Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANTHELMINTIC POTENTIAL OF MORINGA OLEIFERA AS INHIBITOR MITOCHONDRIAL RHODOQUINOL-FUMARATE REDUCTASE FROM ASCARIS SUUM USING THE DOCKING METHOD Novian, Dede Rival
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.396 KB) | DOI: 10.31603/pharmacy.v5i2.3000

Abstract

One of the parasitic nematodes that can cause malnutrition, even death in humans, is Ascaris suum. The parasite can survive in its host cell by metabolizing using the fumarate reductase enzyme. With this metabolism, the parasite can produce energy to survive in its host cell. Rhodoquinone (RQ) plays a part in helping the fumarate reductase reaction in parasite metabolism, and energy from metabolism was not produced when the enzyme was disrupted. Thus Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase can be a good target of anthelmintic drug receptors. The results of investigations using in vitro and in vivo methods showed that Moringa oleifera has various medicinal functions including anti-inflammatory, antimicrobial, antidiabetic, antioxidant, anti-tumour, anti-cancer, and anti-clastogenic properties. However, the potential of the drug Moringa oleifera against anthelmintics has not been further investigated. Simulation docking is the research method used to find the anthelmintic potential of Moringa oleifera as the Ascaris suum inhibitor of Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase. This study aims to examine the potency of Moringa oleifera bioactive compounds on the anthelmintic receptor Mitochondrial rhodoquinol-fumarate reductase by using efficient and effective research time with the docking simulation model. The results showed the bioactive compound 3,5-bis (1,1-dimethylethyl) -phenol from Moringa oleifera had potential as a new anthelmintic drug compound, 3,5-bis (1,1-dimethylethyl) -phenol activity had affinity energy of - 7.0 kcal / mol and has physicochemical properties that are not contrary to the rules of the drug compounds from Lipinski.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA E-LEARNING BAGI MAHASISWA KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Novian, Dede Rival
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i2.414

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk Melatih melatih mahasiswa kedokteran hewan Universitas Nusa Cendana menggunakan media e-learning Google Classroom. Dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa dapat mengoptimalkan penggunakan Google Classroom dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan untuk menggali masalah yang berkaitan dengan potensi pembelajaran e-learning. Pada tahap ini dilakukan penyampaian materi e-learning dan pelatihan cara mengakses dan menggunakaan Google Classroom. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui kendala selama pelatihan. Dengan adanya kegiatan ini mengakibatkan bertambahnya pengetahuan mahasiswa Kedokteran Hewan di Universitas Nusa Cendana tentang pembelajaran e-learning dan terampil dalam menggunakan Google Classroom sebagai media pembelajaran online yang interaktif dan menyenangkan dalam proses kegiatan belajar mengajar dan adanya produk e-learning yaitu Google Classroom sebagai media pembelajaran online yang mudah digunakan
PELATIHAN PERWASITAN BOLA VOLI INDOOR TINGKAT CABANG PENGURUS PBVSI KOTA KUPANG Arif, Yudabbirul; Novian, Dede Rival
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i1.460

Abstract

Pertandingan merupakan alat ukur bagi pembinaan olahraga prestasi. Keberhasilan dalam pembinaan prestasi khususnya bola voli akan ditentukan dalam keberhasilan pada suatu kejuaraan atau pertandingan. Pertandingan bola voli membutuhkan wasit serta pelatih yang terdidik dan terlatih. Wasit yang terdidik dan terlatih tentunya akan mengambil keputusan dengan tepat, hingga membuat pertandingan dapat berjalan dengan lancar. Para peserta pelatihan perwasitan merupakan mahasiswa-mahasiwi penjaskesrek Undana dan guru-guru penjasorkes di Kota Kupang yang telah dibekali mata kuliah dasar permainan bola voli. Pelaksanaan penataran wasit membutuhkan waktu sebanyak 56 jam pelajaran teori dan praktek. Waktu yang dibutuhkan ini mengacu kepada aturan resmi PP PBVSI untuk mengadakan pelatihan wasit tingkat Kota Kupang. Jadwal disusun untuk merencanakan proses pelatihan yang berisikan materi teori dan praktek.  Proses pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari dengan 56 jam berjalan dengan tertib dan lancar yang terhitung mulai tanggal 9 September - 11 September 2019. Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusiasme yang tinggi. Ini dapat dilihat dari persentase yang besar dari kehadiran peserta di setiap sesi pelatihan. Pelaksanan pelatihan yang telah dilaksanakan atas atas kerja sama tim Program Studi Penjaskesrek bersama Pengkot PBVSI Kota Kupang dapat terlaksana dengan lancar dan baik selama 3 hari dengan 56 jam dengan hasil yang memuaskan.
EKSPLORASI POTENSI ANTI MALARIA SENYAWA BIOAKTIF MORINGA OLEIFERA DENGAN PENDEKATAN IN SILICO Novian, Dede Rival
Jurnal Ilmiah As-Syifaa Vol 11, No 2 (2019): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.434 KB)

