cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022" : 26 Documents clear
EFEK PERKUATAN GLASS FIBER REINFORCE POLYMER-SHEET PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN TULANGAN KOROSI Mufti Amir Sultan; Ridwan AR; Abdul Gaus
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.694

Abstract

Abstrak Artikel ini menyajikan tentang balok beton bertulang yang tulangannya telah korosi kemudian diberi perkuatan ekternal berupa serat glass tipe lembaran atau Glass Fiber reinforced Polymer-Sheet (GFRP-S). Pada studi ini variabel berdasarkan variasi tingkat korosi pada tulangan. Lima macam benda uji yang digunakan berbentuk balok dengan dimensi 15x20 cm panjang 160 cm. Tulangan utama yang digunakan besi f12 dan tulangan sengkang f8-100. Mutu beton digunakan 25 MPa. Balok beton bertulangan normal tanpa perkuatan sebagai balok kontrol (BN), balok beton bertulangan normal dengan perkuatan GFRP-S (BP), balok beton bertulangan korosi dengan perkuatan GFRP-S (BPK), variasi waktu pengkorosian tulangan selama 2 minggu (BPK2), 4 minggu (BPK4) dan 6 minggu (BPK6) dengan metode perendaman pada larutan asam sulfat 2,0%. Balok diperkuat GFRP-S pada daerah Tarik di bagian bawah balok. Pengujian lentur dengan twopoint load. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok beton bertulang yang diperkuat dengan GFRP-S mempunyai kapasitas lebih besar dibandingkan dengan balok normal sebesar 12,07%. Balok beton bertulang dengan tulangan tingkat korosi lebih besar (pengkorosian 6 minggu) cenderung menurunkan kapasitas balok namun kapasitasnya masih lebih besar dari balok normal sebesar 1,38%. Kata kunci: balok beton, tulangan korosi, asam sulfat, GFRP-S  Abstract This article presents about reinforced concrete beams whose reinforcement has been corroded and then externally reinforced in the form of sheet type glass fiber or Glass Fiber Reinfroced Polymer-Sheet (GFRP-S). In this study, the variables are based on variations in the level of corrosion on the reinforcement. Five kinds of test objects used in the form of blocks with dimensions of 15x20 cm and length of 160 cm. The main reinforcement used is f12 and f8-100 stirrup reinforcement. The quality of the concrete used is 25 MPa. Normal reinforced concrete beams without reinforcement as control beams (BN), normal reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BP), corrosion reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BPK), variations in reinforcement corrosion time for 2 weeks (BPK2), 4 weeks (BPK4)and 6 weeks (BPK6) by immersion method in 2.0% sulfuric acid solution. The beam is reinforced with GFRP-S in the Tensile region at the bottom of the beam. Flexural test with two point load. The results showed that reinforced concrete beams reinforced with GFRP-S had a larger capacity than normal beams by 12.70%. Reinforced concrete beams with reinforcement with a higher corrosion rate (6 weeks corrosion) tend to reduce the capacity of the beam but its capacity is still larger than normal beams by 1.38%. Keywords: concrete beam, corrosion reinforcement, sulfuric acid, GFRP-S 
ANALISIS BANGKITAN PERGERAKAN BERDASARKAN LOCATION QUOTIENT (LQ) DI KOTA BANDA ACEH Arizal Arizal; Noer Fadhly; Sartiyah Sartiyah
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.531

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis bangkitan pergerakan yang terdiri dari pergerakan yang dibangkitkan berdasarkan location quotient di wilayah Kota Banda Aceh serta mengetahui variabel yang mempengaruhi bangkitan pergerakan. Data penelitian berupa data sekunder Badan Pusat Statistika dan data primer melalui kuesioner secara random sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan teknik analisis dengan regresi linier berganda. Hasil regresi model bangkitan dilakukan pada 3 kecamatan yang nilai LQ nya lebih besar dari 1 yaitu Kecamatan Kuta Alam, Syiah Kuala dan Ulee Kareng. Hasil analisis model bangkitan sektor perkantoran dan perekonomiaan di Kecamatan Kuta Alam, yang mempengaruhi bangkitan secara signifikan adalah jumlah kepemilikan kendaraan dan pemilihan moda yang berpengaruh secara negatif. Setiap kenaikan jumlah kendaraan dan pemilihan moda, maka akan mengurangi bangkitan. Sektor pendidikan di Kecamatan Syiah Kuala, hanya jumlah kepemilikan kendaraan yang mempengaruhi bangkitan secara positif. Artinya, setiap kenaikan jumlah kepemilikan kendaraan, maka akan bertambah bangkitan dan tarikan. Sektor permukiman di Kecamatan Ulee Kareng hanya pemilihan moda berpengaruh secara signifikan secara positif terhadap bangkitan. Artinya, setiap kenaikan pemilihan moda, maka akan bertambah bangkitan. Saran untuk pemerintah sesuai penelitian ini bisa menjadi acuan untuk peningkatan kapasitas jalan dan tata guna lahan untuk menghindari kemacetan. Kata Kunci: Model bangkitan, tarikan, location quotient (LQ), regresi linier berganda  Abstract This research analysis of trip generation which consist of trip generation based on location quotient in Banda Aceh City as well as knowing the variables that affect of the trip generation of the movement. The research data is secondary data from the Central Bureau of Statistics and primary data through questionnaires with random sampling. Determination of the number of samples using the Slovin formula and analysis technique with multiple linear regression. The regression results of the trip generation models conducted in 3 districts whose LQ value is greater than 1, namely Kuta Alam, Syiah Kuala and Ulee Kareng Districts. The results of the analysis of the generated model of the office and economy sector in Kuta Alam District, which affects the trip generation significantly is the number of vehicle ownership and the choice of mode which have a negative effect. Each increase in the number of vehicles and choice of mode will reduce trip generation. In the education sector in Syiah Kuala District, only the number of vehicle ownership has a positive effect on generation. This means that every increase in the number of vehicle ownership, there will be an increase in trip generation. The residential sector in Ulee Kareng District, only the choice of mode has a positive significant effect on trip generation. That is, every increase in the choice of mode, there will be an increase in trip generation. Suggestions for the government according to this research can be a reference for increasing road capacity and land use to avoid congestion. Key Words: Trip generation, location quotient (LQ) and regression linear multiple
ANALISIS OPTIMASI POLA TATA TANAM JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI CIDURIAN TANGERANG MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER ira damayanti; Budi Santosa
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.642

Abstract

Abstrak Daerah Irigasi Cidurian terus mengalami pengurangan lahan, disebabkan pembangunan yang pesat di daerah Kabupaten Tangerang. Volume ketersediaan air semakin terbatas dan musim kemarau yang panjang juga menjadi salah satu penyebab kekuranga air tanaman. Tanaman yang biasa dibudidayakan yaitu Padi dan Palawija dengan penyusunan pola tata tanam yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air dan mengetahui luasan yang paling optimal dan keuntungan yang diperoleh dari berbagai alternatif yang dimodelkan.  Metode optimasi yang digunakan yaitu dengan menggunakan program linier, dengan bantuan program lingo. Hasil optimasi dari beberapa alternatif pola tanam yang dicoba dipilih alternatif ke II dan III dengan keuntungan maksimum mencapai 83%. Kata Kunci: Pola Tata Tanam, Irigasi, Optimasi Program Linier, Program Lingo.  Abstract Irrigation Area of cidurian is getting land reduction continuing. It causes by rapid development in Tangerang districts area. The volume of water availability is increasing limited and a long dry season is also one of the causes of plant water shortages. The commonly cultivated crops are Rice and Crops. The research aims to determine the availability of water and find out the most optimal area and the benefits obtained based on the various alternatives modeled. The optimization method used by a linear program that connected into the lingo application. The results of the optimization based on several alternative cropping patterns those are second and tried to be chosen are the third alternative which has a maximum profit for about 83%. Keywords: Cropping Pattern, Irrigation, Linear Programing Optimization, Lingo Program.
KAJIAN PENGARUH LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) TERHADAP KAPASITAS INFILTRASI PADA PERUMAHAN KENCANA DAMAI KOTA PALEMBANG Febrinasti Alia
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.672

