cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 22527077     EISSN : 25493892     DOI : -
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri which is abbreviated as Industria. Industria is a journal published by Department of Agro-industrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, University of Brawijaya, Indonesia. It publishes articles in the scope of technology and management of agro-industrial field, and also other related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 9 Documents clear
Penurunan Kadar Tanin Pada Buah MangroveJenis Brugueira gymnorrhiza, Rhyzophora stylosa dan Avicennia marina untuk Diolah Menjadi Tepung Mangrove Palmira Ayu Chrissanty
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.103 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pemberian abu sekam padi yang tepat pada buah mangrove jenis Brugueira gymnorrhiza, Rhyzophora stylosadan Avicennia marina saat perebusan sehingga menghasilkan tepung mangrovedengan kadar tanin terendah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Tersarang dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis buah mangrove yang digunakan (P1 = Brugueira gymnorrhiza; P2 = Rhyzophora stylosa; P3 = Avicennia  marina), sedangkan faktor kedua adalah persentase pemberian abu sekam padi saat perebusan (R1 = 20% b/b; R2 = 25% b/b; R3 = 30% b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tepung mangrove terendah diperoleh dengan pemberian abu sekam padi sebanyak 30% b/b. Hasil analisa diperoleh kadar tanin terendah dari masing-masing tepung adalah P1R3 = 0,945% (9,45x10-5 mg/kg), P2R3 = 3,765% (3,765x10-4 mg/kg) dan P3R3 = 0,860% (8,6x10-5 mg/kg). Perolehan kadar tanin yang terendah ini telah sesuai dengan nilai ADI (Acceptable Daily Intake) tanin yang merupakan batas aman dalam bahan makanan yaitu sebesar 560 mg/kg berat badan/hari sehingga tepung mangrove aman dikonsumsi.Kata kunci : Abu Sekam Padi, Buah Mangrove, Tanin, Tepung Mangrove
Susunan Redaksi dan Cara Penulisan Naskah Hidayat, Nur
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.77 KB)

Abstract

Susunan Redaksi dan Cara Penulisan NaskahPengiriman naskah jua dapat dilakukan secara online setelah penulis mendaftar dan login terlebih dahulu. ikuti pedoman yang adaEditor juga dapat melakukan cara yang samakami tunggu tulisan ataupun kesediaan menjadi editorsalamredaksi
Pembuatan Tepung Pewarna Alami dari Limbah Pengolahan Daging Rujungan (Kajian Konsentrasi Dekstrin, Suhu Pengeringan dan Analisis Biaya Produksi) Ricky Hermansyah; Wignyanto Wignyanto; Arie Febrianto Mulyadi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.545 KB)

Abstract

Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai potensi hasil perikanan laut yang sangat berlimpah, namun potensi ini masih belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah rajungan. Selain pada dagingnya, peluang pemanfaatan pada limbah pengolahan daging rajungan juga cukup besar, salah satu pemanfaatan limbah pengolahan daging rajungan ini yaitu dijadikan sebagai bahan utama pembuatan serbuk perisa alami makanan. Pembuatan serbuk perisa alami dari cangkang rajungan perlu mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya yaitu konsentrasi bahan pengisi (filler) yang digunakan yaitu dekstrin dan suhu pengeringan, oleh karena itu perlu dilakukan sebuah penelitian tentang konsentrasi dekstrin dan suhu pengeringan pada pembuatan serbuk perisa alami dari cangkang rajungan. Hasil terbaik yaitu pada suhu pengeringan 60oC dan konsentrasi dekstrin 10%. Perlakuan terbaik memiliki nilai parameter organoleptik yaitu pada rasa 2,6 (netral), aroma 3 (netral), warna 3,6 (suka), tekstur 3,8 (suka), dan untuk parameter fisik yaitu kadar air 4,67 %; daya larut 77 %; dan daya serap 9,65 %. Total biaya untuk sekali produksi dalam skala laboratorium yaitu sebesar Rp 78.469,92 (480 g).Kata Kunci : Limbah Pengolahan Daging Rajungan, Perisa Alami, Dekstrin, Suhu
Aplikasi dan Analisis Kelayakan Pewarna Bubuk Merah Alami Berantioksidan dari Ekstrak Biji Buah Pinang (Areca catechu) sebagai Bahan Pengganti Pewarna Sintetik pada Produk Pangan Agni Wulansari; Dedy Bagus Prasetyo; Manggih Lejaringtyas; Arif Hidayat; Sakunda Anggarini
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.391 KB)

