Prosiding Magister Ilmu Komunikasi
Buku A- Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal

MEN-SUBJEK-KAN MASYARAKAT PERBATASAN: TELAAH ATAS PERAN MEDIA BARU DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA

RIANTO, PUJI (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2017

Abstract

Media baru yang mengaburkan batas antara penerima dan pemroduksi pesan menawarkan peluang bagi representasi yang lebih luas masyarakat perbatasan. Ini karena-melalui media baru-masyarakat perbatasan dapat menampilkan diri secara terbuka tanpa terkendala oleh para gate keeper media massa. Dengan begitu, mereka bisa menjadi subjek bagi dirinya sendiri dengan tampil melalui blog, facebook, twitter, dan sebagainya. Namun, persoalannya bahwa masyarakat perbatasan menghadapi kelangkaan infrastruktur dan kurangnya literasi media. Akibatnya, mereka lebih sering menjadi objek dibandingkan sebagai subjek. Tulisan ini didasarkan atas observasi dan penelitian yang penulis lakukan pada 2012 dan 2016 yang dibiayai oleh LPP RRI di wilayah perbatasan (Batam, Entikong, Nunukan, Jayapura, dan Atambua). Selama penelitian tersebut, temuan-temuan di lapangan menemukan bahwa masyarakat perbatasan termajinalkan dari sisi komunikasi. Mereka tidak terepresentasikan dengan baik sebagai subjek warga negara. Langkanya infrastruktur membuat akses mereka terhadap media terbatas. Sebaliknya, mereka lebih banyak mendapatkan informasi dari negara tetangga, terutama Malaysia dan Timor Leste. Keberadaan media baru jelas memberikan peluang yang sangat besar untuk menjadikan masyarakat perbatasan sebagai subjek. Di beberapa perbatasan, teknologi internet telah diakses dengan baik. Namun, infastruktur lainnya dan pendidikan kurang pendukung. Oleh karena itu, perlu pembangunan infrastruktur, sarana pendidikan, dan literasi digital. Tanpa itu, masyarakat perbatasan akan tetap menjadi objek dalam dunia komunikasi yang semakin global. Kata Kunci: subjek, media baru, masyarakat perbatasan

Copyrights © 0000