Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

POTENSI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN SUMENEP Ika Fatmawati P; Didik Wahyudi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 12 No 1 (2015): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.925 KB) | DOI: 10.24929/fp.v12i1.193

Abstract

Mengingat besarnya potensi wilayah peraiaran Indonesia untuk meningkatkan budidaya rumput laut, maka pemerintah hendaknya berupaya untuk meningkatkan ketrampilan petani dalam hal tehnik budidaya, pengolahan dan pemasaran, dengan sentuhan teknologi ramah lingkungan agar dapat menghasilkan rumput laut yang berkualitas tinggi. Dukungan pemerintah tentang budidaya rumput laut terbukti dengan adanya berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan meningkatkan dan menumbuhkembangkan rumput laut agar produksinya memiliki kualitas yang baik sehingga mampu bersaing di pasaran dunia.  Untuk itu diperlukan kegiatan pemetaan terhadap komoditi rumput laut agar mampu mengestimasi seberapa besar potensi pengembangan komoditi rumput laut ditiap wilayah. Secara umum tujuan dari pemetaan adalah untuk menimbulkan daya tarik pada obyek yang dipetakan, untuk lebih memperjelas atau menonjolkan obyek penting secara sederhana, dan untuk memperjelas suatu bahasan atau pembicaraan, serta sebagai sumber data yang indah dan menarik. Teknikanalisis data yang digunakan  adalahIdentifikasi potensi komoditi rumput laut dan Identifikasi potensiagroindustri olahan rumput laut padaTingkat Kecamatan di Kabupaten Sumenep menggunakan MetodePerbandingan Eksponensial. Dari hasil pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa Sebaran agroindustri olahan rumput laut di Kabupaten Sumenep sangat terbatas, hal tersebut terlihat dari jumlah kecamatan yang terdapat agroindustri olahan rumput laut. agroindustri olahan rumput laut hanya ada di 2 kecamatan dari 27 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumenep yaitu Kecamatan Bluto dan Dungkek. Rumput laut di Kabupaten Sumenep dapat diolah menjadi berbagai produk seperti agar- agar, manisan, krupuk, dan sebagainya, sehingga dapat menimbulkan terciptanya cluster industri, yaitu berupa industri pengolahan baik secara mandiri maupun kelompok yang nantinya dapat menyerap tenaga kerja dan menambah penghasilan masyarakat. Potensi (posisi) agroindustri olahan rumput laut pada tingkat kecamatan di Kabupaten Sumenep melalui Pendekatan Metode Eksponensial.Mengingat besarnya potensi wilayah peraiaran Indonesia untuk meningkatkan budidaya rumput laut, maka pemerintah hendaknya berupaya untuk meningkatkan ketrampilan petani dalam hal tehnik budidaya, pengolahan dan pemasaran, dengan sentuhan teknologi ramah lingkungan agar dapat menghasilkan rumput laut yang berkualitas tinggi. Dukungan pemerintah tentang budidaya rumput laut terbukti dengan adanya berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan meningkatkan dan menumbuhkembangkan rumput laut agar produksinya memiliki kualitas yang baik sehingga mampu bersaing di pasaran dunia.  Untuk itu diperlukan kegiatan pemetaan terhadap komoditi rumput laut agar mampu mengestimasi seberapa besar potensi pengembangan komoditi rumput laut ditiap wilayah. Secara umum tujuan dari pemetaan adalah untuk menimbulkan daya tarik pada obyek yang dipetakan, untuk lebih memperjelas atau menonjolkan obyek penting secara sederhana, dan untuk memperjelas suatu bahasan atau pembicaraan, serta sebagai sumber data yang indah dan menarik. Teknikanalisis data yang digunakan  adalahIdentifikasi potensi komoditi rumput laut dan Identifikasi potensiagroindustri olahan rumput laut padaTingkat Kecamatan di Kabupaten Sumenep menggunakan MetodePerbandingan Eksponensial. Dari hasil pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa Sebaran agroindustri olahan rumput laut di Kabupaten Sumenep sangat terbatas, hal tersebut terlihat dari jumlah kecamatan yang terdapat agroindustri olahan rumput laut. agroindustri olahan rumput laut hanya ada di 2 kecamatan dari 27 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumenep yaitu Kecamatan Bluto dan Dungkek. Rumput laut di Kabupaten Sumenep dapat diolah menjadi berbagai produk seperti agar- agar, manisan, krupuk, dan sebagainya, sehingga dapat menimbulkan terciptanya cluster industri, yaitu berupa industri pengolahan baik secara mandiri maupun kelompok yang nantinya dapat menyerap tenaga kerja dan menambah penghasilan masyarakat. Potensi (posisi) agroindustri olahan rumput laut pada tingkat kecamatan di Kabupaten Sumenep melalui Pendekatan Metode Eksponensial.
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA Ika Fatmawati; Didik Wahyudi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 4 No 1 (2007): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.705 KB) | DOI: 10.24929/fp.v4i1.530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis ketersediaan pangan, sistem distribusi, dan daya beli masyarakat di Indonesia secara umum. Alat analisis yang digunakan untuk melakukan peramalan adalah Trend Linear dengan metode kuadrat terkecil dan untuk memperoleh gambaran sistem distribusi digunakan analisis deskriptif, sedangkan daya beli masyarakat digunakan indikator upah nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai tahun 2012, Indonesia masih memiliki nilai kecukupan beras positif, sehingga sebenarnya tidak perlu mengimpor beras dari luar negeri. Sistem distribusi pangan, khususnya beras, pada dasarnya merupakan syarat utama terwujudnya swasembada pangan. Tanpa adanya sistem distribusi yang efektif dan efisien, swasembada pangan tidak mungkin tercapai. Oleh sebab itu, salah satu tugas penting dalam merumuskan "politik pertanian" sebagaimana yang diharapkan, penataan dan pemantapan sistem distribusi pangan menjadi sebuah kebutuhan. Tingkat daya beli masyarakat indonesia untuk membeli pangan menurun tiap tahun mengalami penurunan. Penurunan daya beli masyarakat ini di sebabkan oleh pemerintah gagal mengontrol harga-harga, terutama harga migas dan kebutuhan pokok.
POTENSI EKONOMIS PENGGEMUKAN SAPI MADURA DENGAN PEMBERIAN SUPLEMEN PAKAN MULTINUTRIEN Ika Fatmawati; Awiyanto Awiyanto; Isdiantoni Isdiantoni; Arfinsyah Hafid Anwari
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 6 No 1 (2009): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.114 KB) | DOI: 10.24929/fp.v6i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pemberian SPM terhadap Sapi Madura mampu meningkatkan pertambahan berat badan maksimal dan potensi ekonomis (besarnya peningkatan pendapatan) terhadap usaha penggemukan Sapi Madura dengan pemberian SPM. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji beda rata-rata (perbandingan) dan analisis anggaran parsial (anggaran keuntungan parsial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berkualitas (dengan penambahan SPM) mampu meningkatkan pertambahan berat badan Sapi Madura yang digemukkan dan memberikan keuntungan atau peningkatan pendapatan peternak. Pertambahan berat badan belum tentu memberikan keuntungan yang maksimal terhadap usaha penggemukan Sapi Madura, karena ada beberapa faktor lain yang menjadi pembentuk harga Sapi Madura.
KESIAPAN MASYARAKAT TERHADAP PERENCANAAN PENGEMBANGAN AGROWISATA JAMU RAMUAN MADURA DI KABUPATEN SUMENEP Ika Fatmawati; Arfinsyah Hafid A; Sendy Ralistiya
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 9 No 1 (2012): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.251 KB) | DOI: 10.24929/fp.v9i1.572

