Jurnal Curvanomic
Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi

ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN USAHA BUDIDAYA JAMUR MERANG DI DESA KAMPUH KECAMATAN BONTI

B01108104, Sinus (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Feb 2014

Abstract

Beroperasinya sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Kampuh Kecamatan Bonti selain berdampak positif bagi perekonomian masyarakat juga berdampak negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan tersebut adalah berupa pencemaran lingkungan atas limbah-limbah yang dikeluarkan dari pabrik pengolahan kelapa sawit. Berangkat dari sana, maka petani berusaha untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi bernilai ekonomi terutama limbah padat atau tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Adapun nilai ekonomis dari limbah tersebut adalah digunakan sebagai media tanam pada usaha budidaya jamur merang. Media yang melimpah, murah dan mudah diperoleh mendorong petani untuk semakin giat untuk mengembangkan usaha budidaya jamur merang tersebut. Pengembangan usaha ini sangat menjanjikan dan memberikan keuntungan berupa pendapatan petani. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui besar pendapatan usaha budidaya jamur merang di Desa kampuh Kecamatan Bonti, (2) Untuk mengetahui kendala kendala yang dihadapi dalam berbudidaya jamur merang di Desa kampuh Kecamatan Bonti, (3) Untuk mengetahui upaya upaya yang telah dilakukan oleh petani dalam pengembangan usaha budidaya jamur merang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data primer dan data sekunder, dengan jumlah sampel adalah sebanyak 32 responden. Berdasarkan penelitian hasil akhir bahwa pendapatan yang diperoleh para petani budidaya jamur merang di Desa Kampuh Kecamatan Bonti yakni rata-rata pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 6.896.458,37,-/musim tanam atau Rp. 1.724.114,-/bulan per petani, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa pendapatan petani jamur merang di Desa Kampuh Kecamatan Bonti sudah cukup untuk menambah pendapatan keluarganya. Kendala - kendala yang dihadapi petani adalah berupa kekurangan modal usaha, alat alat produksi yang belum memadai, teknologi tidak berkembang, harga jual rendah, sarana jalan lahan rusak, dan pengetahuan petani yang kurang. Oleh sebab itu maka diperlukan upaya upaya untuk mengatasi kendala kendala tersebut, seperti meminjam modal di koperasi atau bank, sewa atau beli peralatan, mengembangkan teknologi, menetapkan kebijaksanaan harga, mengikuti penyuluhan pertanian atau baca literatur literatur pertanian secara khusus tentang budidaya jamur merang. Kata kunci : Tingkat pendapatan, budidaya jamur merang

Copyrights © 2014