Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022

Penilaian Sebaran Kekeringan Wilayah di Pesisir Timur Aceh Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Geographical Information System (GIS)

Zulia Chairani (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Muhammad Rusdi (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Hairul Basri (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
01 May 2022

Abstract

Abstak. Kekeringan terjadi akibat dari distribusi hujan yang hujan yang tidak merata. Kekeringan menyebabkan kerugian baik dalam bidang pertanian maupun non pertanian. Kekeringan menempati peringkat kedua bencana yang paling sering terjadi di Aceh. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam menganalisa dan merepresentasikan tingkat kekeringan suatu wilayah adalah metode indeks kekeringan SPI (Standardized Precipitation Index). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kekeringan di wilayah pesisir Timur Aceh. Data curah hujan diperoleh dari empat stasiun penakar hujan yaitu: Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Pos Hujan Idi Rayeuk, Pos Hujan Langsa Barat dan Pos Hujan Bandar Pusaka. Penilaian indeks SPI dilakukan dengan menganalisis data curah hujan bulanan pada pos hujan kajian, analisis dilakukan pada periode 30 tahun yaitu dari tahun 1991 sampai 2020. Hasil analisis indeks kekeringan SPI di wilayah pesisir Timur Aceh menunjukkan adanya terjadi kekeringan dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari kondisi kering, sangat kering dan amat sangat kering. Kondisi kekeringan pada tahun 2015, 2018, 2019 dan 2020 merupakan tahun terparah terjadinya kekeringan di lokasi kajian. Sebelum tahun 2015 kekeringan terparah terjadi dalam kurun waktu 3-4 tahun sekali, namun setelah tahun 2018 kekeringan terparah terjadi dalam kurun waktu setahun sekali, sehingga dapat diketahui ada kemungkinan terjadi kekeringan kembali di wilayah pesisir Timur Aceh di masa yang akan datang.Drought Distribution Assessment in East Coast of Aceh Using Standardized Precipitation Index (SPI) and Geographical Information System (GIS) MethodsAbstract. Drought occurs as a result of the uneven distribution of rain. Drought causes losses in both agriculture and non-agriculture. Drought is the second most frequent disaster in Aceh. One method that can be used to analyze and represent the level of drought in an area is the SPI (Standardized Precipitation Index) drought index method. This study aims to determine the distribution of drought on the East coast of Aceh. Rainfall data were obtained from four rain gauge stations, namely: Malikussaleh Meteorological Station, Idi Rayeuk Rain Post, Langsa Barat Rain Post, and Bandar Pusaka Rain Post. The SPI index assessment was carried out by analyzing monthly rainfall data at the study rain post, the analysis was carried out over 30 years, namely from 1991 to 2020. The results of the SPI drought index analysis in the East coast of Aceh showed that there was a drought with varying conditions, ranging from moderate drought, severe drought, and extreme drought. Drought conditions in 2015, 2018, 2019, and 2020 were the worst years of drought in the study location. Before 2015 the worst drought occurred every 3-4 years, but after 2018 the worst drought occurred once a year, so it can be seen that there is a possibility of another drought on the East coast of Aceh in the future.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JFP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam ...