Jurnal Studi Agama-Agama dan Pemikiran Islam
Vol 12, No 1 (2014)

Al-Farabi dan Filsafat Kenabian

Qosim Nursheha Dzulhadi (Guru Ponpes. Raudhatul Hasanah Medan Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
05 Mar 2014

Abstract

Artikel ini mengulas pemikiran al-Farabi tentang konsep kenabian dalam Islam. Masalah berawal dari adanya pemikiran yang menolak konsep kenabian pada umumnya dan kenabian Nabi Muhammad SAW khususnya. Sebagaimana yang dilontarkan oleh Muhammad Ahmad ibn al-Ruwandi. Ia mengatakan bahwa nabi sebenarnya tidak diperlukan manusia karena Tuhan telah mengaruniakan akal kepada manusia tanpa terkecuali. Dengan akal ini, manusia dapat mengetahui Tuhan beserta segala nikmat Nya dan dapat pula mengetahui perbuatan baik dan buruk, menerima suruhan dan larangan-Nya. Dengan demikian, nabi dengan segala fungsinya tidak diperlukan lagi. Bahkan, kitab suci pun tidak berguna untuk dibaca. Lebih berguna membaca buku filsafat Epicurus, Plato, Aristoteles, dan buku astronomi, logika, serta obat-obatan. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan yang diajarkan dalam Islam. Beriman kepada nabi nabi merupakan hal inti dalam ajaran agama ini. Atas dasar itu al-Farabi bereaksi keras. Baginya, pandangan Ibn al-Ruwandi di atas tidak dapat dibenarkan, khususnya dari sisi akidah Islam. Sebagai al-Mu‘allim al-Tsani (Guru Kedua), karena prestasinya dalam menjelaskan dan mengulas-ulang filsafat Aristoteles, al-Farabi mengkritik secara sistematik pandangan menyimpang al-Ruwandi di atas.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

kalimah

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Kalimah is journal of Religious Studies and Islamic Thought published by University of Darussalam (UNIDA) Gontor, Indonesia. Kalimah is a semi annual journal published in March and September for the developing the scientific ethos. Editor accept scientific articles and result of research in ...