Abstract

Biji buah pinang dapat digunakan sebagai bahan pewarna merah alami yang potensial dikarenakan mengandung senyawa tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula proporsi antara konsentrasi dan jenis bahan pengisi yang tepat dalam pembuatan pewarna bubuk merah alami, mengetahui pengaruh penambahan pewarna bubuk merah alami pada produk pangan serta menentukan analisis kelayakan produksi pada skala UKM. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama, yaitu jenis bahan pengisi (maltodekstrin dan dekstrin) dan faktor kedua adalah konsentrasi bahan pengisi (5%,10% dan 15% (b/v)). Analisa data menggunakan analisa ragam ANOVA dan pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode multiple attribute. Hasil perlakuan terbaik kemudian dilakukan analisis kelayakan, diaplikasikan dan dilakukan uji Hedonic Scale Scoring (Uji Kesukaan). Hasil perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan jenis bahan pengisi maltodekstrin dengan konsentrasi 15% dengan rendemen 12,615%, kadar air 0,705%, kelarutan 97,99%, kecepatan larut 0,036 gram/detik, derajat kemerahan 41,667, derajat kecerahan 51,189, kadar tanin 1,109%, dan aktivitas antioksidan 28,923 mg/ml. Hasil uji hedonik bernilai 4,15-6,3 artinya netral sampai menyukai. Hasil perhitungan analisa kelayakan diperoleh harga jual Rp. 3.000,00/bungkus @10gr, BEP (unit) 13.979 kemasan, BEP (rupiah) sebesar Rp. 41.937.540,37. Untuk nilai R/C ratio didapatkan 1,58, Payback Period selama 2 tahun 10 bulan 2 hari. Nilai NPV dan IRR berturut-turut sebesar Rp. 36.249.962,97 dan 22,43%.Kata kunci: biji buah pinang, tanin, pewarna alami, aplikasi produk, analisa kelayakan.
Analisis Struktur, Perilaku Dan Kinerja Pasar Pada Sentra Industri Bakpia Yogyakarta Natalia, Tri Candra; Deoranto, Panji; Effendi, Mas'ud
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.293 KB)

Abstract

Bakpia merupakan produk makanan khas dari daerah Yogyakarta. Sentra industri bakpia terletak di sepanjang jalan KS Tubun yang lebih dikenal dengan nama daerah Pathok. Pemasaran pada sentra industri bakpia terjadi persaingan yang tidak sehat antar masing-masing produsen bakpia. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang kritis dan harus segera dicari solusi untuk mengatasinya. Salah satu analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui sistem pemasaran adalah analisis SCP (Structure-Conduct-Performance). Penelitian ini dilaksanakan di sentra industri bakpia Jl K. S. Tubun Yogyakarta pada bulan Juni 2011 – Agustus 2011. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur, perilaku dan kinerja pasar pada sentra industri bakpia Yogyakarta.Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur pasar yang terjadi pada sentra industri bakpia Yogyakarta adalah oligopoli. Hal ini ditunjukkan dengan nilai CR4 sebesar 60%. Perilaku pasar terjadi ketidakseragaman harga dan sistem kelembagaan dengan jalur distribusi yang pendek mengakibatkan persaingan cukup tinggi. Kinerja pasar dianalisis dengan nilai PCM masing-masing perusahaan. Nilai PCM tertinggi adalah bakpia 541 sebesar 0,71. Sementara nilai PCM terkecil adalah bakpia 78 sebesar 0,32.Kata kunci : Struktur, perilaku,kinerja, pemasaran
Peramalan Pemintaan Produk Keripik Tempe CV Aneka Rasa Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Indah Putri Hariati; Panji Deoranto; Ika Atsari Dewi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.722 KB)

