Al'Adalah
Vol. 20 No. 1 (2017)

COMMUNICATION IN EMPOWERING: PARTICIPATORY EMPOWERMENT MODEL OF ROHINGYA IMIGRANTS IN LHOKSEUMAWE ACEH INDONESIA

Choiriyati (Unknown)
Hidayat (Unknown)
Safriadie (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Mar 2022

Abstract

Beberapa waktu lalu sejumlah perahu yang sarat dengan pengungsi Rohingya bermigrasi dari Myanmar ke Malaysia. UNHCR meminta negara-negara terkait untuk menerima Rohingya sebagai pengungsi dan mengedepankan hak asasi manusia dalam merawat mereka. Indonesia merespon dengan membangun penampungan dan menampung pengungsi Rohingya di Aceh. Menggunakan etnografi komunikasi sebagai metode dengan perspektif Interaksionisme Simbolik dan teori Konstruksi Realitas Sosial, artikel ini menjelaskan model pemberdayaan pengungsi Rohingya di Aceh berdasarkan praktik komunikasi. Hasilnya, orang Aceh dan sukarelawan menafsirkan keberadaan pengungsi Rohingya menjadi tiga bagian utama. Pertama, Rohingya sebagai orang Muhajirin yang bermigrasi dari daerah sumber. Kedua, Rohingya adalah tamu yang akan dilayani. Ketiga, Rohingya dipandang sebagai berkah dari Allah SWT. Karenanya upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh relawan dipandang berhasil. Dalam praktiknya, para relawan menggunakan strategi empati yang mencoba memahami kehidupan keras pengungsi Rohingya dan memposisikan diri mereka dalam kondisi para pengungsi. Pemberdayaan pengungsi Rohingya menggunakan komunikasi personal dan komunikasi komunal. Kedua praktik komunikasi tersebut digunakan terhadap para pengungsi yang mengikuti program pendidikan etika, pendidikan bahasa Inggris, kebersihan, pertanian dan menjahit.

Copyrights © 2017