Lembaran Antropologi
Vol 1 No 2 (2022)

Expedition Content: Suara Melampaui Sinema

Sazkia Noor Anggraini (Staf Pengajar Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
23 Dec 2022

Abstract

Expedition Content (2020) disutradari oleh seniman suara dan sutradara Amerika, Ernst Karel dan antropolog Indonesia, Veronika Kusumaryani. Film yang telah menjadi official selection dalam Berlin International Film Festival dan Vision du Reel tahun 2020 ini menjadi salah satu pilihan dalam program Perspektif pada Festival Film Dokumenter (FFD) 2022. Diputarkan di Gedung Ex Bioskop Permata, Yogyakarta, FFD untuk pertama kalinya memberikan ruang pada publik Indonesia untuk mengalami film ini. Expedition Content adalah karya kompilasi suara yang disusun dari rekaman arsip selama 37 jam. Karya ini mendokumentasikan pertemuan antara ekspedisi yang dilakukan para peneliti dari Amerika dengan orang-orang Hubula. Expedition Content adalah bagian dari produksi Sensory Ethnography Lab di Harvard University. Sensory Ethnography Lab (SEL) adalah laboratorium eksperimental yang berinovasi melalui kombinasi estetika dan etnografi. Lebih dari catatan etnografi konvensional, film ini membangun interaksi, yang dalam benak penonton, menciptakan relasi antara etnografer dan subjek yang diteliti. Interpretasi tekstual dari apa yang disajikan dalam film ini, maupun kontekstual dari subteks-nya, muncul dari ketiadaan perangkat visual yang memadai. Alih-alih membatasi, ketiadaan visual justru menjadi kekuatan film ini.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

LA

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Lembaran Anthropologi aims to promote academic discourses and anthropological analysis on the study of human relations, cultures, and societies in both Global North and Global South. This journal holds the core values of the Department of Anthropology, Universitas Gadjah Mada in advancing ...