cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 22527077     EISSN : 25493892     DOI : -
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri which is abbreviated as Industria. Industria is a journal published by Department of Agro-industrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, University of Brawijaya, Indonesia. It publishes articles in the scope of technology and management of agro-industrial field, and also other related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Tiwul Instan sebagai Alternatif Pendukung Ketahanan Pangan dalam Perspektif Konsumen Glisina Dwinoor Rembulan
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.585 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.2

Abstract

Abstrak Tiwul adalah pangan olahan berbahan baku utama umbi cassava yang proses pembuatannya relatif mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif lain makanan pokok selain nasi putih dengan pertimbangan bahan baku yang melimpah, harga terjangkau, tinggi kalori dan bergizi, serta survei persepsi konsumen mengenai tiwul instan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa uji hedonik konsumen dari tiwul instan secara keseluruhan bernilai 4,0 yang artinya konsumen beranggapan bahwa kesukaan terhadap tiwul instan biasa saja. Nilai rasa pada uji hedonik dan uji mutu hedonik bernilai 4,8 dan 5,4 yang artinya konsumen beranggapan bahwa rasa dari tiwul instan menunjukkan kualitas yang baik. Hasil dari penelitian survei persepsi konsumen menunjukkan bahwa 38,3% panelis memilih untuk mengonsumsi tiwul sebagai makanan sarapan, 31,7% panelis memilih untuk mengonsumsi tiwul sebagai makanan cemilan, 18,3% panelis memilih untuk mengonsumsi tiwul sebagai makanan penunda lapar, dan 11,7% panelis memilih untuk mengonsumsi tiwul sebagai makanan pengganti nasi.Kata kunci: makanan pokok alternatif, persepsi konsumen, tiwul instan, uji hedonik Abstract Tiwul is one of the foods derived from cassava, which the manufacturing process is relatively easy. The purpose of this research is to provide another alternative staple food in addition to white rice with consideration of abundant raw materials, affordable prices, high calorie and nutritious, and consumer perception surveys about instant tiwul. The results show that the consumer hedonic test of the instant tiwul is 4.0. It means the consumer assumes that the preference for the instant tiwul is normal. The taste score of hedonic test and the hedonic quality test is 4.8 and 5.4, which means the consumer thinks the quality of tiwul instant is good. The results of the consumer perception survey showed that 38.3% choose to consume tiwul as a breakfast food, 31.7% choose to consume tiwul as a snack food, 18.3% choose to consume tiwul as food for hunger delay, and 11.7% choose to consume tiwul as food for substituting rice.Keywords: alternative food, consumer perception, hedonic test, instant tiwul
Manajemen Risiko Rantai Pasok Agroindustri Gula Merah Tebu di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat Melly, Sandra; Hadiguna, Rika Ampuh; Santosa, Santosa; Nofialdi, Nofialdi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.333 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.6

Abstract

Abstrak Agroindustri gula merah tebu merupakan agroindustri yang mengolah tebu hasil perkebunan rakyat menjadi gula merah (Saka). Pasokan bahan baku dan pengolahannya yang masih tradisional menimbulkan berbagai masalah dalam pengembangannya termasuk risiko rantai pasoknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber dan faktor risiko serta melakukan evaluasi dan pengendalian risiko yang dianalisis menggunakan ANP (Analytical Network Process) serta wawancara mendalam dengan pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi (24,42%) merupakan sumber risiko utama dan diikuti risiko pemasaran (20,19%), risiko sumber daya manusia (18,75%), risiko finansial (18,37%) dan risiko kelembagaan (18,27%). Penilaian terhadap prioritas jenis risiko yang potensial terjadi adalah risiko kualitas produk, fluktuasi harga dan kebijakan pemerintah. Faktor OKP (Operational Key Process) menjadi prioritas utama dalam manajemen rantai pasok Saka dengan lebih ditekankan pada perbaikan manajemen produksi (41,17%). Alternatif utama dalam pengendalian risiko yang akan dilakukan adalah dengan cara melemahkan risiko (42,21%). Hal ini dapat dilakukan dengan perbaikan kualitas bahan baku dan teknologi pengolahan Saka serta dukungan pemerintah termasuk dalam menjaga stabilitas harga Saka.Kata kunci: analytical network process, gula merah tebu, manajemen risiko, rantai pasok Abstract Brown Sugar cane agroindustry is agroindustry that traditionally processes sugar cane supplied by farmers into brown sugar (Saka). This condition creates various problems in its development, including its supply chain risk. This study aims to identify sources and risk factors as well as evaluate and control risks analyzed using ANP (Analytical Network Process)and in-depth interviews with experts. The results showed that production (24,42%) was the main risk and was followed by marketing risk (20,19%), human resources risk (18,75%), financial risk (18,37%) and institutional risk (18,27%). An assessment of the potential types of risks is the risk of product quality, price fluctuations, and government policies. OKP (Operational Key Process) factor is a top priority in Saka supply chain management with more emphasis on improving production management (41.17%). The main alternative in risk control will be carried out by weakening the risk (42.21%). This will be done by improving the quality of raw materials, improving the manufacture technology of Saka, and government support, including to keep the stability of Saka's prices. Keywords: analytical network process, brown sugarcane, risk management, supply chain
Perluasan Kesempatan Kerja dengan Pengembangan Agroindustri di Daerah Kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Yeni Nuraeni
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.576 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.4

