Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022

Analisis Konversi Lahan Gambut di Ekosistem Rawa Tripa

Septyan Arief (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Muhammad Rusdi (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Hairul Basri (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
10 Feb 2022

Abstract

Abstrak. Rawa Tripa adalah kawasan ekosistem gambut terbesar di Provinsi Aceh dengan luas sekitar 61.803 ha. area ekosistem gambut di Rawa Tripa tengah terancam akibat terjadinya konversi hutan. Data keberadaaan dan luasan lahan gambut harus diperbaharui secara berkala. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8. Hasil analisis citra didapatkan terjadi perubahan tutupan lahan pada periode waktu 2014 - 2020. Hutan rawa yang pada tahun 2014 seluas 11.303,01 ha menjadi 4.998,51 atau mengalami penurunan sebesar 44,2%. Perkebunan pada tahun 2014 seluas perkebunan seluas 22.218,57 menjadi 40.300,02 pada tahun 2020 atau mengalami pertambahan sebesar 56,53%. Pertambahan luas bangunan pemukiman sebesar 3.5055,18 ha. Pertambahan lahan sawah seluas 2.516,04 ha. Selain itu, tutupan lahan hasil analisis dan interpretasi citra berupa tutupan lahan alami berupa sungai, rawa dan semak belukar. Nilai uji akurasi terendah didapatkan pada tahun 2014 yaitu sebesar 85,15% dan yang tertinggi didapatkan pada tahun 2020 yakni sebesar 98.01 %. Pada tahun 2020 tutupan lahan terbesar adalah perkebunan dan yang terkecil adalah rawa.Abstract. Rawa Tripa is the largest peat ecosystem area in Aceh Province with an area of about 61,803 ha. The peat ecosystem area in Rawa Tripa is under threat due to forest conversion. Data on the existence and area of peatlands must be updated regularly. One way that can be done is by utilizing Landsat 8 satellite imagery. The results of image analysis showed that there was a change in land cover in the period 2014 - 2020. Swamp forest which in 2014 was 11,303.01 ha became 4,998.51 or decreased by 44, 2%. The plantations in 2014 covered an area of 22,218.57 to 40,300.02 in 2020 or an increase of 56.53%. The increase in the area of residential buildings is 3,5055.18 ha. The additional paddy field area is 2,516.04 ha. In addition, the land cover resulting from image analysis and interpretation is in the form of natural land cover in the form of rivers, swamps and shrubs.). The lowest accuracy test value was obtained in 2014 which was 85.15% and the highest was obtained in 2020, which was 98.01%. In 2020 the largest land cover will be plantations and the smallest will be swamps.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JFP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam ...