JURNAL HIMA HAN
Vol 3, No 4 (2016)

PELAKSANAAN TATA RUANG KABUPATEN PRINGSEWU DALAM MENANGGULANGI BAHAYA BANJIR BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PRINGSEWU

Heriz, Muhammad Dandy (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Jan 2017

Abstract

Peraturan Daerah Kabupaten Pringsewu Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pringsewu Tahun 2011 – 2031 mengatur mengenai Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang wilayah Kabupaten menjadi acuan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan Ruang di wilayah Kabupaten. Salah satunya mengatur tentang  Pelaksanaan tata ruang Kabupaten Pringsewu dalam menaggulangi bahaya bencana banjir. Kawasan yang banyak terkena rawan banjir di Kabupaten Pringsewu  yaitu Kecamatan Pardasuka, Ambarawa, Pringsewu, dan Gadingrejo.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah Pelaksanaan Tata Ruang Kabupaten Pringsewu dalam Menanggulangi Bahaya Banjir Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pringsewu Serta 2) Apasajakah yang menjadi faktor penghambat dalam Pelaksanaan Tata Ruang Kabupaten Pringsewu dalam Menanggulangi Bahaya Banjir Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pringsewu ?Pendekatan masalah dalam penelitian ini adalah pendekatan normative dan pendekatan empiris. Sumber data dari penelitian ini adalah data primer, data skunder, dan data tersier. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan tata ruang kabupaten Pringsewu dalam menaggulangi bahaya banjir yang pertama harus memenuhi Perizinannya yang di keluarkan badan koordinasi penataan ruang Kabupaten Pringsewu sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku seperti Perizinan lingkungan meliputi Analisi Mengenai Dampak Lingkungan, Rencana Pemantauan Lingkungan dan pengelolaan lingkungan. Karena kewenangan Bapeda hanya menangani permohonan  izin yang di laporkan pada masyarakat dan Bapeda akan menyesuaikan dengan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2012 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pringsewu  Tahun 2011-2031 yang masuk dalam Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang.Fakta dilapangan masih banyak masyarakat yang belum memahami soal Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten yang mendasari pada arahan pemanfaatan ruang untuk kawasan rawan bencana banjir. Faktor penghambat dalam Pelaksanaan tata ruang kabupaten Pringsewu dalam menaggulangi bahaya banjir adalah kabupaten baru yang diresmikan pada tanggal 3 april 2009, belum ada Peraturan Daerah yang mengatur tentang kawasan rawan bencana banjir, dan sosialisasi peraturan daerah kabupaten pringsewu tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten Pringsewu yang belum maksimal sehingga masyarakat masih beranggapan tanah yang diperuntukan untuk persawahan adalah milik masyarakat pribadi.Kata Kunci: Banjir, Kabupaten Pringsewu, pelaksanaan, penanggulangan

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

han

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal HAN UNILA diterbitkan oleh Fakultas Hukum Bagian Hukum Administrasi Negara Universitas Lampung. Pernerbitan empat kali dalam setahun, pada bulan Maret, Juni, September dan bulan Desember. Dewan redaksi hanya menerima naskah hasil penelitian bidang Ilmu Hukum Administrasi ...