cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 22527077     EISSN : 25493892     DOI : -
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri which is abbreviated as Industria. Industria is a journal published by Department of Agro-industrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, University of Brawijaya, Indonesia. It publishes articles in the scope of technology and management of agro-industrial field, and also other related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 8 Documents clear
ANALISIS MUTU PRODUK DAN KEMASAN LEMPUK DURIAN (DURIO ZIBETHINUS SP) Rizqi Wahyudi; Wahyu Supartono; Nafis Khuriyati
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.049 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan mutu produk dan kemasan yang terbaik dengan merancang atau membuat konsep kemasan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen berdasarkan analisa mutu produk terhadap kemasan yang digunakan. Metode pengembangan kemasan yang dilakukan dengan pendekatan pengembangan produk dan value engineering dengan pengembangan performansi berdasarkan keinginan konsumen dengan menggunakan metode FAST (Function Analysis System Technique). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempuk durian pada kemasan karton biasa memiliki kadar air yang lebih tinggi dari pada Duplex 310 g dan Duplex 400 g sehingga mikroba lebih cepat tumbuh dan menurunkan mutu lempuk durian. Kapang dan khamir pada lempuk durian dengan kemasan karton biasa sudah tumbuh pada hari ke-10 yaitu 28 x 102 kol/g sedangkan lempuk durian dengan kemasan Duplex 310 g dan 400 g ditumbuhi kapang dan khamir pada hari ke-16 yaitu 22 x 102 kol/g. hasil identifikasi kebutuhan konsumen, tahap pengujian dan pemilihan alternatif-alternatif konsep pengembangan kemasan tahap analisa maka konsep akhir dari produk lempuk durian dapat ditentukan dengan spesifikasi sebagai berikut : 1). Kemasan primer adalah jenis bahan kertas perkamen dengan teknik pembungkusan tertutup, 2). Kemasan sekunder : untuk lempuk durian kemasan 250 g adalah kertas Duplex 400 g, bentuk kemasan kotak segi empat, ukuran kemasan 11 x 8 x 5 cm, tidak menggunakan segel, tidak menggunakan bagian transparan, ukuran lempuk durian 5,5 x 2 x 2 cm dan jumlah lempuk durian per kemasan yaitu 10 biji, sedangkan untuk lempuk durian kemasan 1 kg adalah kertas Duplex 350 g, bentuk kemasan kotak segi empat, ukuran kemasan 16 x 11 x 5 cm, tidak menggunakan segel, menggunakan bagian transparan, ukuran lempuk durian 8 x 5,5 x 2,5 cm dan jumlah lempuk durian per kemasan yaitu 8 biji, 3) Kemasan tersier yaitu jenis bahan kardus, bentuk kemasan kotak segi empat, dan ukuran kemasan adalah 32 x 25,5 x 19,5 cm.Kata kunci : Pengembangan Produk, Value Engineering, Desain Kemasan, Analisa Mutu. Lempuk DurianAbstract The study aimed at developing the best quality and package of the product through customized package to fulfill the need and the demand of consumers based on the analysis of product and packing quality. The data was collected by a survey method of the consumers with interview and questionnaire. The package was developed using the value engineering approach and function analysis system technique (FAST) in improving its performance based on consumers’ demand. The results of the study showed that the lempuk durian packed in regular cardboard had higher water content than in Duplex 310 g and in Duplex 400 g packages that microbes could easily grow that causes the decrease the quality of the product. Mold and mildew were found growing in the lempuk durian packed in regular cardboard in the tenth day, which was 28 x 102 col/g, while they were found growing in the product packed in the Duplex 310 g and 400 g packages in the sixteenth day, which was 22 x 102 kol/g. Based on the identification of consumers needs, the results of the test and the selection of the alternative concepts of package development, the specification of the final concept of the product was as follows: 1) Primary package was made of parchment paper with closed packing technique; 2) Secondary package for the product of the 250 g was made of Duplex 400 g paper, which was cubicles of 11 x 8 x 5 cm without any seal and transparent part, while the packages of 5.5 x 2 x 2 cm contained 10 pieces for each and the package of the product of 1 kg was packed in the packages made of Duplex 350 g, which was cubicle of 16 x 11 x 5 cm without any seal and with transparent part, the packages of 8 x 5.5 x 2.5 cm contained 8 pieces for each; 3) The tertiary package was made of cardboard box of 32 x 25.5 x 19.5 cm.Keywords: Lempuk Durian, Package Design, Product Development, Quality Analysis, Value Engineering
