cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 22527077     EISSN : 25493892     DOI : -
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri which is abbreviated as Industria. Industria is a journal published by Department of Agro-industrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, University of Brawijaya, Indonesia. It publishes articles in the scope of technology and management of agro-industrial field, and also other related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 8 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KELAPA SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KETAPANG Adha Panca Wardanu; Muh Anhar
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.507 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri kelapa di Ketapang.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada 70 responden dengan rincian 25 responden dari petani kelapa, 15 responden dari pedagang pengumpul kelapa dan 25 responden dari masyarakat umum, serta 5 orang responden yang dianggap ahli dalam melakukan penilaian terhadap strategi pengembangan kelapa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk pembobotan dan rataan skor serta analisis strategi dengan analisis matriks Internal Factor Evaluation, matriks Eksternal Factor Evaluation, matriks InternalEksternal, serta matriks Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats.Hasil kajianmenunjukan bahwa faktor kekuatan adalah: ketersediaan bahan baku dengan nilai 0,281, sedangkan faktor yang menjadi kelemahan adalah: tingkat pendidikan relatif rendah dengan nilai 0,314. Faktor yang menjadi peluang adalah: meningkatkan pendapatan dan menambah lapangan pekerjaan dengan nilai 0,354 dan faktor yang menjadi ancaman adalah: ekspansi lahan perkebunan kelapa sawit dengan nilai 0,194. Hasil analisis matriks Internal-Eksternal (IE) dapat dirumuskan beberapa strategi antara lain: 1) Mempertahankan atau meningkatkan ketersediaan bahan baku, Melakukan studi kelayakan investasi agroindustri Kelapa terpadu, Membangun industri pengolahan kelapa, Peningkatan sumber daya manusia, infrastruktur dan sumber pendanaan; Melakukan kerjasama dengan lembaga yang berkompeten; Diversifikasi produk olahan kelapa, Menyediakan tenaga ahli dan Melakukan promosi produk olahan kelapa.Kata kunci: Kelapa, Agroindustri, Strategi pengembanganAbstract The aims ofthis research wasto formulate its development strategyof integrated coconut agroindustry in Ketapang regency.Data was collected with observation and interview with farmer. Interview was conducted with 70 respondents consisting of coconut farmer (25), coconut collecting trader (15), public (25) and people (5) having expertise in valuing coconut development strategy. Data was obtained descriptive quantitatively in weighting and score average. Analysis of strategy was one with internal f\actor evaluation matrix, external factor evaluation matrix, internal-external matrix, and strength, weakness, opportunity and threat matrix.Result of the analysis indicated that the strength factor is available raw material (0.281), while the weakness factor is low education level (0.314). In addition, opportunity in this issue is increase in income and employment (0.354) and threat factor is oil palm plantation expansion (0.194). Based on internal-external matrix analysis, some strategies are formulated: keep or increase raw material, do feasibility study of integrated coconut agroindustry, develop coconut processing industry, improve human resource, infrastructure and fund source; do cooperation with institutions competent in coconut processing, diversify processed coconut product, supply experts and do promotion of processed coconut product.Keywords: coconut, agroindustry, development strategy
