Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FILM DOKUMENTER EKSISTENSI TARIAN DAN KESENIAN SAKRAL WAYANG WONG DESA ADAT SIDAN I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Nyoman Widhi Adnyana; Komang Redy Winatha; I Nyoman Yoga Trisemarawima
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 5, No 02 (2019): August 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i2.2561

Abstract

AbstrakSeni pertunjukan wayang wong adalah salah satu kesenian di Bali dan masih ditarikan di daerah desa tradisional Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kesenian wayang wong ini menjadi menarik, karena merupakan salah satu kesenian yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Tetapi di Desa Sidan, wayang wong hanya ditarikan saat upacara keagamaan khusus. Pada prosesi sebelum pertunjukan ditarikan oleh masyarakat setempat, dilakukan ritual khusus pada para penari. Pengamatan lapangan tidak ditemukan adanya dokumentasi dalam bentuk apapun yang mengacu pada rangkaian acara tersebut, termasuk foto ataupun rekaman video. Berdasarkan wawancara dengan kelompok penari, regenerasi dilakukan dari generasi ke generasi secara langsung. Tidak adanya dokumen fisik atau digital, memotivasi tindak lanjut untuk mengeksplorasi fenomena kesenian ini. Metode kualitatif melalui pengumpulan data observasi tempat rangkaian prosesi kesenian wayang wong dan wawancara dilakukan pada anggota penari serta pimpinan desa adat yang mengetahui eksistensi kesenian ini. Kemudian dikomparasikan dengan proses perancangan video, sehingga didapatkan rangkaian cerita dalam bentuk film dokumenter. Finalisasi film dokumenter kemudian didelegasikan secara langsung pada masyarakat setempat, sehingga dapat digunakan sebagai acuan kajian lebih lanjut oleh para akademisi ataupun praktisi seni. Hal ini bertujuan untuk melestarikan kesenian wayang wong sakral yang telah langka di Bali. Kata Kunci: film, dokumenter, tari, wayang wong, Bali AbstractWayang wong performance art is one of the arts in Bali and is still danced in the traditional village area of Sidan, Petang District, Badung Regency, Bali. Wayang wong art is interesting because it is one of the arts that are considered sacred by the local community. But in Sidan Village, wayang wong is only danced during special religious ceremonies. In the procession, before the performance was danced by the local community, a special ritual was performed for the dancers. Field observations were not found in any form of documentation that refers to the series of events, including photographs or video recordings. Based on interviews with dancer groups, regeneration is carried out from generation to generation directly. The absence of physical or digital documents motivates follow-up to explore this artistic phenomenon. The qualitative method was through observation data collection where a series of wayang wong art processions and interviews were conducted with dancers and traditional village leaders who knew the existence of this art. Then it is compared with the video design process so that a series of stories is obtained in the form of a documentary film. The finalization of the documentary was then delegated directly to the local community so that it could be used as a reference for further studies by academics or arts practitioners. It aims to preserve the art of the sacred wayang wong which has been rare in Bali. Keywords: film, documentary, dance, wayang wong, Bali
Memahami Ritual Aci Keburan Melalui Sajian Multimedia Adnyana, I Nyoman Widhi; Ariningsih, Kadek Ayu
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.877 KB)

