Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Vol 11, No 3 (2016): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI

PENINGKATAN KENYAMANAN TERMAL KORIDOR JALAN MELALUI DESAIN TATA VEGETASI BERBASIS SIMULASI, Studi kasus : jalan Supadi, Kotabaru, Yogyakarta

Adityo, Adityo (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2017

Abstract

Abstract: The physical change in urban areas caused the urban microclimate and resulted in poor thermal conditions. The best alternative solution to this problem was by designing vegetation landscape. The proposal design of vegetation landscape of this research was created by implementing experimental method supported by a simulation using Envi-MET system. There were three steps in this study. The first step was empirical measurement to show the microclimate condition. The analysis of existing condition was based on data measured in field observation. The second was a simulation conducted using Envi-MET system to understand how the existing landscaping affected the thermal conditions. The third step was simulation for optimization. This study found out that the design of the vegetation landscape could improve the urban thermal conditions. It was indicated by the decline of temperature and the MRT (Mean Radiation Temperature), aa well as the rise of humidity which apparently close to the ideal condition. This research concluded that the design of vegetation landscape affects the wind speed in the urban areas.Keywords: urban vegetation design, urban thermal comfort, and Envi-MET systemAbstrak: Perubahan fisik daerah perkotaan berpengaruh terhadap iklim mikro perkotaan dan menyebabkan buruknya kondisi termal kawasan. Salah satu alternatif terbaik untuk masalah ini adalah dengan merancang lanskap vegetasi. Usulan desain vegetasi dalam penelitian ini didukung oleh simulasi dengan menggunakan Sistem Envi-MET. Ada tiga langkah dalam penelitian ini. Langkah pertama adalah pengukuran empiris untuk menunjukkan kondisi iklim mikro. Analisis kondisi yang ada didasarkan pada data yang diukur dalam observasi lapangan. Langkah kedua adalah simulasi menggunakan sistem Envi-MET untuk memahami bagaimana lansekap yang ada mempengaruhi kondisi termal. Langkah ketiga adalah simulasi optimasi. Studi ini menemukan bahwa kondisi lansekap vegetasi perkotaan dapat memperbaiki kondisi termal perkotaan. Hal ini ditunjukkan dengan turunnya suhu dan MRT (Mean Radiation Temperature), serta kenaikan kelembaban yang mendekati kondisi ideal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perancangan lanskap vegetasi mempengaruhi kecepatan angin di daerah perkotaan.Kata kunci: tata vegetasi, kenyamanan termal kawasan dan Envi-MET system.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

komposisi

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Jurnal Arsitektur KOMPOSISI adalah wadah menghimpun dan mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan konsep-konsep ilmiah serta pengetahuan dalam bidang arsitektur dan lingkungan buatan berwujud artikel yang ditulis berdasarkan penelitian: artikel hasil penelitian, artikel tentang ide-ide (gagasan ...