Abstract

Abstrak Permasalahan banjir di kawasan pemukiman padat penduduk merupakan permasalahan yang sering terjadi di wilayah perkotaan. Salah satu contohnya adalah banjir yang sering terjadi pada perumahan Kencana Damai yang terletak pada Kecamatan Sako, Kelurahan Sukamaju, Kota Palembang. Setiap musim penghujan, genangan atau banjir sering terjadi dengan durasi 2-3 jam. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui kapasitas infiltrasi dan mengetahui seberapa besar efektivitas LRB dalam meningkatkan laju infiltrasi.  Dalam pembuatan lubang biopori, diberikan jarak 60 cm (50-100 cm) karena disesuaikan dengan luas lahan yang terbatas. Lubang yang dibuat memiliki kedalaman sekitar 1 m dengan diameter lubang sebesar 4 inch. Kemudian dimasukkan sampah daun kering, dan pengukuran laju infiltrasi dilakukan setelah sampah terdekomposisi selama 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa sifat fisik dan jenis tanah pada lokasi 1 dan 3 sama yaitu SW (pasir bergradasi baik), sedangkan pada lokasi 2 memiliki jenis tanah SP (pasir bergradasi jelek). Sifat fisik dan jenis tanah ini mempengaruhi kapasitas infiltrasi. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan laju infiltrasi yang besar pada lokasi 1 dan 3 (SW) yaitu 15,588 cm/jam atau 57,86% dan 14,971 cm/jam atau 55,57%. Berbeda dengan laju infiltrasi lokasi 2 dengan jenis tanah SP (pasir bergradasi jelek), kenaikan laju infiltrasi pada lokasi tersebut hanya sebesar 4,435 cm/jam atau 16,46%. Kata kunci: karakteristik tanah, LRB, infiltrasi, ekodrainase   Abstract The problem of flooding in densely populated residential areas is a problem that often occurs in urban areas. One example is the frequent flooding of Kencana Damai housing estates located in Sako District, Sukamaju Village, Palembang City. Every rainy season, puddles or floods often occur with a duration of 2-3 hours. This study was used to determine the infiltration capacity and to find out how much effective LRB is in increasing the infiltration rate.. In making biopore holes, a distance of 60 cm (50-100 cm) is given because it is adapted to the limited land area. The hole made has a depth of about 1 m with a hole diameter of 4 inches. Then, dry leaf litter was added, and the infiltration rate was measured after the waste had decomposed for 7 days, 14 days, and 28 days. Based on the research conducted, it is known that the physical properties and soil types at locations 1 and 3 are the same, namely SW (good graded sand), while at location 2 the soil type is SP (poorly graded sand). These physical properties and soil types affect the infiltration capacity. This is evidenced by the large increase in the infiltration rate at locations 1 and 3 (SW), namely 15.588 cm/hour or 57.86% and 14.971 cm/hour or 55.57%. In contrast to the infiltration rate at location 2 with SP soil type (poorly graded sand), the increase in infiltration rate at that location was only 4.435 cm/hour or 16.46%. Keywords: soil characteristics, LRB, infiltration, ecodrainage
SUBSTITUSI LIMBAH LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN PERENDAMAN KOTORAN SAPI TERHADAP PARAMETER MARSHALL Rajib Muammar; Iqbal Iqbal
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.606

Abstract

Abstrak Tingginya temperatur permukaan jalan, curah hujan dan beban lalu lintas merupakan beberapa penyebab kerusakan lapisan aspal. Pada jalan di daerah Aceh banyak dijumpai kotoran sapi berserakan di jalan. Kotoran sapi mengandung sangat banyak unsur hara dan kadar air yang cukup tinggi dan dapat diduga merupakan faktor penyebab kerusakan perkerasan jalan. Salah satu cara dalam mengatasi kerusakan perkerasan jalan adalah dengan memodifikasi aspal menggunakan bahan tambah yaitu polimer. Polimer yang digunakan berupa limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai pensubstitusi aspal. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik marshall campuran Laston (AC-WC) dengan tambahan irisan limbah plastik LDPE 2%, 4%, dan 6% pada aspal pen. 60/70 terhadap berat aspal, serta mengetahui pengaruh rendaman kotoran dan urine sapi dengan variasi waktu 30 menit, 24 jam, dan 48 jam terhadap stabilitas aspal modifikasi LDPE. Dari hasil penelitian didapatkan nilai stabilitas dengan rendaman kotoran sapi yaitu 1181,93 kg, stabilitas terbaik untuk LDPE pada persentase 6% dengan cara basah 2213,72. Nilai parameter untuk tanpa dan dengan substitusi LDPE yang dihasilkan berupa stabilitas, flow, MQ, density, VIM, VMA, dan VFA masih memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga tahun 2014. Kata kunci: Laston Lapis Aus, Limbah Plastik LDPE, Rendaman Kotoran Sapi.  Abstract High road surface temperatures, rainfall, and traffic loads are some of the causes of asphalt layer damage. On roads in the Aceh, you can find cow dung scattered on the road. Cow dung contains a lot of nutrients and a fairly high water content and can be suspected as a factor causing road pavement damage. One way to overcome the damage to the pavement is to modify the asphalt using added materials, namely polymers. The polymer used is Low-Density Polyethylene (LDPE) plastic waste as a substitute for asphalt. The main purpose of this study was to determine the characteristics of the marshall mixture of Laston (AC-WC) with the addition of 2%, 4%, and 6% LDPE plastic waste slices on the asphalt pen. 60/70 on the weight of asphalt, as well as knowing the effect of soaking cow dung and urine with variations in time of 30 minutes, 24 hours, and 48 hours on the stability of LDPE modified asphalt. From the results of the study, it was found that the stability value with cow dung bath was 1181.93 kg, the best stability for LDPE was at a percentage of 6% by wet method 2213.72. Parameter values for without and with substitution of LDPE produced in the form of stability, flow, MQ, density, VIM, VMA, and VFA still meet the requirements of the 2014 Highways specification. Keywords: Laston Lapis Aus, LDPE Plastic Waste, Cow Manure Soak. 
ANALISIS PENERAPAN K3 MASA PANDEMI COVID 19 PADA PROYEK DERMAGA SAMUDERA SEMARANG Agus Bambang Siswanto; M Afif Salim; Dinda Ramawati
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.647

Abstract

Abstrak Masa pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi berbagai sektor kehidupan salah satunya adalah sektor konstruksi. Proyek konstruksi dermaga yang harus tetap berjalan mengharuskan adanya penambahan protokol kesehatan pada penerapan K3 untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta tindakan pengawasan dan pengendalian penerapan K3/prokes  di area proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan K3/prokes serta tindakan pengawasan dan pengendalian penerapan K3/prokes terhadap proyek. Dari hasil pengolahan data kuisioner, penerapan K3/prokes telah diterapkan termasuk tindakan pengawasan dan pengendalian terhadap penerapan K3/prokes, sanksi terhadap pelanggaran prokes di area proyek. Penelitian ini juga mengemukakan bahwa penerapan K3/prokes serta tindakan pengawasan dan pengendalian penerapan K3/prokes memiliki hubungan antar variabel sesuai yang terinterpretasi melalui persamaan Y=59.013+0.743X1+0.244X2 serta secara simultan memberikan pengaruh sebesar 16.90% terhadap pelaksanaan proyek. Kata kunci: Proyek, konstruksi dermaga, K3, protokol kesehatan, pandemi covid 19   Abstract The Covid-19 pandemic has greatly affected the conditions of various sectors of life, one of which is the construction sector. The jetty construction project that must continue to run requires the addition of health protocols in the application of HSE to prevent the spread of Covid-19 as well as monitoring and controlling the implementation of HSE/health protocols in the project area. This study aims to determine how the effect of the application of HSE/health protocols as well as the actions of monitoring and controlling the implementation of HSE/health protocols on the project. From the results of the questionnaire data processing, the implementation of HSE/health protocols has been implemented including supervisory and control measures on the implementation of HSE/health protocols, sanctions for violations of health care programs in the project area. This study also suggests that the implementation of HSE/health protocols as well as actions to supervise and control the application of HSE/health protocols have a relationship between variables according to which is interpreted through the equation Y=59.013+0.743X1+0.244X2 and simultaneously has an effect of 16.90% on project implementation. Keywords: Project, jetty construction, HSE, health protocol, Pandemic of covid-19 
STUDI NUMERIK SAMBUNGAN SPUN PILE TERHADAP PILE CAP DENGAN DAN TANPA BETON PENGISI AKIBAT PEMBEBANAN SIKLIK Vania Callista; Yuskar Lase; Widjojo Adi Prakoso; Mulia Orientilize
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.681

