Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Karakteristik Heat Colector Tipe Solenoid Celup Burhan Liputo; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 7 No 2 (2019): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.079 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v7i2.369

Abstract

Kolektor panas (Heat Colector) tipe solenoid celup adalah salah satu bagian komponen pada boiler penghangat ayam ternak yang berfungsi sebagai penyimpan panas untuk dimanfaatkan sebagai pemanas atau penghangat. Komponen kolektor ini terdiri dari pipa solenoid, air penyimpan panas, pipa udara, pipa air dan sensor pendeteksi panas. Prinsip penyimpanan panas pada kolektor adalah melalui proses konveksi dari pembakaran material tongkol di dalam boiler (tungku). Panas konveksi ini akan menyebabkan air di dalam kolektor menjadi panas dan akan tersimpan dalam waktu tertentu, sekaligus terkonduksi pada pipa solenoid yang letak posisinya tercelup. Keadaan ini menyebabkan ruang sepanjang pipa solenoid menjadi panas dan akan digunakan untuk memanaskan hembusan udara yang akan dialirkan menuju ruang ternak ayam. Keadaan suhu ruang pada kolektor dapat dideteksi menggunakan sensor thermocouple dan nilai temperatur yang dihasilkan akan ditampilkan melalui display thermostat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur maksimum pada kolektor solenoid mencapai 89 °C dalam waktu pemanasan 2,3 jam dan waktu penyimpanan 5,3 Jam dengan suhu yang distabilkan pada kisaran (36-37) °C. Sehingga akumulasi kemampuan kolektor solenoid untuk mensuplai suhu dapat bertahan dalam waktu 7,6 Jam. Kolektor tipe solenoid dirancang dengan tahapan-tahapan metode kerja yaitu desain dan analisis konsep, pembuatan konstruksi, pengujian dan evaluasi kinerja.
Nugget Tempe Dengan Variasi Penambahan Tepung Tapioka Dan Pati Sagu Mohammad Fikran Arbie; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Syaiful Umela
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 3 No 1 (2019): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v3i1.334

Abstract

Diverifikasi pangan merupakan salah satu cara untuk membuat tempe menjadi olahan yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Tempe dapat dibuat menjadi bahan pembuatan nugget dengan variasi penambahan antara tepung tapioka dengan pati sagu. Tujuan penelitian nugget tempe ini yaitu untuk menentukan komposisi terbaik dengan melakukan perbandingan antara bahan pengikat yaitu tepung tapioka dan pati sagu pada ketiga perlakuan. Selain itu, dilakukan pengujian organoleptik, kadar air, kadar abu, dan uji tekstur. Data hasil masing-masing analisis diolah denga nmenggunakan metode RAL. Hasil rata-rata penelitian tertinggi nugget tempe yaitu kadar air nugget tempe pada perlakuan P2 yaitu 47,69%, kadar abu nugget tempe pada perlakuan P3 yaitu 2.52% dan hasil uji tekstur teringgi pada perlakuan P3 yaitu 20,816.66. Hasil uji organoleptik tertinggi terhadap rasa, aroma dan tekstur terdapat pada perlakuan P1 dan hasil uji organoleptik terhadap warna yang tertinggi terdapat pada perlakuan P3.
MUTU TEMPE VARIASI KACANG TANAH DAN KEDELAI Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Desi Arisanti; Pemriliani Suleman
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 1 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.755 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i1.158

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional yang telah lama dikenal di Indonesia. Penelitian tentang mutu tempe variasi kacang tanah dan kedelai ini bertujuan untuk melihat variasi pembuatan tempe menggunakan kacang tanah dan kedelai. Pengujian tempe variasi kacang tanah dan kedelai dalam penelitian ini yaitu mengunakan uji organoleptik serta melakukan analisis kimia seperti kadar air, kadar abu, dan kadar lemak. Hasi uji organoleptik terhadap rasa menujukan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap perlakuan T3 lebih tinggi dibanding T1 dan T2. Hasil uji organoleptik terhadap aroma menunjukan bahwa perlakuan T2 lebih tinggi dibanding T1 dan T3. Hasil uji organoleptik terhadap tekstur menunjukkan bahwa T1 lebih tinggi disbanding T2 dan T3. Nilai rata-rata kadar air yaitu T2 memiliki nilai kadar air 56,47%, T1 memiliki nilai kadar air 55,17% dan T3 memiliki nilai 50,45%. Nilai rata-rata kadar abu perlakuan T1 0,59%, T2 0,90%, dan T3 0,67%. Nilai kadar lemak tertinggi pada perlakuan T3 yaitu 4,93% sedangkan rata-rata kadar lemak yang terendah yaitu perlakuan T1 sebesar 3,89%.
KARAKTERISITIK SIFAT FISIKOKIMIA TEH HERBAL "SEKAM" (SERAI KOMBINASI KAYU MANIS) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Desi Arisanti; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.104 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.199

