cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017" : 8 Documents clear
STUDI KOMPARASI BASE SHEAR PADA GEDUNG MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR DAN NON BASE ISOLATOR ahmad ridho siagian; Wesli Wesli; Yovi Chandra; Said Jalalul Akbar
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.057 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.134

Abstract

Perencanaan struktur gedung di Indonesia masih minim dalam penggunaan base isolator pada wilayah gempa kuat seperti Aceh. Penelitian ini mengkombinasikan antara base isolator dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sebagai sistem penahan gaya gempa di wilayah gempa kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbandingan respon gempa struktur fixed base SRPMK dan struktur SRPMK base isolator pada bangunan tingkat 10. Kedua struktur di analisis dengan spectrum respon dan data gempa yang digunakan adalah data gempa kota Banda Aceh dengan bantuan program Extended Three Dimensional Analysis of Buliding Systems (ETABS) 2016. Respon struktur yang ditinjau adalah gaya geser dasar (base shear), waktu getar alami, perpindahan (displacement), simpangan antar lantai (interstory drift) dan kapasitas penampang kolom tepi dan tengah pada struktur base isolator SRPMK. Dari hasil penelitian diperoleh gaya geser dasar struktur fixed base sebesar 9677,44 kN arah x dan 9649,26 kN arah y sedangkan struktur base isolator 5871,16 kN arah x dan 5854,27 kN arah y, kemudian hasil waktu getar alami struktur fixed base sebesar 1,178 detik dan struktur base isolator 2,277 detik, dan hasil simpangan antar lantai paling besar terletak di lantai 2 struktur base isolator yaitu 18,948% mereduksi simpangan antar lantai fixed base dan struktur memenuhi peraturan SNI 03-1726-2012 untuk penggunaan isolasi yaitu 46,51 mm. Kapasitas penampang kolom struktur fixed base pada lokasi pinggir yaitu 0,292 dan 0,427 pada lokasi tengah sedangkan nilai kapasitas penampang kolom struktur base isolator pada lokasi pinggir yaitu 0284 dan 0,374  pada lokasi tengah. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa penggunaan base isolator dapat mereduksi gaya geser arah x mencapai 40% dan arah y mencapai 39%, kemudian dapat memperpanjang waktu getar alami struktur bangunan dua kali. Hal ini menyebabkan gaya gempa yang bekerja semakin kecil dan dimensi kolom dapat diperkecil. Kata Kunci  : SRPMK Base isolator, Analisis respon spektrum, ETABS 2016
Studi Penempatan Dinding Geser Terhadap Waktu Getar Alami Fundamental Struktur Gedung Fadlan Effendi; Wesli Wesli; Yovi Chandra; Said Jalalul Akbar
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.87 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.133

Abstract

Dinding geser adalah slab beton bertulang yang dipasang pada posisi vertikal pada sisi gedung tertentu yang berfungsi menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur. Ketika dinding geser ditempatkan pada lokasi tertentu yang cocok dan strategis, dinding tersebut dapat digunakan secara ekonomis untuk menyediakan tahanan beban horisontal yang diperlukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tata letak dinding geser terhadap waktu getar alami fundamental struktur gedung serta gaya geser dasar dan simpangan antar lantai yang terjadi dan gaya-gaya dalam pada bangunan akibat adanya beban gempa. Semua variasi dinding geser di analisis dengan bantuan program Extended Three-dimensional Analysis Building System (ETABS). Hasil penelitian ini waktu getar alami fundamanetal yang paling kecil terdapat pada model 5 dengan nilai sebesar 0,957 detik sedangkan yang paling besar terdapat pada model 3 sebesar 1,264 detik. Untuk nilai drift yang paling besar terdapat pada model 6 sebesar 30,322 mm sedangkan nilai yang paling kecil terdapat pada model 3 sebesar 12,128 mm. Untuk nilai geser dasar hanya model 6 yang memenuhi syarat SNI 03-1726-2012 sedangkan yang lain tidak memenuhi sehingga harus dilakukan pembesaran gaya geser. Pemodelan simetris pada model 4, model 5, model 6 memiliki nilai gaya dalam yang kecil. Sehingga dari semua pemodelan dinding geser pada pemodelan simetris yang memenuhi semua syarat SNI 03-1726-2012 dan memiliki gaya-gaya dalam yang kecil. Kata kunci: Dinding geser, waktu getar alami fundamental struktur
PENERAPAN METODE MODIFIED ANDREASEN PACKING MODEL PADA RANCANGAN CAMPURAN BETON NORMAL Yulius Rief Alkhaly
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.052 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.131

Abstract

Perancangan campuran beton (mix design) merupakan upaya untuk menentukan besarnya jumlah semen, agregat halus, agregat kasar, dan air yang akan digunakan dalam 1 m3 adukan guna memperoleh kuat tekan rencana dan kemudahan kerja yang ditetapkan. Aspek keuntungan ekonomis campuran beton sangat ditentukan dari jumlah kandungan semen. Campuran beton dengan packing density yang baik akan menghasilkan jumlah kandungan semen yang lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan komposisi campuran beton dengan menggunakan metode Andreasen-Andersen packing model berbantuan perangkat lunak EMMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Modified Andreasen Packing Model menghasilkan campuran beton berkandungan semen lebih rendah, dan kuat tekan beton pada umur 28 hari lebih tinggi dibandingkan dengan metode SNI 03-2834-2000. Pada mutu beton rencana 15 MPa – 25 MPa, penggunaan semen lebih rendah 6% - 9% dan kuat tekannya meningkat sebesar 6% - 7%. Selanjutnya pada mutu beton rencana 30 MPa – 40 MPa, penggunaan semen lebih rendah 14% - 27% dan kuat tekannya meningkat sebesar 5% - 13%.
PENGARUH VARIASI ABU BATU TERHADAP FLOWABILITY DAN KUAT TEKAN SELF COMPACTING CONCRETE Sofyan ahmad; Fasdarsyah Fasdarsyah; Sucitya JB Fahrosa
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.419 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.138

Abstract

Self compacting concrete (SCC) memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan beton konvensional karena mengalir dan menyebar dengan berat sendiri dan mampu melewati celah-celah tulangan tanpa bantuan vibrator sehingga menghemat tenaga kerja. Abu batu merupakan hasil dari proses penghancuran bongkahan batu menggunakan alat pemecah batu (stone cuser). Tujuan penelitian ini untuk mengurangi sebagian semen dengan penggunaan abu batu yang divariasikan setiap variasinya. Penggunaan superplasticizer berpengaruh terhadap flowability dan workability. Pengujian beton segar dilakukan dengan 3 metode yaitu Slump Flow, V-Funnel, dan L-Shape Box. Pembuatan benda uji menggunakan silinderberukuran 100 mm x 200 mm dengan umur beton 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan beton segar memenuhi karakteristik beton SCC dengan variasi SCCN, SCC 5%, SCC 10%, dan SCC 15% AB. Pada penelitian ini pemakaian abu batu tertinggi sebagai substitusi sebagian semen pada variasi 5% abu batu menghasilkan kuat tekan 25,72 MPa. Sedangkan pemakaian abu batu 10% mengalami kuat tekan yang menurun sebesar 21,15 MPa. Sehingga penurunan kuat tekan dapat diketahui berdasarkan rasio penurunan berturut-turut semua variasi terhadap beton SCC 5% yaitu sebesar 17,797%, 34,756%, dan 42,075%. Sedangkan pada beton SCCN nilai kuat tekan mengalami peningkatan terhadap beton SCC 5% sebesar 2,564%. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi persentase abu batu pada penelitian ini dapat menurunkan kuat tekan beton yang diperoleh meliputipengujian Slump Flow, V-Funnel, dan L-Shape Box.
PROYEKSI KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL TERMINAL LAMA KOTA TAKENGON SAMPAI TAHUN 2027 M.NOVAL DIARA GAYO; wesli wesli; zulfhazli abdullah
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.532 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.137