EKSTRAKSI PEWARNA ALAMI DARI DAUN JATI (TECTONA GRANDIS) (KAJIAN KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN LAMA EKSTRAKSI) DAN ANALISA TEKNO-EKONOMI SKALA LABORATORIUM Lailia Zulfa; Sri Kumalaningsih; Mas'ud Effendi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.843 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat dan lama ekstraksi terhadap kadar karotenoid zat warna dari daun jati muda dan stabilitasnya dalam berbagai kondisi botol pengemas (gelap dan terang) selama proses penyimpanan pada suhu ± 27ºC serta analisa teknoekonomi pada skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa daun jati muda (berwarna hijau muda dengan panjang ± 35 cm dan lebar ± 25 cm). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi asam sitrat (3%, 5% dan 7% (b/v)) dan faktor kedua adalah lama ekstraksi (1, 2 dan 3 jam). Analisa menggunakan analisa ragam ANOVA dan pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode multiple attribute. Hasil perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi asam sitrat 3% (b/v) dengan lama ekstraksi 3 jam, dengan nilai kadar karotenoid 88,723 mg/100g, aktivitas antioksidan (nilai IC50) 1,215 mg/ml, pH 3,02, tingkat kecerahan (L*) 22,8, tingkat kemerahan (a+ ) 8,6, tingkat kekuningan (b+ ) 8,35. Hasil uji stabilitas menyatakan bahwa pengemasan pada botol pengemas gelap lebih stabil dibandingkan dengan botol pengemas terang pada suhu ± 27ºC selama proses penyimpanan. Total biaya pembuatan pewarna alami daun jati muda pada skala laboratorium sebesar Rp.47.727,63 per 131 g dengan lama waktu pembuatan selama 976,5 menit (16,508 jam).Kata kunci: analisa tekno-ekonomi, daun jati muda, karotenoid, pewarna alami, stabilitas pewarna.Abstract This research aims to determine the effect of concentration of citrat acid and coloring agent extraction time of teak leaf to the the amount of caretonoid and its stability in a wide range of packaging bottle (light and dark) condition during saving process with the temperature of 27ºC and laboratorial scale economic-engineering analyze. This research uses the raw material in the form of young teak leaves (light green with a length and width of ±35 cm ±25 cm). This research was conducted in two factorial randomized block design. The first factor was citrid acid concentration (3%, 5% and 7% (b/v)) and the second factor was extraction time (1, 2 and 3 hour). The result of this research was analyzed using ANOVA and the best treatment was tested using multiple attribute. The best characteristics of this extract was obtained from the citrid acid concentration 3% (b/v) and extraction time of 3 hour, extract as follows; carotenoid content 88,723 mg/100g, activity antioxidant (IC50) of 1.215 mg/ml, pH of 3.02, and color intensity L* 22.8; a+ of 8.6; b+ of 8.35. The result of natural coloring agent of stability test from teak leaf inside bottle package in ± 27ºC storage is that natural coloring agent from teak leaf inside dark bottle package have greater stability than the other one inside the light bottle package. The cost of making the coloring agent from teak leaf in laboratorium scale is Rp.47,727.63 per 131 gram which takes 975.5 minutes (16.508 hour) in making them all.Key words: economical-engineering analytic, teak leaf, carotenoid, natural coloring agent, coloring agent stability.
KARAKTERISASI LIMBAH INDUSTRI TAPE SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOPELLET Andrew Setiawan Rusdianto; Miftahul Choiron; Noer Novijanto
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.044 KB)

Abstract

Abstrak Program konversi penggunaan bahan bakar rumah tangga dari minyak tanah ke bahan bakar gas membuat ketergantungan akan bahan bakar gas menjadi tinggi. Tidak stabilnya pengiriman gas ke daerah mengakibatkan banyak masyarakat di pedesaan yang beralih kembali pada pengunaan kayu bakar sebagai bahan bakar sehingga dapat mengancam kelestarian hutan. Fenomena ketergantungan akan satu jenis bahan bakar oleh masyarakat menimbulkan kebutuhan akan perlunya sumber bahan bakar alternatif selain gas. Sumber bahan bakar alternatif yang potensial untuk dikembangkan adalah biopellet yang berbahan bakulimbah agroindustri ubi kayu seperti kulit ubi kayu. Penelitian ini diarahkan untuk mengolah kulit ubi kayu menjadi biopellet untuk bahan bakar di pedesaan sehingga dapat menggantikan penggunaan kayu bakar. Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain mengetahui sifat fisikokimia dari kulit ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan biopellet. Komposisi limbah industry tape antara lain kulit ubi kayu dan bonggol dengan persentase masing-masing komponen antara lain 60,9% dan 39,3%. Jika kulit ubi kayu difraksinasi, maka kulit kayu terdiri dari dua komponen yaitu kulit putih dan kulit coklat dengan persentase sebesar 83,7% dan 14,2%.Limbah industri tape berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan biopellet karena nilai kalor yang cukup tinggi yaitu berkisar 15715.19 J/g dengan rendemen kulit kering 10,78% dari limbah yang muncul.Kata Kunci: kulit ubi kayu, bahan baku, biopellet, analisa sifat fisikokimiaAbstract Fuel reimbursement program from kerosene to gas fuel would make gas fuel dependencies high. Unstable gas deliveries to the remote areas resulting in many rural communities are switching back to use of firewood as fuel that can threaten the sustainability of the forest. Cassava industry produced cassava peel as by product that potential to develop as raw material of alternative fuel (bio-pellet). This research is directed to process cassava peel into bio-pellet that can replace the use of firewood. This study has the objective, determine the physicochemical properties of the cassava peel as raw material for making bio-pellet. The research results are the composition of industrial tape waste such as cassava peel and tubers with the percentage of each component among others, 60.9% and39.3%. Fractionation of cassava peel, the bark consists of two components, namely white and brown with a percentage of 83.7% and 14.2%. By product of tape industrial has the potential to be used as raw material for the manufacture of bio-pellet because calorific value that ranges 15715.19J/g with a dried cassava peel yield of10.78%.Keywords: cassava peel, raw materials, bio-pellet, analysis of physicochemical properties
ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN METODE MULTI FACTOR PRODUCTIVITY MEASUREMENT MODEL Yolandha Angelica Agry Culturianingtyas; Panji Deoranto; Dhita Morita Ikasari
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.724 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan dan usulan untuk meningkatkan produktivitasnya di masa mendatang menggunakan Metode Multi Factor Productivity Measurement Model. Dari hasil penelitian, tingkat produktivitas PT Inti Luhur Fuja Abadi sebesar 81.43% pada periode yang diukur (periode 2). Tingkat produktivitas ini mengalami penurunan produktivitas sebesar 18.57% dari periode dasar (periode 1). Hal ini menyebabkan perusahaan kehilangan peluang mendapatkan keuntungan sebesar Rp 136,293,924. Rencana usulan peningkatan produktivitas untuk PT Inti Luhur Fuja Abadi difokuskan pada input bahan baku terutama Kakap Merah dengan membuat perencanaan kuantitas bahan baku yang akan digunakan serta biaya pembelian bahan baku tersebut dengan permintaan dari konsumen agar lebih efisien dalam menghasilkan output.Kata Kunci :MFPMM, Pengukuran Produktivitas, Tingkat Produktivitas Abstract PT Inti Luhur Fuja Abadi is one of the companies in industrial freezing of fish and exported to several countries and have mission to consistently provide quality products and the best services to customers. However, it remains unknown how the conditions and the level of achievement of the company's performance over the years because this company has not yet done about productivity measurement. The aim of this study was to determine the level of productivity of the company and the proposal to increase the productivity in the future using MultiFactor ProductivityMeasurementModel method. The results showed that the level ofproductivityofPTInti Luhur Fuja Abadiof81.43% in the measured period (period 2). The level of productivity decreasedby18.57% from the base period(period 1). It caused the company lose an opportunity to get a profit ofRp136,293,924. Productivity improvements in the proposed plan ofPTInti Luhur Fuja Abadifocused on the input of raw materials, especially Red Snapper with a plan that adjusts the quantity of raw materials to be used and the cost of purchasing the raw materials to the demand of consumers to be more efficient in generating output.Keywords: Level of productivity, Multi Factor Productivity Measurement Model, Productivity Measurement
