Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022

Analisis Spasial Status Lahan Kritis dan Arahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan

Mira Mardhiah (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Yulia Dewi Fazlina (Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Hairul Basri (Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
05 Aug 2022

Abstract

Abstrak. Lahan kritis adalah  kondisi lahan yang telah mengalami penurunan fungsi atau tidak dapat secara efektif dimanfaatkan untuk lahan budidaya pertanian, sebagai media pengatur tata air, maupun sebagai pelindung alam lingkungan. Arahan pemanfaatan/ penggunaan lahan merupakan kajian potensi lahan untuk peruntukan suatu kegiatan dalam suatu kawasan tertentu berdasarkan fungsi utamanya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui status lahan kritis dan arahan penggunaan lahan di Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan analisis data menggunakan analisis deskriptif sedangkan pengolahan data atribut dengan teknik analisis spasial menggunakan overlay intersect. Data atribut yang di overlay berupa peta tutupan lahan, peta kemiringan lereng, peta tingkat bahaya erosi, peta produktivitas, dan peta manajemen yang sebelumnya masing-masing telah diisi dengan nilai hasil perkalian skor dan bobot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kekritisan lahan untuk kawasan lindung terluas mencapai 12.358,85ha (60,21%) dari total keseluruhan kawasan lindung di Kecamatan Kluet Timur yang tergolong kedalam kriteria agak kritis. Tingkat kekritisan lahan untuk kawasan budidaya usaha pertanian terluas mencapai 3.915,22 ha (56,04%) tergolong ke dalam kriteria sangat kritis. Sedangkan tingkat kekritisan lahan untuk kawasan lindung di luar kawasan hutan terluas mencapai 14.276,88 ha ( 82,10%) tergolong ke dalam kriteria tidak kritis. Arahan penggunaan lahan yang tergolong sangat kritis pada kawasan lindung di Kecamatan Kluet Timur dengan menggunakan penerapan agroforestry, konservasi, rehabilitasi dan reboisasi.Spatial Analysis of Critical Land Status and Land Use Directives in Kluet Timur District of  Aceh Selatan RegencyAbstract. Critical land is the condition of land that has undergone a decrease in function or cannot be effectively utilized for agricultural cultivation land, as a medium of water management, as well as a protector of environmental nature. Land use directive is a study of land potential for the allocation of an activity in a particular area based on its main function. The purpose of this study is to find out the critical land status and land use directives in East Kluet District of South Aceh Regency. This research uses survey methods and data analysis using descriptive analysis while data processing attributes with spatial analysis techniques using overlay intersect. Attribute data overlayed in the form of land cover maps, slope slope maps, erosion hazard level maps, productivity maps, and management maps that have previously each been filled with scores and weights. The results of this study showed that the level of criticality of land for the largest protected area reached 12,358.85ha (60.21%) of the total protected area in East Kluet District which belonged to the rather critical criteria. The level of land criticality for the largest agricultural cultivation area reached 3,915.22 ha (56.04%) classified into the very critical criteria. While the level of critical land for protected areas outside the largest forest area reached 14,276.88 ha (82.10%) classified into the non-critical criteria. Land use directives are classified as very critical in protected areas in East Kluet Subdistrict using the application of agroforestry, conservation, rehabilitation and reforestation.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JFP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam ...