cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015" : 7 Documents clear
KUAT TEKAN BETON POLIMER BERBAHAN ABU VULKANIK GUNUNG SINABUNG DAN RESIN EPOKSI Yulius Rief Alkhaly; Cok Nando Panondang; Zulfahmi Zulfahmi
TERAS JURNAL Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.847 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i2.14

Abstract

Beton polimer merupakan suatu jenis beton yang terbuat dari bahan polimer sebagai binder penggati semenportland. Dibanding dengan semen portland, beton yang terbuat dari polimer relatif lebih baik dalam hal: kuat tekan, stabilitas volume, dan durabilitas.Pada penelitian ini, semen Portland tipe I merk Andalas sebagai binderdisubstitusi dengan kombinasi abu vulkanik Gunung Sinabung (AV) dan resin epoksi (RE) sebagai material polimer.Agregat kasar dan agregat halus dipakai berupa kerikil dan pasir sungai. Benda uji beton dicetak menggunakan silinder berukuran 150 mm x 300 mm untuk masing-masing variasi polimer sebanyak 5 sampel dan untuk beton normal 5 sampel. Adapun kombinasi variasi polimer yang digunakan adalah: (5% AV + 5% RE), (12% AV + 7% RE), dan(25% AV + 10% RE) dengan mutu beton normal rencana sebesar 17,50 MPa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa besarnya kuat tekan yang dihasilkan untuk masing-masing variasi di atas secara berutan adalah: 14,83 MPa, 22,53 MPa dan 25,36 MPa, sedangkan beton normal memiliki kuat tekan sebasar 18,74 MPa. Kombinasi variasi (12% AV + 7% RE) dan(25% AV + 10% RE) memberi hasil kuat tekan lebih baik dibanding beton normal, masing-masing meningkat sebesar 20,22% dan 35,32%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kuat tekan dapat dicapai dengan menggunakan kombinasi polimer lebih besar dari 5%.Kata kunci: kuat tekan,beton polimer, abu vulkanik, resin epoksi.
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN PECAHAN BATU BATA KLINKER TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Yulius Rief Alkhaly
TERAS JURNAL Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.728 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i2.10

Abstract

Batu-bata klinker merupakan hasil dari produksi bata merah, namun mengalami kelebihan suhu saat proses pembakaran yang membuat bentuk dan ukurannya menjadi tidak beraturan. Batu bata ini tidak dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan menjadi limbah yang dibuang. Selain berbobot ringan dan berwarna lebih gelapdari bata normal, kondisi fisik bata klinker lebih keras sehingga berpotensi dijadikan sebagai agregat pada pembuatan beton. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui besarnya kuat tekan beton normal pada substitusi agregat kasar dengan batu bata klinker. Sampel beton untuk pengujian kuat tekan berbentuk silinder dengan ukuran 150mm x 300mm, berjumlah sebanyak 20 benda uji. Adukan beton dibuat berdasarkan faktor air semen 0,48, dan variasi substitusi bata klinker yaitu sebanyak 0%, 25%, 50% dan 100% terhadap volume absolut adukan. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton normal (BN) pada nilai slump 6,5 cm didapat sebesar 22,54 MPa, untuk beton klinker 25% (BK1) dengan slump 5 cm didapat kuat tekan 22,30 MPa, untuk beton klinker 50% (BK2) dengan slump 6 cm didapat kuat tekan 21,86 MPa, dan untuk beton klinker 100% (BK3) dengan slump 5,5 cm didapat kuat tekan 21,74 MPa. Dari segi berat volume beton, BN memiliki bobot sebesar 2329,09 kg/m3, sedangkan untuk BK1, BK2 dan BK3 berturut-turut berbobot 2262,34 kg/m3, 2210 kg/m3, 2122,50 kg/m3. Penurunan bobot ini berkisar 2,87% - 8,87% dari bobot BN. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa kuat tekan beton beragregat bata klinker masih dalam katagori kuat tekan yang disyaratkan, dan bobotnya lebih ringan dibanding beton normal. Berdasarkan hasil ini diketahui bata klinker berpotensi sebagai agregat kasar untuk pembuatan beton normal untuk aplikasi struktural.Kata kunci: Agregat kasar, batu bata klinker, kuat tekan, beton normal.
ANALISIS FUNGSIONAL EMBUNG URONG KAYEE MIRAH TERHADAP PENYEDIAAN AIR IRIGASI MELALUI KAJIAN HIDROLOGI DAN SURVEY INVESTIGASI Wesli Wesli
TERAS JURNAL Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.35 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i2.15