Abstract

Abstrak Berdasarkan SNI 8460, spun pile sebagai struktur bawah didesain belum menggunakan konsep performance-based design (PBD) karena pertimbangan sulitnya proses perbaikan, meskipun PBD sudah diperbolehkan di negara lain. Peta gempa tahun 2017 menunjukkan adanya peningkatan seismic demand di Indonesia yang menyebabkan desain fondasi yang tidak efisien jika perilaku inelastic pada pondasi akibat gempa besar tidak diperbolehkan. Untuk mempelajari perilaku inelastic pondasi, tiga sambungan spun pile berukuran full scale diuji dengan pembebanan siklik horizontal. Analisis lanjutan dengan finite element (FE) dilakukan menggunakan Abaqus. Karena kurangnya jumlah tulangan geser (spiral) pada spun pile yang ada di Indonesia, efek confinement dari pemodelan tulangan spiral dibandingkan dengan pemodelan jika spiral disederhanakan sebagai hoops. Analisis FE juga dilakukan untuk mempelajari perbandingan perilaku antara spun pile kosong dan dengan beton pengisi dalam hal kekuatan, daktilitas dan performance levels dari sambungan spun pile.  Kata kunci: sambungan spun pile, performance-based design, the effect of concrete infill, daktilitas                                                   Abstract According to SNI 8640, spun pile as part of lower structure is not designed with the concept of performance-based design (PBD) because of repair issues, although PBD has been allowed for lower structures in other countries. According to the 2017 seismic zone, the increasing seismic demand in Indonesia results in an inefficient foundation design if inelastic behavior of foundation due to a big earthquake is not allowed. Three full scales of spun pile connections were tested with lateral cyclic loading to explore the inelastic behavior of foundation. A finite element (FE) analysis using Abaqus was conducted for further study. Due to low number of spun pile’s shear reinforcement (spiral) produced in Indonesia, the confinement effect of spiral model is compared with hoops model. Finite element analysis was also done to investigate the behavior difference of hollow spun pile and spun pile with concrete infill in terms of strength, ductility, and performance levels of spun pile’s connection. Keywords: spun pile connection, performance-based design, the effect of concrete infill, ductility
PEMANFAATAN BATU PUMICE DALAM MENGURANGI PENURUNAN PERFORMA BETON PASCA KEBAKARAN Muhammad Akhis Thoyfurrohman; Bagas Indra Cahyo; Erika Yulianti; Nuroji Nuroji; Yulita Arni Priastiwi
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.569