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap perencanaan pengembangan Agrowisata Jamu Ramuan Madura di Kabupaten Sumenep dan (2) untuk mengetahui kesiapan masyarakat terhadap perencanaan pengembangan Agrowisata Jamu Ramuan Madura di Kabupaten Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja di Desa Matanair Kecamatan Rubaru dengan pertimbangan berdasarkan penelitian sebelumnya (Fatmawati et al. (2012) dan Ralistiya et al. (2012) bahwa Desa Matanair merupakan daerah yang berpotensi untuk dikembangkan Agrowisata Jamu Ramuan Madura. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat Desa Matanair siap terhadap perencanaan pengembangan Agrowisata Jamu Ramuan Madura walaupun perlu sosialisasi karena masih banyak yang belum mengetahui adanya perencanaan tersebut.
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KACANG METE GORENG CENTRA MENTE MADURA DI SUMENEP Zainudin Zainudin; Ika Fatmawati; Amir Hamzah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 11 No 1 (2014): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.882 KB) | DOI: 10.24929/fp.v11i1.578

Abstract

Dalam kondisi persaingan bisnis, sikap konsumen sangat berpengaruh terhadap suatu produk karena memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap keputusan pembelian suatu produk. Sikap konsumen juga mempengaruhi keputusan konsumen seperti harga, rasa, dan kemasan yang merupakan faktor pendorong dalam proses keputusan pembelian suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dan pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian kacang mete goreng Centra Mente Madura di Sumenep. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli dan mengkonsumsi pruduk kacang mete goreng Centra Mente Madura di Sumenep. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Berganda dan Regresi Berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap konsumen dari segi rasa, harga, dan kemasan memiliki hubungan yang kuat (74,7%) dalam mempengaruhi keputusan pembelian kacang mete goreng. Dari hasil ketiga variabel T1, T2, dan T3 secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) terhadap kacang mete goreng.
Persepsi Masyarakat Madura Terhadap Peran Tumbuhan Etnofarmaka di Kabupaten Sumenep Dody Kurniawan; Ika Fatmawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 16 No 2 (2019): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.992 KB) | DOI: 10.24929/fp.v16i2.809

