Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Patterns and Determinants of Open Defecation among Urban People Vera Yulyani; Christin Angelina Febriani; Shaharuddin MS; Dessy Hermawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Issue 1, February 2021
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.163 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v16i1.3295

Abstract

At the present time, an estimated of 673 million people defecate in the open space, not in private. Indonesia is a densely populated country with a lot of open defecation (OD) both in urban (37%) and rural areas (43%). Tanjung Karang Pusat Subdistrict is an area in Bandar Lampung City with the highest percentage of OD practice (45%). This study aimed to explore and explain the patterns and determinants of OD among urban people in the Tanjung Karang Pusat Subdistrict in- volving 377 respondents for quantitative analysis. Quantitative data were analyzed using the chi square and regression analysis. After controlling the economic status and education level variables, the data revealed that urban communities were still practicing OD (23.3%) with land ownership, latrine ownership, conative attitude, and occupation as influential factors. Statistical test results showed that the most influential factor in the behavior of OD in the community was latrine ownership (p-value <0.001, OR adj = 58.2). These findings suggested that stakeholders must take action on landowners who do not allow sanitation facilities to be built on their land.
Hubungan Lingkungan, Imunisasi BCG dan Perilaku Pencegahan Dengan Kejadian TB Paru Anak di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2019 Fitri Eka Sari; Vera Yulyani; Indah Rinfilia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3779

Abstract

ABSTRAKPenemuan kasus baru TB BTA+ case notification rate (CNR) per 100.000penduduk di Provinsi Lampung pada tahun 2017 sebesar 70,52%, dan CNR seluruh kasus TB sebesar 61,06%, sedangkan kasus TB paru pada anak usia 0-14 Tahun di Kabupaten Tulang Bawang pada Tahun 2017 sebanyak 142 kasus dan Tahun 2018 sebanyak 112 kasus. Penelitian ini bertujuan diketahui hubungan lingkungan, imunisasi BCG dan perilaku pencegahan dengan kejadian TB paru anak di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2019.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional.Populasi dan sampel seluruh anak yang melakukan pemeriksaan dengan suspek TB paru sebanyak 136 orang dengan teknik purposive sampling. Uji analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diketahui ada hubungan lingkungan dengan kejadian TB anak. diperoleh p-value (0,001 <α 0,05). OR: 3,545. Ada hubungan imunisasi BCG dengan kejadian TB anak. diperoleh p-value (0,012 <α 0,05). OR: 2,560. Ada hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian TB anak. diperoleh pvalue (0,000 <α 0,05). OR: 6,492. Disarankan petugas kesehatan meningkatkan program survei TB paru anak ke lapangan dalam pelacakan kasus, serta mengontrol pasien TB paru anak agar tidak terjadi penularan penyakit.Kata Kunci : Lingkungan-Imunisasi BCG-Perilaku-Kejadian TB paru anak 
Analisis Faktor Penghambat Kepala Keluarga dalam Kepemilikan Jamban Keluarga Fadel Achmad Haikal; Vera Yulyani; Dhiny Easter Yanti
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.383

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor penghambat kepala keluarga dalam kepemilikan jamban keluarga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain study cross sectional. Teknik pengambilan yaiu probabilitas sampling. Data primer peneitian meliputi karakteristik responden seperti jenis kelamin, Suku, Pendidikan terakhir dan Pekerjaan. Adapun variabel penelitian meliputi kepemilikan jamban, motivasi, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan. Analisis data menggunakan SPSS 22.0 dengan uji chi square kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan motivasi dengan kepemilikan jamban (p- value 0,002), ada hubungan antara sosial ekonomi dengan kepemilikan jamban (p- value 0,010, OR= 6,100), dan ada hubungan antara pengetahuan dengan kepemilikan jamban (p-value 0,029, OR= 3,739). Kesimpulan yaitu faktor penghambat kepala keluarga dalam kepemilikan jamban keluarga adalah rendahnya motivasi, rendahnya sosial ekonomi dan pengetahuan yang kurang baik di Desa Kedaung Kecematan Pardasuka
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN GIZI KURANG ANTARA METODE KONSELING DENGAN LEFLET DI PUSKESMAS BENGKUNAT, KABUPATEN PESISIR BARAT Vera Yulyani; Fitri Eka Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i3.494

