Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Pola Pemberian ASI dengan Keberhasilan ASI Eksklusif Agustina Eko Saputri; Dewi Wulandari; Triana Mirasari
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 1 (2021): Stethoscope
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2402.909 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i1.831

Abstract

AbstrakAir Susu Ibu (ASI) merupakan asupan terbaik bagi bayi sejak lahir hingga usia 2 tahun. ASI eksklusif diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Angka cakupan keberhasilan ASI eksklusif di kabupaten Karanganyar pada tahun 2018 masih terbilang rendah, yaitu 62,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pola pemberian ASI dengan keberhasilan ASI ekskusif. Pola pemberian ASI meliputi frekuensi, durasi, cara pemberian, dan selang waktu pemberian ASI. Studi ini merupakan penelitian observasional analitik yang menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang berjumlah 238 orang. Teknik sampel menggunakan cluster random sampling dengan ukuran sampel 72 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan frekuensi pemberian ASI, durasi, cara pemberian, dan selang waktu pemberian ASI dengan keberhasilan ASI eksklusif, dan diperoleh nilai signifikasi p0,001. Simpulan: terdapat hubungan pola pemberian ASI dengan keberhasilan ASI eksklusif. Saran: tenaga kesehatan sebaiknya memberikan informasi terkait pola pemberian ASI yang benar dan pentingnya ASI eksklusif untuk menunjang keberhasilan program tersebut.Kata kunci: pola pemberian ASI, keberhasilan ASI eksklusifPatterns on Breastfeeding to the Success of Exclusive BreastfeedingAbstractMother’s milk (ASI) is the best intake for babies from birth to 2 years of age. Exclusive breastfeeding is given to infants aged 0-6 months. The success rate of exclusive breastfeeding in Karanganyar district in 2018 is still relatively low, at 62.3%. The purpose of this study was to determine the relationship between breastfeeding patterns and the success of exclusive breastfeeding. The pattern of breastfeeding includes the frequency, duration, method of giving, and the interval of breastfeeding. This study is an analytic observational study using a cross sectional design. The populations in this study were 238 mothers who had children aged 6-12 months. The sampling technique used cluster random sampling on 72 respondents. Questionnaire was used as the research instrument on collecting the data. The data obtained were analyzed by Chi Square test. The results showed that there was a relationship between the frequency of breastfeeding, duration, mode of administration, and the interval of breastfeeding with the success of exclusive breastfeeding, and a significance value of p0.001 was obtained. Conclusion: there is a relationship between breastfeeding patterns and the success of exclusive breastfeeding. Suggestion:
Kajian Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Study Of Nursing Care In Children With Acute Respiratory Infection) Wulandari, Dewi; Purnamasari, Linda
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 2, No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.21 KB)

