Jurnal Curvanomic
Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi

ANALISIS PENGANGGURAN TERDIDIK DI KOTA PONTIANAK

B21108067, Suci Fitria (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Apr 2015

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi karakteristik responden dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pengangguran terdidik di Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumenter. Populasi dalam penelitian ini populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengangguran terdidik yang ada di Kota Pontianak pada tahun 2014. Teknik penarikan sampel dengan teknik non probability sampling sampel yang diambil berjumlah 50 orang pengangguran terdidik yang belum sama sekali bekerja yang sudah menganggur lebih dart satu tahun dan data dianalisis secara kualitatif Adapun yang menjadi karakteristik responden yakni kelompok paling besar adalah kelompok usia 20-24, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan universitas, telah menganggur lebih dart 2-3 tahun lamanya. Tanggapan responden mengenai faktor-faktor yang menyebabkan pengangguran terdidik di Kota Pontianak adalah: pada faktor ketidakcocokan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia sebagian besar responden mengatakan mencari pekerjaan sesuai dengan lokasi yang diinginkan, sesuai dengan jenjang pendidikan, tidak disesuaikan dengan orientasi status, sesuai dengan keahlian khusus yang dimiliki seperti keahlian bahasa inggris, komputer, tehnisi, bengkel dan lain-lain. Pada faktor semakin terdidik seseorang, semakin besar harapannya pada jenis pekerjaan yang aman, responden lebih suka memilih menganggur daripada mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka sebagian besar responden memilih pekerjaan yang peroleh pendapatan atau gaji sesuai dengan harapan, lebih suka bekerja pada perusahaan besar, memilih pekerjaan yang mudah dan memiliki tanggungjawab pekerjaan yang kecil, hanya berada dalam ruangan dan memilih pekerjaan yang memiliki jangka panjang dan stabil. Pada faktor terbatasnya daya serap tenaga kerja sektor formal sementara angkatan kerja terdidik cenderung memasuki sektor formal yang kurang beresiko sebagian besar responden lebih suka memilih bekerja sebagai PNS, sulit untuk bekerja atau diterima menjadi PNS, perusahaan besar atau BUMN. Pada faktor belum efisiensinya fungsi pasar tenaga kerja sebagian besar responden mengatakan mendapatkan informasi dart teman, sulitnya mendapatkan informasi mengenai pekerjaan yang diinginkan, sistem penerimaan karyawan yang tidak terbuka membuat sulit mendapatkan informasi tentang pekerjaan yang diinginkan. Saran-saran yang penulis berikan diharapkan para pencari kerja terdidik baik itu tingkat SMA, Diploma dan Perguruan Tinggi untuk terus membekali dirinya dengan berbagai macam keahlian agar dapat beradaptasi dengan berbagai bidang pekerjaan yang akan tersedia kelak. Sebaiknya tenaga kerja terdidik mencari pekerjaan tidak mesti sesuai dengan lokasi yang diinginkan dan siap ditempatkan dimana saja jika direkrut bekerja, sebaik para pencari kerja terdidik memilih pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan akan tetapi bekali din dengan kemampuan tambahan untuk menopang pendidikan yang telah ada, sebaiknya dalam memilih pekerjaan tenaga kerja terdidik ini tidak menjadikan skala prioritas utama mencari pendapatan atau gaji yang besar sesuai harapannya akan tetapi yang penting gaji yang diperoleh pantas disesuaikan dengan kinerja yang dilakukan. jangan selalu memprioritaskan diri untuk menjadi PNS ataupun BUMN dan sebaiknya pencari kerja terdidik ini sering-sering mencari informasi mengenai pekerjaan yang diinginkan dart berbagai cumber baik itu dart teman, keluarga, karyawan pada perusahaan tersebut, web site, koran dan media lainnya.

Copyrights © 2015