cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 22527077     EISSN : 25493892     DOI : -
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri which is abbreviated as Industria. Industria is a journal published by Department of Agro-industrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, University of Brawijaya, Indonesia. It publishes articles in the scope of technology and management of agro-industrial field, and also other related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
Penentuan Umur Simpan Pia Apel dengan Metode ASLT (Studi Kasus Di UMKM Permata Agro Mandiri Kota Batu) Maimunah Hindun Pulungan; Sucipto Sucipto; Sarsiyani Sarsiyani
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.207 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.2

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan pia apel dengan metode Accelerated Shelf Life Testing berdasarkan persamaan Arrhenius. Pia apel yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari UKM Permata Agro Mandiri Kota Batu. Umur simpan ditentukan dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing dengan persamaan Arrhenius. Percobaan dilakukan pada suhu 25o C±2, 35o C±2, dan 45o C±2 selama 30 hari. Setiap lima hari sekali, dilakukan tes kadar air, aktivitas air (aw), dan organoleptik (rasa, aroma, dan kenampakan). Umur simpan pia apel dengan metode ASLT adalah 164 hari (5 bulan 14 hari) pada suhu 25o C, 117 hari (3 bulan 27 hari) pada suhu 35o C, dan 92 hari (3 bulan 2 hari pada suhu 45o C).Kata kunci: Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), Kota Batu, pia apel Abstract The aim of this study was to get shelf life of apple pia with Accelerated Shelf Life Testing method depend on Arrhenius equation. Apple pia that used have taken from Permata Agro Mandiri’s SMEs (Small and Medium Enterprise) at Batu town. Shelf life was determined using Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with Arrhenius equation. Experiment was conducted at temperature of 25o C±2, 35o C±2, and 45o C±2 for 30 days. Once in every five days, the tests of water percentage, water activity (aw), and organoleptic (flavor, smell, and appearance) are conducted. The shelf life of apple pia using ASLT method was 164 days (5 months 14 days) on 25o C, 117 days (3 months 27 days) on 35o C , and 92 days (3 months 2 days on 45o C).Keywords: Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), Batu Town, apple pia
Formulasi Biskuit Sebagai Produk Alternatif Pangan Darurat Hermayanti, Mustika; Rahmah, Nur Lailatul; Wijana, Susinggih
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.91 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.7

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah membuat formulasi biskuit alternatif sebagai produk pangan darurat dengan syarat nutrisi harian yaitu 2100 kkal, menggunakan baku lokal sebagai tepung komposit dan penambahan senyawa antioksidan. Tahapan penentuan formulasi biskuit alternatif yaitu: penentuan formulasi tepung komposit dengan menentukan persentase bahan baku menggunakan Design Expert sehingga diperoleh 5 formulasi dan selanjutnya tahap rancangan percobaan menggunakan Rancang Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 15 percobaan. Pengujian biskuit alteratif meliputi Uji Fisik (Kadar Air dan Daya Patah), Uji Organoleptik dan Uji Kimia (Uji Proximat dan Uji Aktivitas Antioksidan). Hasil menunjukan bahwa formulasi tepung komposit tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan daya patah pada biskuit, dengan nilai dari perlakuan terbaik sebesar 4,44% untuk kadar air dan 17,80 N untuk daya patah. Uji organoleptik dengan 30 panelis menghasilkan nilai 3,78 untuk warna, 3,62 untuk rasa, 4,33 untuk aroma dan 3,48 untuk tekstur. Hasil uji kimia pada perlakuan terbaik biskuit alternatif per 100 gram produk mengandung 60,67% karbohidrat, 11,99% protein dan 10,68 lemak sehingga dapat menghasilkan total kalori sebesar 476,78 kkal, serta aktivitas senyawa antioksidan biskuit sebesar 86.000 ppm.Kata kunci: aktivitas antioksidan, biskuit, organoleptik, proximatAbstract The purpose of this research is to make alternative biscuit formulation as an emergency food product with daily nutritional requirement that is 2100 kcal, using local standard as composite and antioxidant compound supplement. The stages of determining alternative biscuit formulation are: determination of composite starch formulation by determining the percentage of raw material by using expert design so that it can use Random Design Group with 5 treatments and 3 replications so as to produce 15 trials. The alterative biscuit tests include Physical Test (Water and Fracture Test), Organoleptic Test and Chemical Test (Proximate Test and Antioxidant Activity Test). The results showed that composite flour formulations were not significant with moisture content and fracture breaks in biscuits, with a value of the best treatments of 4.44% for moisture content and 17.80 N for fracture. The organoleptic test with 30 panelists yielded 3.78 for color, 3.62 for taste, 4.33 for aroma and 3.48 for texture. Chemical test results on the best alternative biscuits per 100 grams of products contain 60.67% carbohydrates, 11.99% protein and 10.68 fat to produce total calories of 476.78 kcal, and the activity of antioxidant compounds of 86,000 ppm.Keywords: antioxidant activity, biscuit, organoleptic, proximate
Strategi Pengembangan Klaster Keripik Apel dengan K-means Clustering dan Analytical Hierarchy Process Siti Asmaul Mustaniroh; Fatwatul Amalia; Mas'ud Effendi; Usman Effendi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.772 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.3

