Jurnal Hortikultura Indonesia
Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia

Induksi Mutasi Fisik dengan Iradiasi Sinar Gamma pada Kunyit (Curcuma domestica Val.)

yahidah Rosyidah Anshori (Unknown)
Syarifah Iis Aisyah (Unknown)
Latifah K Darusman (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Aug 2015

Abstract

ABSTRACTTurmeric  is  a  spice plant  and  potential  as a major  ingredient  of  functional food. Turmeric contains curcumin, an active compound which gives the yellow color from its rhizomes that provides health benefits. Curcumin is an antioxidant and acts as an anti-cholesterol as well as a medicine for tumors, cancer, hypertension, hyperglycemia, and rheumatic heart disease. Limited supply of simplicialevel of curcumin based on market standards and the low genetic variability of turmeric as a source for conventional breeding makes this research valuable to be  conducted.  The purposes of this study were  to  obtain  LD50 dose  and  turmeric  crop  yield  variability  due  to  the  changes  in physical mutation  induced  by  gamma-ray  irradiation.  An  acute  single iradiation  was  given  to  using  the universal panoramic irradiator with 11 different dose rates,  The plants  then were cultivated in vivo. The  growth observation  on  turmeric  was  observed  on  vegetative  traits  qualitatively and quantitatively. In this study, the LD50 dose of turmeric was 47.26 Gy. The plant’s vegetative growth tends  to  decelerate  with  the  increase  of irradiation  doses.  The  high  variabillity  growth  for   leaf number  occured  on 50  Gy  of  dose.  Morphological  changes  occured  in  the  form  of  pseudo-stem shape  due  to  irradiation  doses  of  50  and  60  Gy.  Most  leaf  surface discoloration  and  leaf deformation occured at 50 and 70 Gy, and stunted growth occured at 60 and 70 Gy.Keywords: curcumin, iradiation, LD50, turmeric ABSTRAKKunyit merupakan tanaman rempah yang potensial sebagai bahan utama pangan fungsional. Rimpang kunyit mengandung senyawa aktif utama yaitu kurkumin yang memberikan warna kuning pada  rimpang  juga  memberikan manfaat  untuk  kesehatan.  Kurkumin  bersifat  antioksidan  dan berperan sebagai  antikolesterol,  obat  tumor,  kanker,  obat  hipertensi,  hiperglikemia, penyakit  hati serta  rematik.  Keterbatasan  penyediaan  simplisia  yang mempunyai  kandungan  kurkumin  sesuai standar  pasar  serta  rendahnya keragaman  genetik  kunyit  sebagai  bahan  seleksi  pemuliaan konvensional menjadikan penelitian ini penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan  dosis  LD50  serta  menghasilkan  perubahan  keragaan tanaman  kunyit  akibat  induksi mutasi  fisik  melalui  iradiasi  sinar  gamma. Iradiasi  dilakukan  secara  tunggal  (acute  irradiation) menggunakan Iradiator Panorama Serba Guna (IRPASENA) dengan 11 taraf dosis yang berbeda dan tanaman  yang  telah  diradiasi  dibudidayakan  secara  in  vivo. Pengamatan  pertumbuhan  tanaman kunyit  dilakukan  pada  karakter vegetatif secara  kuantitatif  dan  kualitatif.  Pada  penelitian  ini, didapatkan  LD50 kunyit  yaitu  pada  dosis  47.26  Gy.  Pertumbuhan  vegetatif  tanaman cenderung mengalami  perlambatan  dengan  semakin  meningkatnya  dosis iradiasi.  Keragaman  tertinggi pertumbuhan jumlah daun terdapat pada aplikasi dosis 50 Gy. Perubahan morfologi berupa bentuk pangkal  batang  semu  terjadi pada  tanaman  akibat  iradiasi  dosis  50  dan  60  Gy,  perubahan warna sebagian permukaan daun dan terjadi pada 50 dan 70 Gy, perubahan bentuk daun terjadi pada 50 dan 70 Gy, serta pertumbuhan tanaman yang kerdil terjadi pada tanaman 60 dan 70 Gy.Kata kunci: iradiasi, kunyit, kurkumin, LD50

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jhi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) merupakan media untuk publikasi tulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam bidang hortikultura. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) terbit tiga kali setahun (April, Agustus, dan ...