PENGARUH WAKTU DAN GAYA TEKAN TERHADAP KEKERASAN DAN WAKTU LARUT TABLET EFFERVESCENT DARI SERBUK WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) Nariswara, Yoga; Hidayat, Nur; Effendi, Mas'ud
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.349 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan gaya tekan terhadap kekerasan dan waktu larut tablet effervescent dari serbuk wortel. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun faktorial dengan dua faktor, yaitu gaya tekan (F) dan waktu (T). Parameter yang diuji adalah kekerasan, waktu larut dan total karoten tablet effervescent. Hasil analisis kekerasan didapatkan rerata 0,98 kg/cm2 sampai dengan 1,11 kg/cm2 . Hasil analisis waktu larut didapatkan rerata 55,12 detik sampai dengan 63,61 detik. Analisis ragam kekerasan dan waktu larut menunjukkan ada pengaruh nyata dari waktu (T) dan gaya tekan (F), namun tidak ada interaksi. Hasil analisis total karoten didapatkan rerata 13,37 μg/g sampai dengan 14,01 μg/g. Analisis ragam total karoten menunjukkan tidak adanya pengaruh antar faktor, yang menunjukkan bahwa waktu dan gaya tekan tidak mempengaruhi nilai total karoten tablet effervescent dari serbuk wortel. Pemilihan perlakuan terbaik didapatkan dari perlakuan F1T3, yaitu dengan proses pengepresan pada total tekanan sebesar 1250 kg/cm2 dan waktu 15 detik. Dari perlakuan tersebut didapatkan nilai kekerasan sebesar 1,06 kg/cm2 , waktu larut 56,93 detik dan total karoten sebesar 14,10 μg/g.Kata Kunci : Effervescent, Kekerasan, Total Karoten, Waktu Larut, dan WortelAbstract This research was purposed to find the effect of time and compression force on hardness and soluble time of effervescent tablet from carrot’s powder. This research used grop random design that was arranged factorial by two factors, that are compression force (F) and pressing time (T). Parameters tested are hardness, soluble time dan total carotene. The result of hardness tablet analysis was reached average value 0.98 kg/cm2 until 1.11 kg/cm2 . The result of soluble time tablet analysis was reached average value 55.12 second until 63.61 second. The hardness and Soluble time of analysis variant tablet showed that founded a real different from pressing time (T) and compression force (F), but there is no interaction. The result of total carotene analysis was reached average value 13.37 μg/g until 14.01 μg/g. The total carotene of analysis variant tablet showed that there was no real different from pressing time (T) and compression force (F), that mean those factors didn’t influince value of total carotene effervescent tablet from carrot’s powder. Best treatment was reached from F1T3, that used 1,250 kg/cm2 compression force on 15 second. That treatment has 1.06kg/cm2 hardness value, soluble time 56.93 second and value of total carotene is 14.10 μg/g.Keywords : Carrot, Effervescent, Hardness, Total carotene and Soluble Time
DESAIN ALAT PENGUPAS KULIT TANDUK KOPI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS BIJI KOPI Musa B. Palungan; Julianus Dising; Sudianto Lande
