Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
Vol. 29 No. 28 (2019)

Soal eksistensial makna hidup, Titik-Temu Soal“Siapakah Manusia, Siapakah allah”

Petrus Go Twan An (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2020

Abstract

Pertanyaan “Siapakah manusia, siapakah Allah itu” dapat dilihat lebih eksistensial dalam riwayat hidup beberapa tokoh, a.l.Edith Stein yang setelah pergumulannya memilih jalan tertentu. Soal ini bukanlah masalah satu dua tokoh, melainkan merupakan soal semua orang, umat manusia pada umumnya. Soal ini tak melulu teoretis, melainkan sudah ribuan tahun dibahas secara akademis dan lebih eksplisit dalam filsafat dan teologi, dan lebih implisit dalam aneka ilmu, sehingga bersifat interdisipliner. Tiada maksud hanya mengulangi pelbagai jawaban itu, melainkan lebih memusatkan perhatian pada sifat eksistensialnya. Selayang pandang nampaknya dua soal ini hanya berbeda dan masing- masing harus dibahas tersendiri, agar ciri khasya lebih tampak dan menjadi lebih mendalam serta lebih jelas; tetapi terutama dari sudut eksistensial, kedua soal itu juga dapat dilihat dalam kaitan timbal-baliknya, sejauh menyangkut relasi yang memang mengandaikan substansi subsisten, tetapi juga masih dapat “dilengkapi & diperkaya” oleh suatu substansi lain. Hasil penelitian kedua soal itu tak diabaikan, melainkan justru diandaikan sejauh bukan hanya teori, apalagi hanya hipotesa, melainkan sudah dianggap sebagai ajaran tradisional Gereja dan dirumuskan dalam katekismus: misalnya Katekismus Gereja Katolik (KGK) edisi final 1997, yang demi penghematan (tulisan ini jangan terlalu panjang) tak selalu dikutip, melainkan hanya ditunjuk Dalam tulisan ini fokus diarahkan pada segi eksistensial yang terutama mengacu pada relasi antara keduanya. maka kaitannya lebih diperhatikan, meskipun biasanya merupakan dua soal.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

serifilsafat

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in ...