Abstract

Embung Urong kayee Mirah berada di wilayah Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh utara tidak dapat melayani kebutuhan air persawahan disebabkan terjadi kerusakan pada bagian pintu bendung dan pada bagian-bagian embung lainnya. Luas areal persawahan yang harus dilayani 1.938 Ha. Pada kondisi eksisting Embung Urong Kayee Mirah mempunyai luas genangan kurang lebih 4 Ha hanya mampu mengairi sawah seluas 500 Ha. Kondisi embung dalam keadaan tidak berfungsi sehingga tidak dapat melayani persawahan masyarakat. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar kemampuan pelayanan embung dalam menyediakan air irigasi dan seberapa besar tingkat kerusakan yang terjadi pada embung. Metode yang dilakukan melalui kajian hidrologi dan survey investigasi agar pelaksanaan perbaikan sesuai sasaran, maka sehingga diperoleh suatu gambaran untuk fungsional pelayanan. Hasil kajian menyatakan bahwa Berdasarkan curah hujan rata yang terjadi di wilayah embung, hasil analisis hidrologi menggambarkan bahwa Debit Periode Ulang 2 tahunan sebesar 10,20 m3/det, Untuk periode ulang 5 tahunan sebesar 13,47 m3/det, periode ulang 10 tahunan sebesar 15,64 m3/det dan periode ulang 25 tahunan sebesar 18,37 m3/det. Hal ini menunjukkan bahwa potensi air pada embung Urong Kayee mirah sangat memadai, terjadinya masalah tidak berfungsinya embung disebabkan oleh kerusakan pada bagian pintu pembagi dan banyaknya tanaman kelapa sawit di area sekitar bendung. Kemampuan tampungan embung masih memadai sehingga tidak diperlukan penggalian Saran dan rekomendasi adalah perlu dilakukan perbaikan pada pintu bangunan bendung, meminta kepada masyarakat untuk mengganti tanaman sawit (replanting) dengan tanaman lain seperti jati, sengon atau tanaman lain yang tidak membutuhkan banyak air dalam pembudidayaannya.Kata Kunci: Hidrologi, Survey Investigasi, Kapasitas Pelayanan
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN (Studi Kasus Jalan Medan–Banda Aceh km 254+800 s.d km 256+700) Lis Ayu Widari; Said Jalalul Akbar; Rizky Fajar
TERAS JURNAL Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.575 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i2.11

Abstract

Jalan raya Medan–Banda Aceh adalah jalan raya lintas sumatera yang berupa jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) yang menghubungkan antar kota baik dalam provinsi dan diluar provinsi. Peningkatan volume lalu lintas harus di imbangi dengan peningkatan tingkat pelayanan jalan. Hasil volume lalu lintas harian rata-rata yang didapatkan selama 3 hari, untuk hari minggu 1240 smp/jam hari senin 1048 smp/jam dan hari jum’at 1168 smp/jam. Volume puncak selama 3 hari terjadi pada sore hari pada pukul 17.00–18.00 WIB. Sebagian besar jenis kendaraan yang mendominasi pada Jalan Medan–Banda Aceh km 254+800 s.d 256+700 adalah kendaraan ringan (LV) dan sepeda motor (MC) yaitu volume totalnya 14206 smp/hari dan 13068,3 smp/hari sedangkan volume total kendaraan berat (HV) adalah 3844,4 smp/hari. Kecepatan rata– rata kendaraan setempat pada sore hari lebih lambat dari pagi hari karena volume lalu lintas puncak terjadi pada sore hari. Total kecepatan rata-rata hari minggu dan senin yaitu 44,19 km/jam dan 42,19 km/jam lebih besar dari kecepatan arus bebas menurut MKJI yaitu 40,49 km/jam yang berarti dalam segi ini masih dalam kategori aman. Kapasitas jalan sebesar 2802,38 smp/jam. Derajat kejenuhan yang diperoleh yaitu 0,36 < 0,75 masih berada dalam level aman (MKJI 1997) serta menunjukkan juga bahwa tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS) yang diperoleh dalam kategori kelas B yaitu arus lalu lintas masih stabil tapi kecepatan mulai terbatas.Kata Kunci: volume lalu lintas, kecepatan rata-rata, derajat kejenuhan
TINJAUAN MUTU AGGREGAT LAPISAN PONDASI BAWAH PADA PERKERASAN JALAN BATAS KOTA LHOKSEUMAWE - PANTON LABU Said Jalalul Akbar; Mukhlis Mukhlis; Burhanuddin muhibuddin
TERAS JURNAL Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.195 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i2.17

