cover
Contact Name
Umbara
Contact Email
jurnalumbara@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalumbara@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology
ISSN : 25282115     EISSN : 25281569     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Teka-Teki Poliandri: Kritik Antropologi atas Sosiobiologi Khu, Stanley
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.021 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i1.9600

Abstract

Artikel ini membahas kritik yang berpotensi dikemukakan oleh Antropologi atas hakikat Sosiobiologi yang simplistik. Dengan mencuplik aneka ragam etnografi dari berbagai belahan dunia, penulis mengkaji berbagai pendekatan dan alasan dalam praktik poliandri, yang menurut Sosiobiologi semata-mata disebabkan oleh gen egois. Penulis berargumen bahwa terlepas dari dorongan alamiah biologis untuk memastikan keberlangsungan gen, terdapat beragam faktor lainnya yang mendasari poliandri. Selagi menunjukkan bahaya pendekatan naturalisasi ilmu sosial untuk mengkaji poliandri, di saat bersamaan penulis juga skeptis dengan interpretivisme, karena keduanya berisiko menghasilkan reduksionisme. Penulis menawarkan semacam pendekatan materialis-historis dalam memahami fenomena poliandri serta menunjukkan bagaimana metode etnografi sebagai warisan disiplin ilmu Antropologi yang paling tersohor, cermat dan mendetail, memiliki sumbangan besar dalam upaya memahami masyarakat manusia yang kompleks. Kata kunci: Antropologi, Sosiobiologi, Poliandri, Darwinisme
Tuan Tanah dan Lurah : Relasi Politik Lokal Patron-Client di Desa Sukorejo Kecamatan Godanglegi Kabupaten Malang dalam Kurun Waktu 2007-2013 Maftuchin, Annise Sri
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.895 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.9983

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas mengenai pola politik pedesaan yang ada dan diterapkan di Desa Sukorejo Gondanglegi Malang. Relasi politik yang mengarah pada bentuk subsisten memberi peluang tersendiri bagi Lurah Desa Sukorejo untuk terpilih dalam periode kepemimpinan yang kedua. Sejak 2006 suara dan dukungan terus digalakan agar posisi lurah mampu dipertahankan. Padahal, dalam sekali pemelihan lurah, calon lurah harus mengeluarkan dana sebesar 300 Juta untuk para pendukungnya sedangkan, gaji yang diterima lurah di Sukorejo kisaran Rp.1.500.000- Rp.2.000.000,- dan tiga hektar tanah bengkok. Hal ini tentu menjadi ancaman ekonomi tersendiri bagi si calon lurah ketika dinyatakan gagal terpilih. Akan tetapi, kegagalan dapat diminimalisir ketika strategi patron-klien digunakan oleh Lurah Abdi. Pola  patron-klien sebelumnya telah dijabarkan oleh James C. Scott sebagai pola yang cukup umum digunakan dalam budaya pertanian subsisten seperti di Desa Sukorejo Gondang Legi Malang. Dari paparan pola patron-klien dijelaskan bahwa dalam  kebudayaan pertanian pedesaan Jawa, terdapat model  resiprositas  politik yang dijumpai antara tuan tanah dan masyarakat petani disekitarnya. Patron-klien yang diterapkan di Desa Sukorejo mengaitkan keberadaan tuan tanah sebagai basis kekuatan utama lewat sistem pertukaran atau resiprositas sepadan. Tentunya pola politik seperti ini memiliki keunikan tersendiri, dimana terdapat pola hubungan politik yang berbeda dari pola politik pada umumnya. Melalui metode penelitian etnografi ulasan data yang disajikan didasarkan atas pengamatan secara langsung baik melalui wawancara maupun observasi partisipasi. Kaitan metode penelitian etnografi dalam memaparkan pembahasan politik Desa Sukorejo, analisis difokuskan pada bagaimana pola dan korelasi sosial-budaya dibangun dalam relasi patron-klien antara tuan tanah dan kepala Desa Sukorejo dalam kurun waktu 2007-2013?  Dari fokus permasalahan tersebut, analisis diarahkan pada pola dan model serta kaitan sebab akibat yang terjadi dari proses relasi politik di Desa Sukorejo Gondanglegi Malang.Kata Kunci :Patrol-Klien, Politik Desa, Resiprositas, Subsisten, Tuan Tanah
Kelas Menengah di Kota Menengah Rajab, Budi
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.449 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i1.9606