Abstract

Penggunaan serai menjadi produk baru merupakan hal penting sebagai diversifikasi pangan. Serai memiliki kandungan zat anti mikroba, kandungan tersebut berguna khususnya dalam mengobati infeksi pada lambung, usus, saluran kemih dan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah teh herbal dari tanaman serai dengan tambahan kayu manis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1).Untuk mengetahui kandungan fisikokimia teh herbal serai-kayu manis yang berupa kadar flavonoid, kadar abu, kadar air dan kadar vitamin C. 2). Bagaimana tingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal serai-kayu manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kombinasi teh serai dengan kayu manis yang tepat terhadap tingkat kesukaan panelis yang terbaik adalah perlakuan T1 (warna, aroma) dan T3 (Rasa). Adapun hasil analisis sifat kimia dengan penambahan kayu manis yaitu; kadar air 6.08% (T2), kadar abu 5.84% (T2), kadar flavonoid (T1), dan kadar vitamin C 15.00% (T3). Tingkat kesukaan yang dihasilkan dari 3 perlakuan teh sekam secara keseluruhan dalam taraf netral sampai agak suka oleh panelis adalah perlakuan T2 (daun serai 1,5 g dan kayu manis 0,2 g). Dan dari data hasil analisis kimia teh sekam dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan T2 (kadar air dan kadar abu) dan T3 (vitamin C).
Mengenali Karakteristik Kontrol On-Off Dengan Grafik Logika Burhan Liputo; Iqrima Staddal; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 1 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.367 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v8i1.402

Abstract

Dasar kontrol adalah pengetahuan awal yang wajib dimiliki dalam memahami suatu sistem kontrol listrik dan implementasi yang didalamnya meliputi beberapa aspek penting yaitu fungsi komponen, karakteristik rangkaian, perancangan dan aplikasi penggunaan di lapangan. Ada dua hal yang mendukung memahami sistem kontrol secara komprehensif yaitu pengetahuan secara teoritis dan pengetahuan secara praktik. Pengetahuan secara teoritis belum dapat diterapkan jika tidak didukung dengan pengetahuan secara praktik. Pengetahuan secara praktik merupakan olah psikommotorik dalam bentuk bereksperimen yang secara prinsip, sistem kontrol dapat diamati dan dibuktikan dengan baik. Oleh sebab itu maka tujuan dari penelitian ini adalah membuat media eksperimen dasar kontrol listrik untuk memudahkan pemahaman, pengenalan dan penguasaan dibidang kontrol listrik yang akan mendukung pengetahuan secara teoritis. Adapun metode dalam penelitian ini adalah perancangan konstruksi trainer, uji eksperimen komponen, pembuatan modul uji, dan evaluasi fungsi media. Secara akademik penelitian ini mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai media eksperimen dasar kontrol, memudahkan pemahaman karakteristik kontrol, membantu mengenali komponen relay magnetik, dan dapat menunjukkan karakteristik rangkaian yang bisa diamati. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini dapat dirumuskan bahwa, media eksperimen dapat membantu memahami dasar kontrol listrik dengan mudah baik pengamatan, pengenalan, penguasaan dan perancangan sistem rangkaian kontrol.
MAKING DRY NOODLES MADE FROM CASSAVA FLOUR (MANIHOT ESCULENTA CRANTZ) AND CASSAVA STARCH Adnan Engelen; Rahmat A Rahman; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 2 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v8i2.616

Abstract

This study aimed to determine the best formulation of dry noodle making from cassava flour and cassava starch and to see the physical and chemical properties of dry noodles. This study used a completely randomized design (CRD) and LSD test if there was a significant effect. The tests carried out included organoleptic tests, air content analysis, ash content analysis, color analysis and texture analysis. The results showed that the best formulation of dry noodles was a composition of 120 grams of cassava flour and 80 grams of cassava starch (M1) with a moisture content value of 9.81%, an ash content analysis of 8,7%, a color analysis of 22,1% and a texture analysis. 117,27% and had a savory taste, the aroma was not too strong and the color was a bit pale yellow.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT IKAN TUNA MENJADI KERUPUK Satria Wati Pade; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Fredy Irawan
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2021
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v4i1.731