Abstract

Abstrak Keripik apel adalah olahan makanan ringan yang berbahan dasar buah apel. Permasalahan klaster pada UKM olahan keripik apel saat ini adalah standarisasi produksi, harga jual, dan masih dalam tahap pembentukan dari pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan klaster UKM keripik apel dan strategi pengembangan yang sesuai untuk diterapkan pada klaster UKM keripik apel yang terbentuk. Metode yang digunakan untuk membentuk klaster UKM keripik apel adalah k-means clustering dan penentuan strategi pengembangan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode k-means clustering dibentuk 3 klaster UKM keripik apel di Kota Batu. Variabel pembeda utama antar klaster yang terbentuk adalah jumlah tenaga kerja dan nilai investasi. Strategi pengembangan klaster yang menjadi prioritas untuk diterapkan pada klaster 1, 2, dan 3 adalah peningkatan keahlian dan teknologi produksi. Strategi pengembangan tersebut didukung oleh strategi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan tenaga kerja, peningkatan akses permodalan, dan peningkatan akses pemasaran.Kata kunci: AHP, klaster, k-means clustering Abstract Apple chips are processed snack food made from apples. The problems of Small and Medium Enterprises (SMEs) in the cluster of cultivated Apple chips is currently standardizing production, sale price, and is still in the stage of the formation of the Government. The purpose of this research is to determine the cluster SMEs chips Apple and the appropriate development strategy to be applied on SMEs cluster of Apple chips are formed. The method used to form the cluster SMEs Apple chips is the k-means clustering and determining development strategies using the method of Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on the results of research using the method of k-means clustering was formed 3 SMEs cluster chips Apple in stone town.. The main differentiator between variable cluster that is formed is the amount of labor and the value of the investment. Cluster development strategies that are a priority to be applied to cluster 1, 2, and 3 is the increased expertise and production technology. The development strategy supported by a strategy of increased skills and knowledge of labor, increased access to capital, and increased access to marketing.Keywords: AHP, cluster, k-means clustering
Analisis Produktivitas Sektor Kebun Menggunakan Craig-Harris Productivity Model (Studi Kasus di PT Candi Loka-Kebun Teh Jamus) Intan Nofita Sari; Endah Rahayu Lestari; Retno Astuti
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.016 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.4

