cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Elektum : Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 19795564     EISSN : 25500678     DOI : -
eLEKTUM adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Fokus dan ruang lingkup jurnal eLEKTUM meliputi (namun tidak terbatas pada) Tenaga Listrik Industri, Elektronika Industri, Sistem Kontrol dan Material elektronika.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM" : 7 Documents clear
Perancangan Prototype Proteksi Arus Beban Lebih Pada Beban DC Menggunakan Mikrokontroller Almanda, Deni; Yusuf, Habil
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.25-34

Abstract

Sistem proteksi pada peralatan tenaga listrik sangat diperlukan untuk  kualitas listrik, sistem proteksi yang baik mampu melokasilisir keadaan dari gangguan seperti kelebihan beban dan hubung singkat. Pengendalian dari sistem proteksi sendiri harus cepat dan sensitif dalam merespon gangguan, sehingga langsung memerintahkan sistem proteksi untuk bekerja. Dalam penelitian ini dibuat Prototipe Proteksi Arus beban lebih terdiri dari komponen seperti Sensor Arus ACS 712 5 Amper, Mikrokontroller Arduino Uno, lcd 16x2, ULN 2003, relay 12Volt DC,Power Supply AC to DC, Buck Converter DC to DC dan komponen pendukung lainnya. Diperlukan pengkalibrasian system, supaya tidak terjadi kesalahan pada proses pengamanan saluran, dengan menggunakan Potensiometer sebagai pengatur dari batas maksimal ampere dan Buck Converter DC to DC sebagai pengatur tegangan . Dalam proses pengujiannya menggunakan lampu dengan daya 50 Watt dengan tegangan 12Vdc. Pada masing-masing Lampu tersebut dibatasi arus maksimal terhadap Arus yang dikehendaki. Apabila terjadi arus lebih dari batas maksimal arus yang ditentukan, maka sistem proteksi akan memutus dengan bantuan kontak relay NC 12Vdc, dan lampu Led akan On yang menandakan bahwa Sedang terjadi arus beban lebih. Pembacaan arus ini akan ditampilkan pada Lcd 16 x 2.
Sistem Monitoring Energi Listrik Sel Surya Secara Realtime dengan Sistem Scada Chamdareno, Prian Gagani; Azharuddin, Faris; Budiyanto, Budiyanto
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.35-42

Abstract

Pemantauan dari penggunaan dan penghasilan energi merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan energi, sehingga penggunaan energi yang berlebihan akan dapat dihindari dan penggunaan energi tersebut akan semakin tepat guna yang diimplementasikan dengan sistem yang mendukung seperti pemantauan, pengkontrolan perangkat dan  pengolahan data, pada sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) ini memuat sebuah sistem pengawasan dan pengendalian,  dengan  cara  melakukan pengumpulan dan analisa data secara real time dan dapat diakses melalui web. Aplikasi server dibuat dengan programming Visual Basic yang digunakan untuk pemantauan data secara real-time, melakukan pengkontrolan perangkat keras dan data sensor disimpan kedalam database SQL Server agar dapat menampilkan history data maupun untuk pengolahan data lain.
Analisa Perbandingan Throughput pada Teknologi WiMAX Muchtar, Husnibes; Trihambodo, Danar
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.1-12

Abstract

Sistem Mobile WiMAX berdasarkan pada standard IEEE 802.16e membutuhkan alokasi semua sumber daya downlink yang dipetakan kedalam wilayah persegi empat dalam dua dimensi peta Time- Frequency . Dimana teknologi yang digunakan adalah OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access).Sudah banyak proposal algoritma pemetaan yang pernah diajukan para peneliti. Namun algoritma yang simple untuk diimplementasikan dan memiliki efisiensi throughput yang bagus adalah eOCSA yang diajukan oleh Chakchai So-In dkk. Dalam tugas akhir ini algoritma eOCSA akan dibandingkan dengan salah satu algoritma yang pernah diajukan sebelumnya yaitu algoritma Ohseki. Sehingga diperoleh nilai persentase rata-rata throughput untuk eOCSA lebih tinggi dibandingkan dengan Ohseki dengan nilai throughput eOCSA yaitu 83.1 % sedangkan untuk Ohseki yaitu 74.95 %.
Analisa Koordinasi Over Current Relay Dan Ground Fault Relay Di Sistem Proteksi Feeder Gardu Induk 20 kV Jababeka Dermawan, Erwin; Nugroho, Dimas
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.43-48

