Karim, Doddy Abdul
kelompok Keillmuan Keolahragaan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

INTENSITAS AKTIFITAS FISIK TERHADAP RESIKO KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA KELOMPOK USIA 40- 70 TAHUN ramania, nia sri; pramana, yoga; apriantono, tommy; Karim, Doddy Abdul
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.822 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2016.1.1.3

Abstract

Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diketahui aktifitas fisik dapat mencegah terjadinya osteoporosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisikterhadap resiko kejadian osteoporosis pada kelompok usia 40-70 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen terdiri dari 120 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang aktif melakukan aktifitas fisik intensitas tinggi dan kelompok yang aktif melakukan aktifitas fisik intensitas rendah. Pengukuran aktifitas fisik menggunakan kuesioner short International Physical Activity (IPAQ), Analisis data: Menggunakan SPSS versi 17 dengan level signifikansi 0.05 untuk menentukan hubungan antara variable pada tes korelasi dan hasil momen pearson.Hasil:Terdapat pengaruh aktifitas fisik intensitas tinggi dengan kejadian osteoporosis Kesimpulan:Aktifitas fisik intensitas tinggi memiliki resiko kejadian osteoporosis yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang aktifmelakukan aktifitas fisik intensitas rendah.
PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI TERHADAP KETERAMPILAN SMES BULUTANGKIS kusnaedi, kusnaedi; Adisasmita, Yusuf; Ateng, Abdul Kadir; Karim, Doddy Abdul
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.669 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2016.1.1.4

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil latihan beban system set dan system super set terhadap keterampilan smes dalam permainan bulutangkis. Dalam penelitian ini juga memperhatikan pengaruh tingkat koordinasi mata tangan yang terdiri dari koordinasi mata tangan tinggi dan koordinasi mata tangan rendah. Metode: Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain factorial 2 X 2. Hasil: (1)Secara keseluruhan kelompok latihan sistem super set ( y = 109 dan s= 17,15) lebih baik secara nyata dibanding dengan latihan sistem set ( y =91 dan s =17,11). (2)Kelompok latihan sistem super set bagi kelompok kordinasi tinggi (y= 123,6 dan s = 5,1) lebih baik secara nyata disbanding dengan sistem set ( y= 76,3 dan s = 8,78). (3)Kelompok latihan sistem set bagi kelompok rendah (y=106 dan s =10,66) lebih baik secara nyata disbanding dengan sistem super set (y= 94 dan s=9,43). (4)Hasil perhitungan analitis varians dua faktor tentang interaksi antara latihan weight training dengan keterampilan koordinasi mata tangan (fo = 148,5 lebih besar dari F1 = 4,11). Kesimpulan: Secara keseluruhan, keterampilan smes bulutangkis kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan Weight Training sistem super set lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan weight training sistem set. (2)Terdapat interaksi antara latihan weight training dengan koordinasi mata tangan terhadap keterampilan smes bulutangkis. (3)Pada kelompok siswa yang memiliki tingkat kemampuan koordinasi tinggi, keterampilan smes bulutangkis dengan menggunakan latihan weight training sistem super set lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan weight training sistem set. (4)Pada kelompok siswa yang memiliki tingkat kemampuan koordinasi rendah, keterampilan smes bulutangkis dengan menggunakan latihan weight training sistem set lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dilatih dengan menggunakan weight training sistem super set.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP TEKNIK DASAR PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI Karim, Doddy Abdul; Ginanjar, Agi; Sugiyanto, Dedy
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.842 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2017.2.1.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament terhadap teknik dasar passing bawah permainan bola voli siswa SD Negeri Karangampel II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan one-group pretest-posttest design, teknik pengumpulan data menggunakan tes passing bawah bola voli ke dinding mengadaptasi tes mengoperkan bola (passing) dari Nurhasan. Untuk pengujian hipotesis menggunakan t-test: paired two sample for means. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswakelas V SD Negeri Karangampel II sebanyak 30 siswa dan pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menyatakan terdapat pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament terhadap teknik dasar passing bawah permainan bola voli siswa SD Negeri Karangampel II.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN KEMAMPUAN GERAK DENGAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN TEKNIK DASAR HOKI MAHASISWA TPB-ITB Karim, Doddy Abdul; Adisasmita, Yusuf; Lutan, Rusli
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.976 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2016.1.1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan gerak dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki.Mahasiswa yang mengikuti Matakuliah Hoki di TPB – ITB.Responden penelitian adalah 40 orang mahasiswa TPB – ITB dari berbagai jurusan. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan cara acak sederhana.Instrumen penelitian berupa motivasi berprestasi dengan membuat angket (32 buah item) pertanyaan. Kemampuan gerak dengan tes motor ability, dan tes keterampilan teknik dasar hoki.Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi dan korelasi sederhana, regresi dan korelasi ganda serta korelasi parsial. Persyaratan analisis data yang dilakukan.(1) setiap kelompok harga predictor X dan respons Y berdistribusi normal, (2) setiap kelompok harga predictor X dan respons Y memiliki varians yang homogen, dan (3) hubunganPasangan data (X dan Y) bersifat linear.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah :(1) Terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki dengan koefisien korelasi (ry1 ) sebesar 0.529 dengan persamaan regresi Ŷ= 19,6 +0,263 X1.Motivasi berprestasi mempunyaikontribusi 32,3 % terhadap hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki.(2) Terdapat hubungan positif antara kemampuan gerak dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki dengan koefisien korelasi ( ry2 ) sebesar 0,719 dengan persamaan regresi Ŷ= 16.2 + 0.585 X2. Kemampuan gerak memberikan kontribusi 51,7 % terhadap hasil belajar keterampilan teknik dasar hoki. (3) Secara bersama-sama terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi dan kemampuan gerak dengan hasil belajar keterampilan teknik dasar permainan hoki dengan koefisien korelasi Ry12= 0,757 dengan persamaan regresi ganda Ŷ = 6.82 + 0.472 X2 + 0.128 X1.Motivasi berprestasi (X1 ) dan kemampuan gerak (X2 ) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 57,4 % terhadap hasil belajar teknik dasar permainan hoki.
PENDEKATAN MENGAJAR TEKNIK PASSING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA USIA 12 TAHUN (Studi Eksperimen pada Sekolah Sepak Bola Mandala Ganesa ITB Kusnaedi, Kusnaedi; Apriantono, Tommy; Bahri, Samsul; Sunadi, Didi; Karim, Doddy Abdul
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.319 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2018.3.2.4

