Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : J@TI (TEKNIK INDUSTRI)

PEMILIHAN PEMASOK DAN PENENTUAN KUANTITAS PESAN PAKAN TERNAK MENGGUNAKAN MULTI OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING Ratnasari, Sintya; Diesya, Stephani; P., Yogie Budi; Yuniaristanto, Yuniaristanto; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.488 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.3.163-168

Abstract

Artikel ini merupakan pengembangan dari artikel Musyafak, dkk (2012) yang membahas mengenai penilaian kinerja supplier pakan ternak menggunakan Analytic Network Process(ANP) dan Rating Scale (Studi kasus PT. DMC, Malang, Jawa Timur). PT. DMC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan yang memerlukan pakan ternak dari pihak ketiga. Dalam artikelnya, Musyaffak, dkk sudah melakukan penilaian kinerja dari masing-masing pemasok tetapi belum menggunakan penilaian tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah pesanan pakan ternak yang optimal.  Saat ini terdapat tiga pemasok yang bekerja sama dengan perusahaan sehingga pemilihan pemasok merupakan hal yang penting bagi departemen pembelian. Enterprise Resource Planning(ERP) sistem dalam proses pemilihan pemasok dapat menghasilkan penyimpanan biaya dan waktu. Artikel ini bertujuan untuk penentuan pemasok dan jumlah pakan ternak yang harus dipesan pada setiap pemasok dengan menggunakan Multi Objective Linear Programming. Model tersebut dikembangkan berdasarkan tiga kunci utama ERP. Fungsi Tujuan dari model untuk meminimasi biaya, defect rate, delivery delay rate dan supplier rate. Model dipecahkan dengan bantuan Microsoft Excel Solver Software. Hasil menunjukan, pesanan untuk ketiga pemasok adalah 100, 100 dan 32 tons.
PERANCANGAN SISTEM PEMILIHAN MODEL DISKON UNTUK BUYER PRODUK TEXTILE PT ABC DENGAN PENDEKATAN AHP Sari, Anita Andria; Yuniaristanto, Yuniaristanto; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.1, Januari 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.274 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.1.51-58

Abstract

Sebuah perusahaan textile PT ABC mengalami penurunan volume penjualan lebih dari 14% dari volume penjualan normal per tahun selama periode 200x-200y. Bagi perusahaan, penurunan volume penjualan ini mengakibatkan menumpuknya stok di gudang serta berhentinya perputaran uang perusahaan. Perusahaan menduga bahwa penurunan volume penjualan ini disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan pada bisnis ini. Diskon yang tepat dapat mendorong buyer meningkatkan volume pembeliannya. Perusahaan harus memilih model diskon yang sesuai dengan sistem bisnis perusahaan dan yang sesuai dengan preferensi dari para buyer agar model diskon yang diterapkan dapat efektif mendukung program promosi perusahaan. Untuk mengembangkan model hubungan buyer-suplier terkait dengan pemilihan sistem diskon, dibagi dalam tiga langkah utama.  Langkah Pertama adalah pembangkitan kriteria mengenai faktor yang dipertimbangkan buyer dalam mengambil keputusan mengenai diskon yang diberikan supplier. Langkah kedua, dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap faktor-faktor yang dibangkitkan. Langkah ketiga, dilakukan pembobotan terhadap hasil langkah kedua menggunakan pendekatan AHP. Selanjutnya, diberikan usulan Standard Operation Procedure (SOP) sebagai dasar perusahaan mengimplementasikan sistem diskon yang diusulkan pada penelitian ini. Kata kunci: sistem diskon, analytic hierarchy process, standard operation procedure, hubungan buyer-supplier   Abstract PT ABC is one of Textile Company that suffered degradation of sales volume more than 14% from normal sales volume per year during period  200x-200y. This condition impacted the heaping of stocks in warehouse and also intrudes company’s cash flow.  The Company guesses that degradation of this sales volume caused by the tightness of competition in textile business. In this paper, we propose discount schema to help company increasing sales revenues. We designed a system to choose discount model for textile buyer-supplier relationship.  As pre elimenary, we  identified the characteristics of buter used questionnare. Company have to choose model discounted matching with company business system and matching with preference from buyer discounted by which applied can effective support company promotion program. To develop a model the first step is evocation of criterion considered buyer preference. Second, we test and validity the factors. Third step weighted the factor used AHP. Finally, the model decided based on criterion that have biggest priority from buyer. Hereinafter, we propose Standard Operation Procedure (SOP) as a base for the company to implement a new discount system. Keywords:  discount system, analytic hierarchy process, standard operation procedure, buyer-supplier relationship
PENGEMBANGAN MODEL GAME THEORY PADA SKEMA PERSEDIAAN PENYANGGA UNTUK MENJAMIN KETERSEDIAAN DAN KESTABILAN HARGA KOMODITAS GULA PASIR Jenar, Mahesa; Sutopo, Wahyudi; Yuniaristanto, Yuniaristanto
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 2, Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.185 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.2.97-102

Abstract

Bahan pokok yang setiap hari dikonsumsi masyarakat Indonesia antara lain beras, gula pasir, dan minyak goreng. Bahan pokok tersebut merupakan hasil dari sektor pertanian atau komoditas pertanian. Komoditas pokok tersebut dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sepanjang tahun dalam jumlah yang sangat besar. Karena komoditas pokok diperlukan sepanjang tahun, ketersediaan terhadap komoditas pokok merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menyediakan persediaan penyangga sebagai instrumen untuk mengendalikan keseimbangan pasokan dan permintaan pasar. Baik produsen, pedagang, dan konsumen menggunakan strategi masing-masing yang bersesuaian dengan kepentingan tersebut. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan matematis yang dapat menganalisa proses pengambilan keputusan yang melibatkan dua atau lebih kepentingan. Dalam penelitian ini akan digunakan game theory untuk menganalisa pengambilan keputusan dari kepentingan yang terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa model game theory dapat menggambarkan hubungan transaksi antara produsen dan konsumen dalam skema persediaan penyangga. Selain itu, game theory dapat menggambarkan beberapa kondisi dalam skema persediaan penyangga melalui strategi yang dikembangkan.     Abstract Indonesian society consumpts some staple commodities such as rice, sugar, and cooking oil. Staple commodities are from agricultural commodities. Staple commodities consumed by the people of Indonesia during the year in a very large number. Because the staple commodities required throughout the year, the availability of the staple commodities is very important for the people of Indonesia. Food security can be ensured by providing a buffer stock as an instrument for controlling the balance of supply and demand. Both producers, traders, and consumers are using their each strategy that corresponding to these interests. It required a mathematical approach that can analyze the decision-making process that involves two or more interests. In this study game theory will be used to analyze the decisions of relevant interests. The result shows that the model of game theory can describe the relationship between producer and consumer transactions in the buffer stock scheme. Moreover, game theory can describe some of the conditions in the buffer stock scheme through a strategy developed.