Abstract

Malaria is a global human health problem and also a leading cause of death in tropical and subtropical countries. Over the past fifteen years, the prevalence of malaria has decreased by more than half. However, a new problem emerged, namely the emergence of resistance to existing malaria drugs. Therefore, efforts to develop new malaria drugs are needed to combat the malariad disease. Moringa oleifera is one of the important plants that is widely cultivated in NTT. This plant contains many important pharmacological effects such as anti-asthma, antidiabetic, anti-inflammatory, anticancer, antimicrobial, and others. However, the pharmacological effects of MO plants as antimalarials are not yet clearly known. The aim of this study is to use the in silico approach to investigate the potential of the Moringa oleifera compound which functions as a Plasmodium falciparum dihydrofolate reductase-thymidine synthase (pfDHFR-TS) receptor inhihibitor. The research method used is the in silico approach using TCMSP web based application and molecular docking simulation using USCF Chimera. The results of pharmacological tests and molecular docking simulations show that the bioactive pyhtol compound from Moringa oleifera has potential as a new malaria drug compound. Phytol compound has a MW of 296.6; the number of Hdon and Hacc is 1; OB of 33.82%; TPSA of 20.23 and the number of HL is 2.34. While the energy affinity of pyhtol compounds is -6.4 kcal / mol.
PREVALENSI DAN DERAJAT INFEKSI NEMATODOSIS PADA KAMBING KACANG DI KOTA KUPANG Laut, Meity Marviana; Novian, Dede Rival; Winarso, Aji
JURNAL KAJIAN VETERINER PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-7
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v0i0.1595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat prevalensi dan derajat infeksi nematoda gastrointestinal pada kambing kacang di Kota Kupang selama musim kemarau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 di peternakan kambing tradisional di Kota Kupang. Sebanyak 30 ekor kambing dari delapan peternakan diambil sampel fecesnya. Pengamatan parasit di dalam feses dilakukan melalui metode kuantitatif McMaster dengan larutan pengapung gula jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan statsitik deskriptif. Kambing kacang di Kota Kupang terinfeksi nematoda kelompok strongil, genus Strongyloides, dan genus Trichuris. Prevalensi infeksi strongil 33.33% dengan derajat infeksi ringan hingga sedang, prevalensi strongyloidosis sebesar 63.33% dengan derajat infeksi ringan hingga berat, dan prevalensi trichurosis sebesar 30.00%.dengan derajat infeksi ringan hingga sedang. Faktor musim berpengaruh pada tingkat prevalensi dan derajat infeksi masing-masing kelompok cacing.
Studi In Silico Potensi Antimalaria Passiflora Foetida Novian, Dede Rival
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.204412022

Abstract

Malaria is a threat to 3.3 billion people (almost (50% of the world's population) in Asia and Africa. The World Health Organization (WHO) 2014 reported that there are two types of plasmodium, namely P. falciparum and P. vivax that play a role in malaria infection worldwide. Many antimalarial drugs, such as chloroquine, pyrimethamine, quinine, proguail, sulfadoxine, and artemisinin have been used to treat malaria. However, the use of anti-malarial drugs continuously can cause resistance. The plant Passiflora foetida is reported to have anti-cancer, antioxidant activity, analgesic, anti-inflammatory, antidiarrheal, antiepileptic, anticancer, antidepressant, antihyperglycemic, antihypertensive, antihistamine, anti-inflammatory, antimicrobial and antibacterial. However, the activity of these plants against antimalarial either in silico, in vitro or in vivo is not clearly known, so it needs to be done a more in-depth study. This study aims to look at the interaction between the bioactive compound Passiflora foetida and the Plasmodium falciparum ferredoxin: NADP+ reductase (PfFNR) receptor using the docking simulation method. The research method used to observe the interaction between the bioactive compound Passiflora foetida and the PfFNR receptor is molecular docking simulation. The result of this research is that Er-manin and Deidaclin ligands are predicted to have antimalarial potential. Ermanin has an energy affinity of -7.6 kcal/mol, while Deidaclin has an energy affinity of -6.8 kcal/mol. Both have lower affinity energy than the Quinone compound (positive control) which only has an affinity energy of -5.4 kcal/mol. However, this research using the docking simulation method still needs to be validated again using in vitro and in vivo methods.  Abstrak: Malaria merupakan ancaman bagi 3,3 miliyar penduduk (hampir (50% dari populasi dunia) di benua Asia dan Afrika. World Health Organization (WHO) pada tahun 2014 melaporkan bahwa ada dua jenis plasmodium yaitu P. falciparum dan P. vivax yang berperan terhadap infeksi malaria diseluruh dunia. Banyak obat antimalaria, seperti klorokuin, pirimetamin, kuinin, proguail, sulfadoksin, dan ar-temisinin telah digunakan untuk terapi malaria. Namun, pengunaan obat anti mlaria secara terus menurus dapat menyebabkan resisten. Tanaman Passiflora foetida dilaporkan memiliki aktivitas anti-kanker, antioksidan, analgesik, antiinflamasi, antidiare antiepilepsi, antikanker, antidepresan, anti-hiperglikemik, antihipertensi, antihistamin, anti-inflamasi antimikroba dan antibakteri. Namun, aktivi-tas tanaman tersebut terhadap antimalaria baik secara in silico, in vitro maupun in vivo belum diketahui dengan jelas, sehingga perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam. Peneltian ini bertujuan untuk melihat interaksi antara senyawa bioaktif Passiflora foetida dengan reseptor Plasmodium falciparum ferredoxin: NADP+ reductase (PfFNR) dengan menggunakan metode simulasi docking. Metode penelitian yang digunakan untuk melihat interaksi antara senyawa bioaktif Passiflora foetida dengan reseptor PfFNR adalah simulasi molekular docking. Hasil dari peneltian ini adalah senyawa ligan Er-manin dan Deidaclin diprediksi mempunyai potensi antimalaria. Ermanin memiliki energi afinistas sebesar -7,6 kcal/mol, sedangkan Deidaclin memiliki ernegi afinitias sebesar -6,8 kcal/mol. Keduanya memiliki energi afinitas yang lebih rendah dari senyawa Quinone (Kontrol positif) yang hanya mem-iliki energi afinitas -5,4 kcal/mol. Namun demikian, penelitian dengan metode simulasi docking ini masih perlu di validasi lagi dengan menggunakan metode in vitro dan in vivo