cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013" : 8 Documents clear
KAJIAN SUMUR RESAPAN DALAM MEREDUKSI DEBIT LIMPASAN PADA KAWASAN LANCANG GARAM LHOKSEUMAWE Fasdarsyah Fasdarsyah
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v3i2.35

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan aktifitas masyarakat serta penutupan lahan permukaan tanah oleh perumahan, jalan dan lahan kedap air di desa Lancang Garam mengakibatkan limpasan air hujan meningkat dan pengisian air tanah berkurang. Salah satu usaha untuk mengurangi air limpasan dan mengembalikan fungsi resapan adalah penerapan sumur resapan air hujan. Tujuan penelitian ini untuk meminimalkan kelebihan air yang tidak tertampung dengan baik sehingga menyebabkan banjir. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu Debit yang keluar pada wilayah Lancang Garam jika tanpa sumur resapan untuk tipe I (60-100 m2) sebesar 0,415 m3/det, tipe II (100-200 m2) sebesar 0,934 m3/det dan tipe III (200-300 m2) sebesar 0,207 m3/det. Besarnya debit setelah ada sumur resapan untuk tipe I (60-100 m2) didapat 0,183 m3/det, tipe II (100-200 m2) didapat 0,364 m3/det dan tipe III (200-300 m2) didapat 0,081 m3/det. Kawasan Lancang Garam dapat mereduksi debit limpasan yang terjadi setiap unit rumah berdasarkan pengelompokkan tipe rumah yaitu tipe I (60-100 m2) didapat 0,232 m3/det, tipe II (100-200 m2) didapat 0,570 m3/det dan tipe III (200-300 m2) didapat 0,126 m3/det.Kata kunci: debit limpasan, curah hujan, sumur resapan
OPERASIONAL WADUK Wesli Wesli
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.058 KB) | DOI: 10.29103/tj.v3i2.34

Abstract

Waduk Keuliling mempunyai Luas Daerah Aliran Sungai 38,20 km2, luas genangan pada muka air normal (MAN) sebesar 259,94 ha, tampungan total muka air normal (MAN, EL. 45,80 m) sebesar 18.359.078 m3 dan tampungan efektif sebesar 12.992.080 m3 dan berfungsi sebagai penyediaan air baku, pengembangan perikanan darat, peternakan, persawahan dan lainnya. Untuk memenuhi semua kebutuhan dilakukan pengoperasian waduk yaitu dengan mengoptimalkan volume tampungan air pada akhir bulan melalui optimasi penggunaan data debit inflow dan data debit outflow dapat dimaksimalkan. Optimasi dilakukan dengan model optimasi Linier Programming dan hasil yang diperoleh yaitu Volume tampungan air pada bulan Oktober adalah 37.115.930 m3, bulan November sebesar 91.678.820 m3 dan di bulan Januari sebesar 144.589.300 m3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari bulan ke bulan tidak pernah terjadi pada level tampungan mati, sehingga masalah untuk segala kebutuhan air dapat teratasi.
HUBUNGAN KECEPATAN, KEPADATAN DAN VOLUME LALU LINTAS DENGAN MODEL GREENSHIELDS (STUDI KASUS JALAN DARUSSALAM LHOKSEUMAWE) Mukhlis Mukhlis
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.464 KB) | DOI: 10.29103/tj.v3i2.40

Abstract

Jenis kendaraan lalu lintas yang melintasi Jalan Darussalam Kota Lhokseumawe terdiri dari mobil penumpang, mobil barang, becak dan sepeda motor. Banyaknya kendaraan yang melewati jalan tersebut sangat dipengaruhi oleh banyaknya fasilitas-fasilitas umum yang digunakan oleh masyarakat, seperti pertokoan, mini market, sekolah, pertamina, perkantoran, dan lain-lain. Dalam merepresentasikan hubungan matematis kecepatan, kepadatan dan volume lalu lintas pada Jalan Darussalam Kota Lhokseumawe digunakan model Greenshields. Pengamatan untuk penelitian dilakukan pada haris Senin, Jum'at dan Minggu mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB. Bentuk matematis hubungan antara Kecepatan dan Kepadatan untuk hari Senin adalah S - D = 42,37 - 0,9611 D, sedangkan untuk hari Jum'at adalah S - D = 22,915 + 0,8513 D dan untuk hari Minggu adalah S - D = 45,5254 - 0,9922 D. Bentuk matematis hubungan antara Volume dan Kepadatan untuk hari Senin adalah V - D = 42,37 D - 0,9611 D², sedangkan pada hari Jum'at adalah V - D = 22,915 D - 0,8513 D², dan untuk hari Minggu adalah V - D = 45,5254 D - 0,9922 D². Bentuk matematis hubungan antara Volume dan Kecepatan untuk hari Senin adalah V - S = 44,0849 S - 0,9611 S², sedangkan untuk hari Jum'at adalah V - S = -26,9177 S + 1,1747S², dan untuk hari Minggu adalah V - S = 45,8821 S - 1,0078 S².Kata kunci: Kecepatan, kepadatan, Volume Lalu lintas, Model Greenshields
STUDI ANALISA KAPASITAS DEBIT TERHADAP KEBUTUHAN AIR BERSIH PROYEKSI TAHUN 2009 – 2014 PADA IPA BANTUAN OXFAM (PDAM TIRTA MON PASE) KABUPATEN ACEH UTARA Susilah Susilah
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.487 KB) | DOI: 10.29103/tj.v3i2.36