Abstract

Masalah gizi di negara berkembang merupakan masalah utama yang disebabkan oleh kemiskinan. Balita merupakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap permasalahan gizi. Kabupaten Pesisir Barat pada 2016 memiliki 6 kasus gizi buruk, dengan sebaran terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Bengkunat (3 kasus). Intervensi untuk mengatasi kurang gizi seringkali terbatas pada upaya-upaya kuratif jangka-pendek, padahal permasalahan gizi merupakan permasalahan yang sangat mudah untuk dicegah dan ditanggulangi. Intervensi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan pada ibu karena ibu merupakan faktor utama yang mempengaruhi gizi balita. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dapat dilakukan melalui penyuluhan dengan metode konseling atau hanya memberikan pemberian leaflet. Tujuan penelitian diketahui perbedaan pengetahuan ibu mengenai gizi kurang, melalui penyuluhan dengan metode konseling dan pemberian leaflet di Puskesmas Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat 2017. Metode penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test with two group design. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat sejumlah 934 orang, dengan sampel 40 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji t-independen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan yan signifikan sebelum dan setelah penyuluhan menggunakan metode konseling (p value = <0.001), dan dengan metode leaflet (p value = <0.001). Terdapat perbedaan pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi kurang pada balita antara metode konseling gizi dan metode pemberian leaflet di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat 2017, dengan nilai p value 0,024. Kesimpulan penyuluhan dengan metode konseling lebih baik dibandingkan dengan metode pemberian leflet dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi kurang. Disarankan petugas kesehatan dalam melakukan penyuluhan hendaknya menggungkan metode konseling. Para peneliti dapat memperluas metode perlakuan dengan metode lain, seperti focus group discussion
Merubah Sikap Terhadap Buang Air Besar Sembarangan Melalui Program Pemicuan : Kebijakan Nasional Vera Yulyani; Christin Angelina Febriani; Lolita Sary; Desna Damayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2334

Abstract

Perilaku buang air besar terbuka (BABS) masih menjadi masalah besar di Indonesia. Di daerah pedesaan perilaku ini masih umum, salah satunya di Desa Bumiharjo, Lampung Timur pada tahun 2016, perilaku BABS masih dilakukan oleh 561 kepala keluarga. Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan pendekatan pemicu yang pilar pertamanya adalah Open Defecation Free (ODF). Program ini belum sepenuhnya dilaksanakan di desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan program pemicu STBM terhadap perubahan sikap masyarakat tentang buang air besar sembarangan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Hasil penelitian menunjukkan program pemicu memiliki pengaruh pada perubahan sikap masyarakat terhadap BABS (p = 0,002). Berdasarkan hasil penelitian ini, kebijakan STBM nasional dengan konsep pemicu harus terus dilaksanakan sampai ODF Village tercapai di seluruh Indonesia.Kata Kunci : perubahan sikap, buang air besar sembarangan, kebijakan nasional
Hubungan Diabetes Mellitus dan Hipertesni pada Paseien Suspek Covid-19 Gejala Ringan-Sedang di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2020 Oktaviani, Herlina Putri; Yulyani, Vera; Wulandari, Mardheni; Prasetia, Toni
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v6i2.357

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit dengan beberapa faktor yang memperberat, diantaranya adalah riwayat komorbid diabetes mellitus dan hipertensi. Data pasien COVID-19 di Instalasi Rekam Medik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung terdapat 324 data yang terhitung dari bulan Maret 2020-Desember 2020, dengan berbagai penyakit komorbid. Diantaranya diabetes mellitus dan hipertensi. Oleh karena itu berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan riwayat diabetes mellitus dan hipertensi pada kejadian pasien suspek COVID-19 gejala ringan-sedang di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Diketahui nilai p=0,029 yang berarti ada hubungan antara riwayat diabetes mellitus pada kejadian pasien suspek COVID-19 gejala ringan-sedang dan nilai p=0,645 yang berarti tidak ada hubungan antara riwayat hipertensi pada kejadian pasien suspek COVID-19 gejala ringan-sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara diabetes mellitus pada kejadian pasien suspek COVID-19 gejala ringan-sedang di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Sedangkan satu variabel tidak terdapat hubungan dengan kejadian pasien suspek COVID-19 gejala ringan-sedang di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek
Pemanfaatan Jamban Umum Dan Buang Air Besar Sembarangan di Kelurahan Kaliawi Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung Evie Karmila; Fitri Ekasari; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.3072