Abstract

Persimpangan terminal lama terdiri dari empat lengan pada masing-masing lengannya memiliki pergerakan arus lalu lintas yang berbeda-beda, hal ini menyebabkan titik temu pada persimpangan bergerak secara tidak beraturan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kemacetan, tundaan dan kecelakaan lalu lintas dimasa mendatang. Proyeksi kinerja simpang empat bersinyal dilakuakan untuk mengetahui kondisi lalu lintas di tahun 2027. Tujuannya adalah untuk mengetahui besarnya kinerja simpang pada proyeksi tahun 2027. Analisis menggunakan metode (MKJI) 1997. Data terdiri dari data primer dan data sekunder, data primer terdiri dari arus lalu lintas, dimensi geometrik simpang dan pertumbuhan lalu lintas sedangkan data sekunder terdiri dari jumlah penduduk dan peta kota Takengon. Hasil pada kondisi eksisiting didapat nilai derajat kejenuhan pada pendekat SS 0,67, SU 0,69 dan KM 0,65, tundaan lalu lintas pada pendekat SS 20,2 det/smp, SU 23,6 det/smp dan KM 0,65 det/smp dengan nila tundaan rata-rata 25,35 termasuk dalam tingkat pelayaan D (kurang), arus lalu mulai memasuki arus tidak setabil serta perubahan volume lalu lintas sangat mempengaruhi besarnya kecepatan perjalanan, hasil yang didapat sesudah simpang didesain, derajat kejenuhan pada pendekat SS 0,63, SU 0,62 dan KM 0,56, tundaan lalu lintas pada pendekat SS 14,9 det/smp, SU 21,7 det/smp dan KM 25,4 det/smp dengan nila tundaan rata-rata 20,7 termasuk dalam tingkat pelayaan C (sedang), arus lalu lintas masih setabil akan tetapi kecepatan dan kebebasan bergerak sudah di pengaruhi oleh besarnya volume lalu lintas sehingga pengemudi tidak dapat lagi memilih kecepatan yang diinginkan. Hal ini menunjukkan perlunya disarankan kepada pemerintah setempat untuk mendesain simpang tahun 2027, pemasangan lampu lalu lintas dilakukan pada saat simpang memerlukan treatment di tahun 2034. Kata kunci : simpang bersinyai, kinerja, desain, proyeksi
ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V said jalalul akbar; Yovi Candra
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.127 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.139

Abstract

Negara kepulauan yang berada diwilayah rawan akan gempa salah satunya adalah Indonesia. Hal ini menyebabkan ancaman yang cukup tinggi terhadap bencana gempa. Untuk menahan gempa diperlukan bangunan yang memiliki material serta pengaku (bresing) dengan daktilitas yang cukup. Pada umumnya, bangunan yang terbuat dari material baja dan pengaku (bresing) dengan Sistem Rangka Bresing Eksentrik (SRBE) memiliki sifat daktilitas yang tinggi dan bersifat fleksibel, tidak mudah patah serta cepat dibangun. Tujuan dari penelitian dilakukan untuk membandingkan perubahan drift struktrur baja bangunan gedung tanpa bresing dan gedung yang menggunakan bresing type V yang diberi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) dan beban horizontal (beban gempa). Model penelitian berupa analisis struktur baja tanpa bresing dan struktur menggunakan bresing type V. Pembebanan gempa dihitung dengan menggunakan analisis dinamik yaitu analisis respon spektrum dan analisis statik ekuivalen. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa nilai simpangan masing-masing tingkat berdasarkan kinerja batas ultimit telah aman baik struktur tanpa bresing maupun yang menggunakan bresing. Penurunan nilai simpangan yang terjadi antara struktur tanpa bresing dan menggunakan bresing yang terjadi pada arah X yaitu sebesar 51,60 % dan begitupun pada arah Y, penurunan nilai simpangan horizontal yang terjadi yaitu sebesar 44,40 %. Hal ini menunjukkan bahwa secara signifikan penggunaan bresing dapat meningkatkan kekakuan, kekuatan dan stabilitas struktur.   Kata Kunci : simpangan horizontal (drift), kinerja batas ultimit, bresing
ANALISIS PERIODA BANGUNAN DINDING GESER DENGAN BASE ISOLATOR AKIBAT GAYA GEMPA Mul Muliadi Adi; M. Kabir Kabir Ihsan
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.99 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.129