Abstract

Kabupaten Aceh Utara terdiri dari 27 kecamatan dengan jumlah penduduk 541.878 jiwa. Ditinjau dari aspek kesehatan masih sangat minim, terutama mengenai pemenuhan kebutuhan air bersih untuk sehari-hari. Di sisi lain pemerintah daerah belum mampu untuk memenuhi air bersih terutama pada desa- desa yang ada di kecamatan dalam kabupaten Aceh Utara. Pada tahun 2008 yang lalu NGO Oxfam memberikan bantuan berupa Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berkapasitas 20 l/dt terletak di desa Geudong dengan wilayah pelayanan di dua kecamatan yaitu kecamatan Meurah Mulia dan kecamatan Samudera kabupaten Aceh Utara. Kebutuhan air bersih dari tahun ke tahun menunjukkan tingkat kenaikan yang cukup besar. Dengan adanya tingkat kenaikan tersebut maka dapat dibuat suatu skenario terhadap alternatif proyeksi pemenuhan kebutuhan air bersih dengan melakukan evaluasi terhadap kapasitas produksi, kapasitas konsumsi, kapasitas debit, serta pertumbuhan jumlah penduduk. Pengumpulan data dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui studi literatur, mencari teori-teori yang mendukung penelitian, mencari data-data yang diperlukan di instansi-instasi terkait, observasi lapangan dan bertanya langsung dengan sumbernya. Data yang telah terkumpul kemudian dihitung menggunakan beberapa metode antara lain metode Haspers dan metode Gumbel untuk menghitung curah hujan rencana agar mendapatkan nilai debit andalan. Sedangkan pertumbuhan jumlah penduduk digunakan tiga pendekatan metode yaitu metode Arithmatik, Geometrik, dan Least Square. Debit andalan sungai Krueng Pase diperoleh sebesar 7,765.911 m3/det, untuk perhitungan laju pertumbuhan penduduk diperoleh sebesar 42436 jiwa, dan kebutuhan air bersih sebesar 112,603 l/d. Maka dapat diambil kesimpulan IPA Bantuan Oxfam berkapasitas produksi 20 l/dt tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk hingga tahun 2014. Kata kunci: Proyeksi, Debit, Kapasitas, Kebutuhan Air Bersih
REACTIVE POWDER CONCRETE DENGAN SUMBER SILIKA DARI LIMBAH BAHAN ORGANIK Yulius Rief Alkhaly
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.971 KB) | DOI: 10.29103/tj.v3i2.41

Abstract

Reactive powder concrete (RPC) merupakan varian baru dari beton mutu ultra tingggi (ultra high strength concrete) yang diperkenalkan kepada umum pertama kali pada tahun 1994. Beton modern ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan beton konvensional (normal concrete) atau beton kinerja tinggi (high performance concretes). Penelitian tentang RPC di Indonesi masih sangat terbatas, RPC pertama bermaterial lokal Indonesia dikembangkan tahun 2009, dengan sumber silika berasal dari silica fume. Sebagai bagian dari berbagai penelitian lanjutan tentang RPC, hasil akhir dari riset ini diharapkan dapat menghasilkan RPC yang benar-benar sesuai dengan karakteristik material di Indonesia. Sumber silika yang digunakan berasal dari limbah bahan organik sehingga dapat menekan biaya produksi dan menghasilan green concrete yang dapat mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan.Kata kunci: Reactive Powder Concrete, Silika, Limbah Bahan Organik
KAJIAN KEBUTUHAN LAMPU LALU LINTAS PADA SIMPANG 6 KUTABLANG LHOKSEUMAWE Wesli Wesli; Said Jalalul Akbar
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.2 KB) | DOI: 10.29103/tj.v3i2.37

Abstract

Simpang Kutablang merupakan simpang berlengan 6 dengan beban lalu lintas yang bertambah dari waktu ke waktu. Untuk meningkatkan tingkat pelayanannya perlu suatu kajian terhadap kebutuhan lampu lalu lintas baik pada saat ini maupun prediksi ke depannya. Kajian ini dilakukan berdasarkan volume kendaraan dan kecepatan kenderaan. Analisis waktu siklus lampu lalu lintas dilakukan dengan menggunakan metode Webster. Hasil kajian menggambarkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari senin sebesar 2062,77 smp/jam dan kecepatan rata-rata kendaraan yaitu sebesar 24,85 km/jam.Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa dari variabel volume kenderaan belum membutuhkan lampu lalu lintas karena menurut MKJI (1997) kapasitas dasar penentuan kebutuhan lampu lalu lintas adalah apabila volume kenderaan minimal sebesar 2900 smp/jam. Dari variabel kecepatan kenderaan dapat dinyatakan bahwa simpang Kutablang sudah membutuhkan lampu lalu lintas karena menurut MKJI (1997) kecepatan minimum terhadap kebutuhan lampu lalu lintas adalah sebesar 28 km/jam. Dari hasil forecasting (prediksi) berdasarkan volume kenderaan dapat dinyatakan bahwa kebutuhan lampu lalu lintas ke depannya terjadi pada tahun 2016 dengan waktu siklus sebesar 118 detik untuk jam puncak pagi, 104 detik untuk jam puncak siang dan 115 detik untuk jam puncak sore. Kesimpulan hasil kajian menunjukkan bahwa Simpang 6 Kutablang Lhokseumawe pada saat ini tahun 2013 belum diperlukan lampu lalu lintas, kebutuhan tersebut diperkirakan akan terjadi pada tahun 2016Kata kunci: Lampu Lalu Lintas, kecepatan, volume kendaraan, forecasting.
STUDI PENENTUAN TARIF PENUMPANG ANGKUTAN BUS SEDANG (Studi Kasus Trayek Lhokseumawe-Bireuen) Teuku Muhammad Ridwan
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.894 KB) | DOI: 10.29103/tj.v3i2.38

Abstract

Bus Cendrawasih salah satu bus yang menyediakan jasa angkutan umum penumpang dengan trayek Lhokseumawe-Bireuen dengan jarak tempuh 56 km setiap trip dan frekuensi pelayanan 3 trip perhari pulang-pergi. Dalam penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar tarif angkutan penumpang berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan yang ditinjau dari direct cost dan indirect cost. Berdasarkan hasil survey dan analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa Angkutan umum bus CV. Cendrawasih dapat memberikan pelayanan yang relatif baik walaupun jumlah armada yang beroperasi hanya 35 unit. Faktor pembebanan (load factor) ratarata angkutan antar kota sebesar 45% dengan jumlah rata penumpang per ritnya adalah 13 penumpang. Besarnya biaya operasi kendaraan Biaya langsung sebesar Rp. 2.013,740 /bus-km, Biaya tidak langsung Rp. 18,020 / bus-km. Besarnya biaya operasi kendaraan rata-rata sebesar Rp. 156,289 /pnp/km. Besarnya tarif dihitung berdasarkan biaya operasi kendaraan (BOK) dan jumlah penumpang rata-rata/trip sebesar Rp. 8.752,20 /penumpang. Tarif yang telah diberlakukan selama ini adalah sebesar Rp. 10.000,00. Hal ini menunjukkan tarif masih sesuaiKata kunci: Tarif Penumpang, Bus Sedang
KAJIAN PENGARUH NILAI CBR SUBGRADE TERHADAP TEBAL PERKERASAN JALAN (Studi Komparasi CBR Kecamatan Nisam Antara, Kecamatan Sawang dan Kecamatan Kuta Makmur) Said Jalalul Akbar
TERAS JURNAL Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.3 KB) | DOI: 10.29103/tj.v3i2.39

Abstract

Tanah dasar (subgrade) merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam menentukan ukuran ketebalan dari lapis pekerasan. Tanah dasar pada setiap lokasi tidak sama dan sangat variatif tergantung dari spesifikasi tanah pada daerah tersebut. Semakin bagus kualitas tanah pada sebuah daerah maka semakin tinggi pula nilai CBR tanah tersebut. Penelitian ini ingin melihat sejauh mana perbedaan ukuran tebal perkerasan dengan menggunakan nilai CBR dari masing-masing lokasi yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam melakukan perencanaanperencanaan tebal lapis perkerasan nantinya. Dari hasil pengujian di lapangan diperoleh nilai rerata CBR dari masing-masing lokasi adalah Kecamatan Nisam Antara 38,94%, Kecamatan Sawang 38,80% dan Kecamatan Kuta Makmur 51,58%. Berdasarkan hasil perhitungan didapat tebal lapis permukaan untuk Kecamatan Nisam Antara sebesar 2 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 10 cm. Untuk Kecamatan Sawang tebal lapis permukaan 2,3 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 10 cm, sementara untuk Kecamatan Kuta Makmur tebal lapis permukaan 1,5 cm, lapis pondasi atas 20 cm dan lapis pondasi bawah 10 cm, sehingga dapat di simpulkan bahwa nilai CBR Kecamatan Kuta Makmur merupakan nilai CBR terbaik dari ketiga lokasi tersebut dan memberi penguruh yang signifikan terhadap tebal perkerasan sehingga lapis permukaan menjadi lebih tipis sehingga apabila dikonversi terhadap harga pengerjaannya menjadi lebih murah dan efisienKata kunci: CBR, Subgrade, Tebal Perkerasan Jalan

Page 1 of 1 | Total Record : 8