralist critiques over the biblical truths, based on the Word of God. Evangelical theologians believe that the biblical truth is unique, and is just in Christianity. It is different with the truths of other religions.
Sejarah Dan Pemikiran Kaum Injili Di Tengah-Tengah Perubahan Dan Tantangan Zaman Enggar Objantoro
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 1, No 2 (2017): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.635 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v1i2.77

Abstract

Enggar Objantoro, History and Thought of Evangelicals Amidst the Changes and Challenges of the Age. In this paper the author discusses the existence and challenges that are being and will be faced by evangelicals, especially in Indonesia. To be able to describe what the purpose of the study, the author uses  the descriptive research literature study. The analysis in this study focuses on the interpretation of written materials in accordance with the context. To maintain credibility, the authors use authentic and published literature material. The results of this study show that the presence of evangelicals in some places has interesting characteristics to investigate, as in America can not be released with Fundamentalism. Then evangelicals in Europe have existed since the time of reform, because evangelicals are understood as reformed churches. In 1842 the UK also established the European Evangelical Alliance, which has contributed to the formation of the evangelical movement in Europe. The rise of evangelicals in Indonesia is also inseparable from the evangelical movement in America. Several evangelical mission organizations are present in Indonesia. The evangelicals are in the midst of the changing times that are influenced by various understandings. Responding to the changing times there are several things that evangelicals need to do: hold fast to God's truth, open to other views without going with the flow, active in conveying ideas. Enggar Objantoro, Sejarah Dan Pemikiran Kaum Injili Di Tengah-Tengah Perubahan Dan Tantangan Zaman. Dalam paper ini penulis membahas tentang eksistensi dan tantangan-tantangan yang sedang dan akan dihadapi kaum Injili, khususnya di Indonesia. Untuk dapat menguraikan apa yang menjadi tujuan penelitian, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif studi pustaka. Analisis dalam penelitian ini menitikberatkan pada intepretasi pada bahan tertulis sesuai dengan konteksnya. Untuk menjaga kredibilitas, penulis menggunakan bahan literatur yang otentik dan terpublikasi. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa kehadiran kaum Injili di beberapa tempat mempunyai karakteristik yang menarik untuk diselidiki, seperti di Amerika tidak dapat dilepaskan dengan Fundamentalisme. Kemudian kaum Injili di Eropa sudah ada sejak zaman reformasi, sebab kaum Injili dimengerti sebagai gereja-gereja hasil reformasi. Pada tahun 1842 di Inggris juga telah dibentuk European Evangelical Alliance, yang telah memberi kontribusi terbentuknya gerakan Injili di Eropa. Munculnya kaum Injili di Indonesia juga tidak dapat dilepaskan dari gerakan Injili di Amerika. Beberapa organisasi misi Injili hadir di Indonesia. Kaum Injili ada di tengah-tengah perubahan zaman yang dipengaruhi oleh berbagai paham-paham. Menyikapi perubahan zaman ada beberapa hal yang perlu dilakukan kaum Injili: berpegang teguh kepada kebenaran Allah, terbuka kepada pandangan lain tanpa ikut arus, aktif dalam menyampaikan gagasan.