Abstract

Salah satu wilayah di Pulau Madura yang memiliki kontribusi besar dalam produksi tanaman obat adalah Kabupaten Sumenep. Sumenep juga dikenal sebagai pusat pembuatan ramuan obat tradisional. Peran pentingnya etnofarmaka sebagai sediaan bahan baku obat tradisional di lingkungan masyarakat Sumenep perlu ditanamkan dari generasi ke genarasi berikutnya. Adanya interaksi tersebut membentuk persepsi sebagai rangsangan dalam sikap dan tindakan manusia terhadap tanaman obat. Maka penting bagi peneliti untuk menelaah lebih lanjut mengenai persepsi masyarakat Madura terhadap peran tanaman etnofarmaka di Kabupaten Sumenep. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan peran etnofarmaka sebagai bahan baku sediaan obat tradisional pada masyarakat Madura; 2)Mengetahui persepsi masyarakat mendasarkan gol umur terhadap peran etnofarmaka; 3)Mengetahui prioritas peran tumbuhan etnofarmaka di kalangan masyarakat Madura. Penelitian dilakukan di Kecamatan Rubaru, Ambunten, Lenteng, Manding dan Batuan. Penentuan lokasi tersebut ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa kelima Kecamatan tersebut merupakan sentra produksi beberapa macam tanaman biofarmaka di Kabupaten Sumenep. Metode analisa yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan presepsi masyarakat Madura mengenai etnofarmaka dengan menggunakan Skala Likert serta digunakan observasi berpartisipasi dalam menelaah lebih lanjut peran etnofarmaka dalam presepsi masyarakat. Adapun Hasil dari penelitian ini adalah jenis penggunaan tanaman Etnofarmaka untuk penyakit di Kabupaten Sumenep seperti Jahe untuk pengobatan batuk, masuk angin, obat bisul; Kencur untuk pengobatan batuk, selesai melahirkan; Kunyit untuk pengobatan panas dalam, tipus, panu, tidak nafsu makan; Temu Ireng untuk pengobatan tidak nafsu makan, batuk, cacingan; Temulawak untuk pengobatan kolesterol, demam; Lengkuas untuk pengobatan rematik, ganguan pencernaan; Temu Kunci untuk pengobatan gangguan lambung; Mengkudu untuk lemah jantung, keputihan; dan Lidah Buaya untuk pengobatan batuk, rambut rontok, luka; penggunaan Etnofarmaka secara urut pada usia terbesar dengan 38% terdapat pada umur 41-50 tahun, kemudian 24% pada kisaran umur 20-30 tahun, dan 22% pada umur antara 31-40 tahun, sedangkan 16% pada umur 51-60 tahun dan dibawah 20 tahun sangat sedikit; dan Prioritas peran tumbuhan Etnofarmaka di kalangan masyarakat Madura sebagai tumbuhan pengobatan dengan tingkat kemudahan mendapatkan, dapat digunakan di semua golongan usia, tingkat kesesuaian kebutuhan oleh masyarakat dan penggunaan tanpa efek samping.
KELAYAKAN AGROWISATA JAMU RAMUAN MADURA DI KABUPATEN SUMENEP Ika Fatmawati P
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 10 No 1 (2013): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.659 KB) | DOI: 10.24929/fp.v10i1.29