Abstract

Sepakbola merupakan cabang olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Dibuktikan dengan banyaknya SSB yang tumbuh di Kota Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya. Keberadaan ini belum mampu menyumbangkan atlet yang berprestasi di tingkat nasional, apalagi dunia. Berdasarkan pengamatan penulis ternyata masih banyak SSB yang pelatihnya memberikan latihan secara konvensional. Berdasarkan hasil pengamatan, penulis termotivasi untuk meneliti bagaimana cara pemberian materi latihan untuk anak usia usia 12 yang efektif. Penulis meneliti teknik passing yang terdiri dari passing stop danlong passing. Metode yang diberikan yaitu metode keseluruhan dan metode bagian. Penelitian terbatas hanya teknik passing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel yang digunakan siswa SSB Mandala Ganesa ITB usia 12 tahun. Latihan dilakukan 3 kali dalam satu minggu. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang. Berdasarkan perhitungan nilai Ӯ dan SD didapat hasil: kelompok siswa dengan metode bagian (part method) untuk teknik passing stop data awal Ӯ= 10, 73, data hasil tes akhir Ӯ= 20,67 dan pada teknik long passing data awal Ӯ=12,40, data hasil tes akhir Ӯ= 25,07. Sedangkan, pada kelompok siswa dengan metode keseluruhan (whole method) untuk teknik passing stop data awal Ӯ= 10,80, data hasil tes akhir Ӯ= 15,60 dan pada teknik long passing data awal Ӯ=12,00, data hasil tes akhir Ӯ= 17,20. Dari hasil perhitungan tersebut terdapat perbedaan yang signifikan antara metode bagian (part method) dan metode keseluruhan (whole metho).
PENGARUH BEROLAHRAGA DENGAN KONDISI PM2,5 TINGGI TERHADAP NILAI VO2MAX Bahri, Samsul; Resmana, Dadan; Tomo, Haryo Satrio; Karim, Doddy Abdul
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.95 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2018.3.2.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak berolahraga dengan kondisi PM2,5 tinggi terhadap nilai VO2Max. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Saraga ITB yang berolahraga pada malam hari. Dimana 30 sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Kemudian dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok kontrol dan eksperimen. Desain penelitian menggunakan pretest-posttest design. Satu kelompok menggunakan eksperimen berolahraga 3 kali dalam satu minggu selama 6 minggu pada malam hari dan satu kelompok lain dijadikan kontrol. Data yang diolah pada penelitian ini adalah pre-test dan post-test untuk mengetahui seberapa besar peningkatan dari program penelitian yang telah dilaksanakan. Pengolahan data menggunakan perhitungan uji homogenitas,uji normalitas, uji kesamanaan dua rata-rata dan uji beda. Menghasilkan kesimpulan bahwa terjadi peningkatan signifikan terhadap VO2Max setelah berolahraga dengan kondisi PM2,5 yang tinggi pada kelompok eksperimen dan tidak terjadi perbedaan pada kelompok kontrol. Penulis menyarankan ketika berada di sarana olahraga umum lebih baik melakukan aktif bergerak melakukan kegiatan olahraga dibandingkan hanya pasif