cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
ISSN : 14116618     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI adalah wadah menghimpun dan mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan konsep-konsep ilmiah serta pengetahuan dalam bidang arsitektur dan lingkungan buatan berwujud artikel yang ditulis berdasarkan penelitian: artikel hasil penelitian, artikel tentang ide-ide (gagasan konseptual), tinjauan tentang proses penelitian, tinjauan buku-buku baru, paparan tokoh arsitek dan pemikirannya, serta karya ilmiah lain yang berhubungan dengan fenomena arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI" : 5 Documents clear
FENG SHUI PADA TATA LETAK MASSA BANGUNAN DI KELENTENG SAM POO KONG Marcella, Benedicta Sophie
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.706 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i2.1039

Abstract

Abstract: “Klenteng” is an Indonesian term for place of worship for Chinese traditional faiths in Indonesia. Sam Poo Kong temple is a heritage building located in Semarang. Chinese temple building is part of the China building architecture, thus Chinese temple apply the feng shui principals, so that people get the fortune, peace, and prosperity from the perfect balance with nature. In this research, to be conducted a review of the use of feng shui principles contained in the layout of the building mass. The research question that arises is "How the application of feng shui to the layout of the building mass in the Sam Poo Kong temple?" This research aims to determine the influence of feng shui contained in the layout of the building mass Sam Poo Kong temple in Semarang. This research use structuralizes qualitative methodology. Analysis process was done by comparing the theory of feng shui with field observations. The building layout, planes, and the filler elements apply the principles of feng shui and it has a good meaning, leads to happiness and welfare in life. Cultural influence of Islam, Buddhist, Hindu, and Chinese cultures convey the meaning and message to the user of the building, all for good purpose in human life. Based on the analysis it can be concluded that the meaning of the layout of the building mass on the Sam Poo Kong temple in accordance with feng shui theory and it brings prosperity.Keywords: feng shui, Sam Poo Kong Temple, the layout of the building massAbstrak: Kelenteng atau Klenteng adalah sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia pada umumnya. Kelenteng Sam Poo Kong merupakan bangunan cagar budaya yang terdapat di kota Semarang. Bangunan kelenteng termasuk dalam bangunan Cina, sehingga dalam tatanan bentuk bangunannya masih mempergunakan kaidah feng shui. Konsep feng shui adalah seni hidup dalam keharmonisan dengan alam, sehingga seseorang mendapatkan keuntungan, ketenangan, dan kemakmuran dari keseimbangan yang sempurna dengan alam. Dalam penelitian ini, akan dilakukan peninjauan penggunaan kaidah feng shui yang terdapat pada tata letak massa bangunannya. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah “Bagaimana penerapan fengshui pada tata letak massa bangunan di kawasan Kelenteng Sam Poo Kong?” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh feng shui yang terdapat pada tata letak massa bangunan Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang. Metodologi yang digunakan adalah strukturalis kualitatif. Proses analisis dilakukan dengan membandingkan teori feng shui dengan hasil observasi lapangan. Tata letak massa bangunan menerapkan kaidah feng shui serta memiliki makna yang baik, mengarahkan pada kebahagiaan serta keselamatan dalam kehidupan. Pengaruh budaya Islam, Buddha, Hindu, serta Kebudayaan Cina telah bercampur, menyampaikan makna serta pesan kepada pengguna bangunan, semua untuk tujuan kebaikan dalam hidup manusia. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa tata letak massa bangunan pada kawasan Kelenteng Sam Poo Kong sesuai dengan feng shui aliran bentuk dan mendatangkan kebaikan.Kata Kunci: feng shui, Kelenteng Sam Poo Kong, tata letak massa bangunan
TATA RUANG DAN ELEMEN ARSITEKTUR PADA RUMAH JAWA DI YOGYAKARTA SEBAGAI WUJUD KATEGORI POLA AKTIVITAS DALAM RUMAH TANGGA Cahyandari, Gerarda Orbita Ida
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.567 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i2.1064