Abstract

AbstrakMoratorium pembatasan pengiriman TKI sektor informal terutama ke negara-negara di Kawasan Timur Tengah dilakukan sejak tahun 2011 dengan alasan perlindungan yang sangat sulit dilakukan. Hal ini menimbulkan permasalahan baru bagi calon-calon TKI yang tidak bisa lagi mencari kerja di luar negeri dan sulit mendapatkan pekerjaan di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang pengembangan Agroindustri di daerah-daerah Kantong TKI. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Kesempatan Kerja di Kabupaten dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) untuk menentukan sektor basis. Kesimpulan dari penelitian diperoleh bahwa kesempatan kerja di sektor pertanian memiliki kecenderungan terus menurun dan digantikan oleh sektor industri. Pengembangan agroindustri merupakan salah satu pemecahan masalah yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja di dalam negeri khususnya bagi masyarakat yang berpendidikan rendah sehingga dapat mengurangi minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri di sektor yang tidak berbadan hukum. Pemanfaatan komoditi unggulan, pemberdayaan dan peningkatan pendidikan/keterampilan masyarakat merupakan solusi untuk pengembangan agroindustri di daerah Kantong TKI dalam rangka perluasan kesempatan kerja.Kata Kunci: agroindustri, pemberdayaan, tenaga kerja Indonesia AbstractThere has been a moratorium on restrictions on the delivery of Indonesian migrant workers since 2011, especially to countries in the Middle East Region with the reason of the difficulties in safety protection. This moratorium raises new problems for prospective labor migrants who can no longer seek employment abroad and difficult to find work in the country. This study aims to examine the opportunities for Agro-industry development in the areas of the Indonesian Migrant Workers. The study uses quantitative analysis of Gross Regional Domestic Product (GRDP) and Employment Opportunities in the District by using the LQ method to determine the base sector. The conclusion of the research shows that employment opportunities in the agricultural sector tend to decline. It is replaced by the industrial sector. Agro-industry development is one of the solutions that can be offered by the government to provide jobs in the country specifically for low-educated people, so as can reduce the interest of the community to work abroad in the informal sector. Utilization of superior commodities, empowerment, and improvement of education/community skills are solutions for the development of agro-industries in the area of Indonesian migrant workers in the framework of expanding employment opportunities.Keywords: agroindustry, empowerment, Indonesian migrant workers
Akurasi Estimasi Kadar Sukrosa pada Penentuan Tingkat Kematangan Pepaya Menggunakan Nilai RGB Berbasis Aplikasi Mobile Muhammad Lutfi Firdhaus; Fauzan Romadlon; Fahrudin Mukti Wibowo
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.768 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.1

