Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya)
2022: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2022

Studi Kelistrikan dari Tanah dalam Pot Tanaman sebagai Bahan Elektrolit Sel Galvani

Ulfa Mahfudli Fadli (Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Billfath, Kompleks PP Al Fattah, Siman, Sekaran, Lamongan.)
Ardimas Ardimas (Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Billfath, Kompleks PP Al Fattah, Siman, Sekaran, Lamongan.)
Abd. Basith (Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Billfath, Kompleks PP Al Fattah, Siman, Sekaran, Lamongan.)
Vira Rahayu (Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Billfath, Kompleks PP Al Fattah, Siman, Sekaran, Lamongan.)
Irasani Rahayu (Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Billfath, Kompleks PP Al Fattah, Siman, Sekaran, Lamongan.)



Article Info

Publish Date
17 Dec 2022

Abstract

Abstract: The use of conventional batteries can have negative impact on the environment. Galvanic cells as natural batteries are solution by utilizing electrolytes from nature. When two conductors namely Cu and Zn are connected through an electrolyte solution it will form a galvanic cell circuit so that a potential difference arises as a result of chemical reactions from electrodes. This study will examine the performance of soil in plant pots as an electrolyte. Galvanic cell performance is done by measuring voltage and current using voltmeter and ammeter. The independent variables are the humidity and acidity, which are measured with a pH-moisture meter. The tested soil showed an acidity value of around 7. This acidity result could mean that the soil sample containing plants was in normal condition, not acidic and not alkaline. As for the value of soil moisture, which is moist, with a value between 3 to 7. The resulting current and voltage tend to increase with the increase in the value of humidity. the average voltage value is 0.635 Volts and the average current is 0.185 mA, so it can be concluded that the soil containing plants on it can be recommended as an electrolyte in galvanic cell.Abstrak: Pemakaian baterai konvensional dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Sel galvani sebagai baterai alami menjadi solusi dengan memanfaatkan elektrolit dari alam. Ketika dua konduktor yakni Cu dan Zn terhubung melalui larutan elektrolit maka akan membentuk rangkaian sel galvani sehingga beda potensial muncul sebagai akibat reaksi kimia di kedua elektrodanya. Penelitian ini akan mengkaji kinerja tanah dalam pot tumbuhan sebagai bahan elektrolit. Kinerja sel galvani dilakukan dengan mengukur tegangan dan arus menggunakan voltmeter dan amperemeter. Untuk variabel bebasnya adalah nilai kelembapan dan nilai keasaman, yang diukur dengan alat pH-moisture meter. Tanah yang diuji menunjukkan nilai keasaman (pH) disekitar 7. Hasil keasaman (pH) ini dapat diartikan bahwa sampel tanah yang terdapat tumbuhannya berada dalam keadaan normal, tidak asam dan tidak basa. Sedangkan untuk nilai kelembaban tanahnya yaitu bersifat lembab, dengan nilai diantara 3 sampai 7. Arus dan tegangan yang dihasilkan cenderung mengalami kenaikan terhadap kenaikan nilai kelembaban. nilai tegangan rata-rata sebesar 0,635 Volt dan arus rata-rata sebesar 0,185 mA, sehingga dapat disimpulkan bahwa tanah yang berisi tumbuhan diatasnya dapat direkomendasikan sebagai elektrolit pada sebuah sel galvani.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

prosidingsnfa

Publisher

Subject

Astronomy Earth & Planetary Sciences Education Electrical & Electronics Engineering Energy Engineering Physics

Description

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) merupakan media untuk mempublikasikan hasil Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya (SNFA) yang diselenggarakan oleh Program Studi S2 Ilmu Fisika, Pascasarjana, Universitas Sebelas ...