Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil)
Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016

VARIASI DIMENSI PIPA BELL SIPHON TERHADAP EFEKTIFITAS TERHADAP PENGURAS SEPTIC TANK TERAPUNG

Imamsyah, Mohammad (Unknown)
Nindito, Dwi Anung (Unknown)
Kamiana, I Made (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Jul 2016

Abstract

Sungai Kahayan juga merupakan tempat pembuangan limbah dari aktifitas manusia seperti limbah industri, limbah rumah tangga, bahkan kotoran manusia atau tinja yang dibuang secara langsung ke badan air karena tidak terdapat fasilitas septic tank (tangki septik). Berkenaan dengan itu dibutuhkan suatu modifikasi atau inovasi dari septic tank yang dapat digunakan masyarakat tepian sungai. Modifikasi septic tank terapung harus disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga diharapkan septic tank terapung ini dapat dikuras secara mekanis dengan alat penguras otomatis. Oleh karena itu diperlukan alat penguras (bell siphon) dalam modifikasi septic tank terapung. Beberapa variasi yang akan dirunning meliputi komponen bell siphon yaitu, Siphon Diameter (A), Drow Down (B),  Custom Width of Trap (C), Bottom of Trap to Low Water Line (D), Bottom of Discharge to Low Water Line (E), Bottom of Trap to Bottom of Discharge (F), Height of Trap Above Low Water Line (G) dan Trap to Discharge (H). Dalam memvariasi komponen bell siphon untuk ukuran yang akan divariasi meliputi, Siphon Diameter (A) digunakan 2 jenis ukuran pipa yang berbeda yaitu A1 (1 inchi) dan A2 (2 inchi). Variabel tidak tetap yaitu Height of Trap Above Low Water Line (G) dengan ukuran G1 (5 cm atau posisi minimal), G2 (10 cm), G3 (15 cm) dan G4 (20 cm atau posisi maksimal). Variabel tetap yaitu Bottom of Trap to Bottom of Discharge (F) dengan ukuran F1 (21.5 cm), F2 (18.5 cm), F3 (15.2 cm) dan F4 (12 cm).  Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Penerapan bell siphon pada tampungan air di zona pembuangan, diperoleh kondisi paling optimal terkait ukuran dan dimensi bell siphon yaitu: (a) pada running pipa 1 inchi (A1G3D4F1), (b) pada running pipa 2 inchi (A2G4D4F2). Kriteria optimal diperoleh berdasarkan kondisi nilai D optimal, nilai G optimal dan nilai B optimal. Semakin tinggi nilai G, maka semakin besar pula nilai B. (2) Penerapan bell siphon pada tampungan air terkait efektifitas lama pengurasan bell siphon didasarkan pada nilai D optimal, F optimal dan G optimal, pada tiap variabel tetap (B). Nilai B yang mendekati terdapat pada kode variasi running A1G4D4F3 (1 inchi) dan A2G4D4F3 (2 inchi), untuk tinggi B yang sama, maka semakin cepat proses pengurasan T (waktu menguras semakin kecil). Untuk nilai B yang sama, semakin rendah nilai (F), maka semakin cepat pengurasan T (waktu menguras semakin kecil). Kata Kunci: Dimensi Bell Siphon, Efektifitas Penguras, Septic Tank

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

PRT

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil), ISSN 2460-4305 (online), ISSN 2460-4410 (print), yang diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (Bulan Januari dan Bulan ...