Jurnal Bali Membangun Bali
Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020

Pengobatan Tradisional Bali Usadha Tiwang

I Nyoman Arsana (Program Studi Biologi, Universitas Hindu Indonesia)
I Putu Sudiartawan (Program Studi Biologi, Universitas Hindu Indonesia)
Ni Luh Gede Sudaryati (Program Studi Biologi, Universitas Hindu Indonesia)
I Made Agus Gelgel Wirasuta (Program Studi Farmasi Universitas Udayana)
Pande Made Nova Armita (Program Studi Farmasi Universitas Udayana)
Ni Kadek Warditiani (Program Studi Farmasi Universitas Udayana)
Ni Made Widi Astuti (Program Studi Farmasi Universitas Udayana)
I Wayan Martadi Santika (Program Studi Farmasi Universitas Udayana)
Ida Bagus Wiryanatha (Program Studi Ayurweda, Universitas Hindu Indonesia)
Putu Lakustini Cahyaningrum (Program Studi Ayurweda, Universitas Hindu Indonesia)
Ida Bagus Putra Suta (Program Studi Ayurweda, Universitas Hindu Indonesia)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2020

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan tradisional Bali, dengan mengambil fokus kajian pada pengobatan yang tertuang dalam lontar Usadha Tiwang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Unit analisis berupa naskah lontar Usadha Tiwang, yang telah ditransliterasi dari aksara Bali ke aksara Latin. Temuan: Hasil penelitian diketahui bahwa tiwang adalah penyakit yang mempunyai gejala badan terasa meluang, sakit dan ngilu, gelisah, mata mendelik, otot kaku bahkan sampai pingsan. Jenis tiwang dicirikan berdasarkan gejala yang muncul. Pengobatan dilaksanakan secara holistik oleh pengusada sesuai tatalaksana pengusada, dengan menggunakan ramuan obat-obatan yang terbuat dari campuran berbagai jenis tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya seperti arak, lengis tanusan, garam, gula, kapur, maupun santen, bahkan tain seksek serta iduh bang. Penggunaannya dengan cara dimakan, diminum, ditutuhkan, disemburkan, diuapkan atau dilulurkan, maupun ditempelkan. Takaran, cara pengolahan, serta cara pemakaian masih belum jelas. Implikasi: Masyarakat Bali tetap percaya terhadap sistim pengobatan tradisional Bali. Namun demikian, masyarakat Bali yang berobat ke tempat praktik pengobatan tradisional sangat sedikit. Simpulannya adalah pengobatan tradisional Bali dilakukan secara holistik untuk mencapai keseimbangan antara shtula sarira-suksma sarira-antahkarana sarira.

Copyrights © 2020