Majalah Patologi Indonesia
Vol 22 No 3 (2013): MPI

Ekspresi Topoisomerase II α pada Diffuse Large B Cell Lympho-ma dan Hubungannya dengan Respon Terapi

Indri Windarti (Unknown)
Endang SR Hardjolukito (Unknown)
Maria Francisca Ham (Unknown)
Tubagus Djumhana Atmakusuma (Unknown)
Wulyo Rajabto (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Sep 2013

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Kemoterapi pilihan untuk Diffuse Large B Cell Lymphoma (DLBCL) adalah regimen yang mengandung doksorubisin. Doksorubisin merupakan obat kemoterapi golongan antrasiklin yang bekerja sebagai anti Topoisomerase II (Top2). Penelitian sebelumnya terhadap galur sel tumor menunjukkan bahwa ekspresi Topoisomerase II α (Top2A) yang tinggi berhubungan dengan sensitifitas terhadap antrasiklin yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi protein Top2A pada DLBCL dan hubungannya dengan respon terapi. Metode Studi potong lintang dilakukan terhadap 38 kasus DLBCL dengan pulasan CD20 positif, yang telah mendapat kemoterapi minimal 4 siklus. Imunohistokimia dilakukan pulasan terhadap protein Top2A dengan menggunakan H-score. Hasil Ekspresi Top2A ditemukan pada 37 dari 38 kasus (97%) dengan kisaran H-score 101,5-215,0 dan median 124,1. H-score nilai Top2A dikatakan tinggi jika H-score lebih dari 124,1. Analisis statistik menunjukkan bahwa ekspresi Top2A pada DLBCL tidak berhubungan bermakna dengan respon terapi (p=0,670). Kesimpulan Ekspresi Top2A dan respon terapi tidak memiliki hubungan bermakna. Ekpresi Top2A pada DLBCL tidak dapat dijadikan prediktor respon terapi. Kata kunci: DLBCL, Doksorubisin, ekspresi Top2A, respon terapi. ABSTRACT Background Standard of chemotherapy for Diffuse Large B Cell Lymphoma (DLBCL) is a regimen containing doxorubicin. Doxorubicin is a component of anthracycline based chemotherapy that work as anti Topoisomerase II (Top2). Previous study on tumor cell lines showed that high expression of Topoisomerase II α (Top2A) was related to higher sensitivity to anthracycline as well. The aim of this study is to know the expression of Top2A and its relation to treatment response. Methods A cross-sectional study on 38 which DLBCL cases CD20 positive that have been treated with at least 4 cycles of chemotherapy. The immunohistochemical staining was performed on Top2A protein assesed using H-score. Results Expression of Top2A protein were found in 37 of 38 (97%) cases (H-score range: 101.5-215.0 and median 124.1). Value Top2A was defined as high if H-score more was higher than 124.1. Statistical analysis showed that Top2A expression in DLBCL was not significantly related to treatment response (p=0.670). Conclusion There was no significant relation between Top2A expression and treatment response. Top2A expression in DLBCL cannot be used as a predictor of treatment response. Key words: DLBCL, Doxorubicin, Top2A expression, treatment response.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

patologi

Publisher

Subject

Health Professions Public Health

Description

Majalah Patologi Indonesia (MPI) digunakan sebagai wahana publikasi hasil penelitian, tinjauan pustaka, laporan kasus dan ulasan berbagai aspek di bidang patologi manusia. Tujuannya ialah menghadirkan forum bagi permakluman dan pemahaman aneka proses patologik serta evaluasi berbagai penerapan cara ...