Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa
Vol 4 No 1 (2016): Sutasoma

Bentuk dan Makna Wangsalan

Prasetya, Teguh (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2016

Abstract

Wangsalan dapat dibagi menjadi dua, yaitu (1) berdasarkan bentuk satuan lingual dan (2) berdasarkan ruang persepsi bagian cangkrimannya. Bentukwangsalan berdasarkan satuan lingual, yaitu berupa frasa dan kalimat. Bentuk wangsalan berupa frasa meliputi wangsalan berstrukturkata+kata, kata+frasa, frasa+kata, frasa+frasa, kata+klausa, dan frasa+klausa. Bentuk wangsalan berupa kalimat meliputi kalimat dasar dan kalimat turunan. Berdasarkan ruang persepsi manusia yang dirumuskan oleh Haley, wangsalanyang diketemukan mencakup tujuh kategori ruang persepsi, yaitu kategori BEING (keadaan), kategori ENERGY (energi), kategori TERRESTRIAL (bumi), kategori OBJECT (benda), kategori LIVING (kehidupan), kategori ANIMATE (bernyawa), dan kategori HUMAN (manusia). Makna yang terkandung dalam wangsalan antara lain berupa nasihat, informasi, sindiran, dan permohonan. Makna tersebut sekaligus sebagai fungsi komunikatif antara penyampai dengan pendengarnya. The money can be divided into two, namely (1) based on the lingual unit and (2) based on the perception space of the crescent. Formation based on lingual unit, which is in the form of phrases and sentences. Forms of formulas include phrasebook + word structure, word + phrase, phrase + word, phrase + phrase, word + clause, and phrase + clause. Forms of form of sentence include basic sentences and derivative sentences. Based on Haley's human perception room, the findings include seven category of perception space, BEING (state), category ENERGY (energy), TERRESTRIAL (earth) category, OBJECT category (object), LIVING category (life), ANIMATE (Animate), and human category (human). The meaning contained in the deed is in the form of advice, information, innuendo, and application. The meaning as well as the communicative function between the presenter and the audience.© 2015 Universitas Negeri Semarang

Copyrights © 2016