Abstract

Toleransi Antar Umat Beragama di Kota Bandung Hermawati, Rina; Paskarina, Caroline; Runiawati, Nunung
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.124 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.10341

Abstract

Sebagai kota yang memiliki ciri heterogenitas sosial, Bandung menyimpan potensi konflik yang bersumber dari keberagaman identitas tersebut. Salahsatu sumber konflik yang rentan muncul di tengah-tengah masyarakat yang heterogen adalah konflik yang bersumber dari perbedaan agama. Artikel ini berupaya mengkaji toleransi dalam hubungan antarumat beragama di Kota Bandung yang diukur melalui seberapa jauh para pemeluk agama menentukan jarak sosial mereka terhadap para pemeluk agama lainnya. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penulis mengukur nilai indeks toleransi malalui tiga dimensi utama yaitu persepsi, sikap dan kerjasama antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Toleransi antarumat Beragama di Kota Bandung sebesar 3,82 termasuk dalam kategori “Tinggi”, yang mengindikasikan bahwa interaksi sosial antarumat beragama di Kota Bandung telah berlangsung secara baik dan berada dalam batas-batas jarak sosial yang wajar. Kemungkinan konflik umumnya dipicu oleh perizinan pembangunan rumah ibadat yang berada dalam ranah kewenangan pemerintah, sehingga hal ini penting untuk dibenahi dalam rangka meningkatkan capaian Indeks Toleransi di Kota Bandung.
Trouble Transit Riawanti, Selly
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.657 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.10663

Abstract

Ibuisme Masa Kini: Suatu Etnografi tentang Posyandu dan Ibu Rumah Tangga Wicaksono, Mochammad Arief
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.863 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.9921

Abstract

"Housewife" is often an issues and concepts essential to studies the relationship between the state and society at the micro level. Through the women in the villages of cities, the "face" of state trying to be presented continuously in everyday life, one of them in public health system through Posyandu (Pos Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Terpadu). Posyandu put women, especially housewifes, as the ‘spearhead’ for realizing a healthy society, both in terms of physical and everyday behavior. The housewife is not only a target of health programs, but also as the person running the program, called Kader Posyandu. Each month the cadre pf Posyandu should attend the meetings, held events medical examinations for infants and the elderly, health counseling, surveys to homes, and making health data in the village, which of course it is all done in tandem with their role as housewifes and partly again also has another job outside the home. This study illustrates how the state wants to stick around to be present at the local level people today, especially in health programs through the perspective housewife-Posyandu cadres who are willing to work for the country. This study also wanted to answer the question, what is the reason for the housewifes so that it would work for the state in the present context. Observation and in-depth interviews with the cadres Posyandu conducted to answer the research questions above. Many of them on behalf of volunteerism in running this program, through this article we will know how the state can instill a sense of volunteerism so that the ideals of a healthy society can be realized through the role of women, especially housewifes.
“Tak Cukup Bagi Kami untuk Meratap, Kami harus Berjuang”: Kemandirian Mama-Mama dalam Dinamika Pemekaran Daerah di Tanah Papua Suryawan, I Ngurah
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.247 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.10060

