Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
Vol 21, No 1 (2019)

IDENTIFIKASI PREFERENSI POLIKLINIK GIGI DAN MULUT RS PKU MUHAMMADIYAH SAMPANGAN SURAKARTA

Sa'adah, Nur Raudatus (Unknown)
Pramono, Dibyo (Unknown)
Utarini, Adi (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2020

Abstract

 Latar belakang: Perilaku konsumen selalu menjadi acuan untuk mengetahui bagaimana dan kenapa konsumen berperilaku dalam membuat keputusan pembelian untuk meningkatkan strategi pemasaran dan menjadi lebih sukses di persaingan pasar. Pelayanan klinik gigi dan mulut tampak lebih personal, intim dan kontak dengan pasien dalam waktu yang lama. RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta merupakan rumah sakit baru yang berdiri sejak tahun 2018, dan di era Jaminan Kesehatan Nasional ini persaingan semakin ketat dengan banyaknya pesaing dan proses rujukan yang berjenjang yang diterapkan oleh pihak BPJS. Poliklinik gigi memulai layanan pada bulan Juli 2017 namun jumlah pasien tidak stabil. Dengan jumlah pasien yang tidak stabil tentu berpengaruh ke pendapatan rumah sakit padahal sudah banyak investasi yang dibuat untuk poliklinik gigi. Salah satu cara untuk menaikkan jumlah pasien dengan membuat pelayanan sesuai keinginan pasien.Tujuan: Mengidentifikasi preferensi pasien di poliklinik gigi di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tempat penelitian adalah unit rawat jalan poliklinik Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sampangan, Surakarta. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan selama 14 hari. Pengambilan data dengan kuisioner dengan 18 pertanyaan yang diisi oleh pasien dengan merangking dari nomor 1 sampai 18. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan analisis konjoin.Result: Faktor-faktor yang berpengaruh untuk pasien dalam memilih poliklinik gigi dan mulut di RS PKU Muhammadiyah Sampangan yaitu harga, jenis konsultasi, sumber informasi, waktu tempuh, jenis kelamin dan jam praktek. Berdasarkan kepentingannya, faktor harga (17,67%) yang paling mempengaruhi keputusan pasien dalam memilih poliklinik gigi. Faktor yang berikutnya yang dapat mempengaruhi adalah jenis konsultasi (17,548%), sumber informasi (16,855%), waktu tempuh (16,154%), jenis kelamin (15,939%) dan yang terakhir adalah jam praktek (15,833%). Harga yang lebih mahal, konsultasi langsung dengan dokter gigi, sumber informasi dari teman, keluarga atau dokter lainnya, waktu tempuh yang lebih lama, dokter gigi berjenis kelamin perempuan dan jam praktek yang dapat dilakukan dengan perjanjian memberikan pengaruh positif kepada pasien dalam memilih poliklinik gigi dan mulut. Sedangkan harga yang murah, sumber informasi dari iklan atau media sosial, waktu tempuh yang pendek, dokter berjenis kelamin laki-laki dan jam praktek yang terjadwal pagi hingga sore memberikan pengaruh negatif dalam pengambilan keputusan pasien.Kesimpulan: Identifikasi preferensi pasien yang diolah dengan analisis konjoin dapat membantu rumah sakit dalam membuat pelayanan sesuai dengan keinginan pasien.

Copyrights © 2019