Abstract

Abstrak Tingkat kematangan pepaya selama ini diidentifikasi secara visual dengan perubahan warna pada kulit buah pepaya. Proses identifikasi ini memiliki beberapa kekurangan di antaranya melelahkan, tidak konsisten, dan memakan waktu. Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah aplikasi pengolahan citra untuk mengidentifikasi tingkat kematangan pada buah pepaya berbasis mobile agar lebih efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier berganda. Metode ini digunakan untuk mencari korelasi antara nilai red, green, blue (RGB) dan Brix pada buah pepaya. Pembuatan aplikasi ini menggunakan metode K-Nearest Neighbour (KNN) menggunakan 90 buah papaya dengan tingkat kematangan yang berbeda, yaitu tingkat kematangan mentah, mengkal, dan matang. KNN digunakan sebagai metode untuk kuantifikasi warna sehingga mendekati warna yang sesungguhnya. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa penerapan aplikasi identifikasi tingkat kematangan buah pepaya memiliki tingkat akurasi sebesar 66,67%. Aplikasi ini butuh untuk dikembangkan lebih lanjut karena masih memiliki tingkat akurasi yang rendah, tetapi aplikasi ini sudah dapat digunakan sebagai alat bantu sortasi pepaya.Kata kunci: pengolahan citra, pepaya, RGB, Brix AbstractThe degree of ripeness of papaya has been evaluated manually based on its skin color parameters. This identification process has several disadvantages, such as exhausting, inconsistent, and taking time. This research is set to build an application of image processing for identifying a papaya maturity level based on the mobile application. The method used in this research is multiple linear regression to find the correlation between red, green, blue (RGB) and Brix values in papaya. The mobile application is developed by using K-Nearest Neighbour (KNN) method for 90 papayas with different levels of maturity; unripe, moderate, and ripe. KNN is used to estimate the color of papaya skin quantitatively. The result showed that the use of the mobile application for determination of the degree of papaya ripeness has an accuracy level of 66.67%. The mobile application can be used as a supporting tool for papaya sorting process, although it should be improved to increase its accuracy.Keywords: image processing, papaya, RGB, Brix
Perancangan Sistem Database Stock Location untuk Optimalisasi Stock Accuracy pada Gudang Pengemasan Suatu Perusahaan Minuman Rizki Alfi; Wulan Triyani
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4513.475 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.5

Abstract

AbstrakPT Suntory Garuda Beverage merupakan perusahaan Joint Venture antara perusahaan manufaktur Indonesia dengan perusahaan minuman dari Jepang. Perusahaan ini telah menjadikan gudang sebagai faktor penggerak untuk memperlancar kegiatan produksi, terutama gudang material. Nilai stock accuracy gudang pada saat ini belum optimal dengan standar KPI adalah 99,95%. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan akar penyebab masalah sehingga stock accuracy packaging material menjadi lebih optimal serta memberikan upaya perbaikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai stock accuracy gudang packaging material. Jenis penelitian yang dikembangkan adalah penelitian ex-post facto yaitu pengumpulan data dilakukan melalui wawancara serta observasi langsung untuk mengamati proses yang tidak sesuai dengan SOP terkait alur dan proses pergudangan. Hasil penelitian menggunakan fishbone diagram menunjukkan penyebab utama adalah kurang pengontrolan pergerakkan material pada saat berada di ruang penyimpanan melalui stock opname harian karena jumlah tenaga operasional gudang yang berkurang. Rekomendasi perbaikan berupa sistem database stock location menggunakan Microsoft Access 2007 yang dapat digunakan sebagai pusat monitoring harian. Database ini merupakan rancangan dalam upaya meningkatkan akurasi stok gudang pengemasan. Uji coba bersama berbagai pihak yang telah direncanakan di gudang pengemasan PT Suntory Garuda Beverage perlu dilakukan untuk mengetahui apakah database ini dapat meningkatkan akurasi stok gudang.Kata Kunci: database lokasi stok, diagram tulang-ikan, keakuratan stok AbstractPT Suntory Garuda Beverage is a joint venture between an Indonesian manufacturing company and a beverage company from Japan. This company has made warehouses as a driving factor to facilitate production activities, especially warehouse material. The accuracy of the warehouse stock is still not optimal with the KPI standard is 99.95%. This study aims to find the root cause of the problem so that stock accuracy packaging material becomes more optimal and provides improvement that can be used to increase the stock accuracy of packaging materials warehouse. The type of this research is ex-post facto research where data collection is done through interviews and direct observation for any installation process that is not in accordance with the SOP regarding the flow and warehousing process. The results of the study using fishbone diagram show that the main cause is less control of material moving in the warehouse using daily stock record due to the lack of operational worker. Recommendations for improving the stock accuracy database system using Microsoft Access 2007, which can be used as a daily monitoring center. This database is a design to increase stock accuracy of packaging material warehouse. Verification by stakeholders should be carried out at the PT Suntory Garuda Beverage packaging material warehouse to verified the improvement of stock accuracy. Keywords: fishbone diagram, stock accuracy, stock location database 
Studi Eksploratif Manajemen Sampah Makanan pada Jaringan Toko Produk Pangan di Indonesia Ig. Jaka Mulyana; Ivan Gunawan; Venisia Tamara
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.68 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.3