Abstract

Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan untuk memindahkan manusia dan barang dari tempat asal ketujuan. Pembangunan sebuah jalan haruslah dapat menciptakan keadaan yang aman bagi pengendara dan pejalan kaki yang memakai jalan tersebut Agregat merupakan salah satu komponen utama dari struktur perkerasan jalan dan sangat berperan dalam menentukan mutu (kekuatan/ketahanan) dari jalan tersebut. Agregat terdiri darii kumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir baik yang berasal dari alam maupun buatan yang berbentuk mineral padat berupa ukuran besar maupun kecil. Dari hasil pengamatan banyak pembangunan sebuah jalan saat ini telah terjadi kerusakan tetapi masih dalam umur rencana. Penelitian ini bertujuan ingin melihat mutu agregat yang digunakan pada jalan tersebut dan kemudian membandingkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dilaboratorium dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kontraktor (pelaksana). Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Bina Marga. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan di laboratorium dan oleh kontraktor pelaksana untuk pengujian sifat fisis agregat keduanya telah memenuhi persyaratan sesuai yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Adapun yang membedakan hanya pada variasi persen lolos saringan saja. Dari hasil pengujian keseluruhannya dapat dikatakan bahwa mutu agregat hasil pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium Universitas Malikussaleh lebih baik bila dibandingkan dengan mutu agregat hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksanaKata kunci :Agregat, , Mutu Agregat, LPB
ANALISIS PENGARUH KINERJA LALU-LINTAS TERHADAP PEMASANGAN TRAFFIC LIGHT PADA SIMPANG TIGA (STUDI KASUS SIMPANG KKA) Zulfhazli Zulfhazli; Hamzani Hamzani; Lili Anggraini
TERAS JURNAL Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.329 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i2.12

Abstract

Persimpangan merupakan jalinan jalan yang memiliki posisi penting dalam mengatur arus lalu lintas, tidak praktis dan tidak optimalnya pengaturan simpang akan menimbulkan permasalahan seperti kesemrautan dan kecelakaan. Persimpangan Simpang Tiga KKA telah dilakukan perubahan pengaturan dari simpang tidak bersinyal menjadi simpang bersinyal. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh kinerja lalu-lintas terhadap pemasangan traffic light dengan menganalisa kapasitas, derajat kenuhan, tundaan serta tingkat pelayanan simpang, metode yang digunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Langkah pelaksanaan penelitian yaitu survey langsung di lapangan dengan pengambilan data volume lalu-lintas, ukuran geometrik dan waktu sinyal. Hasil diperoleh untuk erajat kejenuhan pada pendekat A (Medan-Banda Aceh) sebesar 0,74, pendekat B (Sp. KKA-Keluar) 0,32 dan pendekat C (Banda Aceh-Medan) 0,72 yaitu tergolong dalam kondisi stabil, artinya kapasitas simpang masih sanggup menampung arus maksimum yang melewati persimpangan tersebut, untuk nilai tundaan rata-rata seluruh simpang diperoleh hasil 7,60 det/smp sesuai dengan tabel tundaan simpang rata-rata (LOS) maka tingkat pelayanan yang diperoleh adalah B (Baik). Dengan begitu pengaturan lampu lalu-lintas pada persimpang tersebut masih belum layak dan dapat dipertahankan tanpa menggunakan traffic light.Kata Kunci: Simpang Bersinyal, Kapasitas, Derajat Kejenuhan
FAKTOR SUKSES (KEY SUCCESS FACTOR) KONTRAKTOR DALAM MENGIKUTI LELANG MENGGUNAKAN SISTEM E-PROCUREMENT DI KOTA LHOKSEUMAWE Muhammad Fauzan; Mukhlis Mukhlis; Eva Zavira
TERAS JURNAL Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.938 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i2.13

Abstract

E-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang meliputi pelelangan umum secara elektronik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Kesuksesan kontraktor dalam mengikuti lelang secara e-procurement di kota Lhokseumawe ditentukan oleh faktor mengembangkan potensi dan sumber daya manusia, faktor memahami peraturan dan ketentuan hukum, faktor memanfaatkan penguasaan teknologi secara optimal, faktor memiliki infrastuktur yang memadai dan faktor mengadakan pengembangan sosialisasi. Dari hasil penelitian diperoleh perhitungan Cronbach Alpha 0,74 yang berarti kuesioner bisa digunakan sebagai alat mencapai tujuan penelitian. Dengan menggunakan program SPSS versi 17.0 for window diperoleh sebesar 0,755 ini berarti faktorfaktor tersebut berpengaruh terhadap kesuksesan kontraktor mengikui lelang secara e-procurement adalah sebesar 75,5% dan diperoleh persamaan analisis regresi yaitu: Y = 1,885 + 0,470X1 - 0,204X2 + 0,398X3 - 0,002X4 - 0,019X5 + ei, di mana faktor mengembangkan potensi dan sumber daya manusia (X1) faktor memanfaatkan penguasaan teknologi secara optimal (X3) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesuksesan kontraktor, sedangkan faktor memahami peraturan dan ketentuan hukum (X2), faktor memiliki infrastuktur yang memadai (X4) dan faktor mengadakan pengembangan sosialisasi (X5) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kesuksesan kontraktor mengikui lelang secara e-procurement. Kata Kunci: E-procurement, Faktor Sukses, Signifikan 

Page 1 of 1 | Total Record : 7