Abstract

Kota Bandar Lampung memiliki jumlah masyarakat yang BABS sebanyak 9.341 KK. Kelurahan Kaliawi merupakan penyumbang terbesar di Kecamatan Tanjung Karang Pusat yang jumlah penduduknya banyak melakukan BABS dengan menggunakan kantong plastik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi lebih dalam mengenai pemanfaatan jamban umum dan perilaku BABS bagi masyarakat daerah Kaliawi.Penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomena. subyek dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu lurah, petugas kesehatan program sanitarian dan kader kesehatan, informan pendamping yaitu masyarakat yang tidak melakukan BABS, dan informan utama yaitu masyarakat yang melakukan BABS. data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi tempat buang air besar. analisa data menggunakan content analysis dengan matriks wawancara.Hasil wawancara terdapat sebagian besar informan tidak memiliki jamban dan melakukan BABS, sebagian besar informan memiliki persepsi yang kurang baik, sebagian kecil informan menyatakan sikap yang positif, semua informan menyebutkan bahwa tidak peduli dengan pandangan orang lain terhadap perilaku BABS, sebagian informan menyatakan bahwa mereka tahu perilaku BABS tidak baik, sebagian besar informan tidak memiliki biaya dan tempat perizinan pembangunan yang sulit, sedangkan keberadaan jamban umum berada jauh dari jangkauan masyarakat.Diharapkan kepada pemerintah setempat untuk membangun jamban umum di lokasi yang strategis agar dapat dijangkau oleh masyarakat dan membuat aturan perundang-undangan untuk tidak melakukan BABS dan menjaga kebersihan jamban umum secara bersama. Kata Kunci : Buang Air Besar Sembarangan, Pemanfaatan Jamban, RANAS
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung) Vera Yulyani; Khoidar Amirus; Ridwan Ridwan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.297 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i3.285

Abstract

Background: Reported in Hi. Abdul Moeloek hospital, the rate accident of needle-stick injuries was qiuet high and achieved 71.4% than other accident. Purpose: To find out the contributing factors of needle-stick injuries among nurses in Hi. Abdul Moeloek Hospital Province of Lampung  2017 Methods: This research was a quantitative research with cross sectional approach. The population was 137 nurses as respondents and the sample in this study used total sampling technique. Results: Finding several factors had a correlations with needle stick injuries  such as physical condition due to workload/fatigue  with p-value: 0,004 and management support with p-value: 0.02. While job stress factor was uncorrelated with needle stick injuries  with p-value: 0.095.   Conclusion: For hospital management especially in occupational health and safety departements to evaluation and applying standard safety among nurses.Pendahuluan: Angka Kecelakaan kerja di tahun 2016 di RSUD Hi. Abdul Moeloek menunjukan terdapat tujuh angka kecelakaan kerja yang terlaporkan, dimana 71,4% disebabkan oleh tertusuk jarum suntik.Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor contributing cause terhadap angka kecelakaan luka tusuk jarum suntik (needle stick injury) pada perawat ruang rawat inap Di RSUD Hi.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2017.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi adalah 137 perawat di ruangrawat inapkelas 2 dan kelas 3rumahsakit Hi. Abdul Moeloek. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan sampel sebesar 137 responden.Hasil: menunjukkan adanya hubungan antara kondisi fisik (p= 0,004) dan dukungan manajemen (p=0.02) denganlukatusukjarumsuntik (needle stick injury) pada perawat di RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Tidak ada hubungan antara stress (p=0.095) dengan dengan kecelakaan luka tusuk jarum suntik (needle stick injury) pada perawat di RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Bagi rumah sakit dan manajemen K3RS diharapakan mampu meningkatkan pengawasan terhadap penerapan K3 di rumah sakit bagi semua pekerja dirumah sakit, terutama bagi perawat yang berada pada garis depan pelayanan. 
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PANTI ASUHAN AL-HUSNA BANDAR LAMPUNG : PENGABDIAN MASYARAKAT KERJASAMA DENGAN UNIVERSITY PUTERA MALAYSIA Vera Yulyani; Nurul Aryastuti; Dina Dwi Nuryani; Lolita Sary; Shaharuddin Shaharuddin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1211

Abstract

ABSTRAKPanti asuhan merupakan lembaga usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anak dalam pengentasan ketelantaran anak. Kondisi lingkungan dan kesehatan anak di panti asuhan perlu diperhatikan, mengingat anak-anak memiliki hak yang sama untuk pemenuhan kesehatan dan kesejahteraannya. Selain itu, anak-anak  juga merupakan investasi untuk membangun bangsa yang baik. Panti Asuhan Al-Husna Way Halim merupakan salah satu panti asuhan yang terdapat di Provinsi Lampung. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus panti asuhan didapatkan bahwa terdapat masalah kebersihan lingkungan seperti belum adanya kotak sampah  sehingga sampah berserakan , tidak ada tempat cuci tangan , dalam satu ruangan terdapat 6 tempat tidur yang tidak ada kelambu dan kurangnya pengetahuan anak panti dan staff tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh sebab itu, program ini berfokus untuk diterapkannya PHBS di panti asuhan tersebut melalui penyuluhan dan games tentang sampah dan cuci tangan menggunakan sabun. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan anak di panti asuhan untuk menerapkan PHBS. Kata Kunci : PHBS, Panti Asuhan, Pengabdian Bersama  ABSTRACTOrphanages are business institutions to improve children's welfare in alleviating neglect of children. The environmental conditions and health of children in orphanages need to be considered, considering that children have the same rights to fulfill their health and well-being. Children are also an investment to build a good nation. Al-Husna Way Halim Orphanage is one of the orphanages in Lampung Province. The results of the preliminary survey conducted through observation and interviews with orphanage administrators found that there were environmental hygiene problems such as the absence of trash boxes so that garbage was scattered. There was no hand washing place, in one room there were six beds that had no mosquito nets and lack of orphanage knowledge and staff about the importance of Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). Therefore, this program aimed to implementation of PHBS at the orphanage through counseling and games about garbage and hand washing using soap. This activity succeeded in increasing the knowledge of children in orphanages to implement PHBS. Keywords : clean and healthy lifestyle, orphanage, community health services
Hubungan Perilaku Penggunaan APD, Status Vaksinasi, Zona Kerja Dengan Status Covid-19 Pada Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Neno Fitriyani Hasbie; Vera Yulyani; Dessy Hermawan; Fauzurrahman Al Amin
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.958 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i6.6421