Abstract

Keberadaan teknologi memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia. Masyarakat tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi dan membawa manusia kepada era modern. Masyarakat Desa Pakraman Kelusa ikut dibawa dalam pengaruh gencarnya perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi saat ini yang berpengaruh besar dalam tatanan hidup masyarakatnya. Masyarakat Desa Pakraman Kelusa banyak yang mengalami pengaburan makna tentang makna pelaksanaan ritual Aci Keburan di Pura Hyang Api. Makna Ritual Aci Keburan disampaikan kembali dengan menggunakan teknologi dalam sajian multimedia. Dipilihnya multimedia mengingat sifat dari sajian multimedia adalah mengatasi keterbatasan ruang dan daya indera. Sehingga diharapkan masyarakat Desa Pakraman Kelusa memahami kembali makna pelaksanaan ritual Aci Keburan yang sebenarnya. 
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Self Regulated Learning untuk Mata Kuliah Videography dan Broadcasting di STMIK STIKOM Indonesia ., I NYOMAN WIDHI ADNYANA; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.189 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i3.2241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa multimedia interaktif berbasis self regulated learning (SRL) untuk mata kuliah Videography dan Broadcasting di STMIK STIKOM Indonesia. Penelitian pengembangan ini didasari oleh belum tersedianya bahan ajar inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum serta untuk mengembangan kemampuan self regulated learing pada mata kuliah Videography dan Broadcasting yang dapat digunakan secara mandiri di dalam maupun di luar lingkungan kampus baik secara mandiri maupun kolaboratif. Prosedur pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Subjek uji coba terdiri dari satu orang ahli isi, satu ahli media sekaligus sebagai ahli desain pembelajaran, satu dosen pengampu mata kuliah, 3 mahasiswa dalam uji perorangan, 6 mahasiswa dalam uji kelompok kecil, dan 25 mahasiswa dalam uji lapangan terbatas. Data-data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ahli isi pembelajaran memberikan tanggapan bahwa multimedia interaktif dan buku petunjuk penggunaan sudah sesuai dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran, (2) ahli desain dan media pembelajaran memberikan tanggapan bahwa multimedia interaktif dan buku petunjuk penggunaan sangat baik serta layak untuk digunakan dalam pembelajaran, (3) Uji lapangan untuk dosen pengampu memberikan tanggapan bahwa multimedia interaktif buku petunjuk penggunaan baik. (4) mahasiswa dalam uji perorangan memberikan tanggapan bahwa multimedia interaktif sangat baik, (5) mahasiswa dalam uji kelompok kecil memberikan tanggapan bahwa multimedia interaktif baik, (6) berdasarkan uji lapangan untuk mahasiswa memberikan tanggapan bahwa multimedia interaktif sangat baik. Hasil akhir produk pengembangan selanjutnya dilakukan uji keefektifan. Keefektifan produk diketahui dengan cara membandingkan nilai pretest dan posttest menggunakan analisis inferensial uji-t. Sampel penelitian sebanyak 25 orang mahasiswa yang menempuh mata kuliah Videography dan Broadcasting. Uji perbedaan (uji-t) skor pretest dan posttest menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar mahasiswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif berbasis SRL. Hal ini membuktikan bahwa, multimedia interaktif berbasis SRL efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Kata Kunci : multimedia interaktif, self regulted learning, model ADDIE. This research aimed to develop learning product of interactive multimedia based on Self-Regulated Learning (SRL) especially in the videography and broadcasting subject at STMIK STIKOM Indonesia. The Background of this research are caused by needs of innovative module refers to curriculum requirement, further to develop the ability of SRL individually and collaboratively. The procedure of development research implements ADDIE models, that consist of five steps, are: analysis, design, development, implementation and evaluation. Trial Research subject include of one content expert, media expert and design learning expert, 1 lecturer, 3 students of personal test, 6 students of small group test, and 25 student of limited field test. The data of development product quality are collected by questioners and are analyzed by descriptive qualitative. Result of this research are: (1) content expert stated that interactive multimedia and manual book have been referred to the learning, (2) design and learning media expert argued that interactive multimedia and manual book are very appropriate and recommended for the learning, (3) Field test of lecturer argued that interactive multimedia and manual book are good, (4) students in personal test argued that interactive multimedia are very appropriate, (5) students in small group argued that interactive multimedia are good enough, (6) Based on field test of students argued that interactive multimedia are very appropriate. The final result of next development product is held an efficiency testing. The efficiency of product is processed by comparing the pretest and posttest value with inferential analysis of T-test. The sample of this research include of 25 students who learned in videography and broadcasting subject. Differences Test result (T-test) of pretest and posttest are indicated to the significant differences result of student result studies before and after using interactive multimedia based on SRL. It proven that interactive multimedia based on SRL is effectively develop the student learning results. keyword : interactive multimedia, self regulted learning, ADDIE model.
Mayadenawa In Digital Comic Preview Ariningsih, Kadek Ayu; Putra, Putu Satria Udyana; Adnyana, I Nyoman Widhi
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/ijhsrs.v4i2.1836

Abstract

The preservation of local wisdom in Indonesia, especially in Bali, is still very little brought to the realm of technology. This is especially true for millennial generations. One of the local wisdom is Galungan. Galungan Day begins with the Mayadenawa story. Millennials only know how to run the Galungan procession. There are still few who understand the history of celebrating Galungan. Today technology is often used as a medium to introduce local wisdom. The use of this technology can be used to understand the history of Galungan. Researchers collected data by distributing questionnaires. Data obtained from the results of the questionnaire on 50 millennial generation respondents. The age range of 12-25 years states that 70% do not understand the history of Galungan. Next, to the same respondents, Mayadenawa digital comics were given. The results than stated that 23% did not understand the history of Galungan.
IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM INFORMASI DESA DAN KEPENDUDUKAN BERBASIS WEB DI DESA KUKUH KERAMBITAN Parwita, Wayan Gede Suka; Mutiarani, Rizkita Ayu; Adnyana, I Nyoman Widhi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.33 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.25886