Abstract

Abstract: Infection Respiratory acute (IRA) known  as one of cause the main decease at baby and toddler in developing countries. Results of the survey health 2013 indicate 15,7% experience IRA and 26,6% experience IRA symptom. While total toddler decease cause IRA in Central Java as many as 36 toddler and under four year 31 toddler. The purpose of this study to determine the nursing care in children withinfection respiratory acute. This study was a qualitative case study design using the nursing process approach. The population in this study were children who had infection respiratory acute . The sample was An. A. The sampling technique used purposive sampling. The study was done at the orcid ward  regional public hospital of Sukoharjo on February 2015. Retrieval techniques data used are interview or anamnesa, physical examination, observation, study documentation. The instrument used is guidelines for assessment form systematic process consists of data accumulation, verification, and data communication about patient. When done assessment obtained data, mother say her child blown, mother sayher child a cough, akral palpable warm, RR: 38x/minute, decreased appetite. Be found 3 nursing problem they are ineffectiveness of cleavage way breath, hyperthermia and nutritional imbalance less than body requirements. After 3x24 huor nursing care obtained improved development issues. Conclusion, the main nursing  problem of An. A with infection respiratory acute is ineffectiveness of cleavage way breath.Keywords: nursing care, children, infection respiratory acute. Abstrak: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita di negara berkembang. Hasil survei kesehatan tahun 2013 menunjukkan sebanyak 15,7% mengalami ISPA dan 26,6% mengalami gejala ISPA. Sedangkan jumlah kematian balita karena ISPA di provinsi Jawa Tengah sebanyak 67 balita, dengan usia < 1 tahun sebanyak 36 balita dan < 4 tahun sebanyak 31 balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak dengan infeksi saluran pernafasan akut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  dengan rancangan studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Populasinya adalah anak dengan gangguan sistem pernafasaan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Sedangkan sampelnya adalah An. A.  Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Penelitian dilakukan pada Februari 2015 di Ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara/anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi, stusi dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman pengkajian merupakan proses sistematika terdiri dari pengumpulan data, verifikasi, dan komunikasi data tentang pasien. Saat dilakukan pengkajian didapatkan data, ibu mengatakan anak sesak nafas, ibu mengatakan anak batuk, ibu mengatakan anaknya panas, akral teraba hangat. RR: 38 x/menit, S: 38,8˚C, N: 98 x/menit, nafsu makan menurun. Terdapat 3 masalah keperawatan, yaitu ketidakefektifan bersihan jalan nafas, hipertermi, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan perkembangan masalah membaik. Kesimpulannya, masalah keperawatan utama pada An. A dengan infeksi saluran pernafasan akut adalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas.Kata Kunci: asuhan keperawatan, anak, infeksi saluran pernafasan akut.
PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI RIMPANG BANGLE (ZINGIBER PURPUREUM ROXB.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI SABUN CAIR Dewi Wulandari; Akhyar Ali2; Dewi Fortuna Ayu
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 5, No 1 (2018): Wisuda April Tahun 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the quality of sensory and antibacterial activity of liquid soap with the addition of essential oil bangle rhizome. This study used a Complete Randomized Design with five treatments and  three  replications.  The  treatments  were  addition  of  essential  oils  in consecutive S0 (0 ml), S1 (0,62 ml), S2 (1,24 ml), S3 (1,86 ml), and S4 (2,5 ml). The data obtained were analyzed statistically using Analysis of Variance dan Duncan’s New Multiple Range Test at 5%. The research showed that addition of bangle   rhizome   essential   oils   significantly   effected   on   descriptive test and hedonic test. The best treatment of liquid soap in this research was S4 (addition bangle essential oil 2,5 ml) which had result of descriptive test on liquid soap showed that soap had very bangle scents and hedonic test on liquid soap scents was not favored by the panelists. Keywords:  Bangle  (Zingibeer  purpureum  Roxb.),  essential  oil,  liquid  soap, antibacterial
Pengetahuan dan Persepsi Ibu yang Menolak Pemberian Imunisasi Dasar Balita - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Dewi Wulandari; Meidiana Dwidiyanti, Meidiana Dwidiyanti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.484 KB)

Abstract

Abstract: Immunization is one of the public health response is very important because it can protect infants from various diseases. However, not all sections of society are willing to accept the immunization program, including some of the mothers in the village Godog which is also the wives of local religious figures who have considerable influence. There were 14 out of 146 children (9.59%) did not receive primary immunization in Village Tulakan Godog.This figure is feared will continue to soar beyond the limits of national targets ie 10% if not addressed immediately. The purpose of this study was to determine knowledge and perceptions of mothers on basic immunization toddlers that includes understanding, purpose, benefits, types and origin of the ingredients of the vaccine. This study used a qualitative design with a phenomenological approach conducted on 6 respondents in a way to Focuss Group Discussion (FGD) in the collection of data. The results showed that these mothers understand the basic immunization of infants as germs enter our bodies in a healthy child. Immunization useless, even harmful to the health of children. The kinds of basic immunizations that they know was immunization Hepatitis, Polio, Measles, and BCG. According to them, the diseases should not be prevented by immunization, but by consuming natural ingredients and avoid artificial chemicals. They refuse immunization because of doubt the halal vaccines.Keywords: knowledge, perception, mother, refuses, basic immunizations Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting karena dapat melindungi balita dari berbagai macam penyakit. Namun, ternyata tidak semua lapisan masyarakat bersedia menerima program imunisasi ini dengan baik, diantaranya beberapa ibu di Desa Godog yang juga merupakan istri-istri dari tokoh-tokoh agama setempat yang memiliki pengaruh cukup besar. Terdapat 14 orang dari 146 balita  (9,59%) tidak mendapatkan imunisasi dasar di Dukuh Tulakan Desa Godog. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi ibu mengenai imunisasi dasar balita yang meliputi pengertian, tujuan, manfaat, jenis, dan asal bahan-bahan vaksin. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dilakukan terhadap 6 responden dengan cara melakukan Focuss Group Discussion (FGD) dalam pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu-ibu tersebut memahami imunisasi dasar balita sebagai memasukkan kuman penyakit ke dalam tunuh anak yang sehat. Imunisasi tidak bermanfaat, bahkan berbahaya bagi kesehatan anak. Macam-macam imunisasi dasar yang mereka ketahui adalah imunisasi Hepatitis, Polio, Campak, dan BCG. Menurut mereka, penyakit-penyakit tidak harus dicegah dengan imunisasi, melainkan dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami dan menghindari bahan-bahan kimia buatan. Mereka menolak imunisasi karena meragukan kehalalan vaksin. Kata kunci : pengetahuan, persepsi, ibu, menolak, imunisasi dasar 
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Gastroenteritis Dehidrasi Sedang (Case Study: Nursing Care In Children With Gastroenteritis Moderate Dehydration) Utami, Rahayu Sari; Wulandari, Dewi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 2, No 1 (2015): IJMS - 2015
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.338 KB)