Abstract

Abstract: Traditional houses resemble classification according to social status of the owner. Traditional house is a manifestation of symbolic and cultural meaning. Javanese traditional houses are represented in certain orders and characteristics. “Ndalem” in the form of “Joglo” is a type of high status. “Limasan” and “Kampung” are houses for medium and low status. Activities in a house reflect social inter-relationship in a family. Javanese people are categorized as patrileneal family systems that have cultural determination in domestic roles. The analysis requires historical data, pattern of activity, and architectural elements and symbols. Mapping of activities draws housing classification. “Dalems” and “joglos” have spaces to support social activity and define the roles. Houses in lower classification show balance of the roles.Keywords: social classification, Javanese traditional house, domestic rolesAbstrak: Rumah tradisional mencitrakan status sosial pemilik yang juga berarti bahwa rumah tradisional memiliki makna simbolis dan kultural. Rumah trdisional Jawa diwujudkan dalam aturan dan karakteristik tertentu. Rumah “Joglo” dalam bentuk “Ndalem” berada pada status sosial pemilik yang tinggi, sedangkan Limasan dan Kampung dimiliki oleh kaum biasa dan rakyat jelata. Aktivitas dalam rumah mencerminkan hubungan social dalam suatu rumah tangga. Keluarga jawa termasuk penganut system patrilineal yang berpengaruh pada peran domestik. Analisis menggunakan data historis, pola aktivitas, dan elemen serta simbol arsitektural. Pemetaan aktivitas menunjukkan klasifikasi bangunan. Ndalem dan joglo memiliki ruang yang mendukung aktivitas dan peran sosial. Rumah dalam klasifikasi yang lebih rendah, menunjukkan peran domestik dan sosial yang seimbang.Kata kunci: klasifikasi sosial, rumah tradisional Jawa, aktivitas rumah tangga
IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PEMBENTUK KARAKTER ARSITEKTURAL BANGUNAN GEREJA KRISTEN JAWA KLASIS YOGYAKARTA UTARA Kaunang, Alvita Melina Surtania
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.56 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i2.1043

Abstract

Abstract: In Indonesia there are several church fellowships. Design of their buildings is influenced by the location, ideology, or ordinances of worship. Synod Javanese Christian Church was first established by local residents since the Dutch colonial period. The synod is divided into 32 clusters based on the distribution area of Java. Each of these clusters is called “Klasis”, The purpose of this research was to explore elements which are significant to the architectural character of Java Christian Church referring to the implementation of Christian symbols and characteristics of traditional architecture of Javanese on building elements of Java Christian Church in “Klasis Yogyakarta Utara”. Research method includes data collection method, data processing method, and the method of making conclusions. The method of data collection consists of literature study, survey— that includes observation, documentation of the building physical data in the form of sketches of floor plan and building facade, including photographs—, and distributing questionnaires. Methods of processing and analyzing data in the form of questionnaire conducted by tabulating data and calculating the percentage of the dominant variable elements of the building which are considered using Christian symbols and characteristics of traditional Javanese architecture. Meanwhile, sketches of the floor plan and building facade, analyzed by the Ordering Principles stated by Ching (2007). The result indicates that Javanese Christian Church building implements the Christian symbols more significantly rather than characteristics of traditional Javanese architecture. Dominant variables which are applying the Christian symbols are ornaments, windows, and furniture.Keywords: Java Christian Church, architectural character, Christian symbol, traditional architecture of JavaneseAbstrak: Di Indonesia terdapat beberapa persekutuan gereja yang rancangan bangunan gerejanya dipengaruhi oleh faktor lokasi, ideologi, atau tata cara ibadah. Sinode Gereja Kristen Jawa didirikan pertama kali oleh penduduk lokal sejak masa kolonial Belanda. Sinode tersebut terdiri dari 32 Klasis yang terbagi menurut persebaran wilayah di Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri unsur-unsur pembentuk karakter arsitektural bangunan Gereja Kristen Jawa dengan mengacu pada penerapan simbol Kristiani dan ciri khas arsitektur tradisional Jawa pada unsur-unsur bangunan Gereja Kristen Jawa Klasis Yogyakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan, meliputi metode pengumpulan data, pengolahan data, serta penarikan kesimpulan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, survei, yang meliputi pengamatan, pendokumentasian data fisik bangunan berupa gambar denah, tampak serta foto, dan menyebarkan kuesioner. Metode pengolahan dan analisis data yang berbentuk kuesioner dilakukan dengan cara tabulasi data dan menghitung persentase variabel yang dominan dari unsur-unsur bangunan yang dianggap menerapkan simbol Kristiani dan ciri khas arsitektur tradisional Jawa, sedangkan untuk data yang berbentuk sketsa, yaitu denah dan tampak, dianalisis dengan prinsip penataan Ching (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan Gereja Kristen Jawa secara signifikan lebih menerapkan simbol Kristiani dibandingkan dengan menerapkan ciri khas arsitektur tradisional Jawa. Variabel yang dominan menerapkan simbol Kristiani adalah ornamen/ragam hias, jendela, dan perabotan.Kata kunci: Gereja Kristen Jawa, karakter arsitektural, simbol Kristiani, arsitektural tradisional Jawa
RENOVASI AKUSTIK GEDUNG KONSER PASCASARJANA INSTITUT SENI INDONESIA (PS-ISI) YOGYAKARTA Satwiko, Prasasto
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.277 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i2.1065