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu aparatur pemerintahan desa mengimplementasikan Sistem Informasi Desa dan Kependudukan Berbasis Web di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kebupaten Tabanan. Pengabdian kepada masayarakat ini dipolakan dengan 3 (tiga) tahapan, yaitu 1) tahap pendaftaran Domain.desa.id ke Kementerian Komunikasi dan Informatika; 2) tahap penyiapan server & hosting dengan memanfaatkan jasa para vendor web hosting, serta 3) implementasi Sistem Informasi Desa dan Kependudukan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukakn dalam bentuk kegiatan partisipasif perguruan tinggi melalui pendekatan terhadap sumber daya yang ada di mitra pada Pemerintahan Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan kabupaten tabanan. Bentuk kegiatan bertahap dan terdistribusi dalam 3 bulan.Kata kunci: Desa Kukuh, Sistem Informasi Desa
Mayadenawa In Digital Comic Preview Kadek Ayu Ariningsih; Putu Satria Udyana Putra; I Nyoman Widhi Adnyana
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/ijhsrs.v4i2.1836

Abstract

The preservation of local wisdom in Indonesia, especially in Bali, is still very little brought to the realm of technology. This is especially true for millennial generations. One of the local wisdom is Galungan. Galungan Day begins with the Mayadenawa story. Millennials only know how to run the Galungan procession. There are still few who understand the history of celebrating Galungan. Today technology is often used as a medium to introduce local wisdom. The use of this technology can be used to understand the history of Galungan. Researchers collected data by distributing questionnaires. Data obtained from the results of the questionnaire on 50 millennial generation respondents. The age range of 12-25 years states that 70% do not understand the history of Galungan. Next, to the same respondents, Mayadenawa digital comics were given. The results than stated that 23% did not understand the history of Galungan.
FENOMENA PERTANIAN DI DESA CELUK BURUAN BALI DALAM MEDIA DOKUMENTER I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Nyoman Widhi Adnyana; Putu Wirayudi Aditama
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 7, No 01 (2021): February 2021
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v7i01.3517

Abstract

AbstrakPertanian sebagai salah satu sektor penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan sebenarnya telah memiliki berbagai piranti hukum yang mendukung. Pesatnya pembangunan dan gencarnya pengadaan infrastruktur ternyata bertambah pesat pula alih fungsi lahan-lahan produktif milik petani. Fenomena ini diikuti pula dengan hasil panen dan industri kecil sebagai pendukung perputaran ekonomi kerakyatan yang perlahan mulai menurun. Perancangan dokumenter tentang eksistensi pertanian dan industri pertanian di Celuk Buruan dilakukan untuk membangkitkan kembali semangat agraris pada sektor ini. Pendekatan riset yang dilakukan dengan pengumpulan data secara kualitatif dari informan, perlahan diungkap fenomena pada realitasnya. Didukung proses perancangan dalam merealisasikan dokumenter, riset ini diharapkan dapat memberikan luaran yang semestinya menjadi bahan renungan khalayak. Tidak hanya termotivasi oleh tindakan penyelamatan sektor pertanian, namun mengingatkan kembali bahwa pertanian adalah salah satu garda terdepan dalam pemenuhan kebutuhan manusia terutama pada kondisi sulit saat ini. Media dokumenter ini dapat menjadi suatu edukasi untuk khalayak agar tidak memandang sektor pertanian dengan sebelah mata. Sehingga pada akhirnya perlu diambil tindakan dalam berbagai studi untuk mengkaji beragam hal terkait pertanian untuk strategi tindakan selanjutnya.  Kata Kunci: Bali, Celuk Buruan, dokumenter, pertanian AbstractAgriculture as one of the significant sectors within food commodity has had various supporting legal tools. The rapid development and incessant provision of infrastructure have also rapidly increased the conversion of productive land owned by farmers. This phenomenon followed by yields and the small industry as a supporter of the people's economy that slowly starts to decrease. The documentary design about the agriculture existence and the agricultural industrial sector in Celuk Buruan was carried to revive the spirit of agrarian in this sector. The research approach was performed by collecting data qualitatively from the informants. Slowly the phenomenon is revealed in its reality. Supported by the design process in realizing the documentary, this research is expected to be able to provide an outcome that should be the subject of public reflection. Not only motivated by the act of saving the agricultural sector but reminded that agriculture is one of the frontlines in fulfillment of human needs, especially under current difficult conditions. This documentary media can be an education for society in order not to demean the agricultural sector. Therefore, eventually, it is necessary to take action in various studies to examine multiple matters related to agriculture for further action strategies. Keywords: agriculture, Bali, Celuk Buruan, documentary
Design Of Agricultural Motivation Media And Agricultural Industry In The Covid-19 Pandemic Period I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan; I Nyoman Widhi Adnyana; Putu Wirayudi Aditama
ADI Journal on Recent Innovation Vol. 2 No. 2 (2021): March
Publisher : ADI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/ajri.v2i2.75