Abstract

Abstrak Perkebunan teh Jamus merupakan salah satu perkebunan swasta yang berada di bawah naungan PT Candi Loka yang terletak di Kabupaten Ngawi. PT Candi Loka menghasilkan produk berupa teh hijau dan bahan teh setengah jadi. Bahan baku yang digunakan diambil dari perkebunan teh sendiri (Kebun Teh Jamus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas sektor kebun PT Candi Loka tahun 2015 dan menentukan faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas sektor kebun. Penelitian ini menggunakan metode Craig-Harris Productivity Model dan diagram fishbone. Input yang digunakan dalam penelitian ini meliputi biaya tenaga kerja, modal, bahan baku dan input lain-lain yang meliputi biaya maintenance kendaraan kebun dan peralatan kebun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas parsial tertinggi pada tenaga kerja 2,78 , modal 1,22, bahan baku 203,47, dan input lain-lain 67,77. Nilai produktivitas total tertinggi mencapai 0,77. Faktor-faktor penyebab fluktuasi produktivitas antara lain rendahnya motivasi tenaga kerja, berkurangnya populasi pohon teh, teknik dan cara pemupukan yang kurang tepat, adanya kemarau panjang serta sistem perawatan kendaraan yang kurang terencana.Kata kunci: Craig-Harris, produktivitas, tehAbstract Jamus Tea Plantation is one of the private estate which is under the auspices of PT Candi Loka which located in Ngawi. PT Candi Loka produce products such as green tea and unfinished tea materials. The raw material used was taken from its own tea plantations (Jamus Tea Garden). The purposes of this study is to know the level of plantation sector productivity in 2015 and determine the factors that influence plantation sector productivity. The method used in this study is Craig-Harris Productivity Model and fishbone diagrams. Inputs used in this study include the cost of labor, capital, raw materials and other inputs which include the cost of vehicle maintenance gardens and garden equipment. The results of the study showed that the highest partial productivity of labor 2,78, capital 1,22, raw materials 203,47, and other input 67,77. The highest total productivity value reached 0,77. The factors that cause fluctuations in productivity among others, low motivation of the workforce, reduced plant population, techniques and the lack of proper fertilization, the droughts and vehicles maintenance system are unplanned.Keywords: Craig-Harris, productivity, tea
Strategi Pengembangan Potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan Dukungan Kucuran Kredit (Studi Kasus: UMKM Kabupaten XYZ) Putri Pangestika; Imam Santoso; Retno Astuti
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.204 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.5

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan kinerja UMKM setelah mendapat kucuran kredit, mengetahui alternatif perencanaan strategi yang tepat dalam pengembangan UMKM, dan mengetahui prioritas strategi pengembangan UMKM di Kabupaten XYZ. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk menguji peningkatan kinerja UMKM setelah mendapat kredit, Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT) untuk perencanaan alternatif strategi dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk penentuan prioritas strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada omset penjualan dan keuntungan usaha setelah mendapat kucuran kredit, namun pada jumlah tenaga kerja mengalami peningkatan yang tidak signifikan setelah mendapat kucuran kredit. Strategi pengembangan yang dapat diterapkan pada UMKM Kabupaten XYZ yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk. Prioritas strategi pengembangan yang dapat diterapkan UMKM di Kabupaten XYZ adalah melakukan inovasi produk yang diolah, menjaga dan mempertahankan kualitas produk dan meningkatkan sarana dan prasarana pengembangan UMKM.Kata kunci: kucuran kredit, strategi, UMKMAbstract This research aimed to know the improvement of the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) performance after getting financial credit support, to know appropriate planning of strategies in developing MSMEs and to find out the priority of development strategies at MSMEs in XYZ Regency. Wilcoxon test was used to test the improving performance of MSMEs after getting financial credit support, Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT) analysis was used to plan alternative strategies then Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) was used to determine the priority of alternative strategies. The results of research showed that there was a significant improvement in sales and business profits after getting financial credit support, but the increasing amount of employee was not significant after getting financial credit support. Development strategies which could be applied in XYZ Regency were market penetration and product development. There were three priority development strategies which able to be applied at MSMEs in XYZ Regency, i.e conducting product innovation, maintaining the quality of products, and improving the facilities and infrastructure of MSMEs development.Keywords: credit assistance, MSMEs, strategy
Substitusi Sari Kacang Merah dengan Susu Sapi dalam Pembuatan Yogurt Sri Kumalaningsih; Maimunah Hindun Pulungan; Raisyah Raisyah
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.713 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.1