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengungkap fenomena sampah makanan pada tingkat toko produk pangan di Indonesia. Wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap 12 responden mewakili toko produk pangan yang memiliki jaringan di seluruh Indonesia. Hasil transkrip wawancara selanjutnya dianalisis dengan metode grounded theory sehingga menghasilkan informasi valid sebagai dasar membangun narasi dan argumentasi. Volume sampah makanan pada tiap toko produk pangan diestimasi berada di kisaran 40-50 juta rupiah per bulan. Penyumbang sampah makanan terbesar adalah produk pangan segar dengan masa simpan yang relatif singkat seperti buah dan sayur. Tindakan pencegahan yang telah dilakukan oleh toko produk pangan yakni melalui kebijakan order, evaluasi order, hingga inspeksi yang ketat. Tindakan mitigasi juga dilakukan melalui diskon hingga 50%, pengolahan lebih lanjut untuk memperpanjang masa penjualan, dan penanganan produk sebaik mungkin. Tindakan pencegahan dan mitigasi tersebut semua hanya didasarkan pertimbangan dari aspek bisnis. Kesadaran dari responden dalam mengaitkan fenomena sampah makanan dengan isu lingkungan belum ada sehingga perlu dorongan melalui kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak lingkungan dari sampah makanan.Kata kunci: Indonesia, negara berkembang, sampah makanan, toko produk pangan AbstractThis study aims to reveal the phenomenon of food waste at the store-level in Indonesia. Twelve respondents representing the grocery store chains in Indonesia are interviewed by using a semi-structured interview. Grounded theory method is used to analyze the interview transcripts so it can produce valid information as the basis for building narratives and arguments. The volume of food waste in each store is estimated at IDR 40-50 million per month. The most significant food waste contributors are fresh food products with a relatively short shelf life, such as fruits and vegetables. The preventions that have been taken by the grocery stores are through order policies, order evaluation, and strict inspection. The mitigations are also carried out through discounting the price of products up to 50%, further processing to extend the sales period, and handling the product properly. However, the preventions and the mitigations are focused only on business aspect. Other findings indicate that there is still no awareness from respondents in relating the phenomenon of food waste to the environmental issue. Therefore, government policy is needed to increase awareness of the environmental impact of food waste.Keywords: developing country, food waste, grocery store, Indonesia
Analisis Kelayakan Pendirian Usaha Pengolahan Tempurung Kelapa di Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi Ade Yulia; Fenny Permata Sari; Meri Arisandi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.279 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.7

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan rencana pendirian usaha pengolahan tempurung kelapa menjadi asap cair dan briket di Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi Jambi yang dilihat dari aspek teknis, pasar, dan finansial. Ketersediaan bahan baku tempurung kelapa sebesar 1.500 ton/tahun. Jika satu kali produksi memerlukan 6,25 ton tempurung kelapa, maka dapat menghasilkan 3.750 liter asap cair, dan 1.912 kg briket. Lokasi yang dipilih untuk usaha ini adalah Desa Parit Pudin dengan tata letak pabrik menggunakan tipe produk. Harga jual untuk asap cair yaitu Rp22.000/liter dan briket yaitu Rp12.196/kg. Target pasar untuk asap cair grade 3 adalah industri pengolahan lateks, sedangkan target pasar untuk briket adalah negara yang mempunyai 4 musim. Kelayakan aspek finansial meliputi NPV lebih besar dari nol yaitu Rp38.511.979.874, IRR lebih besar dari MARR 7% yaitu 85,38%, payback period selama 1,48 tahun, dan net B/C yaitu 2,43. Keseluruhan kriteria kelayakan secara teknis, pasar dan finansial didapatkan bahwa usaha asap cair dan briket dari tempurung kelapa layak didirikan.Kata Kunci: analisis kelayakan, asap cair, briket, tempurung kelapa AbstractThe purpose of this study was to analyze the feasibility (technical, market, and financial aspects) of the establishment of coconut shell processing business in Pengabuan District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province. Research shows that the availability of coconut shell raw materials of 1,500 tons/year with the needs of 6.25 tons per coconut shell production can produce 3,750 liters of liquid smoke, and 1,912 kg of briquettes. The location chosen for this business is Parit Pudin Village, and the factory layout uses the product type. The selling price for liquid smoke is IDR 22,000 / liter, and briquette is IDR 12,196 / kg. The market target for grade 3 liquid smoke is the latex processing industry. Meanwhile, the market target of briquette are countries that have four seasons. The feasibility of financial aspects is NPV greater than zero, which is Rp38,511,979,874. The IRR is higher than MARR 7%, which is 85.38%. The payback period is 1.48 years, and net B / C is 2.43. Based on the overall technical, market, and financial feasibility criteria, liquid smoke business, and coconut shell briquettes are feasible to be established.Keywords: briquette, coconut shell, feasibility analisys, liquid smoke
Pengaruh Perlakuan Pendahuluan dan Perbedaan Tipe Ekstraksi terhadap Mutu Produk Minuman Sari Buah Manggis Nurlisa Dwi Novianti; Annisa Rahma Audina; Dessy Ayunaddhita Kurniasari; Rohmah Luthfiyanti; Lusvi Dzulfiah
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.606 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.02.8