Abstract

Abstract: Gastroenteritis or diarrhea is the second leading caused of child deaths in the world with 15 million children died every year. SKRT showed that diarrhea is a major caused of infant mortality in Indonesia. Data Sukoharjo District Health Office showed the number of patients with gastroenteritis in 2012 as many as 31 716 inhabitants (3.7%), whereas in 2013 increased to 35 498 inhabitants (4.11%). The purpose of this study to determine the nursing care in children with gastroenteritis moderate dehydration. This study was a qualitative case study design using the nursing process approach. The population in this study were children who had diarrhea with moderate dehydration. The sample was An. A. The sampling technique used purposive sampling. The study was done at the regional public hospital of Sukoharjo on February 2014. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The research instrument was a researcher herself with tools sphygmomanometer, stethoscope, thermometer, penlight, and assessment guidelines. The assesment  showed An.A vomited one time, temperature 38,20C, 1.2 kg weight loss, poor skin turgor, leukocytes 17,200 uL, fluid balance -111.7 cc. There are 3 nursing problems, they were fluid volume deficit, hyperthermia, and infection. After two-days nursing care obtained improved development issues.Conclusion, the main nursing  problem of An. A with gastroenteritis moderate dehydration was fluid volume deficit.Keywords: nursing care, children, gastroenteritis, moderate dehydration  Abstrak: Gastroenteritis atau diare merupakan penyebab kedua kematian anak di dunia dengan 15 juta anak meninggal setiap tahunnya.. Survei Kesehatan Ruma h Tangga menunjukkan bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Data Dinas Kesehatan Kabupaten  Sukoharjo menunjukkan  jumlah penderita gastroenteritis pada tahun 2012 sebanyak  31.716 penduduk (3,7%), sedangkan tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 35.498 penduduk (4,11%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak dengan gastroenteritis dehidrasi sedang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  dengan rancangan studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang mengalami diare  dengan dehidrasi sedang. Sampelnya adalah An. A. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Sukoharjo pada bulan Februari 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan alat bantu sphygmomanometer, stetoskop, termometer, penlight, serta pedoman pengkajian. Berdasarkan  pengkajian yang dilakukan didapatkan data adanya muntah 1 kali, suhu 38,20C, berat badan  turun 1,2 kg, turgor kulit jelek, leukosit 17.200 uL,  balance cairan -111,7 cc. Terdapat 3 masalah keperawatan, yaitu defisit  volume cairan, hipertermi, dan infeksi. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama dua hari didapatkan perkembangan masalah membaik.Kesimpulannya, masalah keperawatan utama pada An. A dengan gastroenteritis dehidrasi sedang adalah defisit  volume cairan.Kata Kunci: asuhan keperawatan, anak, gastroenteritis, dehidrasi sedang
ESTIMASI TITIK UBAH TUNGGAL PADA REGRESI LINIER DENGAN SATU PEUBAH BEBAS Muhammad Bayu Nirwana; Dewi Wulandari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.853 KB)