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.178 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan produsen kopi bubuk berskala industri kecil/rumah tangga. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendesain mesin pengupas kulit tanduk biji kopi yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas biji kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pengupas kulit tanduk biji kopi yang didesain dapat memisahkan kulit tanduk biji kopi sekitar 94 %, dan 6 % dari biji kopi yang tidak terkupas karena ukurannya yang kecil. Biji kopi yang sudah terpisah dari kulit tanduknya tersebut, 98 % dalam keadaan utuh (tidak pecah) dan hanya sekitar 2 % yang tidak utuh (pecah) karena ukuran biji kopi yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa mesin pengupas yang telah didesain sudah dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas biji kopi.Kata kunci : kopi, kulit tanduk, kualitas kopi, kuantitas kopi, mesin pengupas,Abstract Generally, this study aims to improve income industrial-scale ground coffee producer households. While this study specifically aims to design a horn skinner machine coffee beans that can improve the quantity and quality of coffee beans. Horn skinner machine coffee beans that are designed to separate the skin of the beans horn about 94%, and 6% of the coffee beans that do not disintegrate because of their small size. The coffee beans have been separated from the shell horns, 98% intact (not broken) and about 2% that is not intact (broken) because of the large size of coffee beans. This suggests that machine has been designed to improve the quality and quantity of coffee beans.Keywords: coffee, leather horn, quality coffee, quantity coffee, skinner machine 
PENILAIAN KINERJA KEPALA BAGIAN PRODUKSI DENGAN METODE ANP DAN RATING SCALE (STUDI KASUS DI PT. SIANTAR TOP, TBK. WARU-SIDOARJO) Ayu Mardyaning Mukti; Retno Astuti; Shyintia Atica Putri
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.874 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui bobot kriteria penilaian kinerja dengan menggunakan metode ANP dan mendapatkan nilai kinerja kepala bagian produksi di PT. Siantar Top, Tbk. dengan rating scale. Hasil bobot kriteria penilaian kinerja adalah skill (0,433), karakter individual (0,304), dan kemampuan manajerial (0,263). Hasil bobot subkriteria penilaian kinerja adalah konsep (0,046), teknis (0,063), kuasa lapangan (0,202), problem solving (0,122), planning (0,049), koordinasi (0,070), monitor kontrol (0,072), analisa & evaluasi (0,023), instruksi ke bawah (0,006), staffing (0,043), proaktif (0,064), konsisten (0,014),tanggung jawab (0,073), tegas (0,039), jujur (0,017), jeli/teliti (0,049), kritis (0,022), dan disiplin (0,025). Penilaian kinerja terhadap 16 orang kepala bagian produksi berdasarkan 3 kriteria yang terdiri atas 18 subkriteria penilaian didapatkan 100% atau 16 orang kepala bagian tersebut seluruhnya bernilai B yaitu kinerja tinggi. Semua kepala bagian produksi tersebut dapat didorong untuk meningkatkan kinerjanya sehingga hasil yang diperoleh bisa mencapai nilai A (kinerja sangat tinggi) dengan pemberian motivasi.Kata Kunci: Kompetensi, motivasi, sumber daya manusiaAbstract The objectives of this research were to determine the weight of the performance appraisal criteria using the ANP method and get performance value of production head at PT. Siantar Top, Tbk. by rating scale. The weights of performance appraisal criteria were skill (0.433), individual characteristics (0.304), and managerial skill (0.263). The weights of performance appraisal subcriteria were concept (0.046), technical (0.063), the field power (0.202), problem solving (0.122), planning (0.049), coordination (0.070), monitor control (0.072), analysis and evaluation (0,023), instruction to their staff (0.006), staffing (0,043), proactive (0.064), consistent (0.014), responsibility (0.073), firm (0.039), honest (0.017), conscientious (0.049), critical (0.022), and discipline (0.025). Performance appraisal of 16 production heads based on 3 criteria’s consisted of 18 sub-criteria’s obtained that 100% or 16 people entirely got value B, it was good performance. All of production head could be encouraged to improve their performance so that the results obtained could reach value A (very good performance) by giving motivations.Keywords: Competence, motivations, human resources
PENGARUH VOLUME PENAMBAHAN EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) 1% DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS PUPUK BOKASHI DARI KOTORAN KELINCI DAN LIMBAH NANGKA Daniel Kurniawan; Sri Kumalaningsih; Nimas Mayang Sabrina Sunyoto