Abstract

Pada sistem distribusi tenaga listrik terdapat penyulang tegangan menengah yang berguna untuk mendistribusikan tenaga listrik dari gardu induk ke konsumen. Tetapi tidak terlepas dari masalah, masih terdapat gangguan yang perlu dianalisa, diantaranya gangguan hubung singkat. Untuk melokalisasi gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, keandalan, selektifitas dan kecepatan. Peralatan proteksi yang sering digunakan pada sistem distribusi adalah over current relay (OCR) dan ground fault relay (GFR), yaitu relai yang berfungsi memberi perintah PMT untuk membuka, sehingga saluran yang terganggu dipisahkan dari jaringan. Di dalam penelitian ini studi kasus di ambil di PLN Gardu Induk Jababeka pada penyulang Rambutan dimana selektifitas kerja relai diambil dari empat titik gangguan pada penyulang. Semua dilakukan untuk peningkatan kerja relai. Pada Tugas Akhir ini akan membahas mengenai perbandingan antara setting relai proteksi hasil dari perhitungan dengan setting proteksi yang terpasang (existing) pada jaringan distribusi 20 kV GI Jababeka di penyulang Rambutan.
Perancangan dan Prototype Automatis Mesin Single Bore dengan Motor AC 1 Fasa Berbasis Pengontrolan Pneumatik dan PLC Bahri, Saeful; Anwar, Chairul
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.13-20

Abstract

Programmable Logic Controller adalah suatu peralatan elektronika yang bekerja secara digital memiliki memori yang dapat diprogram, menyimpan perintah-perintah untuk melakukan fungsi-fungsi khusus seperti logika, timming, dan counting untuk mengontrol berbagai jenis mesin melalui modul input – output analog atau digital. Tugas akhir ini adalah pemanfaatan teknologi PLC OMRON SYSMAC CP1E – E20SDR – E dan elektropneumatik untuk mengotomasi mesin single bore dengan proses manual menjadi automatis yang dilakukan untuk pengaplikasiannya ke produksi. Inputnya berupa saklar push button, sementara outputnya berupa solonoid valve. PLC disini berfungsi sebagai kontroler yang mengolah input dan output. Pembuatan Tugas Akhir ini dilakukan dengan membuat alat peraga elektropneumatik PLC. Hasil dari perancangan ini adalah PLC berhasil mengontrol dari mesin single bore dengan automatis secara fungsinya, dengan demikian prototype sesuai dengan yang diharapkan. Penggerak silinder aktuator double acting MAL berdiameter 20 mm dan panjang langkah 50 mm. Sedangkan daya kompresor yang dibutuhkan adalah sebesar 0.5 HP.
Pemantau Kebocoran Ac Menggunakan Sensor Yl83 Dan Lm35dz Berbasis Mikrokontroler Arduino Melalui Webserver Prasetya, Eka Budhy
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.49-56

Abstract

Penghawaan buatan (AC) di era globalisasi, sudah menjadi kebutuhan primer. Seiring dengan banyaknya kebutuhan AC dalam suatu perusahaan maupun instansi, dapat dipastikan bahwa akan semakin banyak AC yang mengalami gangguan. Dengan memanfaatkan mikrokontorler arduino penulis membuat alat pemantau kebocoran AC dengan menggunakan sensor YL83 dan LM35DZ. Mikrokontroler arduino berfungsi sebagai pusat kendali dari masing-masing sensor. Sensor YL83 mendeteksi kebocoran AC melalui tetesan air sedangkan LM35DZ mendeteksi temperture suhu ruang. Di dalam Jurnal ini dijelaskan bagaimana metode pengolahan data analog yang diterima sensor menjadi sebuah data digital menggunakan software Arduino IDE. Data output dari Arduino IDE kemudian disimpan dalam database server localhost untuk selanjutnya ditampilkan menjadi sebuah halaman web. Di dalam halaman web tersebut terdapat tabel yang berisi beberapa kolom yakni: no, ide, waktu, suhu celcius, nilai kebocoran, status kebocoran, lampu suhu, lampu kebocoran yang dapat digunakan untuk memonitoring kondisi AC. Selain dalam bentuk tabel, pada halaman web tersebut terdapat juga link untuk memonitoring dalam bentuk grafik. Diharapkan dengan adanya alat ini dapat  mempermudah maintenance dalam memonitoring kondisi AC.
Analisa Kemampuan Daya Pancar pada Gelombang Fm dengan Antena Dipole Isyanto, Haris; Waloya, Jati
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.21-24

Abstract

Tingginya mobilitas manusia di era modern seperti sekarang ini, menuntut semua hal dapat dikerjakan secara praktis untuk mempermudah kegiatan mereka. Dimulai dari bangun tidur hingga akan tidur, semua hal dengan mudah dapat dilakukan dengan alat bantu yang sesuai. Begitu juga halnya dengan pengeras suara pada suatu system, pengaturan suara dapat dilakukan secara lebih flexible dengan system wireless dan sebelumnya dapat dilihat pengendalian dengan wireless microphone sudah banyak digunakan di era ini. wireless microphone umumnya terdiri dari tiga komponen utama yaitu sumber input, pemancar dan penerima. Sumber input menyediakan sinyal audio ke pemancar ,lalu pemancar mengubah sinyal audio menjadi sinyal radio dalam bentuk gelombang FM yang kemudian ditransmisikan oleh antenna pemancar. selanjutnya gelombang tersebut ditangkap oleh antenna penerima receiver yang akan mengubahnya menjadi sinyal audio kembali,karena sinyal audio dikonversikan menjadi Radio Frequency ( RF ) oleh frequensi modulator.

Page 1 of 1 | Total Record : 7