COCOS
Vol 1, No 2 (2012)

PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI LIMBAH INDUSTRI MEBEL KAYU

Tawaluyan, Paulin M (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Jan 2013

Abstract

Paulin M. Tawaluyanl97036l54. Pembuatan Briket Arang dari Limbah Industri Mebel Ku).,di bawah bimbingan Ir. Handry Rawung, Msi, Ir. Freeke Pangkerego, MS, Ir. Danisl P. M.Ludong, MSC.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembuatan arang dengan menghitung rendemen danwaktu pengarangan dan mengkaji karakteristik briket arang limbah mebel kayu meliputi nilaikalori, kadar abu, kadar air.Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian LaboratoriumKeteknikan Fakultas Pertanian LINSRAT Manado, Laboratorium Pengolahan Hasil PertanianUNSRAT Manado, Laboratorium Pasca Panen Teknologi Pertanian dan Laboratorium BalaiRiset dan Standarisasi Industri dan Perdagangan (Baristan) dalam jangka waktu 2 bulan.Penelitian ini digunakan dengan menggunakan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tungku pengarangan yang terbuat dari bahan drumbekas yang berukuran panjang 56 cm yang berdiameter 37 cm dan kaleng bekas cat yangmenpunyai panjang 42 cm dan mempunyai diameter 27 cm mampu membuat arang dari bahan4.5 kg menjadi 1.7 kg arang dengan waktu pengamngan 1 jam dengan rendemen arang untukperlakuan A 37,73 o/o dan bahan 3.5 kg menjadi 1.3 kg arang dengan waktu pengarcngan 0.736jam dengan rendemen arang untuk perlakuan B 37,1 o/o kemudian untuk bahan 2.5 kg menjadi0.9 kg arang dengan waktu pengarangan 0.510 jam dengan rendemen arang untuk perlakuan C36 %.Karakteristik briket yang diperoleh tergambar pada nilai kalori yaitu perlakuan A dengannilai kalori 5686 Kal/g, perlakuan B dengan nilai kalori 5619 Kallg, perlakuan C dengan nilaikalori 5667 KaUg, dimana nilai kalori bervariasi pada perlakuan yang berbeda. Pada kadar abudapat dilihat Perlakuan A dengan nilai kadar abu l2,8Yu Perlakuan B dengan nilai kadar abull,Yyo, Perlakuan C dengan nilai kadar abu l2Yo, nilai kadar abu juga bervariasi pada perlakuanyang berbeda, sehingga kadar air pun berbeda pula dapat kita lihat bersama pada perlakuan Adengan nilai kadar air 8,8, Perlakuan B dengan nilai kadar air 8,0, Perlakuan C dengan nilaikadar arc 7,4 dapat dilihat terjadi penurunan seiring dengan penurunan jumlah berat sampellimbah mebel kayu yang digunakan dalam perlakuan yang berbeda.

Copyrights © 2012