Abstract

Abstrak Beton yang mengalami kebakaran pada suhu 400˚C akan mengalami degradasi kekuatan hingga kuat tekan sisa 58,40% Hal ini akan mempengaruhi kualitas/kekuatan struktur beton tersebut dan akan menyebabkan beton menjadi getas, dan memungkinkan struktur mengalami kegagalan. Diperlukan upaya proteksi pasif kebakaran dengan menggunakan material yang memiliki ketahanan terhadap api. Salah satu material yang memiliki ketahanan terhadap api yang baik adalah batu pumice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan laju penurunan kekuatan beton pumice yang menggunakan Pasir Muntilan sebagai agregat halus akibat perubahan suhu pembakaran pada 27°C, 300°C, dan 600°C. Penelitian menggunakan 45 buah benda uji silinder beton berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Dengan variasi penggantian batu pumice 0% , 25%, 50%, 75% dan 100% dari volume agregat kasar dan Faktor Air Semen (FAS) sebesar 0,5. Pengujian kuat tekan dengan alat compression saat umur 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu pembakaran mempengaruhi kuat tekan beton pumice dengan pasir Muntilan pada semua komposisi proporsi. Semakin tinggi suhu pembakaran maka semakin besar penurunan yang terjadi. Besaran penurunan kuat tekan akibat kenaikan suhu pembakaran berkisar antara 0,16% hingga 55,38% lebih lambat dibandingkan dengan beton tanpa menggunakan batu pumice Kata kunci: Beton, Batu Pumice, Performa Beton  Abstract Concrete that has been burned at 400° C will experience degradation to a residual compressive strength of 58.40%. This will affect the strength of the concrete structure and will cause the concrete to become brittle, thus allowing the structure to fail. Then it will require passive fire protection by using materials that have some resistance to the fire. One material that has the potential to create fire resistance is pumice stone. The purpose of this study was to determine the value of compressive strength and the rate of reduction in compressive strength of Muntilan sand pumice concrete due to the changes in combustion temperature of 27˚C,300˚C, and 600˚C. In this study, used a 45 pieces concrete cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. with variations of pumice stone proportion of 0%, 25%, 50%,75% and 100% of the volume of coarse aggregate with a water cement ratio of 0.5. Compressive strength test with a compression device at the age of 28 days. The results of this study indicate that the combustion temperature affects the compressive strength of pumice concrete. The higher the combustion temperature, the higher the strength reduction that occurs. The amount of reduction in compressive strength due to an increase in combustion temperature ranged from 0.16% to 55.38% of the control specimens. Keywords: Pumice, Compressive Strength, Temperature
POTENSI PENERAPAN KEBIJAKAN CARBON TAX PADA INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA Mia Wimala; Jannuar Yeremy
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.663

Abstract

Abstrak Carbon tax merupakan kebijakan yang banyak diterapkan oleh berbagai negara sejak konvensi Protokol Kyoto. Kebijakan tersebut terbukti efektif untuk menurunkan emisi karbon yang saat ini menjadi permasalahan global. Saat ini, Indonesia berada pada tahap awal dalam penerapannya, ditandai adanya peraturan carbon tax yang resmi diberlakukan pada 29 Oktober 2021. Penelitian ini akan melihat pengaruh penerapan carbon tax khususnya pada industri konstruksi di negara-negara yang telah menerapkan sebelumnya dan melihat potensi penerapannya di Indonesia. Analisis SWOT digunakan  untuk mengetahui faktor-faktor internal maupun eksternal dalam penerapan kebijakan carbon tax. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan carbon tax dapat mendukung program pemerintah sebelumnya yaitu Skema Karbon Nusantara yang dapat mendukung pendanaan penerapan program pemerintah seperti green building dan infrastruktur berkelanjutan khususnya pada proyek-proyek pemerintah. Namun, perlu diperhatikan bahwa kebijakan carbon tax dapat berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi sehingga diperlukan pemanfaatan sumber pendapatan pajak yang dapat mendukung usaha-usaha pencapaian target penurunan emisi GRK Indonesia. Kata kunci: carbon tax, emisi karbon, kebijakan karbon, emisi CO2, karbon konstruksi   Abstract A carbon tax is a policy that has been implemented by many countries since the Kyoto Protocol convention The policy is effectively implemented to reduce carbon emissions. Currently, Indonesia is in the early stages of implementing the policy, marked by the new carbon tax regulation which officially was enforced on 29 October 2021. This research aims to identify the effect of carbon tax implementation in the construction industry in several countries and analyze the potential for its application in Indonesia. The SWOT analysis was carried out to determine internal and external factors in the implementation of a carbon tax policy. The result shows that the policy can support the previous program by the Indonesian government, namely the Nusantara Carbon Scheme to promote the funding for other related programs such as green building and sustainable infrastructure. However, it should be noted that the policy may also have a negative impact on economics. Therefore, it is necessary to use tax revenue sources in achieving Indonesia's GHG emission reduction targets. Keywords: carbon tax, carbon emissions, carbon policy, CO2 emissions, carbon construction Jeremiah 
PEMBUATAN MODEL 3D JALAN RAYA BAYAT UNTUK KEPERLUAN EXISTING MENGGUNAKAN METODE FOTO UDARA (UAV) DI KLATEN Dwiki Altito Priambodo; Martinus Edwin Tjahjadi; Ketut Tomy Suhari
TERAS JURNAL Vol 12, No 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.654

