Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada
Vol 23, No 1 (2021)

Peningkatan Ketahanan Benih Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) terhadap Penyakit Streptococcosis Melalui Vaksinasi Induk

Rahmi Rahmi (Program Studi Akuakultur, Fackultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia)
Khairun Nisaa (Program Studi Akuakultur, Universitas Cokroaminoto Makassar, Makassar, Selawesi Selatan, Indonesia)
Akmal Akmal (Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar, Takalar, Sulawesi Selatan, Indonesia)
Mardiana Mardiana (Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia)
Andi Chadijah (Program Studi Akuakultur, Fackultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia)
Nur Insana Salam (Program Studi Akuakultur, Fackultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2021

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan benih ikan nila salin yang tahan terhadap penyakit streptococcocis melalui vaksinasi induk. Vaksin yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Streptococcus sp. yang dilemahkan dengan formalin 3% (v/v). Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-September.  Vaksin diinjeksikan pada indukan TKG 2 sebanyak 0,4 mL/kg (konsentrasi 1x109 CFU/mL). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan yaitu indukan diinjeksi dengan phosphate buffered saline (PBS) (K), indukan diinjeksi vaksin satu kali (A1), dan indukan diinjeksi vaksin sebanyak dua kali dengan selang waktu dua minggu (A2). Benih yang dihasilkan dari masing-masing perlakuan, diuji tantang melalui perendaman dengan bakteri Streptococcus sp. 107 CFU/mL selama 30 menit pada 10, 15, dan 20 hari setelah penetasan. Parameter yang diamati adalah penetasan telur, aktivitas lisozim, kematian benih setelah uji tantang, dan persentase kelangsungan hidup relatif (RPS) benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tetas telur pada perlakuan A2 (92,21%) secara nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan perlakuan induk lainnya, serta aktivitas lisozim (99,47-197,89 U/mL) sampai dengan hari ke-20. Angka kematian pada perlakuan A2 (2,34-45,21%) secara signifikan lebih rendah (P<0,05) dibandingkan perlakuan lain sampai hari ke-20. Nilai RPS indukan A2 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan perlakuan benih dari indukan A1 pada hari ke sepuluh tetapi lebih tinggi pada hari ke 20.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jfs

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology

Description

Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada are published to promote a critical review of the various investigative issues of interest in the field of fisheries between the researchers, academics, students and the general public, as a medium for communication, dissemination, and utilization of wider ...