Abstract

Ikan tuna banyak disukai masyarakat dan memiliki nilai yang ekonomis. Ikan tuna (Thunus albacares) berpotensi cukup tinggi dengan kandungan protein tinggi ± 26 g/100g daging dan kadar lemak rendah yaitu ± 2,7 g/100 daging. Kandungan gizi lain : mineral yaitu fosfor, kalsium, zat besi, sodium, Vit. A dan Vit. B. Ikan tuna memiliki nilai ekonomis cukup tinggi karena dapat diolah menjadi berbagai macam produk : Fillet, bakso, siomay, nugget, sosis, empek-empek dan kerupuk. Pelatihan dalam pemanfaatan kulit ikan tuna ini memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian ibu-ibu di daerah pantai di kelurahan Tanjung Kramat, Kota Gorontalo.
Karakteristik Dangke Kombinasi Susu Jagung Dan Susu UHT (Ultra High Temperature) Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Ika Okhtora Angelia; Febrianti E. Kadir
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 2 No 1 (2018): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v2i1.176

Abstract

Susu jagung manis memiliki kelebihan sebagai susuyang rendah kolesterol, serta cocok untuk penderita diabetes. Susu jagung dapat pula diolah menjadi dangke dengan penambahan susu UHT (Ultra High Temperature). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik susu jagung manis dan susu UHT dalam pembuatan dangke. Pengujian yang digunakan meliputi uji hedonik, uji kadar air, uji kadar abu, kadar lemak, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan penerimaan panelis untuk perlakuan terbaik adalah S2 (susu jagung 500 mL dan susu UHT 500 mL) dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan yaitu 3,8. Adapun hasil analisis kimia pada dangke pada beberapa kombinasi susu jagung dan susu UHT perlakuan S1 yaitu kadar air 72,98%, kadar abu 3,20%, kadar lemak 0,57%, pH 6,82%. Untuk perlakuan S2 yaitu kadar air 69,32%, kadar abu 1,67%, kadar lemak 0,17%, pH 6,99. Untuk perlakuan S3 yaitu kadar air 73,45%, kadar abu 2,16%, kadar lemak 1,23%, pH 7,25%.
Karakter Kimiawi Tempe Jagung Pulut Dengan Waktu Fermentasi Berbeda Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Salma S Husain; Rosdiani Azis
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 5 No 1 (2021): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v5i1.740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakter kimiawi tempe jagung pulut yang dihasilkan dengan proses waktu fermentasi yang berbeda-beda. Uji yang dilakukan adalah kadar air, kadar abu, dan pH. Penelitian ini menggunakan beberapa perlakuan waktu fermentasi yaitu A1= 42 jam, A2 = 45 jam, dan A3 = 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 42 jam dengan nilai 65,57%, nilai kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 42 jam dengan nilai 0,48%, nilai derajat keasaman (pH) terendah terdapat pada perlakuan fermentasi 48 jam sebesar 5,2
PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2015 Rusthamrin H. Akuba; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 2 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.421 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i2.118

Abstract

Ketahanan dan kerentanan pangan menjadi tantangan yang besar bagi pembangunan di Provinsi Gorontalo seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, persentase penduduk miskin yang masih tinggi, angka pengangguran terbuka sebesar 4,18% sedangkan di tingkat nasional sebesar 5,81% pada Februari 2015. Selain itu, infrastruktur yang mempengaruhi keterjangkauan pangan belum merata di seluruh daerah. Hal ini mempengaruhi tingkat ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan daerah-daerah yang rawan dan rentan pangan di Provinsi Gorontalo. Metode survei dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dari 5 kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Peta komposit kerawanan pangan dihasilkan dari kombinasi semua indikator kerawanan pangan kronis dengan menggunakan pembobotan berdasarkan Principal Component Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan prioritas kabupaten/kota dalam penanganan ketahanan dan kerentanan pangan yaitu (1) Kabupaten Gorontalo Utara; (2) Kabupaten Pohuwato; (3) Kabupaten Gorontalo; (4) Kabupaten Boalemo; (5) Kabupaten Bone Bolango; dan (6) Kota Gorontalo.