daftar isi, daftar
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.77 KB)

Abstract

isi
EKSTRAKSI MELATI PUTIH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI KEJUT LISTRIK TERHADAP MUTU MINYAK ATSIRI CONCRETE Nisak, Hoirun; Wignyanto, Wignyanto; Rahmah, Nur Lailatul
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.747 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasio bahan baku dan pelarut heksana, serta lama kejutan listrik terhadap mutu minyak atsiri concrete dalam ekstraksi melati putih. Dalam penelitian ini, ekstraksi minyak atsiri concrete dari melati putih (Jasminum sambac) menerapkan teknologi tegangan tinggi kejut listrik (PEF). Untuk mengekstrak senyawa non-polar, digunakan larutan hexana 95%. Berdasarkan hasil uji t pre-treatment PEF memiliki perbedaan yang nyata dibandingkan dengan metode konvensional maserasi. Pengaruh pre-treatment PEF pada minyak melati concrete meningkat pada kualitas, total hasil memiliki perbedaan sampai dengan 0,97%, indeks bias memiliki perbedaan hingga 2,2, senyawa linalool memiliki perbedaan sampai dengan 2,35% dan senyawa asetat benzil memiliki perbedaan sampai dengan 0,35% dibandingkan dengan metode ekstraksi konvensional. Perlakuan terbaik diperoleh pada PEF tegangan = 20kV/cm, frekuensi = 20kHz, durasi PEF = 7 rasio kedua dan rasio bahan baku dan pelarut = 1:2,5 b / v).Kata kunci : ekstraksi, kejut listrik, melati putih, minyak atsiriAbstract This research aimed to analyze raw material and hexane solven ratio, and electric pulse period to concrete essential oil quality on white jasmine extraction. In this research, the extraction of concrete essential oils from Jasminum sambac applying high intensity pulsed electric fileds (PEF) technology. To extract non-polar compound, 95% hexana solution was used. Based on the results of the t test pretreatment PEF had a real differences than maceration conventional method. The effect of pretreatment PEF on concrete essential oils improved on the quality, total of yield had a difference up to 0,97%, refractive index had a difference up to 2,2, linalool compound had a difference up to 2,35% and benzyl acetate compound had a difference up to 0,35% compared with conventional extraction method. A set of best treatment (PEF strength=20kV/cm, frequency= 20kHz, duration of PEF = 7 second and solid-to-solvent ratio=1:2,5 w/v).Keywords : electric pulse, essential oil, extraction, white jasmine
PEMURNIAN EUGENOL DARI MINYAK DAUN CENGKEH DENGAN REAKTAN BASA KUAT KOH DAN Ba(OH)2 (KAJIAN KONSENTRASI REAKTAN) Retty Liana Putri; Nur Hidayat; Nur Lailatul Rahmah
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.213 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi basa kuat KOH dan Ba(OH)2yang tepat sebagai reaktan untuk menghasilkan eugenol dengan rendemen tinggi, sifat fisiko-kimia yang sesuai,dan mendapat kemurnian eugenol yang maksimal. Isolasi eugenol dilakukan dengan mereaksikannya dengan larutan basa kuat NaOH 4-6% disertai pengadukan, kemudian direaksikan dengan asam encer (HCl) sehingga terjadi pemisahan komponen eugenol dan non-eugenol. Perlakuan terbaik pada pemurnian eugenol yaitu pada perlakuan pada penggunaan basa kuat KOH dengan konsentrasi 1,25 N mendapat kemurnian eugenol sebesar 91,70% dan 8 senyawa pengotor dengan kadar sebesar 8,30%. Rendemen yang diperoleh sebesar 79%, berat jenis 1,063 gr/ml, dan indeks bias sebesar 1,610.Kata kunci: basa kuat, eugenol, minyak daun cengkehAbstract This research aimed to determine the exact concentrations