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan Agrowisata Jamu RamuanMadura di Kabupaten Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja di Desa MatanairKecamatan Rubaru dengan pertimbangan berdasarkan penelitian sebelumnya (Fatmawati et al., 2012) danRalistiya et al. (2012) bahwa Desa Matanair merupakan daerah yang berpotensi untuk dikembangkanAgrowisata Jamu Ramuan Madura. Hasil analisis menunjukkan bahwa agrowisata jamu ramuan maduradi desa Matanair Kecamatan Rubaru layak untuk diusahakan dengan nilai NPV sebesarRp13.979.701.973,49, IRR sebesar 30,52% yang melebihi nilai tingkat suku bunga atau discount factoryaitu 12,4%, serta Net B/C sebesar 10,22..Kata kunci: Agrowisata jamu ramuan madura, kelayakan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin coconut oil) DI KABUPATEN SUMENEP Ika Fatmawati; Didik Wahyudi; Arfinsyah Hafid Anwari
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 6 No 1 (2009): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.136 KB) | DOI: 10.24929/fp.v6i1.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha agroindustri minyak kelapa murni (VCO) dan merumuskan strategi pengembangan agroindustri minyak kelapa murni (VCO) di Kabupaten Sumenep. Analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah analisis kelayakan usaha yang meliputi: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C); dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri VCO secara finansial menguntungkan bagi pengusaha dan layak dikembangkan, hal ini dapat dilihat dari nilai NPV pada tingkat bunga 15% adalah lebih besar dari satu yaitu sebesar 5.327.968,22; nilai IRR yang diperoleh sebesar 18,53%; dan nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari satu yaitu sebesar 1,07. Untuk strategi yang harus dilakukan dalam pengembangan agroindustri VCO adalah meningkatkan jumlah produksi dan ekspansi pasar untuk memenuhi permintaan pasar, meningkatkan kualitas produk VCO dan pemberian label atau merek dagang,sehingga dapat bersaing dengan produk sejenis di pasaran, memperbesar modal dan memperluas daerah pemasaran melalui promosi atau melalui kemitraan dengan pihak yang memiliki jaringan pasar luas serta meningkatkan peran kelembagaan petani produsen VCO, dan perbaikan mutu dan kualitas serta diversifikasi produk melalui peningkatan peran aparat pemerintah dalam menerapkan pengendalian mutu dan standarisasi produk.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK CAIR URINE SAPI SEBAGAI SUBSTITUSI PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa) Ika Fatmawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 7 No 1 (2010): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.453 KB) | DOI: 10.24929/fp.v7i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk cair urine sapi sebagai substitusi dari pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tersusun secara faktorial yang terdiri dari faktor I berupa dosis pupuk cair urine sapi, terdiri dari pupuk cair urine sapi 5 liter/ha (A1), pupuk cair urine sapi 10 liter/ha (A2), pupuk cair urine sapi 15 liter/ha (A3) dan faktor II berupa dosis pupuk urea, terdiri dari urea 150 kg/ha (B1), urea 100 kg/ha (B2), urea 50 kg/ha (B3), urea 0 kg/ha (B4). Analisis yang digunakan adalah analisis ragam dengan menggunakan uji F, kemudian diuji dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) atau Uji Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk cair urine sapi dengan pupuk urea terhadap semua variabel yang diamati. Perlakuan pupuk cair urine sapi juga tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian urea 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik pada variabel tinggi tanaman umur 48 HST, 58 HST, dan 68 HST, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, jumlah gabah isi, dan produksi per ha (GKP).
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LENGKUAS MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA BAGI KELOMPOK TANI AMANAH DI DESA MATANAIR JAWA TIMUR R Amilia Destryana; Ika Fatmawati Pramasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.438 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3188

Abstract

Abstrak: Kelompok Tani Amanah berada di Desa Matanair, Jawa Timur yang menghasilkan lengkuas sebagai komoditas hasil pertanian yang utama. Lengkuas yang diproduksi berukuran cukup besar dibandingkan dengan ukuran rimpang jahe, berwarna putih terkadang kemerahan dan bersifat sebagai antibakteri, terdapat pada minyak atsiri yaitu senyawa fenol yang merupakan salah satu senyawa bioaktif bermanfaat. Komoditas lengkuas dihasilkan oleh petani di Desa Matanair, Jawa Timur dalam jumlah yang cukup tinggi. Tanaman ini berpotensi sebagai tanaman biofarmaka untuk dikembangkan menjadi bahan baku produk obat-obatan dan pangan yang bernilai tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lengkuas segar bersih melalui penerapan teknologi tepat guna. Dalam produktivitas lengkuas segar bersih dalam proses pengolahan pasca panen, proses pencucian adalah proses pengolahan yang merupakan tahapan yang penting untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 2 metode pendekatan yaitu melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna mesin pencuci lengkuas. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan kuantitas hasil produk lengkuas segar bersih, efisiensi waktu sebesar 28% dibanding proses pencucian manual  dan adanya peningkatan pengetahuan serta pemahaman mitra masyarakat sebesar 60-80% terhadap teknologi pasca panen dalam bidang pertanian. Abstract:  The Amanah Farmer Group is a farmer group in Matanair Village, Rubaru District which produces galangal as its main agricultural commodity. The galangal produced is quite large compared to the size of the ginger rhizome, is sometimes reddish-white, and has antibacterial properties, it is found in essential oils, namely phenolic compounds which are one of the useful bioactive compounds. The galangal commodity produced by farmers in Rubaru Subdistrict, Sumenep Regency is quite high. This plant has the potential as a medicinal plant to be developed into raw material for high-value medicinal and food products. The activity aims to increase the productivity of clean fresh galangal through the application of appropriate technology. In the productivity of clean fresh galangal in the post-harvest processing process, the washing process is a processing process which is an important step to produce products that are following consumer desires. The implementation of this activity consists of 2 approach methods, namely through training and assistance in the use of appropriate technology for the galangal washing machine. The results obtained from this service activity were an increase in the quantity of clean fresh galangal products and an increase in the knowledge and understanding of community partners about technology in agriculture.