Abstract

ABSTRACT If a person has been infected with the Coronavirus and received a full COVID-19 vaccination, which is up to 2 doses of the vaccine, his body can quickly form strong antibodies to fight the virus and prevent serious complications when he is later exposed. The effectiveness of the COVID vaccination is known to reduce the symptoms experienced when exposed to the COVID-19 virus. Especially for health workers as the front line in breaking the chain of the current COVID-19 pandemic. Instead, this study was conducted to find out the related factors that can affect the status of COVID. Observational analysis using a cross-sectional method approach using a proportion estimation formula for a total of 145 samples. Data collection began in November 2021. This research was conducted at Pertamina Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung. Statistical data chi-square test using SPSS 25. The research respondents totaled 145 health workers, it was found that the most health workers with good PPE use behavior with unconfirmed were 61 respondents (77.2%) and the least was bad use behavior with confirmed status 17 respondents (25.8%). Meanwhile, the vaccination status and the booster dose COVID status were obtained. The booster dose vaccination status has been vaccinated and not confirmed, there are 89 respondents (82.4%). And the non-COVID work zone with confirmed COVID status obtained 102 respondents (76.7%). There is no relationship between the behavior of using PPE with COVID status having a p-value of 0.509 with Odds Ratio (OR) = 0.705, there is a relationship between vaccination status and COVID status having a p-value of 0.002 with Odds Ratio (OR) = 0.280, and there is no relationship The work zone with COVID status has a p-value of 0.437 with Odds Ratio (OR) = 0.608. There is no relationship between PPE use behavior, work zone, and COVID-19 status. There is a relationship between vaccination status and COVID-19 status in Pertamina Bintang Amin Hospital Health Workers 2021. Key words: PPE Use Behavior, COVID Status, Vaccination Status, and Work Zone ABSTRAK Bila seseorang sudah pernah terinfeksi virus Corona dan menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh, yaitu sampai 2 dosis vaksin, tubuhnya bisa dengan cepat membentuk antibodi yang kuat untuk melawan virus tersebut dan mencegah komplikasi serius ketika nanti ia terpapar. Efektifitas vaksinasi COVID diketahui dapat mengurangi gejala-gejala yang dialami apabila terpapar virus COVID-19. Terutama pada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pemutusan rantai pandemic COVID-19 saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahu factor faktor terkait yang dapat mempengaruhi status COVID. Analitik observasional dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan rumus estimasi proporsi sebanyak 145 sampel keseluruhan. Pengambilan data dimulai pada bulan November 2021. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Data statistik uji chi-square menggunakan SPSS 25. Didapatkan responden penelitian berjumlah 145 tenaga kesehatan ditemukan paling banyak Tenaga kesehatan dengan Perilaku penggunaan APD yang baik dengan tidak terkonfirmasi ialah 61 responden (77,2%) dan paling sedikit pada perilaku penggunaan buruk dengan status terkonfirmasi 17 responden (25,8%). Sedangkan pada status vaksinasi dan status COVID dosis booster didaptkan Status vaksinasi dosis booster sudah divaksin dan tidak terkonfirmasi didapatkan 89 responden (82,4%). Dan Zona kerja non-COVID dengan status COVID terkonfirmasi didapatkan 102 responden (76,7%). Tidak terdapat hubungan perilaku penggunaan APD dengan status COVID memiliki p-value sebesar 0,509 dengan Odds Ratio (OR)= 0,705, terdapat hubungan status vaksinasi dengan status COVID memiliki p-value sebesar 0,002 dengan Odds Ratio (OR)= 0,280, dan tidak terdapat hubungan Zona kerja dengan status COVID memiliki p-value sebesar 0,437 dengan Odds Ratio (OR)= 0,608. Tidak terdapat hubungan antara Perilaku Penggunaan APD, zona kerja dengan status COVID-19. Terdapat hubungan anatara status vaksinasi dan status COVID-19 pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin 2021. Key words: Perilaku Penggunaan APD, Status COVID, Status Vaksinasi, Zona Kerja