Abstract

Abstrak Penggunaan teknologi pada geodesi serta geomatika, yaitu teknologi fotogrametri udara unmanned aerial vehicle (UAV) dapat berguna dalam mengetahui kondisi jalan raya terkini. Untuk mengetahui hal tersebut, dapat dilakukan pembuatan suatu model 3 dimensi jalan raya, sehingga mendapatkan informasi-informasi terkini dari jalan raya. Penggunaan teknologi tersebut digunakan agar memperoleh data yang digunakan dalam pembuatan model 3 dimensi. Pembuatan model tersebut dilakukan menggunakan metode level of detail (LoD)0-3 jalan raya dan dilakukan perhitungan uji validasi geometrik jalan raya, yaitu lebar jalan raya mencakup perhitungan nilai root mean square error (RMSE) serta standar deviasi. Penelitian ini memperoleh visualisasi model 3 dimensi jalan raya, kemampuan foto udara hanya mengidentifikasi objek jalan dalam pembuatan model 3 dimensi jalan raya, dan hasil uji validasi geometrik jalan raya dengan RMSE 0.0455141 meter (lapangan dengan foto), 0.155467038 meter (lapangan dengan model), serta standar deviasi 0.078829245 meter (lapangan dengan foto), 0.310609926 meter (lapangan dengan model). Visualisasi model 3 dimensi jalan raya dengan metode level of detail (LoD)0-3 telah dilaksanakan. Kemampuan foto udara hanya mengidentifikasi objek jalan pada pembuatan model 3 dimensi jalan raya. Hasil pemodelan 3 dimensi jalan raya dilakukan uji validasi untuk mengetahui kedekatannya dengan model sebenarnya. Kata kunci: jalan raya, 3 dimensi, level of detail, validasi,   Abstract The use of technology in geodesy and geomatics, that’s aerial photogrammetry technology using an unmanned aerial vehicle (UAV) useful to realize the current roadway condition. To find out, making a roadway 3-dimensional model is done, so that’s the current of roadway information. That technology is used to obtain data in the manufacturing 3-dimensional model. The modeling was performed using the level of detail (LoD)0-3 method of the roadway and performed the calculation roadway geometrics validation test, that’s the width of roadway including the calculation of root mean square error (RMSE) and standard deviation. This study obtained a visualization of roadway 3-dimensional model, the ability of aerial photo to only identification of roadway object in the manufacture of a 3-dimensional model, and the results of the test with RMSE 0.0455141 meters (field with photos), 0.155467038 meters (field with model), and standard deviation 0.078829245 meters (field with photos), 0.310609926 meters (field with model). The visualization of roadway 3-dimensional model with the level of detail (LoD)0-3 method already implemented. The ability of aerial photos to only identification of roadway objects in the manufacture of roadway 3-dimensional model. The 3-dimensional models of the roadway model are validated to determine its proximity to the actual model. Keywords: roadway, 3-dimensional, level of detail, validation

Page 1 of 3 | Total Record : 26