Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19

KAJIAN BENTUK BANGUNAN KOMPLEKS PRODUKSI KERAJINAN REOG DI KECEMATAN MLARAK PONOROGO YANG BERTEMAKAN ARSITEKTUR POST MODERN

Khoirul Tristianto (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya)
Ika Ratniarsih (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya)
Amir Mukmin Rachim (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya)



Article Info

Publish Date
08 Oct 2021

Abstract

Kerajinan reog merupakan warisan budaya yang ada di Kabupaten Ponorogo sejak dahulu. Data dari BPS tahun 2017 ada 31 pengrajin reog. Permasalahannya adalah Bagaimana merencanakan dan menata fasilitas yang besar dan memadai untuk memfasilitasi aktifitas produksi kerajinan reog? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif bertujuan untuk mendapatkan data faktual dan akurat mengenai prencanaan dan perancangan kerajinan reog. Metode pencarian sumber data menggunakan penelitian kualitatif dengan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dan melakukan studi kasus lapangan di pengrajin reog pak Sarju Ponorogo dan UPDT Sentra Industri Ponorogo. Studi literatur Theodor Herzl Center dan National Theatre. Lokasi berada di Jl. Raya Jabung - Mlarak, RT.2/RW.1, Nglumpang IV, Mlarak, Ponorogo. Dengan luas lahan ± 3 hektar. Kecamatan Mlarak mempunyai batas-batas wilayah, di sebelah utara Kecamatan Pulung, di sebelah timur Kecamatan Sooko, di sebelah selatan Kecamatan Jetis, di sebelah barat Kecamatan Siman. Fasilitas yang ada meliputi fasilitas utama yaitu fasilitas produksi, dan fasilitas penunjang. Menggunakan tema post modern desain dengan metode perancangannya pencampuran antara Arsitektur tradisional dengan non-tradisional, perpaduan antara lama dan baru. Konsep makro Representatif Membuat desain tempat produksi kerajinan reog yang di dalamnya terdapat desain tatanan lahan, bentuk dan ruang dengan perpaduan suatu karya modern dan tradisonal. Konsep mikro tatanan lahan cluster, bentuk tatanan masa dengan pengelompokkan yang sesuai dengan proses kegiatan didalam tapak yang telah ditentukan. Konsep Mikro Bentuk Attractive mampu mengangkat esensi bangunan sebagai bangunan produksi reog. Konsep mikro ruang, adaptive Menciptakan ruang yang dapat menunjukan suasana kebudayaan seni reog. Manfaatnya diharapkan dapat mengenalkan, pelestarian, sumber informasi, edukasi dan hiburan bagi masyarakat.

Copyrights © 2021