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.616 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah menentukan kombinasi volume penambahan EM4 dan lama fermentasi yang tepat pada pembuatan pupuk Bokashi untuk mencapai kualitas kimia (C/N rasio,kadar air, N, P,dan K) terbaik sesuai SNI dan menentukan harga pokok produksi (HPP) pupuk Bokashi pada perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan K4T1 yaitu pupuk Bokashi dengan penambahan volume EM4 40% yang difermentasi selama 7 hari. Bokashi tersebut memiliki kandungan kimia dengan nilai nisbah C/N 18,60, kandungan N sebesar 2,73 %, P sebesar 0,74 %, K sebesar 2,17%, dan kadar air sebesar 43,08%, di mana semua parameter tersebut telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004. Harga pokok produksi dari pupuk Bokashi pada perlakuan terbaik tersebut adalah Rp.5.382 per 5 kg.Kata Kunci: Fosfor, Kadar Air, Kalium, Nisbah C/N, Nitrogen.Abstract The objective of this research was find the right combination of addition of EM4 volumes and long fermentation on making Bokashi to produce the best quality of chemical content Bokashi (C/N ratio, water content, N, P, and K) based on SNI and also determine the main cost of production (HPP) on the best treatment of Bokashi. The best treatment found in the K4T1, that is Bokashi fertilizer with the addition of EM4 volume 40% that fermented for 7 days. The characteristics of Bokashi were C/N ratio 18,60, Nitrogen content 2,73 %, Fosfor content 0,74 %, Potassium content 2,17 %, and moisture content 43 %,and all of those parameters were appropriate with SNI 19-7030-2004. The main cost of Bokashi production on the best treatment was Rp.5.382/5kg.Keyword: C/N Ratio, Moisture Content, Nitrogen, Fosfor, Potassium
STUDI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PASTA MANGGA PODANG (Mangifera indica L.) DENGAN METODE CONJOINT (STUDI KASUS PADA HOTEL-HOTEL DI KOTA BATU) Mirza N Qoddhar; Panji Deoranto; Sakunda Anggarini
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.578 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut yang berpengaruh terhadap preferensi serta tingkat preferensi konsumen pasta mangga podang (Mangifera indica L.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode Conjoint. Responden yang diambil hanya hotel-hotel di kota Batu dan variabel independent (bebas) yang digunakan hanya 4 variabel (aroma, rasa, kekentalan dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap level atribut (karakteristik) pasta mangga podang adalah rasa lebih kuat rasa bahan tambahan paling disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,054, aroma lebih kuat aroma mangga podang disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,034, tingkat kekentalan yang kental lebih disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,047, dan warna coklat muda paling disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,018. Urutan atribut yang mempengaruhi preferensi pasta mangga podang yaitu rasa (38,24 %), kekentalan (30,88%), aroma (22,06%) dan warna 8,82%. Tingkat preferensi konsumen terhadap pasta mangga podang yang paling disukai konsumen terdapat pada profil 9 dengan kombinasi rasa lebih kuat rasa bahan tambahan, aroma lebih kuat aroma mangga podang, kekentalan yang kental dan warna coklat muda yang mempunyai nilai kegunaan total tertinggi yaitu 0,428.Kata Kunci : Preferensi Konsumen, Pasta Mangga, Metode Conjoint, Profil, HotelAbstract The purpose of this research is to find out what attributes that influence preference and the level of customer preferences podang mango paste (Mangifera indica L.). The method used is the method of Conjoint. Respondents were drawn only for hotels in Batu city and independent variables (independent) used only 4 variables (smell, flavor, consistency and color). The results showed that the preferences of consumers towards level attributes (characteristics) podang mango paste is a more robust flavor additives most preferred by consumers with utility value of 