Abstract

Peramalan permintaan merupakan tingkat permintaan produk yang diharapkan akan terealisir pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan meramalkan permintaan CV Aneka Rasa menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan. Jaringan Syaraf Tiruan (JST) merupakan metode peramalan permintaan yang sering digunakan oleh perusahaan agar permintaan konsumen dapat terpenuhi. Pengolahan data untuk metode JST dimulai dengan merancang arsitektur jaringan, penggunaan algoritma pembelajaran Backpropagation, pengujian dan pengolahan data menggunakan software. Penerapan metode JST untuk peramalan permintaan keripik tempe rasa daun jeruk dengan menggunakan algoritma Backpropagation, arsitektur Multi Layer Network menghasilkan arsitektur jaringan terbaik yaitu 2-4-1 (2 neuron input, 4 neuron hidden layer, dan 1 neuron output). Jaringan ini memiliki nilai Mean Square Error (MSE) terkecil sebesar 0,0047651 dengan koefisien korelasi 0,9572 dan gradien sebesar 0,9756 yang artinya output sama dengan target, sedangkan koefisien determinasi sebesar 92,62% artinya bahwa output sudah mampu mewakili target sebesar 92,62%. Hasil peramalan untuk bulan Januari-Desember 2012 yaitu 16.276, 16.425, 16.620, 16.696, 16.809, 16.735, 16.763, 16.855, 16.956, 17.074, 17.189 dan 17.254 kemasan.Kata Kunci: Peramalan Permintaan, Jaringan Syaraf Tiruan, Keripik Tempe
Pengaruh Penambahan Adsorben Pada Pengolahan Gula Semut Siwalan Dengan Metode Reprocessing Dari Gula Cetak Siwalan Yanuanda Arifiandini; Susinggih Wijana; Arif Hidayat
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.073 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perlakuan terbaik dari jenis dan konsentrasi adsorben (zeolite, bentonit, karbon aktif) pada skala laboratorium.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agrokimia Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, pada bulan Oktober sampai selesai. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Dua faktor tersebut adalah faktor pertama jenis adsorben yang digunakan (zeolite, bentonit, karbon aktif), faktor kedua adalah konsentrasi adsorben (zeolite, bentonit, karbon aktif) yang digunakan yang terdiri dari 5 level, yaitu  1% b/b, 1,5% b/b, 2% b/b, 2,5% b/b, 3% b/b.Hasil penelitian gula semut siwalan diperoleh rerata kadar air yang dihasilkan berkisar antara 0,023 gram.H20/gram.bahan kering sampai 0,162 gram.H20/gram.bahan kering, rerata kadar sukrosa yang dihasilkan berkisar antara 69,86% sampai 78,13%,  rerata kadar abu yang dihasilkan berkisar antara 1,492% sampai 2,766%, rerata kadar gula total  yang dihasilkan berkisar antara 46,67% sampai 80,67%, rerata kadar gula reduksi yang dihasilkan berkisar antara 5,57% sampai 19,48% dan rerata rendemen total yang dihasilkan 55,07% sampai 85,07%. Alternatif perlakuan terbaik dihasilkan oleh jenis adsorben bentonite dengan konsentrasi adsorben 2% dengan nilai produk sebesar 0,6348.Kata kunci : Gula siwalan, Gula semut, Adsorben.
Aplikasi Just-In-Time pada Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Kentang (Studi kasus di Perusahaan Agronas Gizi Food Batu) Wike Agustin Prima Dania; Usman Effendi; Firdha Anggasta
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.633 KB)

Abstract

Permasalahan yang timbul terkait dengan persediaan pada Perusahaan Agronas Gizi Food Batu adalah tingginya jumlah bahan baku (kentang) yang disimpan dalam gudang bahan baku dan tingginya keripik krecek dalam gudang WIP (Work in process). Selama ini perusahaan belum memiliki dan belum pernah menggunakan metode tertentu dalam melakukan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku kentang, sehingga tingkat persediaan bahan baku kentang di gudang tinggi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menentukan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan pendekatan JIT, menentukan dan membandingkan dengan metode tradisonal besar biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan dan menentukan jumlah optimum kanban. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, jumlah bahan baku yang harus dibeli sebesar 84.476,67 Kg sedangkan jumlah bahan baku yang diproduksi menjadi keripik kentang 84.178,21 Kg. Biaya pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan pendekatan JIT sebesar Rp506.952.447,16 sedangkan biaya pengendalian persediaan WIP sebesar Rp2.361.933,34. Perbandingan biaya persediaan bahan baku berdasarkan pendekatan JIT dan sebelum menggunakan JIT sebesar Rp313.543.680,84 atau terjadi penghematan sebesar 38,21% sedangkan pada WIP sebesar Rp10.453.047,85 atau terjadi penghematan sebesar 81,57%. Jumlah kanban optimum untuk vendor kanban sebanyak satu dimana jumlah optimum kanban produksi memiliki nilai yang berbeda untuk setiap harinya.Kata Kunci : Just-In-Time, Kanban, Pengendalian persediaan.
Penambahan Tepung Kecambah Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Kualitas Bahan Makanan Campuran Beserta Analisa Tekno-Ekonominya Aditya Danang Pratama; Sri Kumalaningsih; Mas'ud Effendi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.556 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perlakuan terbaik pada proporsi penambahan tepung kecambah kacang hijau pada bahan makanan basal sebagai bahan makanan campuran yang ditandai dengan peningkatan kadar protein, serta kadar air, daya serap air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar karbohidrat yang rendah. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan faktor tunggal, yaitu proporsi penambahan tepung kecambah kacang hijau pada bahan makanan basal. Proporsi tepung ecambah yang ditambahkan dalam bahan makanan basal antara 0% sampai 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kecambah kacang hijau pada bahan makanan basal mampu meningkatkan kualitas bahan makanan campuran. Perlakuan terbaik didapat pada penambahan tepung kecambah kacang hijau sebesar 10% dan nilainya lebih tinggi dibanding produk “S” dengan biaya produksi sebesar Rp. 9.737 per 100 gram.Kata kunci : tepung kecambah kacang hijau, kualitas nutrisi, bahan makanan campuran.

Page 1 of 1 | Total Record : 9