of strong alkalines KOH and Ba(OH)2 as reactants to produce eugenol with high yield, suitable physical-chemical attributes and maximum eugenol purity. Isolation of eugenol was done by reacting it with strong alkaline solution of NaOH 4-6% along with stirring, then reacted with a diluted acid (HCl) resulting in the separation of eugenol and non-eugenol components.The best treatment on eugenol purification was the use of strong alkaline KOH with concentration of 1,25 N resulted in eugenol purity of 91,70% and 8,30% rate of 8contaminant compounds.Yield was 79%, density was 1,063 gr/ml, and refractive index was 1,610Keywords: clove leaf oil, eugenol, strong alkaline 
ANALISIS SIKAP KONSUMEN DAN KINERJA ATRIBUT KOPI BUBUK SIDO LUHUR (STUDI KASUS DI UKM KOPI BUBUK SIDO LUHUR, KOTA MALANG) Nurul Qomariyah; Imam Santoso; Mas'ud Effendi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.283 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap konsumen terhadap kopi bubuk Sido Luhur serta mengetahui kinerja atribut kopi bubuk Sido Luhur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Model Sikap Fishbein dan Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan 9 atribut produk berdasarkan studi literatur penelitian terdahulu, yakni aroma, rasa, ketersediaan, harga, bahan kemasan, desain kemasan, ukuran kemasan, umur simpan dan desain label. Berdasarkan hasil penelitian, sikap konsumen terhadap atribut-atribut kopi bubuk Sido Luhur tersebut tidak ada yang negatif. Nilai sikap untuk atribut aroma 18,57 (positif), rasa 20,70 (positif), ketersediaan 17,12 (positif), harga 15,25 (netral), bahan kemasan 15,36 (netral), desain kemasan 14,32 (netral), ukuran kemasan 15,42 (positif), umur simpan 16,04 (positif) dan desain label 13,21 (netral). Nilai sikap konsumen terhadap kopi bubuk Sido Luhur secara keseluruhan adalah positif, yakni dengan nilai 145,99. Kinerja atribut kopi bubuk Sido Luhur yang masuk ke dalam kuadran I (prioritas utama) adalah harga dan ketersediaan. Atribut yang masuk ke dalam kuadran II (pertahankan prestasi) adalah rasa dan aroma. Atribut yang masuk ke dalam kuadran III (prioritas rendah) adalah bahan kemasan, desain kemasan dan desain label. Sedangkan atribut yang masuk ke dalam kuadran IV (berlebihan) adalah atribut ukuran kemasan dan umur simpan/tanggal kedaluarsa.Kata Kunci: IPA, Kinerja Atribut, Kopi Bubuk, Model Sikap Fishbein, SikapAbstract The purpose of this study is to determine consumer attitudes toward Sido Luhur coffee powder and to know the performance of attributes of Sido Luhur coffee powder. The method used in the study is the Fishbein Attitude Model and Importance Performance Analysis (IPA). This research uses nine attributes of a product based on literature study of previous studies, those are aroma, flavor, availability, price, package material, package design, package size, shelf life and label design. Based on this research, consumer attitudes toward attributes of Sido Luhur coffee powder is not negative. The attitude value of aroma’s attribute is 18.57 (positive), flavor 20.70 (positive), availability 17.12 (positive), price 15.25 (neutral), package material 15.36 (neutral), package design 14.32 (neutral), package size 15.42 (positive), shelf life 16.04 (positive) and label design 13.21 (neutral). The value of consumer attitudes toward the Sido Luhur coffee powder overall is positive, that is with the value of 145.99. Performance of attributes Sido Luhur coffee powder which included into the first quadrant (principal priority) is price and availability. Attributes that included into the second quadrant (keep achievement) is flavor and aroma. Attributes that included into the third quadrant (lower priority) is package material, package design and label design. While the attributes that included into the fourth quadrant (excessive) is package size and shelf life / expiration dates.Keywords : Attitude, Attribute Performance, Coffee Powder, Fishbein Attitude Model, IPA

Page 1 of 1 | Total Record : 8