Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri
2018: SNTIKI 10

Analisis Value Chain dan Model Business pada Industri Pengolahan Dodol salak

misra hartati (Unknown)
Nazamuddin Siregar (Unknown)
silvia silvia (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Nov 2018

Abstract

Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah kesempatan bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk menciptakan peluang di bidang wirausaha. Salah satunya adalah UD. Salacca yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Selatan. Permasalahan yang dialami oleh perusahaan ini adalah kurangnya nilai tambah yang diberikan kepada pelaku rantai sehingga perlu dilakukan analisis rantai nilai (Value Chain Analysis) untuk mengetahui nilai masing-masing pelaku rantai. UD. Salacca juga belum mempunyai model bisnis yang tepat sehingga perlu dilakukan analisis model bisnis dengan menggunakan metode business model canvas yang bertujuan untuk mengetahui potensi produk olahan salak dan tindakan apa yang tepat bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan bersama. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai tambah (Value Added) yang paling besar adalah diterima oleh pihak pengolah salak sebesar 28% dengan nilai sebesar Rp. 3.239 Per Kg olahan salak, nilai tambah kedua adalah pada pihak petani salak sebesar 21,46% dengan besar nilai Rp. 1.060 Per Kg Penjualan Salak. Kemudian untuk pengumpul salak sebesar 11,48% dengan besar nilai Rp. 823,5 Per Kg penjualan salak. Kata Kunci: Business Model Canvas (BMC); Value Added; Value Chain Analysis

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

SNTIKI

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering Electrical & Electronics Engineering Industrial & Manufacturing Engineering Mathematics

Description

SNTIKI adalah Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri yang diselenggarakan setiap tahun oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. ISSN 2579 7271 (Print) | ISSN 2579 5406 ...