Abstract

Linear regression is a statistical method for estimating a linear relationship between one dependent variable and one or more independent variables. In simple linear regression, relationship analysis is carried out between one dependent variable and one independent variable to obtain a linear equation. The linear equation can then be used to predict the value of the dependent variable, if the value of the independent variable is known. The use of linear regression encounters a problem when the linear relationship between dependent variables and independent variables changes at a certain point. Segmentation regression is a regression model in which the relationship between variables is bound to independent variables in the form of piecewise linear relationships. The relationship is represented by two or more straight lines connected in a certain threshold value called a breakpoint. In this paper we will discuss the single breakpoint estimation in simple linear regression. Keywords: linear regression, segmented regression, single breakpoint
Hubungan antara Durasi Penggunaan Gadget Smartphone dengan Kesehatan Mental Anak Usia 4-5 Tahun di Desa Pablenga Sri Oktaviani; Dewi Wulandari; Triana Mirasari
Jurnal Stethoscope Vol 2, No 2 (2021): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3949.29 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v2i2.859

Abstract

AbstrakPenggunaan gadget smartphone yang berlebihan akan berdampak buruk bagi perkembangan dan kesehatan anak, terutama di segi otak dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget smartphone dengan kesehatan mental anak usia 4 - 5 tahun di desa Pablengan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan simpel random sampling di desa Pablengan pada usia 4 - 5 tahun, responden sebanyak 119. Variabel independen dalam penelitian ini adalah durasi penggunaan gadget smartphone dan variabel dependen adalah kesehatan mental anak di desa Pablengan, dengan menggunakan kuesioner SDQ. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau (a0.05) hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget berkolerasi signifikan dengan kesehatan mental anak dengan nilai koefisien korelasi 0.836 (p=0,001). Terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget smartphone dengan kesehatan mental anak usia 4- 5 tahun di desa Pablengan.Kata kunci: anak, gadget smartphone, kesehatan mental The Relationship between the Duration of Smartphone Usage with the Mental Healthof Children Aged 4 - 5 Years in the Pablengan Village AbstractThe use of a smartphone gadget which is excessive would be bad for the development and health of children, especially in terms of brain and psychological. This study aims to determine the relationship between the duration of use of gadgets smartphones with the mental health of children aged 4 - 5 years in the village Pablengan; this study uses observational analytics with a cross-sectional design. The sample in the collection using simple random sampling in the village Pablengan at the age of 4 - 5 years, respondents 119. The independent variable in this study is the duration of the use of gadgets smartphones, and the dependent variable is the mental health of children in the village Pablengan. Data analysis using the test provided by Kendall‘s Tau (a0.05) results showed that the duration of the use of gadgets correlated significantly with the mental health of the child (p=0.001There is a significant relationship between the duration of use of gadgets smartphone with the mental health of children aged 4 - 5 years in the village Pablengan.Keywords: child, gadgets, smartphone, mental health
OPTIMALISASI INTERNET DI PONDOK PESANTREN K.H MURODI MRANGGEN DEMAK muhammad prayito; Agung Handayanto; Lilik Ariyanto; Aurora Nur Aini; Dewi Wulandari
Join Vol. 1 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari PKM ini adalah fenomena perkembangan ilmu pengetahuan yang tumbuh sangat cepat, khususnya internet yang dirasakan setiap elemen masyarakat, baik anak-anak maupun orang tua. Internet berkembang di seluruh penjuru wilayah, di desa di kota bahkan masyarakat pedalaman juga merasakan teknologi internet. Teknologi seperti dua mata pisau yang bisa membahayakan dan bisa menguntungkan. Santri di pondok pesantren KH Murodi membutuhkan informasi tentang internet, dengan harapan bisa dioptimalisasikan dalam kegiatan yang lebih bermanfaat, semisal membuat akun youtube dan menjadi youtuber yang baik. Santri di pondok pesantren kebanyakan anak muda, mereka memiliki tenaga yang optimal, memiliki waktu yang masih longgar, dan maka dari itu kami berdiskusi dengan pengasuh pondok pesantren untuk memberikan pelatihan Metode yang akan digunakan dalam PKM ini ada 3 tahapan: 1) Tutorial Penjelasan tentang internet; 2) Planing Pelatihan pembuatan akun youtube; 3) Sharing tips menjadi youtuber yang baik. Dalam penjelasan internet Tim akan memberikan gambaran tentang internet dan kebermanfaatannya untuk masyarakat. Selanjutnya dalam pelatihan pembuatan akun youtube, santri dibimbing untuk membuat akun youtube pribadi dan akun untuk Pondok Pesantren. Rangkaian yang terakhir Tim memberikan tips untuk menjadi youtuber yang baik serta cara mendapatkan penghasilan melalui youtube. Peserta senang dengan kegiatan yang telah dilaksanakan dan peserta dapat membuat konten youtube untuk kepentingan pondok KH Murodi.
IbM KELOMPOK PKK KELURAHAN WONOSEKAR DEMAK Widya Kusumaningsih; Dewi Wulandari; Ahmad Nashir Tsalatsa; Lukman Harun
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v7i2.1139

