Diglosia
Vol 1, No 1 (2017): Februari

NILAI-NILAI KARAKTER DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI

Risma Khairun Nisya (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2017

Abstract

Man Jadda Wajada, orang yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Kata mutiara inilah yang mampu memompa semangat para santri di Pondok Madani dalam berjuang mencari pendidikan di jalan Allah Swt. Kisah inspiratif Alif dan kelima temannya dalam menjalani kehidupan di pondok pesantren dan semangat juang mereka dalam mencari pendidikan diceritakan Ahmad Fuadi dalam novelnya Negeri Lima Menara. Sebuah novel inspiratif yang mampu mencerahkan pikiran pembaca dalam menghadapi hidup, kehidupan, dan memilih jalan hidup. Disampaikan melalui tokoh utama Alif, seorang anak rantau dari pinggiran Danau Maninjau yang berani memutuskan melanjutkan pendidikan di Jawa. Meski diawali dengan keraguan, pertentangan batin, hingga akhirnya berhasil merebut kemerdekaannya menyelesaikan perjuangan di Pondok Madani. Semangat para tokoh untuk maju dan setingkat lebih maju dari orang lain, menjadi menarik untuk dipaparkan lebih dalam. Sebagai kisah inspiratif, banyak nilai-nilai karakter dalam cerita ini yang dapat dijadikan motivasi dan teladan bagi pembaca.  Kata kunci: nilai-nilai karakter, negeri lima menara, pondok madani. 

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

dl

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, ...