Abstract

The agricultural sector is not only for the discourse of food sovereignty, but one of the foundations of the economic strategy. The erosion of agriculture by the opportunities of other sectors, refers to the focus of research in Bali's Celuk Buruan Village, by uncovering phenomena that occur in this region. The existence of regional development, the availability of access and public facilities, is a problem in the agricultural sector in this region. Changes in perspective or land-use change are inevitable, impacting agriculture and small businesses that have long worked with farmers to drive the village economy. Based on the phenomenon, an idea arose to revive the agricultural and industrial sectors in Celuk Buruan. During the Covid-19 pandemic crisis, the decline of Bali's tourism, with a qualitative approach, attempted to design, which could provide positive input to the situation. The design of media about agriculture is a preventive action, carried out in a structured, processed in the design of visual communication. In the end, communication media can produce to answer the problem and widely disseminated on the internet media.
Pendampingan Mendesain Merchandise ‘Tari Leko’ Desa Kukuh Kerambitan Tabanan – Bali I Nyoman Larry Julianto; I Nengah Wirakesuma; I Wayan Swandi; I Nyoman Widhi Adnyana
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.3764

Abstract

Salah satu warisan seni tradisi yang terancam mengalami kepunahan adalah Tarian Leko Desa Kukuh kecamatan Kerambitan Tabanan–Bali. Keilmuan Desain Komunikasi Visual memiliki peluang dalam upaya pemecahan permasalahan, karena mampu merubah proses berpikir khalayak sasaran dengan mengedepankan medium komunikasi visual sebagai elemen interaksi. Kurangnya minat generasi muda mempelajari dan menekuni ‘Tari Leko’, ditengarai menjadi salah satu penyebab kesenian tradisi tersebut terancam menuju kepunahannya. Faktor lainnya adalah tingkat popularitas ‘Tari Leko’ yang semakin berkurang karena jarang dipentaskan akibat adanya pandemi Covid-19. Kondisi tersebut terjadi karena Bali mengutamakan sektor pariwisata sebagai pendukung keberlangsungan seni tradisi dan budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan memberikan pelatihan mendesain merchandise ‘Tari Leko’ Desa Kukuh Kerambitan. Kegiatan dilaku­kan bulan Juli–Agustus 2021 dan diikuti oleh anak–anak serta para remaja Desa Kukuh. Materi yang disampaikan dalam kegiatan pelatihan adalah penggambaran burung ‘Cetrung’ yang menjadi referensi visual penokohan ‘Tari Leko’ Desa Kukuh. Tahapan ini merupakan proses penjaringan ide ilustrasi yang berasal dari imajinasi anak–anak. Hasil penggambaran tersebut menjadi literasi visual karakter maskot ‘Tari Leko’. Maskot akan diaplikasikan pada media berupa T-Shirt dan Totebag sebagai merchandise dan tahap perwujudannya dilakukan bersama para remaja yang tergabung dalam komunitas seni. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat respon positif dan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatih­an dalam mengonsepkan desain merchandise.
IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM INFORMASI DESA DAN KEPENDUDUKAN BERBASIS WEB DI DESA KUKUH KERAMBITAN Wayan Gede Suka Parwita; Rizkita Ayu Mutiarani; I Nyoman Widhi Adnyana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.33 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.25886

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu aparatur pemerintahan desa mengimplementasikan Sistem Informasi Desa dan Kependudukan Berbasis Web di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kebupaten Tabanan. Pengabdian kepada masayarakat ini dipolakan dengan 3 (tiga) tahapan, yaitu 1) tahap pendaftaran Domain.desa.id ke Kementerian Komunikasi dan Informatika; 2) tahap penyiapan server & hosting dengan memanfaatkan jasa para vendor web hosting, serta 3) implementasi Sistem Informasi Desa dan Kependudukan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukakn dalam bentuk kegiatan partisipasif perguruan tinggi melalui pendekatan terhadap sumber daya yang ada di mitra pada Pemerintahan Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan kabupaten tabanan. Bentuk kegiatan bertahap dan terdistribusi dalam 3 bulan.Kata kunci: Desa Kukuh, Sistem Informasi Desa