Abstract

AbstrakPenelitian ini mempelajari sifat fisikokimia minuman sari buah manggis dengan perlakuan pendahuluan dan tipe ekstraksi buah manggis, serta menentukan formulasi minuman sari buah manggis dengan kandungan sifat kimia yang terbaik. Terdapat tiga tahap aktivitas yang dilakukan, yaitu perlakuan pendahuluan, ekstraksi dan formulasi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2x2 dan tiga pengulangan. Rancangan perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu perlakuan pendahuluan (A) yang terdiri dari dua taraf (perendaman larutan gula (A1) dan dikukus (A2)), dan perlakuan jenis alat ekstraksi (B) yang terdiri dari dua taraf (slow juicer (B1) dan blender (B2)). Hasil penelitian menunjukan bahwa minuman sari buah manggis dengan variasi perlakuan ekstraksi dan perlakuan pendahuluan memberikan hasil yang berbeda nyata pada semua aspek pengujian kecuali kadar abu. Minuman sari buah manggis dengan perlakuan ekstraksi menggunakan blender dan perlakuan pendahuluan pengkukusan memberikan nilai terbaik berdasarkan hasil pembobotan penentuan perlakuan terpilih. Minuman sari buah manggis dengan perlakuan ekstraksi menggunakan blender dan perlakuan pendahuluan kukus menghasilkan produk dengan nilai pH 4,24, total padatan terlarut 7,54oBrix, vitamin A 117,67 µg/100 g, kadar air 92,14%, kadar abu 0,10%, karbohidrat 7,30%, protein 0,18%, serat pangan 2,21%, dan energi total sebesar 32,44 kkal.Keywords: perlakuan pendahuluan, sari buah manggis, tipe ekstraksi AbstractThe study was carried out to characterize the physicochemical of mangosteen fruits and to optimize the best formulation of mangosteen juice drink. There were three stages of activities carried out in this study, i.e. pre-treatment, extraction, and formulation. A pre-treatment was performed by steaming and soaking in a sugar solution, extraction was done by using slow juicer and blender, and juice drink formulation was determined by factorial Randomized Block Design (RBD) 2x2 methods with three repetitions. The design of treatment consisted of two factors, i.e., pre-treatment (A) and treatment of extraction tool types (B). Pre-treatment (A) consisted of immersion in sugar solution (A1) and steaming (A2), while extraction treatment consisted of the slow juicer (B1) and blender (B2). The results showed that a ready to drink of mangosteen juice of multiple extraction and pre-treatment gave significantly different results to all aspects of the test, except ash content. Based on the chosen treatment criteria, the mangosteen juice drink obtained by extraction treatment using blender and pre-treatment using steaming provided the best formula with the characteristics of 4.24 pH, 7.54 oBrix total dissolved solids, 117.67 µg/100 g vitamin A, 92.14% water content, 0.10% ash content, 7.30% carbohydrate, 0.18% protein, 2.21% dietary fiber, and 32.44 kcal energy.Keywords: extraction type, mangosteen juice, pre-treatment

Page 1 of 1 | Total Record : 8