0.054, smell more powerful smell of podang mango consumers preferred the utility value of 0.034, the viscosity of the more viscous consumers preferred the utility value of 0.047, and a light brown color most preferred by consumers with utility value of 0.018. The order of the attributes that affect the preferences podang mango paste flavor (38.24%), viscosity (30.88%), smell (22.06%) and color (8.82%). The level of consumer preference towards podang mango paste most preferred by consumers are on profile 9 with a stronger flavor combinations taste additives, stronger smell podang mango smell, consistency is thick and light brown color that has the highest total utility value of 0.428.Keywords: Consumer Preferences, Mango Paste, Conjoint Methods, Profiles, Hotels 
STUDI PROSES PULPING SERAT PELEPAH DAN SERAT KULIT BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) DENGAN METODE KIMIA (KAJIAN KONSENTRASI LARUTAN NaOH) Susinggih Wijana; Nur Lailatul Rahmah; Dedik Ansory
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.129 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian adalah mendapatkan konsentrasi larutan NaOH yang terbaik, mengetahui pengaruh konsentrasi larutan NaOH terhadap kualitas kimia pulp, dan melakukan perhitungan tentang potensi bahan baku terbaik terhadap kebutuhan pulp. Bahan baku yang digunakan adalah serat pelepah dan serat kulit buah nipah yang ada di Pantai Tamban Malang Selatan. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yaitu jenis baku dan lama konsentrasi larutan NaOH. Jenis bahan baku terdiri dari serat pelepah dan serat kulit buah nipah. Konsentrasi larutan NaOH terdiri dari 5%,10%,15% dan 20%. Parameter yang dianalisa meliputi kadar lignin dan selulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku berpengaruh terhadap kadar selulosa sedangkan interaksi jenis bahan baku dan konsentrasi larutan NaOH berpengaruh nyata terhadap kadar lignin yang dihasilkan. Perlakuan hasil terbaik penelitian yaitu pada serat pelepah dengan konsentrasi larutan NaOH 20% dengan kadar selulosa sebesar 38,50% dan kadar lignin 7,02%. Perlakuan hasil terbaik digunakan untuk menghitung potensi dan ketersediaan bahan baku pulp yang dihasilkan dengan melihat data di Pulau Bawean. Ketersediaan pelepah kering mencapai 10.080 ton/tahun dan menghasilkan pulp sebesar 2.812 ton/tahun.Kata Kunci : Metode Kimia, Proses Pulping, Pulp, Serat Kulit Buah Nipah, Serat Pelepah Nipah.Abstract The purposes of the study are to get the best concentration of NaOH, to know the effect of concentration on the quality of chemical pulp, and perform the calculations on the potensial of the best raw materials to the needs of pulp. the raw materials that used are fiber sheath and fiber leather of palm fruit in the Tamban Malang Selatan Bech. Experimental design that used in the study is randomized block design with 2 factors: the type of raw materials and the length of concentration of NaOH. the raw materials consist of fiber sheath and fiber leather of palm fruit. The concentrations of NaOH consist of 5%, 10%, 15%, and 20%. The parameters that analyzed are including the levels of lignin and cellulose. The results of the study showed that the type of the raw materials affect the level of cellulose while the interaction of the type of raw materials and concentration of NaOH significantly affect the result of lignin level. The best result of the research is the fiber sheath with concentration of 20% NaOH with levels of cellulose in 38,5% and levels of lignin in 7,02%. The best result is used to calculate the potential and the availability of pulp raw materials that produced by looking at the data from Bawean Island. Availability midrib dry reaches 10.080 tons/years and produced pulp of 2812 tons/years.Keywords : Chemical Method, Fiber Leather Of Palm Fruit, Fiber Sheath Of Palm Fruit, Pulping, Pulping Processes.
Redaksi dan Tatacara Penulisan Jurnal, Redaksi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.77 KB)

Abstract

tatacara penulisan untuk dimuat dalam jurnal industri silahkan di download

Page 1 of 1 | Total Record : 8