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendapatkan proporsi susu sapi dan sari kacang merah yang tepat dalam pembuatan yogurt untuk meningkatkan kualitas yogurt. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktorial. Faktor pertama yaitu proporsi susu sapi dengan sari kacang merah dan faktor kedua yaitu konsentrasi stater yang digunakan Analisis data yang digunakan analisis organoleptik yang meliputi rasa, warna dan aroma dengan uji Hedonic dengan menggunakan 30 panelis semi-ahli. Hasil data uji organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman, hasil perlakuan terbaik diuji kandungan kimia meliputi kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar air, pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Berdasarkan hasil uji organoleptik, nilai kesukaan rasa berpengaruh nyata (ɑ = 0,05), sedangkan nilai kesukaan yang tidak berpengaruh nyata (ɑ = 0,05) adalah aroma dan warna. Perlakuan terbaik yakni pada proporsi susu sapi dan sari kacang merah 60:40 dengan konsentrasi stater 5% serta kandungan protein sebesar 3,31%, lemak 1,53%, kadar abu 0,92%, kadar air 77,97%, total bakteri asam laktat (BAL) 0,74 x 109 dan tingkat keasaman (pH) 3,62.Kata kunci: yogurt, susu sapi, sari kacang merah, stater AbstractThe aim of this study is to get the proportion of cow’s milk and red bean extract for the product yogurt to improve the quality of yogurt. Research design was a randomized block design (RAK) with two factor. The first factor is the proportion of cow’s milk with red bean extract and the second factor is the concentration of starter. The result was analyse of organoleptic include taste, color and aroma with Hedonic test using 30 panelists semi-skilled and the results of the test data organoleptic using the Friedman test and the best treatment tested was being chemical analyse include protein, fat, ash, water, pH and total lactic acid bacteria (BAL). Based on the results of organoleptic tests the value that was not significant (ɑ = 0,05) in aroma and color and the taste of yogurt that significant. The best treatment was proportion of milk and red bean extract 60:40 with 5% stater with a protein 3,31%, fat 1,53%, ash 0,92%, water 77,97%, total lactic acid bacteria (BAL) 0,74 x 109 and acidity (pH) 3,62.Keywords: yogurt, cow’s milk, red bean extract, stater
Analisis Kontribusi Teknologi pada Pembuatan Minuman Sari Apel (Studi Kasus di KSU Brosem, Batu) Usman Effendi; Mas'ud Effendi; Selvi Putri Simdora
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.706 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.6

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kontribusi teknologi dalam pembuatan minuman sari apel dan menentukan strategi penguatan kontribusi teknologi di KSU Brosem. Metode yang digunakan adalah Technology Contribution Coefficient (TCC) dan Pairwise Comparison. Metode TCC digunakan untuk menilai kontribusi komponen teknologi (technoware, humanware, infoware, dan orgaware) di KSU Brosem, sedangkan untuk penilaian intensitas komponen teknologi menggunakan metode pairwise comparison. Hasil penelitian menunjukkan nilai kontribusi komponen technoware sebesar 0.406, humanware sebesar 0.394, infoware sebesar 0.450, dan orgaware sebesar 0.606. Komponen orgaware sebagai salah satu komponen dalam teknologi memberikan kontribusi terbesar pada nilai tambah pembuatan minuman sari apel, diikuti oleh komponen technoware, infoware dan humanware. Pada komponen humanware, kontribusi teknologi masih rendah sehingga perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan atau seminar, workshop kepada tenaga kerja berkaitan dengan pembuatan minuman sari apel di KSU Brosem. Dari nilai kontribusi tersebut, diperoleh nilai TCC sebesar 0.421. Nilai ini menunjukkan bahwa tingkat teknologi di KSU adalah cukup.Kata kunci: minuman sari apel, pairwise comparison, technology contribution coefficient (TCC), technometriAbstractThis purpose of study to determine the level of contribution of technology in manufacturing Apple Cider beverages and determine the strategy of strengthening the contribution of technology in KSU Brosem. The method used is the Technology’s Contribution Coeficient (TCC) and Pairwise Comparison. TCC methods used to assess the contribution of component technologies (humanware, technoware, infoware, and orgaware) in KSU Brosem, while for the assessment of the intensity of the component technology using the method of pairwise comparison. The results showed the value of the contribution component of 0406 technoware, 0394 of humanware, 0450 of infoware, and orgaware of 0606. Orgaware component as one component in technology contributed the greatest added value of making Apple Cider beverages, followed by component technoware, infoware and humanware. Humanware, the contribution component of the technology is still low so that needs to be improved through training and or seminar, workshop to labor workforce related to the manufacture of Apple Cider beverages at the KSU Brosem. Based on this value of contributions, obtained a value of TCC of 0421. This value indicates that the level of technology at KSU is enough.Keywords: apple cider, pairwise comparison, technology contribution coefficient (TCC), technometric

Page 1 of 1 | Total Record : 7