Abstract

Demak merupakan salah satu kabupaten yang memiliki wilayah pertanian terbesar di Jawa Tengah. Hampir semua kelurahan di kabupaten Demak memiliki wilayah pertanian yang luas, pun tak terkecuali kelurahan Wonosekar. Komoditas pertanian utama di Wonosekar adalah padi di mana selama ini hasil sampingan dari padi belum dimanfaatkan secara maksimal. Di sisi lain, di kelurahan Wonosekar ditemukan banyak ibu-ibu rumah tangga yang cenderung memiliki banyak waktu luang di sela-sela rutinitas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Melihat dua kondisi yang berelasi ini, kami melihat peluang pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga melalui wirausaha dengan memanfaatkan bekatul yang merupakan hasil sampingan padi. Bekatul relatif murah dan mudah didapatkan. Selain itu, bekatul memiliki berbagai macam kandungan gizi bagi tubuh. Dewasa ini bekatul dapat diolah menjadi berbagai macam makanan salah satunya adalah kukis. Dalam pengabdian ini kami memberikan motovasi kewirausahan, demo pembuatan kukis bekatul, metode pengemasan produk dan metode marketing produk berbasis online. Kata Kunci: Kewirausahaan, bekatul, kukis, marketing online   
PENGARUH USIA, STRES, DAN DIET TINGGI KARBOHIDRAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH Dewi Wulandari; Widya Kurnianingsih
Jurnal Infokes Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v8i1.192

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Data dari studi global menunjukan bahwa terdapat 415 juta penduduk dunia yang menyandang DM. Indonesia menempati peringkat ke-7 dari 10 negara dengan penyandang DM dengan jumlah sekitar 10 juta jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh usia, stress,  dan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukoharjo pada bulan Mei – Juni 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk kecamatan Sukoharjo. Sampel yang digunakan sebanyak 72 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale), check list diet tinggi karbohidrat, dan glucosemeter. Data yang diperoleh dianalisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan usia terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor usia akan meningkatkan sebesar 0.831 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.420;1.241). 2) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan stress terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor stress akan meningkatkan sebesar 1.636 skor GDS (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) Ada pengaruh positif dan secara statistik signifikan diet tinggi karbohidrat terhadap kadar gula darah sewaktu. Setiap peningkatan 1 skor diet tinggi karbohidrat akan meningkatkan sebesar 0.970 skor GGDS (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).Kata Kunci: usia, stress, diet tinggi karbohidrat, glukosa darah   Abstract Diabetes mellitus (DM) is one of the health problems characterized by high blood glucose levels. Data from a global study showed that there were 415 million people in the world who had DM. Indonesia was ranked 7th out of 10 countries with DM with a total of about 10 million people. The purpose of this study was to analyze the effect of age, stress, and high-carbohydrate diet to blood glucose levels. The design of this study was observational analytic with cross sectional approach. The study was conducted in Sukoharjo district in May - June 2017. The population in this study was all residents Sukoharjo district. The sample used was 72 respondents. The sampling technique was done by simple random sampling. The research instrument used was DASS 42 (Depression, Anxiety, Stress Scale) questionnaires, high carbohydrate check list and glucosemeter. The data obtained were analyzed by multiple linear regression model. The results showed 1) There was a positive and statistically significant effect of age on blood glucose level at the time. Any increase in 1 age score will increase by 0.831 GDS score (p<0.001, 95%CI  0.420;1.241). 2) There was a positive and statistically significant effect of stress on blood sugar levels at the time. Each increase of 1 stress score will increase by 1.636 GDS score (p<0.001, 95%CI 0.987;2.285). 3) There was a positive and statistically significant effect of high carbohydrate diets on blood glucose levels. Any increase of 1 high carbohydrate diet score  will increase by 0.970 GDS score (p<0.05, 95%CI 0.201;1.739).Keywords: age, stress, high carbohydrate diet, blood glucose