Abstract

Bangunan yang hancur oleh gempa dapat dicegah dengan memperkuat struktur bangunan terhadap gaya gempa yang bekerja padanya. Perkuatan bangunan dapat dilakukan dengan memperkaku bangunan dalam arah lateral yaitu moment resisting frame (rigid frame), braced frame dan shear wall. Bangunan dinding geser merupakan salah satu jenis bangunan tahan gempa gedung beton bertulang menggunakan sistem rangka struktur yang dikombinasikan. Kinerja gedung akan bertambah dan menjadi optimal jika pola penempatan dinding geser serta metode analisanya tepat. Sistem lainnya dalam mengurangi kerusakan bangunan akibat gempa dengan performance based seismic design yaitu dengan menggunakan base isolator., yang memanfaatkan teknik analisa non-linear berbasis komputer untuk menganalisa perilaku inelastis struktur dari berbagai macam intensitas gerakan tanah (gempa), sehingga dapat diketahui kinerjanya pada kondisi kritis. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perioda dalam penggunaan base isolator dengan yang tanpa menggunakan base isolator, pada bangunan sistem ganda, lantai 10 tingkat, bentuk beraturan pada bangunan dinding geser. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software komputer SAP2000. Pembebanan pada gedung didasarkan pada peraturan bangunan gedung beton bertulang dan analisa dinamik Time History Modal Analysis struktur dalam Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung (SNI 1726:2012). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan base isolator memperbesar perioda alami. Nilai perioda pada dinding geser dan dinding geser base isolator besarnya berturut-turut 0.988 detik dan 2.465 detik. Hal ini menyebabkan gaya gempa yang bekerja menjadi lebih kecil.
STUDI EKSPERIMENTAL BETON NORMAL DALAM PENCAPAIAN KUAT TEKAN BETON YUSRIZAL RAHMADI; Wesli Wesli; David Sarana; Said Jalalul Akbar
TERAS JURNAL Vol 7, No 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.125 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.135

Abstract

Rancangan campuran (mix design) merupakan upaya membuat proporsi material penyusun beton agar memenuhi mutu beton yang direncanakan.Kekuatan pada beton sangat tergantung pada komposisi dan kekuatan dari masing-masing material. Pada penelitian ini ingin melakukan eksperimental penggunaan material dengan mengurangi komposisi agregat halus dan agregat kasar namun dengan jumlah satuan yang sama. Dimana akan dibuat bervariasi seperti beton normal pengadukan mixer, beton normal pengadukan manual,  beton normal 50% kerikil, beton normal 100% pasir dan beton normal 100% kerikil. Dengan umur pengujian pada saat beton berumur 7,14, 21, dan 28 hari. Benda uji yang dibuat berupa silinder berukuran tinggi 30 cm, diameter 15 cm untuk uji kuat tekan beton. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapatkan dari pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk beton normal (mixer) dengan kuat tekan rata-rata 27.97 Mpa, untuk beton normal (manual) kuat tekan beton rata-rata mencapai 22.92 Mpa,  pada beton normal (50% kerikil) kekuatan beton 11.75 Mpa, untuk beton normal (100% pasir) dengan kuat tekan rata-rata 10.66 Mpa, untuk beton normal (100% kerikil) dengan kuat tekan rata-rata 7.28 Mpa, sedang untuk beton semen dengan kuat tekan rata-rata 25.51 Mpa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8