Abstract

Artikel ini mendiskusikanrespon perempuan Papua, terkhusus mama-mama Papua yang berjualan di pasar-pasar tradisional, dalam menghadapi dinamika pemekaran daerah dan transformasi sosial budaya yang terjadi di Tanah Papua.Di tengah kondisi itulah tergambar bagaimana perjuangan mama-mama Papua untuk menumbuhkan kemandirian dan solidaritas sosial.Artikel ini berwacana dengan melakukan etnografi perjuangan mama-mama Papua di beberapa wilayah di pasar-pasar tradisional dalam pemenuhan ekonomi rumah tangga dengan bekerja di kebun dan mengurus perkembangan anak-anak mereka.Perempuan Papua ini berjuang dalam keseharian kehidupan mereka dan berperan penting dalam menjalankan hal-hal pokok dalam kehidupan rumah tangga. Gerakan sosial mama-mama Papua untuk mengakses pasar tradisional yaitu SOLPAP (Solidaritas Pedagang Asli Papua) dan Koperasi Mama-Mama Pedagang Asli Papua (KOMMPAP) menjadi praksis usaha mereka untuk mengorganisir diri, berlatih kemandirian untuk berjuang merebut akses ekonomi dan sekaligus memperkuat solidaritas sosial para mama Papua. Bagian terakhir dari artikel ini mencoba mendiskusikan bagaimana menempatkan gerakan sosial mama-mama Papua ini sebagai inspirasi dari langkah menumbuhkan kemandirian perempuan Papua di tengah transformasi sosial budaya yang semakin pelik di Papua karena pemekaran daerah. Kata kunci: perempuan Papua, kemandirian, etnografi, transformasi sosial budaya, gerakan sosial  
Karl Marx : The Anthropologist Mulyanto, Dede
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.9 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i1.9605

Abstract

Program Pemberdayaan Sebagai Aktivitas Corporate Social Responsibility Studi Kasus Pemberdayaan Penderes di Pangandaran Efendi, Rahmad
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.117 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.10163

Abstract

Abstract This article examines the phenomenon of the implementation of community empowerment program as the Corporate Social Responsibility (CSR) activity, which is used as a strategy to control the supply chain of raw materials. This paper prepared using qualitative research methods with field study at Pangandaran District, West Java. The Pangandaran Tappers Community Empowerment Program has been run by PT Ultrava since 2012 until 2014. The program is aimed to manage the brown sugar supply chain problems in Pangandaran that caused by the tappers. For that purpose, Ultrava running the govermentality agenda against all of the brown sugar supply chain actors in Pangandaran. The govermentality agenda use the biopolitic and subjectivity process, to change the tappers became the obedient subject to the will of Ultrava. Keywords : CSR, Empowerment, Govermentality Abstrak Artikel ini mengkaji fenomena pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sebagai Corporate Social Responsibility (CSR), yang digunakan sebagai strategi untuk mengendalikan rantai pasokan bahan baku. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi lapangan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Program Pemberdayaan Penderes Pangandaran telah dijalankan oleh PT Ultrava sejak 2012 hingga 2014. Program ini bertujuan untuk mengelola masalah rantai pasokan gula di Pangandaran yang disebabkan oleh penderes. Untuk itu, Ultrava menjalankan agenda govermentality terhadap semua pelaku rantai pasokan gula di Pangandaran. Agenda govermentality tersebut menggunakan proses biopolitic dan subjectivity, untuk mengubah penderes menjadi subyek yang patuh kepada kehendak Ultrava. Kata Kunci – CSR, Pemberdayaan, Kepengaturan
Agama dan Kebudayaan Marzali, Amri
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.962 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i1.9604

Abstract

Artikel ini membahas agama yang memiliki pengertian sebagai religion dalam bahasa Inggris, termasuk apa yang disebut agama wahyu, agama natural, dan agama lokal. Artikel ini bertujuan memberikan pengantar singkat dalam mempelajari agama menurut disiplin ilmu sosioantropologi, yaitu gabungan dari disiplin ilmu sosiologi, antropologi sosial, dan antropologi kultural. Kata kunci: Agama, Kebudayaan, Antropologi

Page 1 of 13 | Total Record : 124