Huperetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020

Pokok Anggur yang Benar: Eksegesis terhadap Yohanes 15:1-3

Daniel Horatius Herman (Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan, Pontianak)



Article Info

Publish Date
25 Dec 2020

Abstract

The various interpretations of John 15:1-3 point to errors in the method of interpretation. Of course, Jesus only had one purpose. This research aims to find the meaning of the true teachings of Jesus that will lead every believer to the true Christian life, so that the wrong meaning, which confuses Christian to Understand the teachings of Jesus, can be anticipated. This study uses a hermeneutic research method that specifically exegesis to the discussion texts. This research examines the context of Jesus in the Gospel of John as a whole; the Old Testament context relating to John 15:1-3; and reviews in general, the context of the chapters around John 15:1-3 and concludes based on these steps. John 15:1, explains Jesus' statement as Yahweh and the statement of Jesus as the embodiment of Israel. John 15:2a describes “the cut branches” referring to all Israelites who rejected Jesus. Meanwhile "the cleansed branches" (15:2b) refers to Jesus' disciples and all the Israelites who believed in Him. The statement in John 15:3 is a statement that Jesus' disciples were in a state of cleanness. For the first recipients of John's Gospel, these verses meant believing Jews were "a branch bearing fruit" and "cleansed" whereas unbelieving Jews were "a cut branch."Penafsiran yang beragam atas Yohanes 15:1-3 menunjukkan kesalahan metode penafsiran. Tentu saja Yesus hanya mempunyai satu maksud.  Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna ajaran Yesus yang benar yang akan menuntun setiap orang percaya kepada kehidupan Kristen yang benar, sehingga makna yang keliru, yang menyebabkan kebingungan terhadap ajaran Yesus akan dapat diantisipasi.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian hermeneutika yang secara khusus mengeksegesis teks-teks pembahasan. Penelitian ini mempelajari Konteks Yesus dalam Injil Yohanes secara keseluruhan; konteks Perjanjian Lama yang berhubungan dengan Yohanes 15:1-3; dan meninjau secara umum, konteks pasal-pasal di sekitar Yohanes 15:1-3 serta menyimpulkan berdasarkan langkah-langkah tersebut. Yohanes 15:1 menjelaskan pernyataan Yesus sebagai Yahweh dan pernyataan Yesus sebagai perwujudan Israel. Yohanes 15:2a menjelaskan “ranting-ranting yang dipotong” menunjuk pada semua orang Israel yang menolak Yesus.  Sementara “ranting-ranting yang dibersihkan” (15:2b) menunjuk pada murid-murid Yesus dan semua orang Israel yang percaya kepada-Nya.  Pernyataan dalam Yohanes 15:3 adalah pernyataan bahwa murid-murid Yesus sedang dalam keadaan bersih.  Bagi penerima pertama Injil Yohanes, ayat-ayat ini berarti orang-orang Yahudi yang percaya adalah “ranting yang berbuah” dan “dibersihkan” sedangkan orang-orang Yahudi yang tidak percaya adalah “ranting yang dipotong."

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

huperetes

Publisher

Subject

Religion Education

Description

HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian dalam bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan lingkup kajian meliputi: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen HUPERETES menerima ...