Abstract

Abstract: This paper reports an acoustical research project conducted as a scientific base for the renovation of the Concert Hall of Postgraduate Program, Indonesia Art Institute, Yogyakarta. The concert hall is intended mostly for classical music performances. The renovation has been limited by the form of the existing building, tight time schedule, budget, material provision as well as low labors’ skill. The research applied digital simulation method using Ecotect 5.5 and CATT v8. Testing conducted after construction process found that the simulation results could be reproduced well in the real world. The sound of the played music instrument fulfills the hall with clear details.Keywords: Classical music, acoustics, concert hall, computer simulationAbstrak: Makalah ini menyajikan hasil penelitian akustik sebagai landasan ilmiah renovasi gedung konser musik klasik Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Renovasi dibatasi oleh bentuk gedung yang sudah ada, waktu, biaya, bahan yang tersedia serta kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh pekerja lokal. Metoda utama yang dipakai adalah simulasi digital dengan memakai software Ecotect 5.5 dan CATT v8. Uji coba yang dilakukan setelah proses konstruksi selesai menunjukkan bahwa hasil simulasi dapat diaplikasikan pada keadaan nyata dengan baik. Bunyi musik terasa hidup dan detail terdengar dengan baik.Kata kunci: Musik klasik, akustik, gedung konser, simulasi komputer
PENINGKATAN KUALITAS RUANG JALAN PADA FUNGSI KOMERSIAL DI KAWASAN CANDI BOROBUDUR Ardhiansyah, Nicolaus Nino
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.7 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i2.1066

Abstract

Abstract: In the National Strategy Area Plan of Borobudur 2007, Pramudya Wardani corridor is determined as as trading area development zone in which all activities, including commercial activities, is located Borobudur. As a buffer zone area of Candi Borobudur, this area will reduce negative activity of Borobudur conservation plan. Nevertheless, through the development process the corridor is still lack of activities. Therefore it needs to be studied to get an idea of the influence physical on activities, factors affecting the physical quality improvement, and the Urban Design Guidelines that can meet. Physical quality of the street space is an element of setting, that supports the public space in attracting people to come and play a long that street space. This study uses qualitative rationalistic method is a method, focuses onto rationalism of the individual perception in order to see, to understand and to be aware of how physical setting process influences the improvement of Pramudya Wardani street space. This research process begins with observation of the existing condition of street space. Pramudya Wardani based on the theory of Livable Street (Jacob, 1963), and principle of setting activities (Gehl, 2001). Those standards and criteria used to find the factors that can improve the quality of Pramudya Wardani street space.Keywords: Improvement quality of street enclosure, physical setting of street space, street activity setting, rationalistic qualitative research, livable street Abstrak: Dalam Rencana Kawasan Strategi Nasional (KSN) Borobudur tahun 2007, Koridor Pramudya Wardani merupakan zona pengembangan perdagangan dimana segala aktivitas dan kegiatan komersial ditempatkan di area ini. Sebagai area penyangga kawasan Candi Borobudur, area ini akan mereduksi kegiatan yang menimbulkan dampak negatif bagi pelestarian kawasan Candi Borobudur. Namun seiring dengan proses perkembangannya koridor ini kurang berkembang dari segi fisik maupun aktivitasnya. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian untuk mendapatkan gambaran sejauh mana pengaruh setting fisik terhadap setting aktivitas, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas fisik, dan Urban Design Guideline  pembentuk ruang jalan yang sesuai peruntukan kawasan. Kualitas fisik ruang jalan adalah elemen “setting” fisik yang mendukung ruang publik sehingga mampu merangsang masyarakat untuk datang dan beraktivitas di ruang jalan. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang berfokus pada rasionalisme, yaitu persepsi individu dalam usaha melihat, memahami dan menyadari bagaimana pengaruh “setting” fisik terhadap “setting” aktivitas dalam meningkatkan kualitas ruang jalan Pramudya Wardani. Penelitian ini diawali dengan melakukan observasi atau pengamatan kondisi eksisting ruang jalan Pramudya Wardani berdasarkan landasan teori Livable Street (Jacob, 1963) dan prinsip “setting” aktivitas (Gehl, 2001). Standar dan kriteria tersebut digunakan untuk melihat faktor-faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas ruang jalan Pramudya Wardani.Kata Kunci: Peningkatan kualitas ruang jalan, “setting” fisik ruang jalan, “setting” aktivitas jalan, penelitian rasionalistik kualitatif, “livable street”

Page 1 of 1 | Total Record : 5