JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran
Vol 1, No 1 (2014)

Konsep Pendidikan Muatan Lokal Kecakapan Hidup Berbasis Pertanian Melalui Kebun Sayur Sekolah

Andri, Kuntoro Boga (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Dec 2017

Abstract

Abstrak: Implementasi Muatan Lokal (Mulok) kecakapan hidup (lifeskill) dalam pembelajaran di sekolah sangat penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang bermutu guna menjawab tantangan dimasa yang akan datang. Fakta menunjukkan tingkat konsumsi sayur penduduk Indonesia masih di bawah standar kecukupan dari yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO yaitu minimal sebesar 200g/kapita/hari. Sebagai perbandingan, tingkat konsumsi sayur di Thailand ialah 300 kg/kapita/tahun. Negara tetangga yang tingkat konsumsi lebih tinggi dari Indonesia ialah Singapura, yang mengkonsumsi 120 kg/kapita/tahun, kemudian Cina, mengkonsumsi 270 kg/kapita/tahun, dan Kamboja yang mengkonsumsi 109 kg/kapita/tahun. Selain itu konsumsi sayuran perlu ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras. Pengkajian penerapan kurikulum kecakapan hidup ini dilakukan dalam rangka mempromosikan peningkatan konsumsi sayur bagi siswa melalui model kebun sayur sekolah. Kebun sayuran sekolah dalam kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan ketersediaan sayuran bagi konsumsi keluarga. Kebun diatur sedemikian rupa sehingga sayuran dapat dipanen hampir setiap hari dan dirancang menggunakan luas lahan yang kecil karena kebanyakan keluarga di Indonesia tidak memiliki halaman yang luas. Siswa terlibat dalam pemeliharaan tanaman sayuran sebagai latihan bercocok tanam sayur. Setiap panen sayuran direkap dan kandungan gizinya dihitung. Kedepan, perlu penerapan Standar Operasional Presedur (SOP) pelaksanaan kegiatan ini agar dapat berhasil dan mencapai tujuan dari pelaksanaan kurikulum ini.Abstract: Implementation of Local Content (Mulok) in life skills (lifeskill) in learning in schools is very important to create quality human resources to answer challenges in the future. The fact is that the level of vegetable consumption of the Indonesian population is still below the standard of the adequacy of those recommended by the World Health Organization (WHO ie a minimum of 200g /capita/day. For comparison, the level of vegetable consumption in Thailand is 300 kg/capita/ year. higher consumption from Indonesia is Singapore, which consumes 120 kg/capita/ year, then China, consumes 270 kg /capita/year, and Cambodia consumes 109 kg/capita/ year, and vegetable consumption needs to be increased to reduce dependence on rice The assessment of the application of the Life Skills curriculum is carried out in order to promote increased vegetable consumption for students through the school vegetable garden model. The school vegetable garden in this activity is also designed to increase the availability of vegetables for family consumption. The gardens are arranged so that vegetables can be harvested almost every day and designed using the land area small because most families in Indonesia do not have a large yard. Students are involved in the maintenance of vegetable plants as a vegetable farming exercise. Every vegetable harvest is recapitulated and the nutritional content is calculated. In the future, it is necessary to implement the Standard Operating Procedure (SOP) for the implementation of this activity in order to succeed and achieve the objectives of the implementation of this curriculum.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jinotep

Publisher

Subject

Humanities Computer Science & IT Education Social Sciences

Description

JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran is a journal in the field of educational technology that contains literature review, action research, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational ...